My Baby Sitter

My Baby Sitter
03


__ADS_3

"S-sunbae park!" seru Gyuri saat melihat siapa yang memanggilnya. "Sunbae Kim," tambah gadis itu begitu tahu bahwa bukan satu orang saja yang ia kenal sebagai tamu dari tuan mudanya.


"Jangan panggil kami Sunbae lagi, Gyuri-ya.


Kita sudah bukan di jaman waktu sekolah dulu," ucap salah satu dari tamu tersebut.


"Benar, dan jangan gugup begitu, wajahmu tampak lebih menggemaskan tau."


"Kau bisa memanggil dengan nama kami langsung, atau jika kau mau, kau bisa memanggil kami dengan sebutan oppa, bagaimana?" tanya Park Jimin seraya menggoda Gyuri dengan tersenyum manis.


"Baiklah su- ah maaf, Jimin oppa, Taehyung oppa," jawab Gyuri sambil menunduk.


Ia tak berani menatap kedua Sunbaenya yang kini tengah tersenyum melihat tingkah gugup Gyuri. "Saya permisi dulu oppa," kata gadis itu sambil berlalu keluar dari kamar.

__ADS_1


"Kalian mengenal perempuan itu, Hyung?" tanya Jungkook.


"Ya, dia adik kelas kami dulu saat SMA," jawab Jimin sambil mengambil makanan yang tadi diantarkan oleh Gyuri.


"Sudah lama kami tak berjumpa, dan dia tampak lebih cantik setelah lebih dewasa sekarang." Taehyung menambahkan.


"Apakah dia bekerja pada ibumu Jungkook-ah, untuk merawatmu? Kau harus hati-hati dan jangan terlalu membencinya," ucapan Jimin membuat Jungkook mengernyit tak mengerti.


"Benar, jika kau terlalu membencinya, takutnya malah kau akan berbalik mencintainya." Taehyung berkata sambil tertawa.


Kedua sahabatnya hanya tertawa melihat kekesalan diwajah Jungkook karena ucapan mereka tentang gadis yang kini menjadi baby sitternya. Cukup lama mereka berada di dalam kamar, banyak hal yang mereka lakukan. Dari masalah serius pekerjaan di kantor yang mengharuskan Jungkook menanda tangani setumpuk dokumen penting yang dibawakan oleh Kedua orang kepercayaan Jungkook dalam mengurus perusahaannya, hingga mengobrolkan hal tak penting dan berakhir membully sang Presdir yang kini sudah jengah dengan gurauan tak menyenangkan bagi Jungkook.


"Ingat kook, lusa kau harus menghadiri rapat pemegang saham, karena kau slalu tak hadir selaku Presdir di perusahaan. Kami yang terkena ocehan pedas dari pada petinggi bangkotan di perusahan, sungguh membuat kesal." Jimin menggerutu sedangkan Taehyung hanya tertawa melihat bagaimana kesal Hyungnya itu sekarang.

__ADS_1


"Baiklah kokie-aa ... kami permisi dulu ne. Sampaikan salamku untuk calon adik ipar," pamit Taehyung dengan bercanda, menggoda Jungkook adalah hal menyenangkan bagi mereka berdua.


Setelah kepergian kedua tamu tersebut, kini Gyuri tengah membereskan kekacauan yang mereka tinggalkan. Sementara jungkook, ia terlihat bermain game kegemarannya di ponselnya sambil bersandar. Namun, sesungguhnya ia menyempatkan kedua bola matanya untuk mencuri pandang kepada gadis yang kini masih membersihkan kamarnya.


"Apakah tuan memerlukan sesuatu?" Gyuri bertanya dengan sopan.


"Tidak!" seru Jungkook.


Jawaban singkat terlontar tanpa melihat lawan bicaranya, membuat Gyuri hanya bisa mendesah pasrah. Tanpa ia tahu jika Jungkook tengah gugup karena hampir saja ia Ketahuan sedang memperhatikan.


"Baiklah, tapi jika tuan butuh sesuatu-"


"Yea, yea aku tau. Kau boleh keluar sekarang, aq mau tidur dulu." Jungkook memotong ucapan Gyuri tanpa tau kalo gadis itu kini tengah mengepalkan genggaman tangannya menahan kesal. Tanpa berucap apa-apa lagi akhirnya ia keluar dari kamar tuan mudanya dengan menutup pintu sedikit keras. Jungkook terkejut, karena bunyi yang di timbulkan cukup kuat.

__ADS_1


"Yaakk ... gadis bodoh!! hash ... Benar-benar." Jungkook tak melanjutkan umpatannya karena ia tau Gyuri takkan mendengar.


Rasa kantuknya hilang tak berbekas karena terkejut dan itu membuat Jungkook benar-benar kesal.


__ADS_2