My Baby Sitter

My Baby Sitter
KDRT


__ADS_3

Entah sudah berapa puluh kali Adam memutar video rekaman cctv kamar Millie dimana memperlihatkan betapa penuh kasih sayang nya Mikha mengurus Millie sejak usia Millie tiga minggu hingga kini usia Millie 7 bulan.


Kini Adam merasa dirinya menjadi orang yang paling bodoh karena tidak menyadari orang yang diam-diam selama ini ia cari keberadaan nya sebetulnya ada di depan mata.


Adam semakin merutuki dirinya sendiri karena bukan hanya Mikha yang telah membodohi dirinya,tetapi Martha juga.Bahkan ia percaya saja ketika Martha mengatakan jika Mikha ada di sebuah pesantren di Jawa Timur.


Bagaimana bisa kedua wanita itu sampai kompak membodohi dirinya.Padahal karena masa lalunya dengan Martha lah yang telah menyebabkan rumahtangga mereka hancur berantakan.


Semakin sering melihat video itu entah mengapa kebencian Adam kepada Mikha perlahan semakin memudar dan berganti menjadi rasa rindu yang menggebu.


Apalagi saat melihat Mikha yang dengan penuh kasih sayang menyusui Millie meski dengan cara sembunyi-sembunyi.


"Kenapa harus sembunyi-sembunyi Sayang " gumam Adam dengan mata berkaca-kaca.


Seminggu setelah Mikha membawa kabur Millie,Adam sudah dapat melacak keberadaan Martha.Adam yakin jika Martha yang menyembunyikan Mikha dan Millie.


Meski sudah mengetahui tempat Martha menyembunyikan anak dan istrinya namun Adam masih memberi kesempatan kepada kedua wanita licik itu untuk menikmati kebebasannya sebelum Adam menangkapnya dengan tangannya sendiri.


Beberapa orang suruhan Adam terus memantau apartemen Martha takut suatu waktu Martha dan Mikha pergi lebih jauh lagi.


Setelah seminggu berlalu,Adam pun pulang ke Indonesia untuk menangkap istrinya di apartemen Martha.


Mikha dan Martha yang sedang becanda dengan Millie kaget ketika Adam berhasil menemukan tempat persembunyian mereka.


Melihat kedatangan Adam Mikha buru-buru menyembunyikan Millie didalam kamar.


"Mau apa kamu kesini ?" hardik Mikha galak


"Abang mau jemput Millie " jawab Adam.


"Tidak bisa..kamu tidak boleh membawa Millie karena Millie itu anak ku..aku yang mengandung dan melahirkan nya "


"Bukannya dari awal kamu tidak menginginkan dia " ujar Adam sinis.


"Itu dulu...karena aku benci banget sama kamu..tapi sekarang aku berubah pikiran..aku menginginkan Millie dan tidak akan aku biarkan seorangpun mengambil Millie dari aku termasuk kamu " hardik Mikha.


"Kha..bukannya kita sepakat jika Abang yang akan mengurus Millie " Adam mengingatkan Mikha akan kesepakatan yang telah mereka buat dengan suara lembut.


"Sudah aku bilang..aku berubah pikiran " jawab Mikha galak.


"Sekarang Abang mau melihat Millie " Adam hendak masuk kedalam kamar tapi Mikha melarangnya.


"Jangan masuk..kalau berani masuk aku lempar kamu " Mikha meraih kotak tisu yang ada di dekatnya.


Adam tidak mempedulikan ucapan Mikha,ia terus merangseg hendak memaksa masuk ke dalam kamar tempat Millie berada.


"Aku bilang jangan masuk " Mikha terlihat mulai panik.


Adam yang berusaha terus merangseg masuk membuat Mikha menjadi gelap mata,


dipukulnya kepala Adam dengan kotak tisu yang dipegangnya.Adam pun mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


Mikha melotot dengan tangan gemetar ketika melihat ada darah mengucur dari kepala Adam.


Karena panik Mikha pun buru-buru masuk ke kamar dan menguncinya dari dalam.


"Ada apa ?" tanya Martha ketika melihat wajah Mikha yang pucat dan gemetaran.


"A..aku tidak sengaja pukul kepala Abang sampai berdarah..huhuhu.." jawab Mikha sambil menangis.


"Kamu pukul kepala Adam sampai berdarah ? bagaimana kalau dia mati ?" Martha ikutan panik.


"Aku tidak sengaja kak " Mikha menangis tertahan.Untung Millie anteng dengan mainannya sehingga tidak menyadari adanya keributan di sana.


"Mikha..kalau ingin cepat jadi janda jangan nekad begitu " Omel Martha sambil buru-buru keluar dari kamar untuk melihat kondisi Adam.


Melihat Adam yang hanya mendapat luka ringan Martha pun terlihat lega.


"Makanya jangan pake kekerasan menghadapi istri..begini kan jadinya " Martha membersihkan luka di kepala Adam kemudian memakaikan plester untuk menutup lukanya.


"Selama Mikha disini kamu kasih makan apa dia hingga bisa berubah sadis begitu ?" tanya Adam sambil meringis.


"Mikha berubah jadi sadis karena kamu terlalu banyak kasih dia makan hati " jawab Martha menyindir.


"Aku cuma ingin melihat Millie..eh malah dia pukul kepala aku " ujar Adam


"Cuma ingin melihat Millie tapi cara kamu nya salah.....malah memaksa " Martha malah menyalahkan Adam


"Kamu sekarang berkhianat..kamu lebih peduli pada Mikha daripada aku " ujar Adam


"Mendingan kamu pulang sekarang..kamu tidak usah khawatirkan Mikha dan Millie, mereka aman bersama aku disini " Martha mengusir Adam setelah selesai mengobati luka di keningnya.


