
Pagi ini Maura yang sudah siap dengan baju seragam sekolahnya membangunkan Marvin yang masih bergelung dibawah selimutnya.
"Ooom..banguuun..kata Mamih anterin aku sekolaaah " Maura menarik-narik selimut Marvin.
"Aduh berisik banget sih " Marvin menutup kepalanya dengan bantal.
"Oomm..buruan bangun nanti aku terlambat ke sekolah " Maura menarik bantal yang menutupi kepala Marvin.
"Apa barusan kamu bilang ?" tanya Marvin.
"Oom " jawab Maura.
"Kata Mommy dan Mamih aku harus panggil om..oom Marvin "
"Tidak..tidak..kakak saja " ucap Marvin tidak suka.
"Iya cepetan dong kakak Marvin anterin aku ke sekolah " Maura menarik-narik tangan Marvin.
"Iya..tapi cium dulu " Marvin menunjuk pipinya.
Maura mendekat kemudian mencium pipi Marvin
"Sudah aku cium..buruannn !" teriak Maura.
"I..iya.." jawab Marvin buru-buru beranjak ke kamar mandi sambil berusaha menetralkan debar jantungnya yang tidak beraturan. Sepertinya ia harus pergi ke dokter karena ia merasa ada masalah dengan jantungnya.
Sepanjang perjalanan Maura terus berceloteh sementara Marvin hanya menjadi pendengar sambil fokus mengemudi.
"Oom..nanti pulangnya jemput akunya jangan terlambat " pinta Maura.
"Jangan panggil Om dong..Kakak saja seperti biasa " pinta Marvin.
"Iya Om kakak " jawab Maura meledek.
"Kalau masih panggil Om tidak akan di jemput..biar kamu pulang naik angkot saja " ancam Marvin.
" Iya deh kakak Marvin " jawab Maura.
Setelah sampai di halaman sekolah Maura buru-buru turun dari mobil kemudian masuk ke gerbang sekolah sambil melambaikan tangannya.
"Dadaaah..ooomm " ledeknya sambil menjulurkan lidahnya.
Marvin hanya tertawa menatap gadis kecil itu dari belakang kemudi. Setelah Maura tidak terlihat Marvin pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman sekolah Maura.
Selama Millie masih sering mual dan muntah-muntah Adam dan Mikha memerintahkan agar anak-anak tinggal dengannya sampai kondisi Millie stabil. Dan selama itu pula Marvin kebagian tugas mengantar jemput Maura ke sekolah karena kebetulan Marvin sekolah siang.
"Sudah mengantar Maura nya ?" tanya Mikha ketika Marvin turun dari mobil.
"Sudah Mih..Maura dikasih makan apa sama kak Millie cerewet banget sampai pusing aku dengernya.. sepanjang jalan ngoceh terus " ujar Marvin sambil mencium pipi si Gemoy yang sedang dalam gendongan Mikha.
"Namanya juga anak kecil " Mikha tertawa sambil membawa si Gemoy masuk.
"Oh iya Vin..nanti kalau jemput Maura jangan sampai terlambat " pesan Mikha
"Iya Mih " jawab Marvin.
Setengah jam sebelum waktunya Maura pulang sekolah Marvin pergi untuk menjemput.
Begitu ia sampai di depan gerbang sekolah tidak lama kemudian Maura pun keluar. Gadis kecil berambut sebahu itu langsung berlari riang begitu melihat Marvin sudah menunggunya di mobil.
__ADS_1
"Oom Marvin pulangnya kita jajan dulu ya !" ajak Maura begitu masuk kedalam mobil.
"Tidak mau " jawab Marvin cepat.
"Kenapa tidak mau ?" tanya Maura sambil cemberut.
"Siapa suruh kamu panggil Om lagi " jawab Marvin, rupanya ia benar-benar tidak suka dipanggil Om.
"Oh iya lupa " Maura terkikik sambil menutup mulutnya.
"Kakak..aku ingin jajan dulu di tempat biasa " Maura meralat ucapannya.
"Emang kamu punya uangnya ?" tanya Marvin
"Tidak..uangnya dari kak Marvin " jawab Maura.
"Kakak juga tidak punya uang " jawab Marvin berbohong.
"Ya sudah tidak jadi..kita pulang saja " jawab Maura dengan wajah sedih.
"Kakak becanda..ayok kita jajan dulu " ujar Marvin sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Terimakasih kakak Marvin " Maura yang terlihat senang langsung mencium pipi kiri Marvin. Marvin pun melajukan mobilnya sambil tersenyum senang.
Kehadiran Maura dan si Gemoy membuat suasana di rumah orangtua Milie menjadi lebih hangat.
Maura dan Milea yang mengetahui jika mommy mereka sedang sakit tidak pernah rewel dan hanya sesekali saja meminta kepada Mikha untuk video call, setelah itu kedua bocah itu kembali anteng.
Setiap setelah selesai melakukan video call dengan Maura dan Milea Millie selalu terlihat sedih.
"Aku kangen anak-anak " keluh Millie sambil melempar ponselnya ke atas kasur.
"Gara-gara kamu sih jadi anak-anak dibawa ngungsi sama Mamih " Millie memukuli dada Wisnu.
"Kok gara-gara Mas sih ?" tanya Wisnu sambil memeluk Millie.
"Gara-gara kamu aku jadi hamil " sungut Millie.
