
Mikha yang baru terjaga dari tidurnya langsung tersenyum ketika mendapati bayi besarnya yang masih tertidur didada Mikha.
Jemari Mikha perlahan menyisir rambut Adam penuh sayang.Namun karena gemas mengingat semalam Adam nyaris tidak membiarkannya tidur Mikha pun tanpa sadar malah mencubit ujung hidung.Adam pun membuka matanya dengan napas megap-megap.
"Kamu itu kenapa sih Sayang ?" tanya Adam kesal.
"Maaf Bang..aku kelepasan abisnya gemes " Mikha meminta maaf sambil buru-buru kembali mendekap kepala Adam kedadanya.
Kekesalan Adam pun langsung hilang. Ia tampak menikmati berada dalam kehangatan dada Mikha yang dari semalam tidak puas-puas ia lahap habis.
"Sudah siang Bang..aku mau bikin makanan untuk Millie takut dia keburu bangun " Mikha menjauhkan kepala Adam dari dadanya.
"Sebentar lagi..Abang masih kangen " Adam malah kembali melahap dada Mikha dengan rakus.
"Bang..aku malu tau.. Mama sama bibik pasti sekarang sedang sibuk di dapur. Aku malah masih tiduran ngelonin Abang " Mikha menyisir rambut Adam dengan jarinya.
"Biar saja..mereka pasti mengerti kalau kita sedang kangen-kangenan..sembilan bulan puasa itu berat untuk Abang sayang " jawab Adam.
"Salah sendiri " gumam Mikha.
"Mamiih..Papiiih.."
Tanpa diduga Millie yang baru terbangun langsung turun dari ranjangnya dan naik ke ranjang Mamih dan Papihnya.
"Abang buruan lepas..Millie bangun tau " Mikha buru-buru menjauhkan kepala Adam dari dadanya.
"Papiiih canaaa.." Millie yang sudah naik keatas ranjang ikut mendorong Adam agar jauh dari mamihnya.
Adam bukannya menjauh, ia malah iseng menggoda Millie dengan memeluk Mikha erat-erat.
"Papiiih..canaaa.." Millie memukuli punggung Adam agar melepaskan ibunya.
"Tidak..Mamihnya akan Papih makan " Adam membuka mulutnya lebar-lebar berpura-pura hendak memakan Mikha.
"Papiiih..jangaaaan..huwaaa..huwaaa.." Millie memukuli punggung Adam sambil menangis kencang.
"Abang udah ah becandanya.. Millie nya jadi nangis beneran " Mikha buru-buru melepaskan diri dari pelukan Adam.
"Abaaang jangan gigiiit mamiiih " Millie terus menangis kencang. Tanpa sadar Millie mengikuti Mikha memanggil Adam dengan sebutan Abang.
"Papih becanda sayang " Adam buru-buru menenangkan Millie.
Selagi Adam menenangkan Millie, Mikha beringsut turun dari ranjang sambil memunguti bajunya yang berceceran dilantai.
"Abaaang....bra aku tadi malam dilempar kemana ? " tanya Mikha sambil celingukan ke kolong ranjang.
"Deket sofa " jawab Adam sambil terus membujuk Millie agar berhenti menangis.
__ADS_1
Setelah Mikha selesai memakai bajunya, Adam pun buru-buru memakai celana boxernya yang teronggok dibawah ranjang.
Karena Millie yang masih terus menangis Mikha pun membawa Millie keluar dari kamar.
"Millie kenapa menangis Kha.. suaranya kenceng banget sampai terdengar keluar " Mama buru-buru mengambil Millie dari gendongan Mikha.
"Abang iseng becandain " jawab Mikha.
"Papih nakal Oma..Papih makan Mamih " Millie mengadu.
"Kalau pacaran jangan didepan anak " Mama mencubit tangan Mikha.
"Bukan pacaran Mah..emang Abang tadi iseng becandain Millie " Mikha membela diri.
"Millie mandi dulu yuk sama Oma " Mama membawa Millie yang mulai berhenti menangis ke kamarnya untuk dimandikan.
Adam yang baru selesai mandi keluar dari kamar kemudian menghampiri Mikha yang sedang membuat susu untuk Millie.
"Mandi sana..bau " bisik Adam sambil mencium belakang leher Mikha yang terbuka karena Mikha mengikat rambutnya tinggi-tinggi.
"Bilang bau tapi cium-cium " cibir Mikha.
Adam hanya terkekeh sambil menarik kursi dan bersiap untuk sarapan.Karena bangun kesiangan Mama dan Papa sudah mendahului sarapan tanpa menunggu Adam dan Mikha. Bahkan makanan untuk Millie pun sudah siap didalam mangkuk.
