My Baby Sitter

My Baby Sitter
Masa Lalu Biarlah Masa Lalu


__ADS_3

Keesokannya sebelum kembali ke Jakarta, Adam mengembalikan kunci kamar Mikha.


"Kenapa kunci kamar aku ada di Abang ?" tanya Mikha heran.


"Kemarin Abang yang sembunyikan.Habisnya disuruh pindah ke kamar Abang malah dikunci dari dalam " jawab Adam.Mikha mendelik kearah Adam.


"Mulai sekarang tidurnya pindah ke kamar Abang ya Neng " pinta Adam.


"Iya " jawab Mikha.


"Kalau Abang Video call harus diangkat "


"iya "


"Dan jangan lupa ke dokter..pasang KB..biar nanti kalau Abang pulang sudah aman " bisik Adam.


"Iya " jawab Mikha.


Setelah memberi banyak pesan untuk Mikha, kini Adam beralih pada Millie yang mulai merengek ingin ikut dengan Papih nya.


"Dedek jangan nakal ya.. baik-baik sama Mamih, Oma dan aunty Arin " bisik Adam sambil menciumi pipi gembulnya.


"Piiih..ituut " Millie menangis ketika Adam mulai naik ke mobil.


Adam terlihat berat meninggalkan Millie yang terus menangis ingin ikut dengannya.Mikha buru-buru membawa Millie masuk untuk meredakan tangisnya.


"Berat ya Bang meninggalkan anak dan istri " Papa menepuk bahu Adam yang tampak terlihat sedih.


"Iya pah " jawab Adam.


"Kamu beruntung rumahtangga kalian masih bisa diselamatkan, tidak seperti Papa dulu yang sempat bercerai dan pisah dari kalian bertahun-tahun " ujar Papa sendu.


"Meskipun Papa sudah menikah lagi tapi batin Papa sangat tersiksa karena jauh dari kalian "


"Sekarang Mikha sudah mau memaafkan kamu jangan sampai kamu sakiti lagi " pesan Papa ketika mobil mulai melaju meninggalkan kota Bandung.


"Iya pah " jawab Adam.


"Sekali lagi kamu melakukan kesalahan Papa jamin Mikha pasti akan meninggalkan kamu dan jangan harap dia akan mau kembali lagi sama kamu " ujar Papa. Adam mengangguk.


Sepanjang perjalanan ke Jakarta wajah Millie yang sedang menangis terus menari-nari dipelupuk matanya.


Begitu sampai Jakarta,Adam langsung menghubungi Mikha untuk menanyakan Millie yang tadi pagi menangis saat Adam tinggalkan.


" Sekarang Millie sedang tidur..tadi ngamuk pas liat Abang pergi "


"Abang juga tidak tega lihat Millie menangis.. Abang inginnya kita kumpul bareng " ujar Adam lirih.


"Aku ingin menyelesaikan kuliah dulu.Papih dan Mamih ingin aku jadi sarjana "


"Iya Abang mengerti..tapi kalau sudah lulus kamu ikut Abang ya ke Jakarta "


" Iya..nanti aku sama Millie ikut Abang ke Jakarta kalau kuliah aku sudah selesai " jawab Mikha.


Setelah mengakhiri percakapan dengan Mikha Adam seolah mempunyai semangat baru untuk bekerja.


Papa memuji kinerja Adam di Perusahaan. Meskipun beberapa waktu lalu sempat menghadapi badai rumah tangga,namun untuk urusan pekerjaan Adam sangat profesional. Putra sulungnya itu mampu mengurus perusahaan yang di Canada dengan baik.


Jika sekarang Papa memutuskan menarik Adam ke Jakarta itu hanya untuk mendekatkan Adam kembali dengan Mikha.Dan akhirnya usaha Papa untuk membuat Adam dan Mikha baikan pun berhasil.


Papa sangat bahagia telah berhasil membantu Adam dan Mikha berbaikan.Tidak bisa dipungkiri Papa dan Mama bisa rujuk lagi pun ada campur tangan Mikha didalamnya.


