
Pagi ini Wisnu meminta Millie memijit tubuhnya yang terasa pegal-pegal karena terlalu sering tidur di sofa.
"Sepertinya kalian senang sekali menyiksa Mas " keluh Wisnu sambil meringis merasakan pegal di punggung dan lehernya.
"Sabar ya Mas " Millie berusaha menghibur suaminya sambil memijit punggung Wisnu.
"Kata Mamih kalau anak mau punya adik memang suka seperti itu " ujar Millie.
"Iya Mas mengerti. Dulu juga waktu Maura akan punya adik menjadi rewel..tapi cuma rewel saja tidak seperti Mile sekarang " jawab Wisnu
"Tiap anak kan tidak sama Mas " Millie mulai memijit leher belakang Wisnu yang terasa kaku.Setelah terasa sedikit lega Wisnu meminta Millie berhenti memijitnya.
"Sudah enakan.. terimakasih Sayang " ucap Wisnu sambil menggerakkan lehernya yang tidak sekaku tadi.
"Mommy..mau mimik " si Gemoy memperlihatkan botol susunya yang sudah kosong.
"Sama mbak yuk " pengasuhnya hendak membuatkan susu untuk Milea.
"Tidak mau..mau cama Mommy " Milea menolak dibuatkan susu oleh pengasuhnya.
"Ya sudah Mommy yang buat..dedek tunggu sama Daddy ya " Millie beranjak ke dapur untuk membuatkan susu botol untuk si Gemoy.
"Iya " jawab si Gemoy patuh.
Ketika menunggu Mommy nya membuat kan susu untuknya Mile duduk manis dalam pangkuan Wisnu.
Tidak butuh waktu lama Millie sudah datang dengan satu botol susu ditangannya, dan si Gemoy pun langsung anteng menyedot susu botolnya sambil berbaring di sofa dengan berbantalkan paha Millie.
Millie mengelus rambut si Gemoy yang lembut dan sedikit ikal.
Pagi itu hanya ada di Gemoy di rumah karena Maura sejak satu jam yang lalu ikut lari pagi bersama Marvin dan Nisa.
Si Gemoy yang sedang anteng menyedot susu botolnya langsung terbangun ketika terdengar suara Adam dan Mikha datang.
"Mommy..ada Mamih sama Papih " si Gemoy langsung turun dari sofa dan berlari menyambut Adam dan Mikha yang baru datang.
Dalam sekejap tubuh montok si Gemoy sudah berada dalam pangkuan Adam.
"Maura kemana kak ?" tanya Mikha heran karena tidak biasanya hanya si Gemoy saja yang menyambut kedatangannya.
"Tadi pagi dijemput Marvin katanya mau diajak lari pagi " jawab Millie.
"Pantas tidak ada suaranya " gumam Adam sambil membawa si Gemoy duduk di ruang keluarga.
Millie membuatkan kopi untuk Adam dan Wisnu dan teh hangat untuk dirinya dan Mikha.
"Mamih sama Papih hari ini mau ajak anak-anak ke Dufan " ujar Mikha sambil meminum teh hangatnya.
"Mau ikut ke Dufan " si Gemoy langsung ingin ikut.
"Iya..tapi kita tunggu kakak Maura dulu " jawab Adam. Si Gemoy pun mengangguk.
__ADS_1
Setelah Marvin dan Maura pulang dari lari paginya Adam dan Mikha pun membawa Maura dan Milea pergi, Marvin ikut bersama mereka.
Setelah semua pergi Wisnu masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya yang sudah hampir dua Minggu dikuasai oleh si Gemoy.
"Akhirnya bisa tidur disini lagi " ucap Wisnu sambil berbaring dan merentangkan tangannya lebar-lebar.
"Jangan dulu dibuka Sayang tirainya !" Wisnu melarang ketika Millie hendak membuka gorden kamar mereka.
"Ini sudah siang Mas " ujar Millie.
"Mas mau tidur dulu disini mumpung Mile tidak ada " jawab Wisnu.
"Baiklah " Millie pun mengurungkan niatnya untuk membuka gorden kamar mereka.
"Kamu mau kemana Sayang ?" tanya Wisnu ketika melihat Millie hendak keluar dari kamar.
"Mas kan mau tidur..aku mau beresin kamar Maura " jawab Millie.
"Tidak bisa..kamu harus temani Mas tidur " larang Wisnu.
"Aku tidak ngantuk Mas " Millie enggan ikut tidur dengan Wisnu.
"Sama suami itu tidak boleh membantah..DOSA " Wisnu mengeluarkan kata keramatnya membuat Millie tidak berani membantah dan langsung naik ke ranjang mereka.
Wisnu memberikan lengannya untuk menjadi bantal kepala Millie. Meskipun awalnya menolak namun akhirnya Millie mendapatkan tempat ternyamannya dalam dekapan Wisnu.
