
Keesokannya Adam dan Wisnu pergi ke Surabaya untuk urusan pekerjaan sedangkan Mikha dan Marvin pergi ke Kanada dengan membawa Maura dan Milea.
Setelah menempuh perjalanan puluhan jam akhirnya mereka pun tiba di rumah Martha dan Aris di Kanada.
"Ini anak-anak siapa Kha ?" tanya Martha ketika melihat Mikha datang dengan membawa dua anak perempuan yang tertidur di gendongan Mikha dan Marvin.
"Calon anak tirinya Maura " jawab Mikha sambil menidurkan kedua bocah itu di kamar yang disediakan untuk Mikha.
"Lucu banget..pantesan Millie sayang banget sama mereka " Martha hendak mencubit pipi Milea namun dilarang oleh Mikha.
"Millie mana kak ?" tanya Mikha.
"Dia tidur..dari kemarin dia ngadu sama aku, terus katanya tidak ingin pulang ke Jakarta..mau kerja disini saja " jawab Martha.
"Lagian Adam ada-ada saja pake mau jodoh-jodohin segala kayak anaknya tidak laku saja " Martha ngomel-ngomel.
"Aku juga sempet kesel kak sama Abang..tapi begitu orangnya datang ternyata yang mau dijodohin sama Millie ya bapaknya dua anak ini " Mikha menunjuk kearah Maura dan Milea yang tengah tertidur lelap.
"Harusnya Adam jelasin dulu siapa yang mau dijodohin sama Millie jadinya kan tidak salah faham. Masih untung kaburnya kesini, kalau kabur entah kemana kan repot carinya " ujar Martha.
"Mungkin maksud Abang mau kasih kejutan untuk Millie..siapa sangka Millie nya malah kabur " Mikha menepuk jidat.
"Kelakuan Millie itu nurun dari kalian, kalau ada apa-apa kabur dan selalu melibatkan aku " sindir Martha.
"Iya " jawab Mikha sambil tertawa .
Beberapa jam kemudian Maura dan Milea bangun. Mereka bengong ketika membuka matanya mendapati dirinya berada ditempat yang tidak ia kenal.
Jika Maura terlihat tenang setelah melihat Mikha, lain lagi dengan Milea. Bocah berusia 1,5 tahun itu langsung menangis.
"Cup..cup..jangan nangis ada Mamih disini " Mikha buru-buru menggendong si Gemoy namun tangis Milea malah semakin kencang.
"Kita bangunin kakak Nina ya " Mikha membawa si Gemoy ke kamar Millie. Maura mengikuti dari belakang.
Setibanya di kamar Millie, Mikha menurunkan si Gemoy diatas tubuh Millie dan tangis si Gemoy pun langsung berhenti.
"Mama..na.." Milea mencolek-colek pipi Millie begitu juga dengan Maura.
"Tante..aku masih ngantuk " ucap Millie dengan mata masih terpejam.
Namun tidak lama kemudian Millie langsung membuka matanya ketika merasakan wajahnya basah oleh air liur Milea yang menciumi wajahnya.
"Dedek.. kakak.." Millie langsung melotot begitu menyadari jika yang mengganggu tidurnya adalah Maura dan Milea.
"Mamih bagaimana bisa bawa anak-anak kesini ? Mamih tidak culik mereka kan ?" tanya Millie masih tidak percaya.
"Hust..ngaco kamu..Papih yang nyuruh bawa anak-anak kesini " jawab Mikha.
"Sudah ketebak..Papih memperalat anak-anak supaya kakak mau pulang kan ?" ucap Millie sinis.
__ADS_1
"Bukan begitu Kak " bela Mikha.
"Kakak Nina kenapa tidak mau pulang ?" tanya Maura.
"Kakak kan mau kerja disini Sayang " jawab Millie.
Mendengar jawaban Millie wajah Maura langsung terlihat sedih.
"Aku tidak mau jauh dari kakak Nina "
"Tidak sayang..kakak Nina akan ikut pulang dengan kita " Mikha buru-buru mengusap kepala Maura.
"Mih..jangan suka kasih harapan palsu sama anak-anak " ucap Millie tidak senang.
"Makanya ikut pulang sama kita, jangan kecewakan anak-anak " jawab Mikha.
Mikha menjelaskan jika pria yang akan dijodohkan dengan Millie adalah Wisnu.
Mikha juga menceritakan jika selama ini Adam ada proyek kerjasama dengan perusahaan Wisnu.
"Tau begitu kakak tidak akan kabur jauh-jauh kesini " Millie menggerutu.
"Makanya ikut pulang ya kak " bujuk Mikha.
"Kakak Nina ayo dong ikut pulang " Maura ikut membujuk Millie.
Melihat Maura dan Milea akhirnya Millie pun mengangguk.