Papa hanya satu hari di Jakarta.Besoknya Papa pulang ke Bandung.Papa memang sudah mulai mengurangi aktifitas nya di Perusahaan sejak Adam pindah ke Jakarta.Papa ingin menikmati hari tuanya dengan mengurus cucu kesayangannya..Millie.

__ADS_1


Sepulang dari kantor Adam langsung membersihkan diri.Masih mengenakan handuk Adam menghubungi Mikha melalui sambungan video.


"Kamu sedang dimana ?" tanya Adam karena Mikha bukan sedang berada di rumah padahal ini seharusnya Mikha sudah pulang kuliah.


"Aku sedang di butik " jawab Mikha


"Millie dibawa ?"


"Millie di rumah sama Mama..aku disini sampai


tutup soalnya sekarang waktunya karyawan gajian "


"Oh iya..semangat usaha butiknya boss " seloroh Adam.


"Abang kali yang boss..kalau aku belum pantes disebut boss " Mikha merendah.


"Sudah pantes..kan ibu boss " jawab Adam.


"Abang bisa saja " Mikha tersipu.


"Abang kenapa tidak pake baju ? Abang tidak sedang sama perempuan kan di apartemen ?"


"Jangan ngaco...Abang baru selesai mandi " jawab Adam.


"Syukurlah...awas saja kalau berani main perempuan lagi " ancam Mikha sambil mengacungkan kepalan tangannya kedepan kamera ponselnya.Adam menanggapi ancaman istrinya dengan senyuman.


Mereka mengakhiri sambungan video pada saat butik akan tutup dan Mikha mulai sibuk membagikan amplop gaji karyawannya.


*


Setiap hari Mikha lalui dengan kuliah, mengurus butik dan mengurus Millie. Beruntung kedua Mama,Papa dan Arin bergantian ikut membantu menjaga Millie jika ia sedang kuliah ataupun ke butik.


Kini Mikha mulai terjun langsung mengelola butik peninggalan almarhum orangtuanya.


Mikha tidak bisa hanya mengandalkan Mama mertuanya karena Millie yang semakin lengket pada neneknya.


"Gimana hari ini rame ?" tanya Mama ketika Mikha baru pulang dari butik disaat jam sudah menunjukkan angka 10.


"Rame mah..biasa kalau tanggal muda omset bisa naik tiga kali lipat " jawab Mikha.


"Syukurlah " jawab Mama.


"Millie tidur dikamar Mama..tidak usah dipindahin kasian.. sekarang kamu istirahat saja " titah Mama.


"Iya Mah " jawab Mikha.


"Kha..mandinya pake air hangat " mama mengingatkan Mikha.


"iya " jawab Mikha sambil beranjak menuju kamar mandi.


Mikha merendam tubuhnya dengan air hangat di bathtub.Hari Jumat ini adalah hari yang penuh berkah bagi Mikha karena omzet penjualan dibutiknya yang semakin naik.


Karena kesibukannya di kampus dan di butik, hari ini Mikha melewatkan banyak panggilan yang masuk dari Adam.


Setelah selesai mandi Mikha berusaha menghubungi Adam namun tidak diangkat. Sepertinya Adam sudah tidur. Karena sangat lelah Mikha pun akhirnya tertidur.


Saking pulasnya Mikha baru membuka matanya disaat matahari mulai naik.Ketika Mikha hendak bangun ia merasa ada benda berat yang menindih tubuhnya.


ketika matanya sudah terbuka sempurna,Mikha langsung melotot ketika mendapati Adam tengah tidur sambil memeluknya erat.


Adam tertidur pulas masih mengenakan pakaian kantornya.Sepertinya semalam Adam tidur tidak sempat mengganti bajunya.


"Abang..kapan pulang ?" tanya Mikha sambil mencolek-colek pipi Adam.

__ADS_1


"Mmhh..Abang masih ngantuk Sayang " gumam nya dengan mata terpejam.


Mikha perlahan melepaskan diri dari pelukan Adam kemudian buru-buru ke kamar mandi. Pagi ini Mikha ada janji dengan salah satu konsumen nya yang akan memesan baju di butiknya dalam jumlah banyak untuk seragam kantor.


