
Adam menyimpan ponselnya setelah beberapa menit yang lalu ia menghubungi pengacaranya meminta untuk menghentikan proses perceraiannya dengan Mikha.
Ini Adam lakukan karena Adam memiliki harapan yang sangat besar untuk dapat kembali bersama dengan Mikha, tidak peduli berapa lama waktu yang harus ia lalui untuk bisa kembali meluluhkan hati Mikha yang sekeras batu.
Adam tidak mau mereka terpaksa rujuk hanya karena dorongan orangtua yang selalu menjadikan Millie sebagai alasan.
Jika ada kesempatan untuk bersatu lagi Adam ingin itu benar-benar tulus dari dalam hati Mikha tanpa mempersoalkan masa lalu Adam yang kelam.Adam ingin Mikha bisa menerima dirinya dengan segala kekurangannya.
Untuk urusan Millie Adam bisa pastikan putrinya tidak akan kekurangan kasih sayang dari Papih dan Mamihnya meskipun mereka belum bisa bersatu lagi.
Sehari sebelum kepulangan Adam ke Canada, Adam membawa Millie jalan-jalan.Sebenarnya Mikha enggan ikut namun ia terpaksa ikut karena takut Adam akan membawa Millie kabur lagi darinya.
Disebuah pusat perbelanjaan Adam membeli beberapa kebutuhan Millie karena Mikha hanya membawa barang-barang Millie seperlunya saja pada saat kabur dari Canada.
Millie tampak senang ketika Adam membelikan sebuah boneka jerapah.
"Mamma..mammm.." celoteh Millie dalam gendongan Adam sambil memeluk boneka jerapahnya.
"Millie mau mamam ?" Adam mencoba mengartikan ocehan Millie.
"Apakah Millie sudah makan " tanya Adam kepada Mikha
"Sudah " jawab Mikha singkat.
"Kamu itu kalau didepan Millie bisa tidak jangan cemberut terus " ujar Adam tanpa menatap Mikha sama sekali.
"Susah..lihat kamu malah pengen muntah " jawab Mikha sinis.
Adam tidak membalas ucapan pedas dari Mikha.Ia hanya membuang napas kasar mencoba bersabar.
"Sebelum pulang kita makan dulu ya..perut Abang lapar " ajak Adam.
"Kamu saja yang makan sendiri.Aku sama Millie nunggu di mobil " jawab Mikha.
Adam tau itu artinya Mikha tidak ingin makan bersama dengan Adam.Akhirnya Adam memilih langsung pulang walaupun perutnya terasa sangat lapar.
Dalam perjalanan pulang Adam menawarkan ice cream di gerai langganan mereka namun Mikha menolak.
__ADS_1
"Sekarang aku sudah tidak suka lagi ice cream itu " jawab Mikha.Adam menelan ludah getir mendengar jawaban dari Mikha.
Karena selalu mendapat ucapan pedas dari Mikha akhirnya Adam memilih diam dan tidak banyak bicara. Adam lebih banyak mengajak Millie berceloteh daripada mengajak ngobrol ibunya.
"Duuh..yang habis jalan-jalan..keluarga sakinah mawadah warahmah " ledek Arin ketika Mikha dan Adam turun dari mobil.
"ARIN " Mama melotot kepada putri bungsunya ketika melihat wajah Adam dan Mikha yang terlihat tidak bahagia..malah terlihat seperti yang habis berantem.
"Berantem terooos " sindir Arin dengan suara kencang.
Papa hanya geleng-geleng kepala sambil mengusap dada melihat hubungan Adam dan Mikha yang masih belum membaik.
"Kapan mereka bisa akur lagi ya pah ?" tanya Mama dengan wajah sendu.
"Sabar mah.. Papa yakin lambat laun mereka pasti akur lagi..mereka hanya butuh waktu " Papa membesarkan hati Mama.
"Mama juga dulu sama seperti Mikha " bisik Papa.Mama hanya melengos.
Malam terakhir di Bandung,Adam membawa Millie untuk tidur dengannya di kamar Adam. Karena Millie tidur bersama Adam,Mikha pun tidur dirumahnya seorang diri.Namun tengah malam Millie terbangun dan menangis kencang mencari ibunya.
Adam yang mengira Mikha ada dikamar Arin mengetuk pintu kamar adiknya.