Setelah tiga hari berada di Kanada akhirnya mereka pun pulang, Millie meminta sopir yang menjemput mereka untuk langsung mengantarnya ke rumah Wisnu,sedangkan Mikha dan Marvin langsung pulang ke rumah.
Begitu turun dari mobil Wisnu langsung mengambil Milea yang tertidur , sementara Millie menurunkan koper anak-anak dari bagasi dan dibawa masuk. Setelah semua barang diturunkan Wisnu menyuruh sopir untuk meninggalkan Millie di rumahnya.
"Kakak lelah ?" tanya Wisnu ketika melihat Maura langsung naik keatas kasur dan berbaring disebelah Milea.
"Iya Dad..naik pesawat nya Lamaa " jawab Maura.Ini adalah perjalanan terjauhnya.Selama ini ia baru mengunjungi Singapura saja itupun sewaktu Mommy nya masih ada.
Millie yang baru masuk sambil membawa koper hanya tertawa mendengar ucapan Maura.
Karena lelah tidak lama kemudian Maura pun tertidur disamping Milea.
"Mumpung anak-anak tidur, aku pulang ya Mas.. terimakasih sudah mengijinkan mereka ikut Mamih ke Kanada " ucap Millie sambil beranjak keluar dari kamar.
"Mau pulang pake apa orang sopirnya sudah Mas suruh pulang " ujar Wisnu sambil berdiri di pintu menghalangi jalan Millie.
"Gampang..tinggal pesan taksi " Millie mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
"Tidak usah..nanti Mas antar kamu pulang " Wisnu mengambil ponsel Millie dan dimasukkan kedalam tas lagi.
"Ya sudah aku mau keluar " Millie mendorong tubuh Wisnu agar tidak menghalangi jalannya.
__ADS_1
Bukannya menyingkir Wisnu malah menarik pinggang Millie dan mendekap nya erat ke tubuhnya.
"Kenapa kamu selalu membohongi Mas hmm ?" tanya Wisnu sambil mencengkram erat pinggang Millie.
"Kalau aku tidak bohong nanti kamu pasti tidak akan menerima aku jadi pengasuh anak-anak " jawab Millie.
Alasan Millie memang masuk akal. Tidak mungkin anak seorang pengusaha terkenal mau menjadi seorang pengasuh. Wisnu pun akhirnya mengerti dengan alasan Millie.
"Lalu kasih sayang kamu kepada anak-anak juga pura-pura ?" tanya Wisnu.
"Kamu melihatnya bagaimana ?" Millie balas bertanya sambil menatap tajam mata Wisnu.
"Sepertinya tulus " jawab Wisnu.
"Sudah ah aku mau keluar.. disini seperti sedang berada di kandang macan saja " Millie melepaskan tangan Wisnu yang mendekap pinggangnya erat.
"Kenapa kemarin kabur ?" sepertinya Wisnu masih punya banyak pertanyaan untuk Millie.
"Aku tidak mau dijodohkan " jawab Millie sambil mendorong tubuh Wisnu kuat-kuat.
Wisnu masih hendak bertanya tapi Millie keburu memotongnya.
"Sudah Mas jangan bertanya terus, aku lelah "
"Baiklah " Wisnu pun berhenti bertanya.Ia menuntun Millie menuju ruang makan.
"Tuan putri mau minum apa ?" tanya Wisnu sambil membungkuk menirukan gaya seorang pelayan.
"Aku bisa ambil sendiri " Millie bangkit hendak beranjak menuju kulkas namun dicegah oleh Wisnu.
"Kamu tinggal bilang saja biar Mas yang siapkan " ujar Wisnu.
"Aku mau jeruk peras " jawab Millie dengan perasaan tidak enak.
"Baiklah " Wisnu mengambil beberapa jeruk didalam kulkas dan dengan cekatan membuatkan pesanan Millie.
"Ibu kemana Mas ?" tanya Millie, sejak datang Millie tidak melihat ibu.
Sedang belanja kebutuhan dapur diantar sopir " jawab Wisnu sambil menyerahkan gelas jeruk peras kepada Millie.
"Terimakasih " ucap Millie sambil mulai menikmati jeruk peras nya.
Disaat Millie dan Wisnu masih berada di dapur, Ibu pun datang dengan belanjaan yang cukup banyak.
"Nina..kapan datang ?" sapa Ibu.
"Millie Bu..bukan Nina " Wisnu mengingatkan Ibunya.
"Iya Millie " ralat Ibu.
__ADS_1
"Tadi siang Bu " jawab Millie.
Setelah Ibu pulang dari belanja Wisnu pun mengantarkan Millie pulang selagi anak-anak masih tidur. Jika mereka sudah bangun akan sulit bagi Millie lepas dari keduanya.