
Pulang berbelanja Wisnu langsung menjemput Maura di sekolah.Maura terlihat senang ketika Melihat Daddy nya yang menjemput.
"Nanti sore kita ke Bandung..kita menginap di rumah Oma..sudah lama kita tidak kesana " ucap Wisnu setelah Maura masuk ke dalam mobil.
"Yeey..kita ke Bandung " Maura bersorak kegirangan hingga membuat Milea yang tertidur dalam pangkuan Millie langsung terbangun dan menangis. Untung tangisnya langsung mereda setelah Millie memberikan mpengnya.
"Kamu siapkan keperluan anak-anak..kita akan menginap dua hari disana " titah Wisnu.
"Baik Pak " jawab Millie.
Millie tidak menyangka ternyata Wisnu juga berasal dari Bandung. Biasanya satu bulan sekali Millie juga pergi ke Bandung untuk mengecek butik milik Mamihnya yang kini dikelola oleh tantenya.
Sesampainya di rumah Millie langsung menyiapkan semua keperluan Maura dan Milea termasuk keperluan dirinya selama di Bandung.
Setelah semua beres mereka pun pergi ke Bandung sore itu juga. Sepanjang perjalanan Maura dan Milea tampak tertidur pulas.
Wisnu tampak fokus mengemudi sambil mendengarkan musik. Karena Wisnu tidak mengajaknya berbicara akhirnya Millie mainkan ponselnya untuk mengusir kejenuhan.
Millie yang anteng dengan ponselnya tidak menyadari ketika Wisnu diam-diam memperhatikan ponsel dalam genggaman Millie.
"Ponsel kamu bagus..jarang ada baby sitter punya ponsel semahal itu " ujar Wisnu.
"Ini..ehm..ini hadiah dari majikan saya yang dulu pak " jawab Millie berbohong.
"Majikan kamu memberi hadiah ponsel mahal ?" tanya Wisnu sambil melirik kearah Millie penuh curiga.
Melihat wajah Millie yang sangat cantik Wisnu jadi mempunyai pikiran jelek terhadap gadis itu.
"Majikan saya perempuan pak, dia sangat puas akan pekerjaan saya dan dia memberikan ini sebagai hadiah " Millie akhirnya mengarang bebas.
"Ooh " wajah Wisnu terlihat lega.
Millie terdiam.Ia tau jika Wisnu sedang curiga padanya bahkan mungkin sempat berpikiran jelek kepadanya.
Beberapa jam kemudian mobil Wisnu memasuki halaman sebuah rumah besar yang tampak asri dan sejuk.
Begitu mereka sampai orangtua Wisnu langsung menyambut kedatangan mereka.
Maura yang baru bangun tidur langsung menghambur kedalam pelukan kakek dan neneknya.Namun ketika wanita paruh baya itu akan mengambil Milea dari gendongan Millie Milea malah menangis tidak mau lepas dari gendongan Millie.
"Jarang ketemu Oma sih ya " ucap wanita itu maklum.
Selama berada di Bandung Milea tidak mau lepas dari Millie. Hanya Maura saja yang sangat lengket dengan kakek neneknya.
"Selama di Jakarta saya titip kedua cucu saya , tolong bantu jaga..kasian mereka anak-anak yang malang..masih kecil sudah ditinggal ibu mereka " Ibu Wisnu terlihat sedih ketika mengatakan itu kepada Millie.
"Ibu tidak usah khawatir..saya akan menjaga Maura dan Milea dengan sebaik-baiknya " jawab Millie.
"Terimakasih nak..melihat Milea begitu lengketnya sama kamu saya merasa tenang kedua cucu saya ada dalam perawatan orang yang tepat "
"Saya tidak menyangka Tuhan begitu cepat mengambil menantu saya..disaat anak-anak sedang membutuhkan kasih sayang ibu mereka " wanita paruh baya itu menyusut matanya yang basah oleh airmata nya dengan tisu.
__ADS_1
Millie membuang wajahnya berusaha untuk menyembunyikan matanya yang mulai berkabut.
Selama di Bandung Millie banyak mendengar cerita tentang perjalanan cinta Meta dan Wisnu sampai mereka dikaruniai dua orang putri yang cantik dan sampai akhirnya mereka dipisahkan oleh maut karena Meta berpulang lebih dulu karena kecelakaan.
Millie tidak menyangka jika orangtua Wisnu begitu baik dan hangat tidak seperti putranya yang dingin seperti gunung es.
Di hari kedua mereka pun bersiap pulang ke Jakarta.Di perjalanan Wisnu menepikan mobil nya ke sebuah res area karena merasa badannya sedikit demam.
"Wajah bapak pucat " Millie menatap wajah Wisnu khawatir.
"Iya.. sepertinya saya masuk angin.. istirahat sebentar juga baikan " jawab Wisnu.
Berada di rest area Millie menggunakan waktu untuk mengganti diapers Milea kemudian memberi makan keduanya.Sementara Wisnu beristirahat sejenak tidur di dalam mobil.
"Pak saya pesankan teh manis untuk Bapak " Millie memberikan cup berisi teh manis hangat kepada Wisnu.
"Terimakasih " jawab Wisnu sambil menyesap sedikit demi sedikit teh manis hangat dari Millie.
"Kalau Bapak tidak kuat nyetir bagaimana kalau saya saja yang menggantikan bapak menyetir " Millie menawarkan diri ketika melihat tangan Wisnu yang sedikit gemetar, sepertinya pria tampan itu sedang demam.