"Aku tidak akan pergi dari sini karena aku sudah tidak percaya lagi sama kamu " jawab Adam.


"Terserah kamu..kamu pikir Mikha akan keluar kamar kalau tau kamu masih ada disini ?" tanya Martha.


"Aku tidak peduli..aku akan tunggu sampai dia keluar " jawab Adam.


"Dasar keras kepala " sungut Martha.


Meskipun Martha sudah mengusir Adam tapi Adam tetap tidak mau pergi dari apartemen Martha. Akhirnya Martha pun membiarkan Adam tidur di kursi sementara ia dan Mikha juga Millie tidur di kamar.


Selama Adam ada di apartemen Martha, diam-diam Adam menghubungi papanya meminta bantuan untuk membujuk Mikha agar mau menyerahkan Millie dan ikut pulang dengannya.


Keesokannya Mikha kembali panik karena papa dan mama Adam datang dari Bandung untuk mendamaikan mereka.


Mama berhasil membujuk Mikha agar keluar dari persembunyiannya.Pada saat keluar Mikha sempat melirik kearah kening Adam yang terluka terkena pukulan kotak tisu.


Mama dan Papa berusaha mendamaikan Adam dengan Mikha.Mamun keduanya sama-sama egois ingin memiliki Millie seorang diri.


Adam bersikeras ingin membawa Millie atas dasar kesepakatan yang sudah dibuat dengan Mikha , Namun Mikha kekeh mengingkari kesepakatan yang sudah mereka buat.


Karena belum mendapatkan titik temu atas permasalahan antara Mikha dan Adam,akhirnya Mama dan Papa sepakat untuk membawa Millie pulang bersama mereka ke Bandung.

__ADS_1


"Millie ada dalam asuhan Mama..Mama memberi kebebasan kepada kalian untuk menemui Millie kapan pun tapi dengan syarat tidak ada pertengkaran di depan Millie " ujar mama tegas.


Mikha menjadi orang pertama yang setuju dengan keputusan mama.Dengan Millie tinggal bersama Mama di Bandung itu sama artinya Millie tinggal dengannya karena rumah mama dan rumah Mikha bersebelahan.


Berbeda dengan Adam yang tampak keberatan karena ia harus jauh dari putrinya.


"Keputusan Mama menguntungkan Mikha..ini tidak adil untuk Abang " keluh Adam.


"Ini keputusan yang terbaik..jadi kamu harus menerimanya " ujar Papa sambil menepuk bahu Adam.


Sebagai suami yang pernah melakukan kesalahan mengalah dan sabar adalah jalan yang terbaik.


Papa pun pernah mengalami penolakan keras dari Mama sebelum mereka rujuk. Beruntung ada Arin dan Mikha yang membantu usaha Papa sehingga berhasil membujuk mama untuk bersatu kembali dalam ikatan pernikahan.


Hari itu juga Mama dan Papa membawa Adam dan Mikha juga Millie pulang ke Bandung.


Sepanjang perjalanan ke Bandung,Adam dan Mikha sama sekali tidak bertegur sapa. Keduanya membisu sibuk dengan pikiran masing-masing.


Mikha terpaksa membiarkan Millie tidur dalam pangkuan Adam karena Millie terlihat sangat merindukan papihnya setelah dua minggu mereka tidak bertemu.


Adam pun tidak kalah rindunya dengan putrinya.Adam terus menciumi pipi Millie yang semakin bulat yang tengah tertidur lelap dalam pangkuannya.


Begitu mereka sampai di Bandung,Arin langsung menghambur memeluk Mikha erat.


"MIKHAAA.. akhirnya kamu pulang juga..aku takut kamu pulang tinggal nama "


Pletak..satu jitakan dari papa mendarat di kening Arin.


"Kalau bicara itu yang baik-baik " Omel Papa.Arin hanya nyengir sambil meringis mengusap keningnya.


Melihat Arin memeluk Mikha, Millie yang baru bangun tidur langsung menangis kencang ketakutan jika ibunya akan ada yang mengambil.


Mikha buru-buru melepaskan diri dari pelukan Arin kemudian mengambil Millie dari gendongan Adam dan tangis Millie pun langsung berhenti.


Di Bandung Mama tidak mengijinkan Millie tidur di rumah Mikha.Mama benar-benar konsisten pada ucapannya.Akhirnya Mikha dan Millie pun tidur di kamar Arin.


"Waktu di Canada sebetulnya aku sudah mulai curiga sama kamu " ujar Arin ketika mereka sudah berada di kamar Arin.


"Waktu itu aku juga takut banget tau..takut ketauan " jawab Mikha sambil menyusui Millie yang mulai terlihat mengantuk.


"Lagian bisa-bisanya kamu menyamar jadi baby sitter Millie..kenapa tidak jujur saja sama Abang ?" tanya Arin.


"Kamu pikir kakak kamu akan mengijinkan aku bertemu Millie ? yang ada aku diusir " jawab Mikha sambil menguap karena mulai mengantuk.


"Terus itu kepala Abang kamu apain sampai bocor begitu ?" tanya Arin penasaran.


"Aku pukul pake kotak tisu " jawab Mikha


"Sadis banget sih kamu sama suami sendiri.. masih untung kamu tidak dilaporkan ke kantor polisi karena telah melakukan KDRT..kalau sampai Abang melaporkan kamu bisa-bisa kamu benar-benar berpisah sama Millie "


Mikha terpaku..ucapan Arin ada benarnya. Beruntung Adam tidak melaporkan dirinya ke kantor polisi meskipun ia telah melukai kepala Adam sampai berdarah.

__ADS_1


__ADS_2