"Mikha tidur di rumahnya " jawab Arin
"Bangunin gih.. bilang Millie nangis " Adam menyuruh Arin untuk membangunkan Mikha di rumahnya.
"Abang saja yang bangunin..Abang kan suaminya " Arin menolak dan memilih melanjutkan lagi tidurnya.
Beruntung rumah Adam memiliki pintu yang menghubungkan dengan ruang tengah di rumah Mikha,jadi Adam bisa masuk ke rumah Mikha tanpa melalui pintu depan.
"Kha...bangun..Millie nangis nih nyariin kamu " Adam mengetuk-ngetuk pintu kamar Mikha.
Mendengar suara tangis Millie yang lumayan kencang,Mikha pun langsung terbangun.
"Millie nyariin Mamih ya..pasti mau mimik " Mikha mengambil Millie dari gendongan Adam kemudian ia bawa ke kamarnya untuk ia beri ASI.Millie memang terbiasa bangun malam hari mencari ASI ibunya.Tidak lama kemudian Millie pun kembali tertidur sambil menyusu.
Mikha yang hendak mengambil minum di dapur setelah menidurkan Millie kaget ketika mendapati Adam yang sedang tertidur pulas diatas sofa di ruang keluarga rumahnya.
__ADS_1
Rupanya setelah memberikan Millie kepada Mikha Adam tidak langsung kembali ke kamarnya,tapi ia tidur di sofa di rumah Mikha.
Melihat Adam yang meringkuk diatas sofa membuat Mikha merasa tidak tega.Apalagi Adam terlihat kedinginan.Suhu di Bandung yang dingin membuat tubuh Adam sedikit menggigil.
Mikha mengambil selimut dari kamarnya.Ia pun menyelimuti Adam sebelum ia kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur.
Ketika Mikha bangun keesokan nya,Adam sudah tidak ada.Hanya selimutnya saja yang terlipat rapi diatas sofa.
Namun di meja makan Mikha mendapati sepiring nasi goreng lengkap dengan telur ceplok sudah tersaji disana.
Tidak biasanya Mama mengantarkan sarapan untuknya..biasanya Mikha lah yang sarapan di rumah Mama.
Karena Millie belum bangun dari tidurnya,Mikha pun menyantap sarapannya dengan lahap. Begitu Mikha sudah menghabiskan sarapannya Millie pun bangun.
"Cantiknya Mamih sudah bangun..kita mandi dulu yuk..kita pake baju baru yang kemarin Papih belikan " Mikha membuka semua baju Millie bersiap untuk ia mandikan.
Millie tampak senang ketika Mikha memandikannya dengan air hangat.Millie tampak sibuk memainkan bebek karet yang mengambang didalam bathtub mininya.
Setelah selesai mandi dan memakaikan baju yang dibelikan Adam kemarin,Mikha membawa Millie ke rumah Mama.
"Hai Millie..cantik banget sih kamu " Arin yang baru selesai sarapan langsung mengambil Millie dari gendongan Mikha.
"Sarapan dulu Kha..mumpung Millie sama Arin " Mama hendak mengisi piring kosong dengan nasi goreng untuk Mikha.
Mikha bengong melihat nasi goreng yang Mama tawarkan berbeda dengan nasi goreng yang ia makan tadi.
"Mikha sudah makan mah..tadi di rumah sudah ada nasi goreng..Mikha kira dari Mama " ujar Mikha.
"Ooh..paling Abang yang bikin untuk kamu..Oh iya tadi Abang titip pesan sama Mama..Abang pulang tidak sempat pamit sama kamu.. kamu nya masih tidur " ujar Mama sambil meneruskan makannya.
"Abang sudah kembali lagi ke Canada ?" tanya Mikha.
"Iya..tadi pagi pergi diantar Papa ke bandara " jawab Mama.
Didalam pesawat yang membawanya ke Canada,Adam memejamkan matanya. Dipelupuk matanya masih terbayang wajah Mikha dan Millie yang masih tertidur pulas ketika ia tinggalkan.
Saking pulasnya mereka tidak menyadari jika Adam menciumi wajah mereka berdua bergantian sebelum ia pergi.
__ADS_1
Tetap dukung ya readers..like komen dan vote nya jangan lupa..
Happy reading 😘😘😘😘