Wisnu sedikit memiringkan tubuhnya menghadap kearah Millie. Satu tangannya yang bebas mengelus lembut perut Millie yang sudah semakin membuncit.
"Iya " jawab Millie yang juga merasakan adanya pergerakan di dalam perutnya.
Mendapatkan elusan lembut di perutnya membuat Millie akhirnya mulai mengantuk.
"Jangan tidur dong Sayang " ucap Wisnu lembut ketika Millie beberapa kali terlihat menguap.
"Tadi ngajak tidur..giliran aku mengantuk dilarang tidur..aneh kamu Mas " Millie terlihat bingung.
Wisnu tidak menjawab namun ia memberi kode dengan mengelus paha Millie dan menyusupkan jarinya dibalik segitiga pengaman milik Millie.
"Ini tangannya mau jalan-jalan kemana ?" Millie menangkap tangan Wisnu dan menjauhkan nya dari bawah sana.
"Mumpung tidak ada anak-anak Sayang " bisik Wisnu.
"Sudah dua mingguan Mas tidak nengokin si dedek..pasti dia kangen ingin ditengokin Daddy nya " sambung Wisnu.
"Alasan pake bilang kangen ingin nengokin si dedek..bilang saja minta jatah " ujar Millie.
"Itu kamu mengerti Sayang " jawab Wisnu sambil nyengir.
"Ya ngerti lah..Mas itu keliatan banget kalau sedang ingin " Millie mencubit ujung hidung mancung Wisnu. Lagi-lagi Wisnu hanya nyengir dengan tangan mulai merayap kebalik baju Millie.
Setelah menemukan dua gundukan padat dan kenyal di dada Millie Wisnu pun mere mas nya dengan lembut dan mempermainkan puncaknya dengan ibu jarinya.
__ADS_1
Disaat Millie sedang berusaha menyenangkan suaminya, ditempat lain Adam dan Mikha juga Marvin terlihat sedang menyenangkan kedua bocah cantik yang sebentar lagi akan memiliki adik.
Mereka terlihat mencoba beberapa wahana permainan yang khusus diperuntukkan untuk anak seusia Mile dan Maura.
"Papih cape " si Gemoy yang mulai kelelahan setelah mencoba berbagai wahana permainan mulai merengek tidak mau jalan.
"Manja banget sih Gemoy " Adam pun menggendong Mile. Mikha menyusut keringat di wajah cantik Milea.
Meski kedua bocah itu tidak memiliki hubungan darah dengan mereka, namun Adam dan Mikha juga Marvin sangat menyayangi kedua gadis kecil itu.
"Kakak mau digendong juga ?" tanya Marvin kepada Maura. Diluar dugaan karena sudah lelah Maura pun mengangguk.
"Ya Ampun kakak berat juga kamu " keluh Marvin setelah Maura naik ke atas punggung Marvin.Maura tertawa senang setelah berada di atas punggung Om gantengnya.
"Sebaiknya kita cari makan dulu Bang, anak-anak sudah lapar " ajak Mikha.
"Iya Abaang..dedek mau makan " oceh si Gemoy.
"Hust..Papih..bukan Abang " ralat Mikha.
"Iya Papih..dedek mau makan " ulang si Gemoy.
"Kalian mau makan apa ?" tanya Mikha.
"Ayam goreng " jawab Maura cepat.
"Dedek juga mau ayam goleng "
"Oke..kita cari ayam goreng " ujar Mikha.
"Om..aku mau makan ayam gorengnya yang banyak " bisik Maura ditelinga Marvin.
"Iya..biar kamu cepat besar..biar Om tidak usah gendong kamu lagi..berat " jawab Marvin.
"Tidak mau..aku tidak mau cepat besar biar terus digendong sama Om Marvin " ujar Maura sambil memeluk leher Marvin dari belakang.
"Dasar manja " Marvin mencubit betis Maura.
"Sakit Oom " Maura menggigit telinga Marvin membuat pria tampan itu meringis dengan wajah terlihat sedikit merona.
Marvin menurunkan Maura setelah mereka menemukan gerai ayam goreng. Namun Adam tidak berhasil menurunkan si Gemoy dari gendongannya. Sampai waktu makan pun si Gemoy tidak mau turun dari gendongan Adam.
Setelah selesai makan mereka pun memutuskan untuk pulang. Begitu meninggalkan Dufan si Gemoy langsung tertidur di pangkuan Adam karena Marvin yang mengemudi.
"Pulang ke rumah atau ke rumah Mas Wisnu Pih ?" tanya Marvin.
"Aku mau pulang ke rumah Papih, aku mau nginep " Maura yang menjawab.
"Pulang ke rumah saja Vin " putus Adam.
"Baik Pih " Marvin pun mengarahkan mobilnya menuju rumah mereka karena Maura sedang ingin menginap.
__ADS_1