Millie keluar dari kamar mama sudah dalam keadaan cantik dan wangi. Begitu melihat Adam Millie langsung cemberut. Rupanya ia masih kesal karena Papihnya ingin memakan Mamihnya.
"Jangan marah dong Sayang..tadi Papih cuma becanda " Adam memeluk Millie yang berada dalam gendongan Mama.
Tersisa satu hari lagi bersama anak dan istrinya, Adam menghabiskan waktu seharian di rumah. Adam ingin puas bersama Mikha dan Millie sebelum ia kembali ke Jakarta besok pagi.
Millie sudah tidak marah lagi kepada Adam karena sudah di sogok dengan ice cream.
Seharian Adam dan Mikha juga Millie menghabiskan waktu didalam kamar. Mikha sama sekali tidak keberatan ketika kamarnya menjadi berantakan. Bahkan Mikha samasekali tidak marah ketika Millie mulai mengacak-acak kosmetik nya.
"Papih cinii " Millie mendekati Adam dengan lipstik ditangannya.
Adam menolak ketika tangan mungil Millie hendak mengoleskan lipstik kebibirnya.
"Jangan Sayang..kalau mau pake lipstik mendingan mamih saja " Adam menolak.
Millie langsung menangis karena Adam menolak dipakaikan lipstik.
"Abaaang...ngalah bisa ga sih ?" omel Mikha
"Tapi Sayang.." Adam terlihat bingung antara ingin menolak tapi tidak tega melihat Millie yang menangis.
"Ya sudahlah.." akhirnya Adam pasrah.
__ADS_1
Adam berbaring pasrah diatas pangkuan Mikha. Mikha dan Millie pun mulai sibuk melukis wajah Adam dengan alat kosmetik milik Mikha.
Mikha dan Millie sesekali tertawa cekikikan sambil menyapukan eye shadow kebagian kelopak mata Adam. Bibir Adam pun kini sudah berwarna merah merona.
"Awas saja nanti malam Abang balas kamu " ancam Adam.
"Diam..mau nanti Millie nangis lagi " Mikha menjewer telinga Adam.
"Iya..Abang pasrah mau kalian apain juga..yang penting kalian senang " ujar Adam pasrah.
"Papih cantik " Millie memuji wajah Papihnya yang berantakan.
"Astaghfirullah " Adam kaget melihat wajahnya sendiri di cermin.
"Papih sekarang boleh dong cium Millie " Adam mendekat kan wajahnya kepada Millie, namun Millie menolak dan bersembunyi dibalik tubuh Mikha.
"Cium Mamiih saja " Millie menunjuk kearah Mikha.
"Oke " jawab Adam senang.
Mikha meronta ketika Adam langsung menangkapnya dan menciumi wajahnya.
Millie terkikik ketika melihat wajah Mikha yang kini ikut belepotan lipstik karena ulah Adam.
"Ya ampuun..kalian itu sedang apa ?" Mama yang tiba-tiba datang langsung geleng-geleng kepala melihat ulah Adam dan Mikha yang sedang berciuman didepan Millie.
"Millie.. mendingan ikut Oma yuk..kita beli ice cream " Mama membujuk Millie agar ikut dengannya.
"Ec ciiim Oma " Millie langsung ikut dengan Mama meninggalkan Adam dan Mikha yang masih berpelukan dengan wajah belepotan.
Setelah Millie pergi, Adam buru-buru menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Tanpa ampun lagi Adam langsung menggiring Mikha dan menjatuhkannya diatas kasur empuknya.
"Sekarang saatnya nyangkul lagi " seloroh Adam dan langsung menerkam bibir Mikha.
"Abang jelek banget " ejek Mikha sambil tertawa melihat wajah tampan Adam yang kini belepotan.
'Kamu juga " balas Adam sambil menjilati leher Mikha membuat wanita yang berada dibawah tubuhnya itu mengelinjang kegelian.
Tanpa melepaskan pelukannya Adam menggulingkan tubuhnya hingga merubah posisi menjadi Mikha yang berada diatas tubuhnya.Bibir mereka pun kembali saling bertautan.
Siang itu akhirnya Adam kembali dapat melepaskan semua hasratnya kembali. Adam kembali membuat Mikha tidak berdaya dibawah tubuhnya.
*
Keesokannya Adam kembali ke Jakarta pagi-pagi sekali. Mikha terus memeluk Adam sampai Adam masuk kedalam mobil.
"Cepet beresin skripsi nya biar bisa cepat nyusul Abang ke Jakarta " Adam mengusap kepala Mikha lembut. Mikha mengangguk.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan..jangan ngebut nyetirnya.. kalau mengantuk berhenti dulu jangan maksain jalan..dan awas jangan macam-macam lagi "
"Iya Sayang..banyak banget pesannya " Adam terkekeh sambil mulai menyalakan mesin mobilnya.