My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Menebus Rasa Bersalah


__ADS_3

Pagi ini setelah sarapan pagi Wisnu seperti biasa mengantarkan Maura pergi ke sekolah sebelum ia pergi ke kantornya.


Rutinitas yang biasa ia lakukan setiap hari namun kini terasa berbeda sejak kepergian istrinya dua bulan yang lalu.


"Dedek Mile..Daddy sama kakak Maura pergi dulu ya Sayang " Wisnu mencium pipi Milea yang berada dalam gendongan Millie sebelum ia pergi. Millie menatap kepergian ayah dan anak itu dengan trenyuh.


Setelah mobil yang membawa Wisnu dan Maura berlalu tidak lama kemudian Millie pun mengambil tasnya dan pergi membawa Milea dengan menggunakan taksi.


Tujuan Millie pergi membawa Milea adalah pulang ke rumahnya.Hampir setiap hari Millie membawa Milea pulang ke rumahnya jika Wisnu dan Maura sudah pergi.


Mikha langsung mengambil bayi montok itu dari gendongan Millie begitu mereka turun dari taxi.


"Sepertinya berat badan Mile naik deh kak " ujar Mikha ketika bayi montok itu sudah berpindah ke tangannya.


Dua bulan sering menimang bayi itu tentu Mikha dapat merasakan jika bayi berusia 8 bulan itu semakin berat jika ia gendong.


"Makannya makin bagus Mih..minum susu nya juga kuat " jawab Millie sambil menyandarkan punggungnya disandaran sofa rumahnya yang empuk.


Adam yang hari itu pergi ke kantor lebih siang dari biasanya langsung mencium pipi bulat Milea begitu ia keluar dari kamar.


"Kalau lihat Mile.. Papih jadi ingat kamu waktu kecil kak..sama montoknya..iya kan Sayang ?" Adam langsung duduk disebelah Mikha.


"Iya..pipinya sama bulatnya " Mikha membenarkan ucapan suaminya.


"Sayang tolong pegang dulu..aku mau ambil makan untuk Mile dulu " Mikha menyerahkan Milea kepada Adam dan beranjak menuju dapur.


Setiap pagi sebelum Millie datang Mikha sudah membuatkan bubur bayi untuk Milea.Jadi jika Millie datang ia tinggal menyuapi Milea.


Tidak lama kemudian Mikha datang dengan semangkuk bubur yang dicampur aneka sayuran dan mulai menyuapi Milea yang berada dalam gendongan Adam.


"Kakak kalau mengantuk tidur saja sana di kamar " ucap Adam yang melihat Millie terkantuk-kantuk diatas sofa.


"Iya Pih..kakak ngantuk banget. Tumben tengah malam Mile bangun dan susah tidur lagi " jawab Millie.


"Kalau bayi bangun tengah malam itu mah biasa kak " ujar Mikha.


"Sudah sana tidur..biar Mile Mamih yang pegang " ujar Mikha.


Setelah mencium pipi Milea, Millie pun beranjak ke kamarnya untuk tidur. Adam dan Mikha menatap punggung Millie yang menghilang dibalik pintu kamarnya dengan tatapan prihatin.


Awalnya Adam dan Mikha sempat menolak keras niat Millie untuk cuti kuliah dan memilih menjadi pengasuh Milea, namun karena Millie selalui dihantui rasa bersalah akhirnya Adam dan Mikha pun mengijinkan.


Bahkan karena hampir setiap hari Millie selalu membawa Milea ke rumah, Adam dan Mikha sampai menyiapkan kamar khusus untuk bayi cantik itu.


Marvin adik Millie yang sekarang duduk di bangku SMA pun sangat menyukai bayi berpipi bulat itu.


Setelah tidur selama beberapa jam Millie bangun karena perutnya mulai terasa lapar. Tadi pagi ia hanya sempat memakan roti ketika di taksi.


