My Baby Sitter

My Baby Sitter
Bang Toyib Ga Pulang-Pulang


__ADS_3

Sepulang kuliah Arin dan Mikha mampir di sebuah pusat perbelanjaan.Sebelum pergi kuliah Mama memberikan sederet daftar belanjaan yang harus mereka beli.


"Banyak banget daftar belanjaannya " keluh Arin sambil mendorong troli yang sudah penuh oleh diaper dan makanan Millie.Sementara troli yang Mikha dorong penuh dengan bahan kebutuhan dapur.


"Masih ada yang harus dibeli tidak ?" Arin mengintip daftar belanjaan ditangan Mikha.


"Tidak ada " jawab Mikha.


Setelah mendapatkan semua pesanan mama,mereka pun mendorong troli menuju kasir.Mikha membayar semua belanjaan dengan kartu pemberian Adam.


"Duitnya masih banyak ga ?" tanya Arin


"Memang mau apa ?" tanya Mikha


"skincare aku habis " jawab Arin sambil nyengir.


"Kata Abang kalau aku mau apa-apa mintanya sama kamu " Arin mengingatkan ucapan Adam tempo dulu.


"iya..iya " jawab Mikha sambil mengikuti Arin ke toko kosmetik.


"Kamu kakak ipar terbaik " Arin berjalan sambil memeluk Mikha.


"Ngerayu " Mikha menarik kuncir rambut Arin.


"Sakit Mikhaaa..aku bilangin Abang loh " ancam Arin.


"Bilangin saja..aku tidak takut " tantang Mikha.


Diluar dugaan Arin benar-benar menelpon Adam.Mikha yang baru sadar Arin benar-benar menghubungi Adam buru-buru merebut ponsel Arin.


"Apaan sih kamu pake ngadu-ngadu segala cuma ditarik sedikit juga... matiin ga !" Mikha langsung melotot kearah Arin. Mereka tidak menyadari jika sudah terhubung ke nomer Adam.


"Kalau kamu ngadu nanti Abang tambah marah ke aku " ujar Mikha.


Adam yang mendengar percakapan antara Mikha dan Arin hanya tersenyum... ternyata Mikha takut jika dirinya marah.


Arin yang baru menyadari jika mereka sudah terhubung ke nomer Adam langsung memberikan senyumnya.


"Kalian sedang apa ?" Adam menatap Arin dan Mikha.


"lagi belanja Bang..istri Abang yang baik hati ini beliin aku skincare loh.." Arin menarik Mikha agar terlihat oleh Adam. Mikha menunduk tidak berani menatap Adam.


"Kalau sudah selesai belanjanya kalian langsung pulang.". pesan Adam.

__ADS_1


"Iya Bang " jawab Arin. Sementara Mikha tetap menunduk.


Karena terus menunduk Mikha tidak menyadari jika Adam tengah menatapnya dalam.


"Kenapa kakak ipar kamu terus menunduk ?" tanya Adam kepada Arin.


"Ga tau..lagi nyari koinnya jatuh kali Bang " jawab Arin asal sambil mengarahkan layar ponselnya ke wajah Mikha.


" Kalau sudah selesai cepat pulang..kasian Millie di rumah " ucap Adam sebelum mengakhiri panggilan.


"Iya Bang " jawab Mikha.


Setelah mengakhiri sambungan video,Abang terpaku.. tiba-tiba Adam ragu akan pendengarannya ketika mendengar Mikha menyebutnya Abang..sudah setahun lebih Mikha mengganti panggilan Abang dengan Kamu..


Arin dan Mikha melanjutkan membeli skincare setelah selesai keduanya langsung pulang sesuai perintah Adam.


"Sudah lama ya Abang tidak pulang..apa dia tidak rindu sama kamu dan Millie " gumam Arin ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"Abang sedang marah sama aku " jawab Mikha lirih sambil mengemudi.


"Abang marah sama kamu..bukannya kebalik.. kamu yang masih marah sama Abang ?" tanya Arin.


