My Baby Sitter

My Baby Sitter
Titip Abang


__ADS_3

Mikha yang baru membuka matanya langsung terlihat panik ketika tidak mendapati Adam di kamar.Diatas kasur hanya ada Millie yang masih tidur nyenyak sambil memeluk boneka jerapah kesayangannya.


"Kebiasaan deh pergi tidak bilang-bilang " Mikha melemparkan selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.


Kebiasaan Adam yang tidak pernah membangunkannya jika akan kembali ke Jakarta selalu membuat Mikha kesal.Meskipun alasan Adam adalah tidak tega membangunkan Mikha yang sedang tidur pulas.


Namun kekesalan Mikha seketika menguap ketika pintu kamarnya terbuka dan Adam muncul dalam balutan baju olahraga lengkap.


"Abang darimana ?" tanya Mikha


"Abang habis joging sama Papa " jawab Adam.


"Aku kira Abang balik ke Jakarta tidak bilang-bilang "


"Kenapa..takut ya Abang tinggal balik ke Jakarta ?" tanya Adam


"Tidak " jawab Mikha berbohong.Padahal tadi ia nyaris menangis ketika tidak mendapati Adam di sisinya.


Adam menahan tawanya mengetahui jika istrinya itu sedang berbohong.


"Sudah siang mandi sana..punya istri malas banget " Adam mendorong Mikha ke kamar mandi.


"Ga mau nemenin Neng mandi nih Bang ?" tanya Mikha dengan wajah menggoda.


"Neng mau dimandiin sama Abang ?..oke dengan senang hati " Adam buru-buru membuka sepatunya.


Setelah selesai melepaskan sepatunya Adam buru-buru menyusul Mikha ke kamar mandi namun pintu kamar mandi terkunci dari dalam.


"Sayaaang..katanya mau Abang mandiin " Adam mengetuk pintu kamar mandi.


"Aku cuma becanda Abang " jawab Mikha dari dalam kamar mandi.


"Sayaaang..buka pintunya " Adam terus mengetuk pintu kamar mandi namun Mikha terus mengabaikannya.


Karena Mikha tidak mau membuka pintu akhirnya Adam yang sudah mulai terbakar hasrat memilih menunggu di depan pintu kamar mandi.


Setelah selesai mandi Mikha keluar dengan handuk melilit di tubuhnya.Mikha terpekik ketika Adam langsung menyergap dan membawanya kembali masuk ke kamar mandi.


"Abaaang aku sudah selesai mandinya " Mikha meronta-ronta ketika Adam memasukan Mikha kedalam bathtub.


"Siapa suruh kamu ngerjain suami " Adam buru-buru membuka bajunya sebelum kembali menyergap Mikha di dalam bathtub.


Didalam bathtub kembali Adam membuat Mikha tidak berdaya dibawah kuasa tubuhnya.


"Dasar maniak " Mikha menggigit telinga Adam ketika akhirnya tubuh gagah itu ambruk diatas tubuh Mikha setelah penyatuan mereka berakhir.


Adam dan Mikha melanjutkan mandi bersama dalam arti yang sebenarnya.Mereka saling menggosok tubuh bergantian dibawah kucuran shower.


Adam dan Mikha buru-buru menyelesaikan mandinya ketika terdengar suara Millie memanggil Mamih Papihnya sambil menangis.


Adam yang hanya berbalut handuk dipinggangnya buru-buru mengambil Millie.


"Papih ada Sayang " Adam meredakan tangisan Millie sambil menunggu Mikha berpakaian.

__ADS_1


"Mamih ana Pih ?" Millie mencari Mikha


"Mamih ada Sayang sedang pake baju " Adam menujuk kearah Mikha yang sedang memakai bajunya.


Selesai memakai baju Mikha menyiapkan baju untuk Adam terlebih dahulu sebelum mengambil Millie dari gendongan Adam.


"Mamih sama Papih sudah mandi.. sekarang giliran Millie yang mandi " Mikha bersiap untuk memandikan Millie.


Mikha keluar dari kamar sambil menggendong Millie yang sudah cantik dan wangi, Adam mengikuti mereka dibelakang.


"Ponakan Aunty cantik banget..wangi lagi " Arin langsung mengambil Millie dari gendongan Mikha.


"Mau dibawa kemana Rin ? Millie nya mau dikasih makan dulu " Mama memanggil Arin sambil memegang mangkuk berisi makanan untuk Millie.


"Sini aku yang suapin " Arin kembali untuk mengambil mangkuk makan Millie dari tangan Mama.


Ketika Adam dan Mikha sarapan tiba-tiba datang Seno dengan memakai pakaian olah raga, sepertinya mantan kekasih Mikha itu baru selesai olahraga sama seperti Adam dan Papa nya.


"Sekalian sarapan Seno " Mama memaksa Seno ke meja makan dimana Adam dan Mikha berada.


Dengan malu-malu Seno pun bergabung dengan Adam dan Mikha yang sedang sarapan sementara Mama memanggil Arin yang sedang menyuapi Millie untuk memberitahu jika ada Seno.