Masih ada waktu untuk ia makan sebelum kembali ke rumah Wisnu karena sebentar lagi Maura akan pulang dari sekolah. Millie tidak mau gadis judes itu sampai mengadu kepada Ayahnya jika ia telah membawa Milea pergi tanpa seijinnya.


"Mamih antar saja..sekalian Mamih mau ke kantor Papih " Mikha membantu memasukan barang milik Milea kedalam tas bayi.

__ADS_1


"Iya Mih " jawab Millie setelah menyelesaikan makannya.


"Dedek..di rumah jangan rewel ya.. baik-baik sama kakak Millie " Mikha mengusap kepala bayi mungil yang berada dalam pangkuannya.


Begitu sampai di rumah, ternyata Maura sudah pulang.Ia tampak sedang mengganti baju seragam sekolahnya dengan baju rumahan.


"Kakak Nina sama Mile darimana ?" tanya Maura dengan wajah judesnya.


"Kakak habis beli pempers dedek Mile " jawab Millie berbohong.


"Aku tidak lihat kakak Nina membawa apapun " ucap Maura sambil menatap tangan Millie.


"Sudah Kakak simpan di kamar tadi " jawab Millie.


"Kakak Maura mau makan ? biar kakak Nina temani.. sepertinya hari ini bibik masak ayam goreng kesukaan kakak Maura loh "


"Tidak usah..aku mau makan sendiri saja " jawab Maura sambil ngeloyor menuju ruang makan.


Millie berusaha sabar dengan mengusap dadanya. Maura dan Milea terlihat memiliki karakter yang sangat berbeda.


Meskipun masih kecil tapi Milea terlihat lebih ceria dibanding Maura yang cenderung pendiam dan judes..jika perhatikan secara seksama sifat Maura sepertinya diturunkan dari ayahnya.


Setelah selesai makan Maura masuk ke kamarnya.Beberapa menit kemudian Millie melihat gadis kecil itu sudah tertidur sambil memeluk photo ibunya.


Millie tidak berani melepaskan photo itu dari pelukan Maura karena Maura pasti akan langsung terbangun dan marah.


Dibalik sikap judesnya Millie yakin jika Maura adalah anak yang berprestasi.Terbukti dari banyaknya piala yang memenuhi satu lemari di ruang tamu, yang paling banyak adalah piala perlombaan tari tradisional.


Dari keterangan Wisnu, Maura adalah salah satu murid di sebuah sanggar tari yang cukup terkenal.Namun sejak ibunya meninggal ia terpaksa berhenti karena alasan tidak ada yang mengantar.


"Tidak perlu..kamu fokus saja mengurus Mile " jawab Wisnu tegas.


"Tapi pak..menurut saya jika sering bersosialisasi dengan teman-teman nya akan membuat Maura tidak selalu larut dalam kesedihan " saran Millie.


Wisnu terdiam..sepertinya ucapan pengasuhnya itu ada benarnya juga.


"Bapak jangan khawatir saya akan membawa Mile setiap mengantarkan Maura ke sanggar " ucap Millie penuh semangat.


"Baiklah kalau begitu..mulai Minggu depan kamu bisa antar Maura ke sanggar " akhirnya Wisnu setuju.


Maura yang diberitahu jika Lia akan masuk sanggar lagi terlihat sangat senang. Ia langsung memeluk Wisnu dan menciumi wajahnya.


"Terimakasih Dad..kakak senang bisa bertemu lagi sama teman-teman kakak di sanggar " ucap Maura.


Minggu berikutnya setiap hari Sabtu dan Minggu Millie mempunyai kesibukan baru yaitu mengantarkan Maura ke sanggar tarinya.Jika tidak sedang sibuk Wisnu pun kadang-kadang ikut mengantarkan dan menjemput jika sudah selesai.


"Kakak Minggu depan aku akan ikut lomba tari tradisional di Taman Mini " ujar Maura suatu hari sepulang dari sanggar.


"Rampak atau tunggal ?" tanya Millie.


Karena sering mengantarkan Maura latihan dan aktif di grup para orangtua Millie jadi lumayan paham akan seluk beluk kegiatan menari Maura.