"Jangan nyalahin Mas dong Sayang.. kan kita bikinnya sama-sama " jawab Wisnu lirih.
"Sudah ah..pokoknya semua gara-gara kamu " ucap Millie judes.
"Iya..iya..semua gara-gara Mas yang sudah bikin kamu hamil " Wisnu memilih mengalah daripada panjang urusannya.
Wisnu beralih duduk di sisi ranjang sambil diam-diam memperhatikan Millie yang sedang berbaring dengan wajah cemberut.
Ia tidak bisa bayangkan bagaimana marahnya Millie jika tau kalau ia yang telah membuang pil KB miliknya.
Awalnya Wisnu ada niat untuk mengakui jika ia yang telah membuang pil KB milik Millie, namun akhirnya Wisnu memilih menyimpan rapat-rapat rahasia itu karena khawatir Millie akan marah dan semakin menyalahkan nya.
"Sayang..mau mas bikinkan sesuatu ?" tanya Wisnu. Millie menggeleng.
"Lagi malas makan..nanti pasti keluar lagi " jawab Millie ketus.
"Kalau judes begini kamu jadi mirip Maura " Wisnu mencolek bibir Millie sambil tertawa.
"Ya namanya juga ibu dan anak " jawab Millie.
"Iya " jawab Wisnu sambil tersenyum, Millie tidak pernah ragu sedikitpun ketika mengatakan jika Maura dan dirinya adalah ibu dan anak tanpa embel-embel anak tiri.
__ADS_1
"Mas bikinin susu hangat ya " Wisnu tidak menyerah untuk menawari sesuatu yang masuk ke perut istrinya.
"Iya " jawab Millie masih dengan wajah cemberut.
Wisnu dengan cepat pergi ke dapur untuk membuat susu hangat untuk Millie. Sebelum kembali ke kamar Wisnu juga mengambil beberapa potong chese cake kedalam piring kecil kemudian ia bawa ke kamar.
"Minum dulu susunya mumpung hangat !" Wisnu memberikan gelas susu ditangannya kepada Millie.
"Habiskan !" perintah Wisnu ketika Millie menyisakan seperempat gelas.
"Iya nanti aku habiskan..aku mau makan ini dulu " jawab Millie sambil mengambil satu potong chese cake dipiring.
Wisnu duduk diranjang sambil memegang piring berisi chese cake yang tinggal satu potong.
Setelah menghabiskan satu potong chese cake, Millie pun mengambil sisanya sehingga piring ditangan Wisnu pun kosong.
"Sekarang habiskan susunya " perintah Wisnu.
"Iya " jawab Millie sambil menghabiskan sisa susu digelasnya.
"Pinter " puji Wisnu sambil mengambil gelas yang sudah kosong dan dibawa ke belakang bersama piring.
Tidak lama kemudian Wisnu pun sudah kembali lagi ke kamar dan duduk didepan Millie.
"Kalau mau apa-apa minta saja sama Mas " ujar Wisnu sambil mengusap-usap kaki Millie.
"Tidak mau apa-apa..mau tidur saja aku ngantuk " jawab Millie sambil menarik selimut kemudian tidur dengan membelakangi Wisnu.
Wisnu menarik napas berat. Sebagai pria yang sudah berpengalaman menghadapi istri yang sedang hamil Wisnu sudah tau bagaimana cara menghadapi mood swing seperti yang sedang Millie alami..yaitu sabar.
Melihat Millie tidur dengan posisi membelakangi nya Wisnu pun tidak berani mengganggu.
Perlahan Wisnu membaringkan tubuhnya kemudian mencoba memejamkan matanya tanpa menyentuh Millie sedikitpun.
Ketika Wisnu nyaris terpejam tiba-tiba Millie membalikan tubuhnya menghadap kearahnya.
"Sayang..aku ingin makan bakso " pinta Millie tiba-tiba.
"Bakso..dimana tukang bakso yang masih buka jam segini Sayang " jawab Wisnu sambil menunjuk jam di dinding yang sudah menunjukkan angka 10.
"Aku tidak mau tau " jawab Millie sambil cemberut.
Tidak ingin Millie marah akhirnya Wisnu pun.membawa Millie untuk mencari tukang bakso yang masih buka meskipun Wisnu sendiri ragu apakah masih ada penjual bakso yang masih buka jam segini.
Setelah cukup lama berkeliling akhirnya mereka menemukan kios bakso yang masih buka..lebih tepatnya sedang persiapan akan tutup dan beruntungnya masih ada tersisa satu porsi untuk Millie.
Millie pun langsung menikmati baksonya dengan lahap. Sesekali Millie menawari Wisnu tapi pria tampan itu menolak.
"Untuk kamu saja..Mas sudah kenyang " jawab Wisnu.
Setelah menghabiskan baksonya Wisnu membayar dengan satu lembar uang berwarna merah dan pria tampan itu tidak mengambil kembaliannya.
"Mumpung masih diluar kamu mau beli apalagi ?" tanya Wisnu ketika mereka dalam perjalanan pulang.
"Pulang saja..aku ngantuk " jawab Millie sambil menguap.
"Baiklah " jawab Wisnu.
Setibanya di rumah Millie pun langsung merebahkan tubuhnya dan meminta Wisnu untuk memeluknya. Wisnu pun dengan senang hati mengabulkannya.
__ADS_1