My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Melepas Rindu


__ADS_3

Selama Wisnu di Kalimantan dan sopir nya belum masuk Marvin kebagian tugas untuk menjemput Maura di sekolah.


Hampir setiap pulang sekolah Marvin membawa Maura mampir ke tempat jajanan sebelum kemudian mengantarkan ke kantor Millie.


Karena setiap hari Maura pulang sekolah selalu ke kantornya, maka setiap hari pula Millie selalu membawa baju ganti dan makanan yang cukup untuk Maura.


"Mommy kenapa Papih dan Daddy belum pulang juga ?" tanya Maura


Millie yang sedang fokus pada layar komputer di meja menatap putrinya lembut.


"Daddy bilang besok akan pulang. Kakak kangen sama Daddy dan Papih ?" tanya Millie


"Iya Mom " jawab Maura.


"Sama..mommy juga kangen sama Papih dan Daddy " ujar Millie.


"Mommy..apakah aku boleh video call sama Daddy ?" tanya Maura.


"Boleh Sayang " Millie memberikan ponselnya kepada Maura.


Millie membiarkan Maura mengotak-atik ponselnya, tidak lama kemudian Maura pun anteng mengobrol dengan Wisnu.


Maura tampak sesekali mengarahkan kamera ponselnya kearah Millie sambil mengatakan jika Mommy nya sedang sibuk.Wisnu pun enggan mengganggu Millie yang memang terlihat sedang sibuk.


Setelah puas mengobrol dengan Daddy nya, Maura mengembalikan ponsel itu kepada Millie sambil mencium pipi Millie.


"Terimakasih Sayang " Millie balas mencium pipi Maura.


"Itu ciuman dari Daddy Mom..Daddy bilang titip cium buat Mommy " jawab Maura.


Millie memegang pipinya sambil melongo. " Jadi kakak tidak mau cium Mommy ?"


"Mau Mom " Maura pun kembali mencium kedua pipi Millie.


"Terimakasih Sayang " Millie balas menciumi kembali seluruh wajah Maura.


"Mommy sudaaah..nanti wajah aku banyak noda lipstik nya " Maura merajuk. Millie pun tertawa sambil menyusut noda lipstik di pipi Maura.


Jam 3 sore Millie mulai membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang.


Tanpa disuruh Maura pun memasukan barang-barangnya kedalam tas.Setelah semua beres Millie pun menuntun Maura keluar dari ruang kerjanya.


Beberapa orang staf menyapa sambil mencubit pipi Maura dengan gemas yang langsung dibalas tatapan judes dari Maura.


Millie hanya tersenyum melihat tingkah putri sambungnya itu sambil memberi pengertian kepada Maura agar bisa bersikap lebih baik kepada orang lain.


"Tapi Tante tadi cubit aku Mom " Maura berusaha membela diri.


"Mereka itu gemas sama kakak.Kalau kakak melihat boneka yang cantik dan lucu pasti kakak ingin memegang nya..nah mereka juga begitu..saking gemasnya sama kakak jadi kakak dicubit " Millie berusaha memberi pengertian namun tidak terkesan memarahi.

__ADS_1


"Kakak mengerti kan ?" tanya Millie


"Iya Mom kakak mengerti " jawab Maura.


"Anak pintar " Millie mengusap kepala Maura penuh kasih sayang.


Kepulangan Maura dan Millie disambut si Gemoy yang tampak cantik dan wangi karena baru selesai dimandikan oleh pengasuh.


Si Gemoy langsung turun dari pangkuan Mikha dan berlari menyambut Mommy dan kakaknya.


"Mmhh..putri Mommy cantik banget, wangi lagi " Millie menciumi wajah si Gemoy hingga bocah itu terkikik kegelian.


"Kakak Maura mandi yuk " pengasuh mengajak Maura mandi, Maura pun mengangguk dan mengikuti pengasuhnya pergi ke kamarnya.


"Kak besok Papih dan Wisnu pulang, bisa jemput tidak ke bandara? masalahnya besok Mamih mau ngantar Oma cek up ke dokter.. " ujar Mikha.


"Bisa Mih..besok kan hari libur " jawab Millie.


*


Keesokannya Millie dan kedua putrinya bersiap untuk menjemput Adam dan Wisnu yang baru pulang dari Kalimantan di bandara.


"Mas saja yang nyetir " Wisnu mengambil kunci mobil dari tangan Millie dan mengambil alih kemudi.


Si Gemoy yang hendak duduk di belakang bersama Millie dan Maura merengek ingin duduk di depan bersama Adam.


"Sini duduk sama Papih " Adam mengambil si Gemoy dari kursi belakang.


Karena kedua bocah itu ingin duduk bersama Adam akhirnya Adam pindah duduk ke belakang bersama Maura dan Milea, sementara Millie duduk di depan disamping Wisnu yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


"Papih disana tidur sama siapa ?" tanya Maura.


"Papih tidur di hotel .. kamarnya sebelahan sama kamar Daddy kakak " jawab Adam.


