My Baby Sitter

My Baby Sitter
Jangan Lengah


__ADS_3

Sejak Mama dan Papa memutuskan pindah ke Jakarta, semua persiapan pernikahan Arin dan Seno dilakukan di Jakarta. Bahkan tempat untuk acara pernikahan pun kedua keluarga sepakat untuk dilakukan di Jakarta.


Hampir setiap hari Mikha berada di rumah Mama, ia dan Millie baru pulang setelah Adam menjemputnya sepulang dari kantor. Bahkan tidak jarang Millie malah tidak mau pulang dan memilih menginap di rumah Mama.


Seperti sore ini, pada saat Adam menjemputnya hanya Mikha yang pulang. Millie bersikeras ingin menginap di rumah mama.


"Persiapan pernikahan Arin sudah sampai mana ?" tanya Adam pada saat mereka dalam perjalanan pulang ke apartemen.


"Hampir sembilan puluh persen beres " jawab Mikha.


"Kamu kelihatan lelah Sayang " Adam menyentuh kepala Mikha dengan tangan kirinya.


"Seharian aku cek gedung yang mau dipake sama Mama ...walaupun ada yang ngurus tapi kan kita tidak bisa lepas tangan begitu saja " jawab Mikha.


"Iya..untung ada kamu yang bantuin " ujar Adam.


"Ya pasti aku bantuin dong.. seandainya aku bukan istri Abang pun aku pasti bantuin karena Mama dan Arin itu sudah aku anggap seperti keluarga aku sendiri sejak dari dulu " jawab Mikha.


"Cuma Mama sama Arin yang kamu anggap seperti keluarga sendiri..Abang tidak ?" tanya Adam menggoda.


"Abang juga " jawab Mikha.


"Abang bangga sama kamu..meskipun masih muda tapi kamu peduli sama oranglain, termasuk kepada Martha yang jelas-jelas punya masa lalu buruk bersama Abang " puji Adam.


"Aku baik karena kak Martha juga baik..waktu aku bawa kabur Millie dari Canada, kak Martha udah bersedia nampung aku dan Millie di apartemen nya..bahkan disaat aku tidak punya uang pun kak Martha yang cukupin kebutuhan aku dan Millie " jawab Mikha.


"Kamu tidak punya uang ? Bagaimana bisa ?


kamu kan pegang kartu dari Abang " Adam langsung melotot, Ia begitu marah mendengar Mikha sempat mengalami masalah keuangan.


"Waktu aku dan Kak Martha pergi ke Canada semua kartu tidak aku bawa di Bandung. Waktu itu aku benar-benar ngandelin gaji aku dari Abang waktu jadi baby sitter Millie " jawab Mikha.


"Kenapa kamu tidak minta sama Abang saja ?" tanya Adam.


"Minta sama Abang ?..ya gak mungkin lah..sudah kabur masih berani minta uang..lucu sekali..yang ada Abang malah mentertawakan aku " Mikha terkekeh.


"Jadi kamu lebih memilih kelaparan daripada minta uang sama suami sendiri ?" omel Adam


"Iya..tapi Alhamdulillah kita tidak kelaparan karena ada kak Martha yang bantu aku " jawab Mikha santai.


"Martha memang ular berkepala dua " sungut Adam. Entah siapa yang Martha dukung saat itu. Tapi walau bagaimanapun ia sepertinya harus berterima kasih kepada Martha karena telah mau merawat anak dan istrinya.


"Awas saja kalau kamu sampai berani nekad begitu lagi " ancam Adam dengan wajah marah


"Tidak akan " jawab Mikha.


"Walaupun waktu itu kita pisah, Abang tidak pernah lupa transfer uang untuk kebutuhan kamu " ujar Adam.


"Terus kalau tidak ada Martha, kamu mau bawa Millie kemana ?" tanya Adam.


"Waktu itu sempat ada rencana ke Australia ikut Om dan Tante...tapi Abang keburu menemukan kita " jawab Mikha sambil tertawa.


Adam menghela napas lega , masih untung ia menemukan Mikha dan Millie sebelum mereka pergi ke Australia.


"Jangan pernah melakukan itu lagi ya Sayang " pinta Adam dengan suara lirih.


"Tidak janji " jawab Mikha.Adam langsung melotot kearah Mikha.


"Aku sih gimana Abang..kalau Abang baik ya aku baik..kalau Abang kumat aku akan kabur lagi yang jauh " jawab Mikha santai.

__ADS_1


"Jangan..jangan pernah kabur lagi..Abang janji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi " ujar Adam takut.


Setibanya di apartemen, Mikha menyiapkan makanan yang ia bawa dari rumah Mama. Beruntung Mama membekali mereka makanan sehingga Mikha tidak perlu repot-repot masak.


Adam yang baru selesai mandi keluar dengan tubuh yang segar dan wangi.


"Ini kamu yang masak Sayang..cepat banget ?" tanya Adam


"Ini bawa dari rumah Mama " jawab Mikha sambil mengisi piring dengan nasi dan lauknya untuk Adam.


"Sini Abang suapin " Adam menepuk pahanya menyuruh Mikha duduk disana.


"Aku makan sendiri saja " Mikha menolak.


"Duduk sini !" ujar Adam memaksa.


Akhirnya Mikha pun duduk dipangkuan Adam dan makan dengan disuapi oleh Adam. Setelah piring itu kosong Mikha pun mengisinya kembali untuk mereka makan berdua.


Setelah selesai makan, Mikha membereskan meja dan mencuci piring di dapur. Sementara Adam memilih duduk di balkon sambil menghisap rokoknya.