__ADS_1


"Rampak " jawab Maura.


"Iya nanti kakak akan tanyakan segala sesuatunya sama Mamanya Diana " jawab Millie. Maura mengangguk.


Mama Diana adalah kordinator grup rampak Maura yang biasa mengurus kostum dan makeup.


"Kakak Maura tenang saja biar nanti kakak Nina yang urus semuanya " Millie menyentuh pundak Maura lembut. Lagi-lagi Maura hanya mengangguk.


Mendekati waktu perlombaan, Maura bersama anggota grup rampaknya mulai intens latihan. Sementara para mommy termasuk Millie mulai sibuk mempersiapkan kostum yang akan dipakai pada saat lomba nanti.


Ketika sampai pada hari perlombaan, sebelum pergi Millie kaget ketika tiba-tiba Wisnu menyuruhnya ganti baju.


"Tidak usah pakai seragam baby sitter..pake baju yang lain saja " ujar Wisnu.


"Baik pak " jawab Millie sambil buru-buru beranjak ke kamarnya dan mengganti bajunya dengan celana jeans dan kemeja agar lebih simpel.


Hari ini Wisnu sengaja meluangkan waktunya untuk mengantar Maura lomba.Wisnu berharap Maura bisa menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah ibunya meninggal.


Wisnu dan Millie menyemangati Maura ketika gadis itu bersama grup rampaknya bersiap akan naik ke atas panggung.


Millie menunggu Maura dibelakang panggung sambil menggendong Milea, sementara Wisnu sibuk merekam aksi Maura dan kawan-kawan nya yang sedang menari diatas panggung.


Setelah selesai menari Maura dan kawan-kawan pun turun dari panggung. Millie menuntun gadis kecil itu menuju ruang ganti.


"Biar Mile saya yang pegang..kamu urus Maura dulu " Wisnu tiba-tiba masuk ke ruang ganti dan mengambil Milea dari gendongan Millie.


"Tadi waktu menari kakak gugup tidak ?" tanya Millie sambil membongkar sanggul dan hiasan kepala Maura.


"Iya sedikit..biasanya ada Mommy yang selalu kasih semangat aku setiap lomba biar tidak gugup " ucapnya lirih.


"Kan sekarang ada kak Nina yang kasih semangat Maura " jawab Millie.


"Tapi Kak Nina bukan Mommy " jawab Maura ketus.


"Iya..Kakak memang bukan Mommy kamu..tapi kak Nina juga sayang sama kamu " ujar Millie.


Meski masih terlihat judes namun Maura tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya diam ketika Millie mengganti kostum menarinya dengan baju yang Millie bawa dari rumah.


Selesai mengganti baju, kini Millie beralih membersihkan makeup Maura. Gadis itu hanya diam dan tidak banyak protes ketika Millie membersihkan wajahnya dengan kapas.


Setelah semua selesai mereka pun menghampiri Wisnu yang sedang menggendong Milea yang tertidur.


Millie hendak mengambil kembali Milea namun Wisnu melarangnya.


"Sepertinya sekarang ini Maura lebih membutuhkan kamu dibanding Mile " ujar Wisnu.


"Baik Pak " jawab Millie.


Ketika sampai pada waktu pengumuman hasil lomba, Maura langsung melompat dan memeluk Millie ketika grup rampaknya berhasil mendapatkan juara pertama.


"Kakak Maura juara..selamat ya Sayang " Wisnu menciumi wajah Maura yang tampak berseri-seri.Ini adalah prestasi pertama Maura setelah kepergian ibunya.

__ADS_1


Setelah perlombaan usai mereka pun pulang. Maura yang kelelahan tertidur di kursi belakang.Begitu juga Milea yang kembali tertidur dalam pangkuan Millie.


Selama perjalanan pulang Wisnu tidak berbicara apapun. Ia mengemudi sambil mendengarkan musik dengan menggunakan earphone nya.


__ADS_2