"Oh begitu .. kakak pikir Papih tidur sama Daddy " ujar Maura.


Milea yang belum bisa berbicara banyak terlihat anteng memainkan jam tangan yang melingkar ditangan Adam.


"Sepertinya anak-anak lebih merindukan Papih dibanding Daddynya " keluh Wisnu dengan suara pelan.


"Tidak usah sedih begitu.namanya juga anak-anak." Millie mengusap tangan Wisnu.


"Semoga saja sampai malam mereka nempel terus sama Papih " ucap Wisnu dengan suara sangat pelan yang hanya dapat didengar oleh Millie.


Millie hanya melengos mengerti kemana arah ucapan suaminya.


Setibanya di rumah Maura dan Milea langsung diambil alih oleh pengasuh. Mereka diajak main ke taman yang berada tidak jauh dari rumah Adam. Disaat yang bersamaan Mikha datang setelah mengantar Mama cek up ke dokter.


Meskipun hari libur namun dokter pribadi Mama siap melayani kapanpun.

__ADS_1


Begitu Mikha pulang Adam langsung membawa Mikha ke kamar dan tidak keluar lagi.


Sementara Millie dikamarnya terlihat membongkar koper Wisnu dan mengeluarkan baju kotor suaminya untuk dicuci.


"Selama Mas tidak ada apakah anak-anak merepotkan kamu ?" tanya Wisnu


"Tidak..Mile anteng di rumah sama Mamih dan pengasuh, kalau Maura setiap pulang sekolah menemani aku di kantor..asik juga ada Maura di kantor, ada teman mengobrol " jawab Millie sambil terkekeh.


Setelah selesai membereskan koper suaminya, Millie bangkit hendak keluar dari kamar namun Wisnu dengan cepat menangkap tangannya.


"Mau kemana Sayang..kamu tidak kangen sama Mas ?" tanya Wisnu sambil memegang kedua tangan Millie.


"Ya kangen lah " jawab Millie


Wisnu melepaskan tangan Millie, kini tangan Wisnu beralih ke pinggang Millie dan menariknya sehingga tubuh mereka rapat tak berjarak.


"Seminggu jauh dari kamu kepala atas dan kepala bawah Mas pening " bisik Wisnu dengan suara serak.


Millie tidak menjawab, ia melingkarkan tangannya diperut Wisnu dan mencium aroma tubuh suaminya yang sudah seminggu ini sangat ia rindukan.


Millie membuka sedikit bibirnya ketika Wisnu mendekatkan wajahnya dan menautkan bibir mereka.


Berawal dari kecupan-kecupan kecil kemudian berubah menjadi ciuman panas yang memabukkan. Wisnu melahap bibir Millie dengan rakus. Tangan kanan Wisnu menahan kepala Millie sehingga membuat ciuman mereka semakin dalam.


Namun beberapa saat kemudian Wisnu terpaksa harus melepaskan tautan bibir mereka ketika terdengar suara Maura dan Milea yang baru pulang dari bermain di taman. Disaat yang bersamaan kedua gadis kecil itu masuk ke kamar.


"Mommy.. Papih dan Mamih kemana aku cari-cari tidak ada, tapi mobilnya ada " Sepertinya anak-anak mencari Adam dan Mikha sebelum masuk ke kamar Millie.


"Papih sedang tidur..Papih lelah setelah perjalanan jauh " jawab Millie.


Sebetulnya Millie sudah dapat menebak apa yang sedang Papih dan Mamihnya lakukan di kamar.


Karena tidak mendapati Adam dan Mikha akhirnya kedua bocah itu beralih mencari perhatian Daddy nya.


Kedua bocah itu minta digendong secara bersamaan. Wisnu pun menggendong Mile di depan dan menggendong Maura di punggungnya. Sepertinya menggendong Mommy nya baru akan ia lakukan setelah anak-anak tidur.


Maura dan Mile terkikik ketika Wisnu berjalan berputar-putar di kamar yang cukup luas. Sementara Millie terus menyemangati Wisnu sambil merekam dengan kamera ponselnya.


"Daddy sekarang jadi kuda " pinta Maura.


Demi menyenangkan kedua buah hatinya Wisnu pun membungkuk. Maura dan Milea langsung naik keatas punggung Wisnu dan Wisnu pun kembali berputar-putar mengelilingi kamar.


Karena lelah akhirnya Wisnu pun terkapar diatas karpet.


"Yaaah..kudanya pingsan " Maura dan Milea terkikik melihat Wisnu yang pura-pura pingsan.


"Kudanya pingsan..Mommy tidak kebagian naik kuda deh " celetuk Millie sambil tertawa.Wisnu pun langsung membuka matanya.


"Giliran Mommy naik kudanya nanti malam, Mas jamin sampai pagi pun kudanya pasti kuat " bisik Wisnu.

__ADS_1


"Dasar otak mesum " Millie mencubit perut Wisnu.


__ADS_2