Mikha yang baru selesai mencuci piring menghampiri Adam di balkon dengan membawa satu cangkir kopi ditangannya.


"Duduk sini !" Adam kembali meminta Mikha duduk dipangkuannya.


"Ga ah..bau asap rokok " Mikha menolak.


Adam buru-buru mematikan rokoknya sebelum ia menarik pinggang Mikha agar duduk dipangkuannya.


"Lusa Abang ada kerjaan ke Bandung , kamu temani Abang ya !" ujar Adam.


"Emang boleh bawa istri ?" tanya Mikha.


"Boleh..bawa pacar juga boleh " jawab Adam.


"Bukan begitu Sayang.. maksudnya yang tidak punya istri boleh bawa pacar..karena Abang sudah punya istri ya Abang ajak istri Abang " jawab Adam.


"Awas saja kalau Abang berani macam-macam lagi " Mikha mengulurkan tangannya hendak mencekik leher Adam.


"Kalau kelepasan bagaimana? Mau anak kita jadi anak yatim..atau kamu mau cepat jadi janda biar bisa cari suami baru ?" Adam menurunkan tangan Mikha dari lehernya.


"Cari suami baru..boleh juga tuh idenya " jawab Mikha sambil tertawa.


"Kamu kok ngomongnya begitu sih Yang ?" Adam langsung menatap Mikha tajam.


"Becanda Abang " Mikha buru-buru merangkul leher Adam.


"Dari setiap omongan kamu entah mengapa Abang merasa jika sebetulnya kamu itu sampai sekarang belum sepenuhnya percaya sama Abang " keluh Adam.


"Itu cuma perasaan Abang saja " pungkas Mikha.


"Semoga saja benar itu hanya perasaan Abang saja " jawab Adam lirih.


"Nanti mampir dulu ke makam Mamih sama Papih ya Bang " pinta Mikha.


"Iya..kita ziarah dulu kesana " jawab Adam sambil mengelus-elus paha Mikha.Mikha buru-buru menangkap tangan Adam sebelum tangan nakal itu kelayapan kemana-mana.


"Kamar yuk " bisik Adam ditelinga Mikha.


"Disini saja adem Bang " Mikha masih betah duduk di balkon sambil memandang suasana malam kota Jakarta dari ketinggian.

__ADS_1


"Emang kamu tidak malu Abang telanjangi disini ?" tanya Adam.


"Jangan..ya sudah kalau begitu kita ke kamar saja " jawab Mikha namun tidak juga beranjak dari pangkuan Adam.


Adam pun akhirnya menggendong Mikha masuk ke kamar. Sesampai di kamar Adam langsung melemparkan Mikha keatas kasur empuk mereka.


*


"Biarin Millie disini saja..kalian pergi saja berdua " ucap Papa pada saat Adam dan Mikha hendak mengajak Millie ke Bandung.


"Iya Kha..kamu harus ikutin kemana Abang pergi, jangan sampai lengah " Arin mengompori.


"Anak kecil diam " Adam langsung melotot kearah Arin.


"Diiih marah " sindir Arin sambil bersembunyi dibelakang tubuh Mikha.


Karena tidak berhasil membawa Millie akhirnya Adam dan Mikha pergi ke Bandung hanya berdua dengan diantar sopir.


"Kamu ikut Abang meeting dulu ya sebentar " ajak Adam setelah mereka sampai di Bandung.


"Iya " jawab Mikha.


Hari pertama di Bandung, Mikha mengikuti semua kegiatan Adam sampai sore. Ia sama sekali tidak mengeluh meski merasa sedikit bosan karena berada di suasana yang sangat formal.


Setelah selesai dengan urusan pekerjaan, sorenya mereka pulang ke rumah orangtua Adam karena mereka akan menginap di sana.


Rumah Adam dan Mikha tampak sangat sepi karena ditinggalkan penghuninya hijrah ke Jakarta. Disana hanya ada pembantu yang bertugas mengurus rumah.


"Sepi banget ya Bang " ujar Mikha begitu mereka sampai ke rumah.


"Iya " jawab Adam sambil membawa tas berisi baju-baju mereka ke kamar.


Mikha yang sudah merasa sangat lelah setelah seharian menemani aktifitas Adam memilih merendam tubuhnya di dalam bathtub. Sementara Adam duduk santai di teras belakang sambil menghisap rokoknya.


Adam yang sedang santai kaget ketika Mikha yang baru selesai mandi tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.


"Abang bau asap rokok ah " Mikha buru-buru melepaskan pelukannya.


Adam membuang rokoknya kedalam asbak kemudian ia menarik pinggang Mikha agar duduk dipangkuannya.


"Kamu wangi Sayang " Adam mengendus leher Mikha.


"Ya kan aku sudah mandi..Abang mandi sana gih "


"Abang mau mandi, tapi kamu temani ya !" pinta Adam.


"Aku sudah mandi..Abang mandi sendiri saja " Mikha menolak.


"Ya sudah Abang mandi dulu " Adam pun beranjak menuju kamar mandi di kamarnya.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Adam keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya.


"Abang pake baju dulu " Mikha memberikan satu set piyama kepada Adam.


Bukannya dipakai Adam malah langsung naik keatas ranjang dengan masih mengenakan handuk.


"Abaang..pake baju dulu " Mikha menarik tangan Adam agar bangun.


Bukannya menurut ucapan Mikha, Adam malah balas menarik tangan Mikha sehingga Mikha pun terjerembab diatas tubuh Adam.

__ADS_1


"Pake bajunya nanti saja kalau sudah selesai bikin kamu merem melek " bisik Adam sambil tersenyum.


"Dasar mesum " umpat Mikha.


__ADS_2