"Kamu bisa nyetir ?" tanya Wisnu tidak percaya.
"Bisa pak " jawab Millie yakin.
"Biar saya saja yang nyetir pak..jangan dipaksakan kalau bapak sakit..bahaya " saran Millie.
Walaupun awalnya ragu namun akhirnya Wisnu mengijinkan Millie mengambil alih kemudi. Karena Millie menyetir kini giliran Wisnu yang memegang Milea.
"Kamu nyetirnya enak..sudah lama bisa nyetirnya ?" tanya Wisnu.
"Kamu ke sekolah bawa mobil ?" mata Wisnu mengernyit.
"Maksud saya..suka bawain mobil teman " ralat Millie.
"Ooh " Wisnu manggut-manggut.
"Untuk keperluan anak-anak kamu boleh memakai salah satu mobil yang ada di rumah " ujar Wisnu.
"Maksud bapak ?" tanya Millie.
"Kamu boleh pake mobil yang ada di rumah jika anak-anak ingin jalan-jalan " jawab Wisnu.
"Baik Pak " jawab Millie senang.
Wisnu yang mulai didera kantuk akhirnya tertidur sambil memeluk Milea dalam pangkuannya.
Wisnu terbangun ketika mereka sudah sampai rumah.Sesampainya di rumah Wisnu langsung masuk ke kamar untuk beristirahat.
Setelah menidurkan Maura dan Milea, Millie memberanikan diri mengetuk pintu kamar Wisnu untuk mengantarkan makanan dan obat demam.
"Pak makan dulu.. lalu minum obat demam " Millie meletakan nampan berisi makanan dan segelas air juga obat demam.
__ADS_1
"Terimakasih " jawab Wisnu sambil berusaha bangun.
"Anak-anak sudah tidur ?" tanya Wisnu sambil memasukan sesendok demi sesendok makanan kedalam mulutnya.
"Sudah pak " jawab Millie sambil berdiri agak jauh dari ranjang Wisnu.
Wisnu tidak menghabiskan makannya, ia langsung minum kemudian menelan obat demamnya.
Setelah memastikan Wisnu menelan obat demamnya Millie pun membawa nampan berisi piring bekas makan Wisnu ke dapur untuk dibersihkan oleh pelayan.
Keesokannya Wisnu bangun sudah dalam keadaan lebih segar dan ia sudah siap untuk kembali beraktivitas ke kantornya.
Sebelum pergi ke kantor Wisnu memberikan kunci mobil kepada Millie.
"Nina kalau anak-anak mau kemanapun pakai mobil ini saja..tapi ingat tolong di rawat baik-baik karena ini salahsatu mobil kesayangan istri saya..saya ingin anak-anak menikmati barang peninggalan ibu mereka " ujar Wisnu sebelum pergi ke kantor.
"Baik pak " jawab Millie.
*
Sejak dipercaya memakai mobil sendiri kini Maura semakin tergantung kepada Millie. Jika biasanya setiap pulang sekolah Maura selalu dijemput oleh sopir Wisnu kini Maura selalu ingin dijemput oleh Millie. Selain itu Maura pun sudah tidak mau lagi tidur dikamar nya. Kini Maura pindah tidur bersama Millie dan adiknya.
Kedekatan anak-anak nya dengan pengasuhnya membuat Wisnu menjadi lebih tenang. Apalagi Maura sudah jarang menanyakan ibunya dan bayang-bayang kesedihan dari wajah putri sulungnya perlahan mulai sirna.
Malam ini Wisnu pulang dari kantor lebih malam dari biasanya. Rumah sangat sepi karena kedua putrinya sudah tidur bersama pengasuhnya.
Tengah malam Millie terbangun karena merasa haus.Perlahan Millie melepaskan belitan tangan Maura dari perutnya kemudian turun dari ranjang dan beranjak menuju ke dapur.
Disaat yang bersamaan Wisnu pun sedang berada di dapur hendak mengambil minum. Millie yang sedikit ceroboh tidak sengaja menabrak Wisnu hingga kepala keduanya terantuk.
"Maaf Pak tidak sengaja " ujar Millie sambil meringis memegang kepalanya.
"Kamu itu ceroboh sekali " Wisnu pun meringis memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Kepala kamu tidak apa-apa ?" tanya Wisnu menatap kearah Millie khawatir karena Millie tampak terus memegang keningnya.
"Tidak apa-apa pak " jawab Millie.
"Sini saya lihat kepala kamu " Wisnu mendekat untuk melihat kepala Millie.
Millie menahan napasnya ketika wajah Wisnu begitu dekat dengan wajahnya, bahkan Millie dapat merasakan hembusan napas Wisnu menerpa kulit wajahnya menghadirkan geleyar aneh dalam hati Millie.
"Kepala kamu benjol " Wisnu menekan kening Millie yang sedikit benjol.
"Auw..sakit pak " Millie meringis.
"Maaf..tunggu sebentar biar saya ambilkan obat gosok untuk mengobati kening kamu " Wisnu beranjak menuju kotak obat untuk mengambil obat gosok.
"Coba digosok pakai ini biar benjolnya hilang " Wisnu memberikan obat gosok yang baru diambilnya kepada Millie.
"Terimakasih Pak " jawab Millie sambil beranjak kembali menuju kamarnya.
__ADS_1
Millie tidak menyadari jika diam-diam Wisnu menatapnya sampai ia menghilang dibalik pintu kamar.
Setelah Millie menghilang Wisnu pun mengusap keningnya yang juga terasa sakit akibat tabrakan barusan.