"Mah Mikha pamit dulu ya..ada yang mau pesan baju untuk seragam kantor " Mikha pamit kepada Mama yang sedang menyuapi Millie makan.


"Iya..tapi Abang..?" tanya Mama.


"Abang masih tidur..aku ga tega banguninnya " jawab Mikha.


"Ya sudah biar nanti Mama yang bilang ke Abang " ujar Mama.


"Dadah Millie..jangan nakal ya Mamih tinggal dulu " Sebelum pergi Mikha mencium pipi gembul Millie dulu.


Karena ingin cepat dan malas terjebak macet Mikha pun pergi ke butik dengan ojek online.


Beruntung Mikha datang tepat waktu,karena orang yang akan memesan baju di butiknya ternyata sudah sampai di butik.


*


Adam membuka matanya ketika panas sinar matahari menyilaukan matanya.Tangan Adam meraba kasur mencari Mikha yang semalam tidur disana tapi tidak ada.


Adam bangun kemudian melirik jam dinding


ternyata sudah jam 11 siang,pantas saja Mikha sudah tidak ada disampingnya.


Setelah mandi Adam keluar dari kamar dengan tubuh yang segar.Begitu melihat Adam Millie langsung merengek ingin digendong.Adam pun langsung menggendong tubuh mungil itu.


"Papih kangen banget sama Millie " Adam menciumi pipi gembul Millie dengan gemas. Millie terkikik kegelian sambil mencengkram rambut Papih nya.


"Mikha kemana mah ?" tanya Adam setelah puas menciumi pipi Millie.


"Tadi pagi-pagi pergi ke butik..katanya dapat orderan buat seragaman " jawab Mama.


"Tidak bawa mobil ?" tanya Adam lagi ketika melihat mobil Mikha ada di garasi.


"Pergi pake ojek..katanya biar cepat.Soalnya tadi perginya kesiangan " jawab Mama lagi.


Setelah puas bercengkrama dengan Millie, Adam pamit untuk menyusul Mikha ke butik.


Mikha yang sedang mengawasi karyawan nya merapikan display toko terkejut dengan kedatangan Adam disana.


"Abang ngapain kesini ?" tanya Mikha


"Mau bertemu istri Abang " jawab Adam singkat sambil berjalan melihat-lihat sekeliling butik.


Dulu Adam sering datang ke butik ini untuk menjemput Mama yang bekerja di butik milik orangtua Mikha ini.


Bisa dibilang dari butik inilah Mama bisa memberi makan dirinya dan adiknya.Juga bisa menyekolahkan mereka sebelum Papa menemukan mereka.


"Kamu sampai jam berapa disini ?" tanya Adam


"Sebentar lagi " jawab Mikha.


Sebelum jam makan siang Adam membawa Mikha pulang.Namun tiba-tiba Adam mengarahkan mobilnya menuju tempat pemakaman umum dimana makam Mamih dan papih Mikha berada.


Adam menuntun Mikha menuju makam mertuanya.Disana Adam berdoa dengan khusyuk di depan pusara mertuanya.


"Mamih Papih kamu itu sangat berjasa buat keluarga Abang..kalau Mama tidak bekerja di butik Mamih kamu sudah pasti kita semua kelaparan,dan kita belum tentu bisa sekolah " gumam Adam saat mereka melanjutkan perjalanan pulang.


"Setelah beliau tidak ada..Abang bukannya membalas budi malah menyakiti kamu..Abang benar-benar tidak tau berterimakasih " lanjutnya dengan wajah menyesal.


"Sudahlah jangan dibahas..Aku jadi sebel lagi sama Abang " ujar Mikha dengan wajah masam.

__ADS_1


"Iya..iya..Abang tidak akan bahas lagi " jawab Adam sambil menggenggam tangan Mikha dengan tangan kirinya.


Untuk sejenak mereka tidak ada yang berbicara.Tangan Adam masih setia menggenggam tangan Mikha.


__ADS_2