My Baby Sitter

My Baby Sitter
9


__ADS_3

At hotel.


"Kemana dia, dari tadi belum kembali. Bahkan ponselnya tidak bisa di hubungi," gerutu Taehyung yang saat ini tengah khawatir terhadap sahabatnya.


Hari sudah semakin larut, karena lelah memikirkan Jimin yang belum kembali, akhirnya Taehyung memilih untuk tidur karna besok pagi ada meeting.


"Semoga saja dia tak lupa tentang rapatnya" Gumam Taehyung sambil memejamkan matanya.


Dengan terburu-buru Jimin kembali ke hotel di pagi buta, ( kenapa pagi buta, karna masih gelap, kalo kata daerah author mah subuh hari)


Ia ingat jika jam 7 pagi nanti akan ada meeting dengan klien, bisa habis dia oleh Jungkook jika sampai gagal mendapatkan persetujuan dan kerja sama dengan tuan Okinawa.


Tit! Tit! Tit! Tit!


Setelah menekan beberapa digit angka, pintu kamar hotelpun terbuka. ( Hotel bintang 5, pintunya pun menggunakan akses apartemen, hehehe ... Keren)

__ADS_1


Ia melihat sahabatnya masih terlelap, Jimin sempat berfikir, apa sedari ia pergi Taehyung hanya tidur terus, gimana mau dapet cewek kalau kerjanya cuma tidur. Bergegas ia memasuki kamar mandi. 20 menit kemudian ia telah selesai dan telah berpakaian. Ia pun menelfon bagian dapur hotel untuk memesan makanan. Dan kemudian mendekati ranjang guna membangunkan Taehyung.


***


Di Seoul, kediaman Jeon.


Tampak Gyuri telah rapih dengan pakaian ala sekretarisnya, ia harus membangunkan kekasihnya .


"Oppa ... oppa ayo bangun, kita harus pergi ke kantor pagi-pagi karena pekerjaan oppa menumpuk. Jadi Presdir kok malesnya gak ketulungan seh, oppaaaa..." teriak Gyuri yang udah kesel. Pasalnya dari tadi ia sudah membangunkan Jungkook, tapi tidak berhasil.


"Haiisss sayang ... jangan berteriak seperti toa begitu. Bisa rusak pendengaran oppa nanti," Gerutu Jungkook sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Gyuri, tentunya hal itu membuat sang gadis kesal.


"Yaakkk ... sayang! tunggu oppa jangan merajuk eooh... " Mendengar ancaman dari Gyuri, membuat Jungkook langsung bangkit dari ranjang dan mengejar gadisnya yang sudah hendak membuka pintu. Jungkook memeluk erat untuk menghentikan Gyuri yang hendak membuka pintu.


"Kau sangat harum," bisik Jungkook sambil mengecup leher Gyuri dan membuat sebuah kissmark baru di sana, sementara kissmark lama yang tadi malam ia ciptakan saja masih terlihat jelas.

__ADS_1


"Ahhkk... Sudah oppa, cepat sana mandi," desah Gyuri sambil melepaskan pelukan Jungkook, Tapi... "Yaakk... Kau tak tahu malu oppa! bertelanjang sambil melukku," pekik Gyuri kaget saat mengetahui jika Jungkook dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun.


Sementara Jungkook hanya tertawa dan segera berlari memasuki kamar mandi sebelum sepatu bertumit tinggi milik Gyuri melayang ke arahnya,ia senang melihat wajah memerah kekasihnya.


KEMBALI KE JEPANG.


(Skiip aja pembicara'an meetingnya, karena author kurang faham bahasan yang keq gitu, hehehe...)


Meetingpun selesai. Semua berjalan dengan lancar tanpa terkendala suatu hal. Sa'at ini tuan Okinawa & asistennya, Jimin & Taehyung, sedang makan bersama. Mereka berbincang saling memuji satu sama lain, mereka terlihat cepat akrab hingga tidak canggung.


"Aku tak menyangka kalian masih sangat muda, tapi sangat berpotensi dan dapat di andalkan," puji Tuan Okinawa dengan senyum ramahnya (anggap mereka berbicara menggunakan bahasa jepang)


"Aah ... Anda terlalu memuji kami tuan," jawab Jimin dengan senyum juga.


"Apakah di antara kalian ada yang bersedia jika aku jodohkan putriku? tapi yah putriku ini biasa saja tidak cantik," kata Tuan Okinawa lagi.

__ADS_1


"Hahaha... Tuan bisa saja bercandanya. Tapi jika tuan mau, sekrestaris Kim masih single. Karna jujur saja, saya sudah berkeluarga dengan satu putra," ucapan Jimin sontak saja membuat Taehyung tersedak karena terkejut.


Bukan karena hanya ia yang ditumbalkan, tapi ucapan Jimin tentang sudah berkeluarga dengan satu putra. Dalam hati Taehyung tertawa, jangankan istri dan anak. Teman kencan saja hyungnya itu tak punya, selain tumpukan berkas yang setiap hari ia ajak bercumbu hingga larut malam.


__ADS_2