Adam dan Seno saling sapa.Keduanya terlihat kaku apalagi dengan adanya Mikha disana. Menyadari suasana yang terlihat kurang nyaman Mikha pun menyingkir dengan alasan akan menyuapi Millie makan.


Mikha memilih menemani Mama dihalaman belakang sambil menyuapi Millie makan. Sedangkan Arin langsung bergabung bersama Adam dan Seno di ruang makan.


Adam yang lebih dulu selesai akhirnya menyusul Mikha ke halaman belakang.


"Siapa yang kabur..aku hanya mau kasih makan Millie " jawab Mikha.


"Alasan..bilang saja kabur karena ada mantan pacar di depan kamu " sindir Adam.


"Mulai deh ngajak ribut " Mikha mendelik kearah Adam yang mulai kumat cemburunya.


Menyadari kesalahannya Adam pun buru-buru meminta maaf.


"Kalau mau balikan lagi sama dia kenapa tidak waktu Abang gila saja " umpat Mikha.


"Abang tidak gila Sayang " Adam menggaruk pelipisnya.


"Tidak gila...tapi tidak waras "


"Ya terserah kamu deh..apapun yang kamu bilang Abang terima " ujar Adam pasrah. Tidak ada gunanya berdebat dengan Mikha jika ujungnya dirinya sendiri yang terpojok.


Selesai menyuapi Millie makan mereka membawa bocah cantik itu ke kamar. Millie pun sepertinya sudah lelah belajar berjalan. Ia mulai merengek menarik-narik baju Mikha.


"Mih..Mimi.." rengeknya.


"Loh ini kan punya Papih.. Millie kan barusan sudah makan " Adam menggoda Millie sambil menangkup dada Mikha.


Melihat Papihnya akan mengambil miliknya Millie pun menangis dengan kencang.


"Bohong Sayang ini punya Millie " Mikha buru-buru meraih Millie kedalam pelukannya.

__ADS_1


Millie terus terisak sambil menangkup dada Mikha takut Papihnya akan mengambilnya.


"Abang iseng godain anak sendiri " diam-diam Mikha mencubit perut Adam dengan gemas.


"Ampun sayaaang " Adam meringis meminta Mikha melepaskan jepitan tangannya.


"Makanya jangan suka iseng..kalau Millie nangis emang Abang bisa meredakan nya " omel Mikha.


"Iya maaf..Abang salah " ucap Adam lirih.


Selama ada Seno di rumah, Adam nyaris tidak memperbolehkan Mikha keluar dari kamar dengan alasan Millie jangan ditinggal Karena sedang tidur.Bahkan ketika Mikha merasa haus pun Adam lah yang pergi ke dapur untuk mengambilnya.


Ketika Seno akan pamit pulang Adam baru keluar dari kamar, namun ia tetap melarang Mikha keluar. Adam beralasan jika Mikha sedang tidur.


Mikha menahan diri untuk tidak tertawa ketika menyadari begitu cemburunya Adam kepada Seno sehingga suaminya itu mengurungnya hampir seharian di dalam kamar hanya karena ada Seno di rumah.


"Abang..aku sudah boleh keluar kamar ?" tanya Mikha menyindir.


"Iya sudah " jawab Adam sambil nyengir.


"Dasar cemburuan " ejek Mikha sambil mencubit ujung hidung Adam dengan gemas.


"Bukan cemburuan Sayang..Abang hanya waspada " jawab Adam


"Waspada jika istrinya kepincut cowok lain ya Bang " sindir Mikha.


"Heh..kalau ngomong jangan sembarangan " omel Adam sambil melotot kearah Mikha.


"Diih..marah " ledek Mikha.


*


Senin pagi Adam kembali ke Jakarta. Namun kali ini Adam ke Jakarta tidak sendirian.Ia pergi bersama Arin yang akan tinggal bersama Adam . Arin akan mulai belajar membantu Adam di Perusahaan sesuai permintaan Papa.


"Titip Abang ya ..kalau macem-macem bilang aku " bisik Mikha kepada Arin.


"Siap kakak ipar " jawab Arin.


"Kalian bisik-bisik apa sih ?" Adam menatap kearah Mikha dan Arin curiga.


"Rahasia " jawab Mikha.


"Abang pergi dulu ya.. baik-baik disini sama Millie " Adam mengusap kepala Mikha penuh sayang.


"Iya " jawab Mikha sambil memeluk pinggang Adam.


"Kalau kamu peluk terus bagaimana Abang bisa pergi ?" Adam menunjuk pada tangan Mikha yang membelit pinggangnya erat.


"Eh iya lupa.." Mikha pun mengurai belitan tangannya dari pinggang Adam.


"Seperti yang mau ditinggal berperang saja " sindir Arin yang sudah menunggu di dalam mobil.


Setelah mencium bibir Mikha sekilas Adam pun masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan Mikha yang masih berdiri sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2