
Minggu siang Adam dan Mikha pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk belanja kebutuhan rumah.Mereka hanya pergi berdua karena Millie dan Marvin sedang menginap di rumah Arin di Bandung.
Alih-alih akan berbelanja kebutuhan rumah mereka malah masuk ke sebuah toko perhiasan.Disana Mikha membeli dua buah cincin yang cantik. Satu untuknya dan satu lagi untuk Millie. Mikha berharap dengan dibelikan cincin akan membuat putrinya itu tersenyum lagi.
"Yang ini buat kakak pasti senang " Mikha memperlihatkan cincin pilihannya yang akan diberikan untuk Millie.
"Semoga kakak senang " Adam pun setuju.
Setelah keluar dari toko perhiasan mereka memilih makan dulu sebelum berbelanja kebutuhan rumah.
"Anak-anak sudah besar susah diajak jalan " keluh Adam setelah mereka mendapatkan meja.
"Mereka kan punya kesibukan sendiri Bang " Mikha menghibur Adam.
"Iya " jawab Adam sambil menyantap makanannya.
Disaat makan perhatian Adam dan Mikha tiba-tiba tertuju pada sosok seorang pria muda yang sedang menggendong balita dan menuntun gadis kecil berusia 7 tahun.
"Bang..itu si Gemoy " Mikha mencolek tangan Adam.
"Iya Sayang..itu si Gemoy " jawab Adam sambil memperhatikan Wisnu yang masuk ke restoran dan memesan makanan.
Wisnu yang menggendong Milea sambil menuntun Maura langsung duduk di meja yang berada tidak jauh dari meja Adam dan Mikha.
Ketika pesanan Wisnu datang, pria tampan itu langsung sibuk menyuapi Maura dan Milea makan. Ia tidak menyadari jika di meja yang tidak jauh darinya ada dua pasang mata yang diam-diam memperhatikannya sambil makan.
Adam dan Mikha memperhatikan ketika ada beberapa wanita muda yang terlihat terkagum-kagum kepada Wisnu. Bahkan ada diantaranya yang berusaha mencari perhatian Wisnu dengan cara menggoda Maura dan Milea.
Adam dan Mikha nyaris tertawa ketika melihat Maura yang langsung memperlihatkan ketidaksukaan nya ketika ada orang asing yang menggodanya.
"Benar kata kakak Yang..kalau anak yang besar itu judes " Mikha terkekeh melihat Maura yang tampak mendelik marah ketika ada wanita yang mencoba mencari perhatian Daddy nya.
"Sepertinya sifat judesnya menurun dari bapaknya" jawab Adam sambil ikut terkekeh melihat Wisnu yang tampak dingin terhadap beberapa wanita yang sedang mencari perhatian nya.
"Duh aku gemes ingin gendong si Gemoy " gumam Mikha.
"Coba saja kalau berani..pasti kakaknya langsung marah " ujar Adam.
"Sepertinya begitu " jawab Mikha sambil tidak lepas memandang si Gemoy yang sedang makan dengan lahap.
Adam dan Mikha yang telah selesai makan akhirnya keluar dari restoran lebih dulu meninggalkan Wisnu yang masih fokus menyuapi kedua buah hatinya.
Tidak lama kemudian Wisnu pun pulang setelah menyelesaikan menyuapi makan kedua putrinya.
Keesokannya tanpa di sangka Adam kembali bertemu dengan Wisnu di kantornya.Adam baru mengetahui jika perusahaan Wisnu ternyata sedang mengerjakan proyek pembangunan sebuah perkantoran milik perusahaan Adam.
__ADS_1
Meskipun Adam tidak setuju jika Wisnu menjalin hubungan dengan Millie namun ia sangat kagum karena Wisnu adalah type orang yang pekerja keras.
Selama Wisnu berada di kantornya untuk meeting Adam sama sekali tidak membahas masalah Millie.
Wisnu tidak mengetahui jika pemilik perusahaan besar yang ada dihadapannya adalah ayah dari mantan baby sitter sekaligus mantan kekasihnya.
Setelah bertemu di kantor, Adam dan Wisnu melanjutkan dengan meninjau langsung ke lokasi proyek di daerah kawasan industri di pinggiran Jakarta.
Selama hampir seharian bertemu dengan Wisnu penilaian Adam tentang pria muda tampan itu mulai sedikit berubah.
Sepertinya Adam akan mempertimbangkan kembali keputusannya yang melarang Millie berhubungan dengan duda beranak dua itu walaupun mungkin terlambat karena hubungan Millie dengan Wisnu yang sudah berakhir sejak Wisnu meninggalkan Millie di sebuah coffee shop di Bandung.
Adam tidak pernah menceritakan kepada Millie jika Wisnu sedang mengerjakan proyek miliknya.Adam sengaja merahasiakannya dari Millie agar putrinya itu fokus pada kuliahnya yang hampir selesai.
Sementara Millie sendiri tanpa sepengetahuan Wisnu masih sering mengunjungi Maura dan Milea jika Wisnu sedang tidak ada di rumah.
Meskipun tidak bertemu setiap hari namun sudah cukup mengobati kerinduan kedua bocah itu kepada Millie.
Sepulang dari kantor Wisnu selalu menyempatkan diri memeriksa Maura dan Milea yang sudah tertidur. Beruntung akhir-akhir ini kedua putrinya itu tidak lagi rewel menanyakan Nina.
Setelah memastikan kedua putrinya tidur perlahan Wisnu beranjak menuju laci dimana ia menemukan amplop gaji milik Millie.