"Abang marah karena aku selalu mengungkit kesalahan dia " jawab Mikha


" Memang ga ada ya niat kamu untuk baikan sama Abang ?" Arin memiringkan tubuhnya menatap kearah Mikha dalam.


"Mau baikan gimana..Abangnya sekarang ga mau pulang..Abang masih marah sama aku " jawab Mikha


"Ya kamu bujuk dong Abangnya...Abang pulang dong aku kangen...aku jamin wussdd..Abang langsung pulang " ujar Arin berapi-api.


"Kamu pikir bisa semudah itu ngomong sama Abang..aku ga berani " jawab Mikha.


"Cuma bilang begitu sama suami sendiri tidak berani ?..payah Lo " cibir Arin.


"Ya..memang aku payah " Mikha membenarkan.


"Gimana kalau aku saja yang bilang ke Abang " Arin menawarkan diri.


"Terserah kamu " jawab Mikha lirih.


Sesampainya di rumah,Mikha langsung mencari Millie.Ternyata Millie sedang disuapi makan oleh Mama di halaman belakang.


"Sudah belanjanya Kha ?" tanya Mama

__ADS_1


"Sudah mah..semua pesanan Mama sudah dapat semua " jawab Mikha sambil menciumi pipi bulat Millie membuat bocah gembul itu terkikik kegelian.


"Kamu sama Arin makan dulu sana gih " Mama mengusir Mikha yang malah mengganggu Millie yang sedang makan.


"Mamih makan dulu yah " Mikha kembali mencium pipi Millie sebelum beranjak ke ruang makan dimana Arin sudah mendahuluinya ada disana.


"Aku sudah bel Abang barusan tapi katanya Abang sedang sibuk " bisik Arin


"Iya " jawab Mikha


"Kamu kok pasrah gitu..gimana kalau Abang kepincut cewek lain lagi ?" Arin menatap tajam kearah Mikha.


"Kamu kok ngomongnya begitu sih Rin ?" Mikha terlihat sedih.


"Ya..bisa saja kan..secara kalian itu ga akurnya sudah lama..apalagi Abang ada riwayat selingkuh " jawab Arin santai. Mikha terdiam,


selera makannya hilang seketika.


"Udah ah kenyang " Mikha tidak melanjutkan makannya. Ia membawa piring makannya yang masih penuh ke belakang untuk di cuci.


"Nangis Bombay deh dikamar " gumam Arin sambil menahan tawanya karena sudah berhasil mengompori Mikha.


Arin sudah mengenal Mikha sejak dari kecil.Jadi ia sangat paham bagaimana sifat sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


Mikha bertabiat sangat keras namun cengeng. Mungkin karena Mikha anak tunggal dan kedua orangtuanya yang selalu memanjakannya membuat Mikha seperti itu.


Namun dibalik sifat keras dan cengeng nya itu Mikha sangat penyayang sama seperti kedua orangtuanya, Itu yang membuat Arin tidak rela jika Mikha sampai bercerai dari Abangnya. Apalagi sudah ada Millie diantara mereka.


Selesai makan Arin mengisi piring dengan nasi dan lauknya,kemudian ia membawanya ke kamar Mikha di rumah sebelah.


"Kha makan dulu " Arin menyuapi Mikha makan.Namun Mikha menolak.


"Kamu pikir aku sakit sampai harus disuapin "


"Memang kamu kan lagi sakit..sakit hati..buruan ah makan " Arin memaksa menyuapi Mikha.


Dengan berderai airmata akhirnya Mikha mau membuka mulutnya. Suapan demi suapan masuk ke mulut Mikha hingga piring ditangan Arin pun kosong.


"Tumben makannya disuapin ?" Mama heran melihat Arin yang sedang menyuapi Mikha makan.


"Dia lagi ingin dimanja mah..karena Bang Toyib nya ga pulang-pulang jadi aku yang nyuapin " jawab Arin asal.


"Makanya cepetan akur lagi biar Bang Toyib nya mau pulang " ujar Mama sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2