Wisnu mengumpulkan semua amplop itu dan dimasukkan kedalam kotak. Sebetulnya Wisnu ingin mengantarkannya kepada Millie karena gadis itu pasti sangat membutuhkannya namun Wisnu tidak mengetahui alamat Millie yang sebenarnya karena alamat yang tertera pada kartu identitasnya ternyata fiktif. Wisnu beberapa kali masih mencoba menghubungi nomer Millie namun nomernya masih diblokir.
*
Hari ini sepulang dari kampus Millie kembali mendatangi rumah Wisnu untuk menjemput Maura dan Milea.
Menurut Ibu Wisnu hari ini Wisnu tidak akan pulang karena akan pergi ke Bandung untuk urusan pekerjaan. Kepergian Wisnu ke luar kota Millie manfaatkan untuk membawa Maura dan Milea bermain.
Sebelum pergi Millie sempat mengajak Ibu Wisnu untuk ikut tapi beliau menolak dan menyuruh Millie pergi sendiri bersama anak-anak.
Millie mengajak anak-anak ke tempat permainan mandi bola karena permainan itu Millie anggap paling aman untuk anak seusia Maura dan Milea.
Setelah lelah bermain Millie mengajak kedua bocah itu makan dan dilanjutkan dengan membeli mainan. Millie benar-benar memanjakan Maura dan Milea. Ia membelikan apapun yang kedua anak itu inginkan.
Karena asik bermain dan membeli mainan Millie tidak sadar jika hari mulai gelap dan Millie pun harus segera membawa Maura dan Milea pulang. Selain itu Mamih nya pun sudah beberapa kali mengirim pesan menanyakan keberadaannya.
Begitu masuk kedalam mobil, Maura dan Milea yang kelelahan langsung tertidur.
Ketika mobil Millie mulai memasuki halaman rumah Wisnu, perasaan Millie tiba-tiba tidak enak karena melihat mobil Wisnu ada di garasi.
Ibu tergopoh-gopoh membantu Millie menurunkan Milea yang tertidur, sedangkan Millie menurunkan Maura yang juga tertidur.
"Wisnu tidak jadi pergi ke Bandung " bisik Ibu sambil membawa Milea ke kamar dengan wajah yang panik.
__ADS_1
"Sejak sore Wisnu sudah pulang dan nungguin kamu " bisik ibu lagi.
Begitu masuk Millie disambut tatapan membunuh dari Wisnu. Setelah menurunkan Maura dan Milea, Millie kembali ke mobilnya untuk menurunkan semua mainan kedua bocah itu.
Setelah menurunkan semua mainan milik Maura dan Milea, Millie berniat langsung pamit pulang. Sebelum pulang ia memberanikan diri menyapa Wisnu yang terus menatapnya tajam.
"Maaf Pak saya lancang membawa Maura dan Milea.." Millie tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena sebuah tamparan tangan Wisnu langsung mendarat di pipi mulusnya.
"Beraninya kamu membawa anak-anak saya pergi " hardik Wisnu.
Millie terhuyung dan nyaris terjatuh jika saja Bapak tidak menangkapnya.
"Sa..saya.." Milli akan mengucapkan sesuatu namun suaranya tidak keluar karena tercekat di tenggorokan.
"WISNU..jangan kasar sama perempuan ! Bapak dan Ibu yang mengijinkan Nina membawa anak-anak..karena Bapak dan Ibu percaya pada Nina " hardik Bapak sambil mendorong Wisnu agar menjauh dari Millie.
Ibu memeluk Millie yang terisak sambil memegang pipi kirinya. "Maafkan anak ibu Nak " Ibu mengusap-usap punggung Millie.
"Saya memang salah Bu " ucap Millie lirih.
Ibu membawa Millie untuk duduk di ruang tamu sementara Bapak memarahi Wisnu di ruang keluarga. Setelah tangis Millie mulai reda Millie pun pamit pulang.
"Hati-hati di jalan nak " pesan ibu sebelum Millie pergi.
Setelah mendapat kemarahan dari Bapak ,Wisnu mulai sadar akan kesalahannya yang tidak dapat mengontrol emosinya.Ia menyesal telah berbuat kasar kepada Millie.
Pada saat melihat Millie akan pulang, Wisnu langsung meloncat dari kursi dan langsung mengejar Millie. Bapak dan Ibu hanya melongo melihat apa yang putranya lakukan.
"NINA..TUNGGU !" Wisnu berusaha mengejar Millie yang berjalan terburu-buru menuju mobilnya.
"Nina buka..saya minta maaf !" Wisnu mengetuk-ngetuk kaca mobil Millie
Millie yang terlanjur sakit hati tidak mempedulikannya, ia langsung tancap gas meninggalkan Wisnu yang terhuyung nyaris terserempet mobil Millie.
"Argh.." Wisnu mengacak rambutnya sendiri. Ia sangat menyesal telah berlaku kasar kepada Millie.
Setelah Millie pergi, Wisnu berjalan gontai masuk kedalam rumah. Disana Bapak dan Ibu menatapnya penuh kekecewaan.
"Kamu membalas satu kesalahan Nina dengan kesalahan yang kamu lakukan terus berulang-ulang dan anak-anak kamu yang kena imbasnya.
Mereka telah kehilangan ibu mereka dan kini mereka juga akan kehilangan orang yang telah tulus menyayangi mereka " nasehat Ibu. Wisnu menunduk menyadari kesalahannya.
"Saya salah..saya tidak dapat mengendalikan emosi saya " ucap Wisnu penuh penyesalan.
"Ibu tidak yakin Nina akan mau datang lagi kesini " ucap ibu dingin membuat Wisnu semakin menunduk.
__ADS_1