My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Pengganggu Cilik


__ADS_3

Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏🙏


Keesokannya Wisnu dan Millie terbangun ketika mendengar suara celotehan si Gemoy yang berada diantara mereka.


"Mama..Mimi.." celoteh Milea.


"Mas sepertinya dedek ingin minum susu " Millie langsung bangun.


"Iya..tapi Papih dan Mamih semalam tidak menitipkan susu Milea " ujar Wisnu.


"Sepertinya Papih dan Mamih lupa " gumam Millie.


"Mama..mimiii.." Milea mulai merengek.


Karena Milea terus merengek akhirnya Wisnu dan Millie pun membawa Milea pulang. Mereka meninggalkan barang-barang mereka di hotel karena mereka masih akan menginap sampai besok.


"Daddy.. Mommy.." Maura yang sedang makan disuapi oleh Mikha langsung berlari menyambut Wisnu dan Millie yang datang sambil menggendong Milea.


"Loh kenapa kalian sudah pulang, bukannya seharusnya besok ?" tanya Mikha.


"Dedek pengen Mimik..semalam Mamih lupa ya tidak nitipin susu punya dedek " jawab Millie.


"Oh iya..semalam Mamih dan Papih panik karena dedek nangisnya kejer, jadi tidak kepikiran bawa susu " Mikha menepuk keningnya sendiri.


"Dedek semalam tidur di hotel sama Mommy dan Daddy..kenapa aku tidak diajak ?" Maura langsung ngambek.


"Kakak kan semalam sudah tidur waktu dedek nangis " Mikha berusaha meredakan kekesalan Maura.


"Tidak usah ngambek, nanti malam kita tidur di hotel " Millie mengusap kepala Maura yang mulai merah menahan tangis.


"Beneran ya Mom " ucap Maura


"Iya beneran Sayang " jawab Millie.


Millie langsung melotot ketika menangkap tatapan protes dari Wisnu.


Tidak ingin menanggapi aksi protes Wisnu, Millie lebih memilih menyuruh pria tampan yang sedang cemberut itu untuk sarapan.


Mikha mengambil Milea untuk disuapi bersama Maura. Sementara Wisnu makan tanpa berbicara sepatah katapun.


Sorenya Millie memasukan semua keperluan anak-anak kedalam tas dan bersiap untuk kembali ke hotel.


"Kamarnya baguus " Maura terkagum-kagum melihat kamar hotel yang akan mereka tiduri malam ini.


Kedua bocah itu langsung naik keatas ranjang dan meloncat-loncat diatas nya. Wisnu dan Millie menjaga dipinggir ranjang khawatir mereka akan tersungkur ke lantai.


Ketika hari mulai gelap Milea mulai mencari mpengnya dan terlihat mulai mengantuk, berbeda dengan Maura yang masih terlihat segar dan anteng menonton film kartun ditemani oleh Wisnu.


"Kakak tidak ngantuk ? dedek Mile sudah mau tidur tuh " Wisnu menunjuk Milea yang terkantuk-kantuk dalam gendongan Millie.


"Sebentar lagi Dad " jawab Maura.


"Sudah waktunya tidur " Wisnu mengambil remot kemudian mematikan tv dan menyuruh Maura segera tidur. Maura pun menurut ia naik keatas ranjang dan berbaring disebelah Milea yang baru saja tertidur. Setelah Maura tertidur Wisnu dan Millie pun ikut berbaring mengapit kedua bocah itu disisi kiri dan kanan.


"Maaf ya Sayang..seharusnya ini adalah malam pertama kita, kamu malah direpotkan oleh anak-anak " Wisnu mengelus kepala Millie.


"Kenapa harus minta maaf..


anak-anak kamu kan sekarang anak-anak aku juga " jawab Millie.


"Iya..kita beruntung memiliki kamu, sudah cantik, masih muda, penyayang lagi " puji Wisnu sambil menatap wajah Millie lembut.


Millie tidak menjawab ia hanya tersenyum sambil balik menatap Wisnu lembut.


Millie dan Wisnu akhirnya tidur sambil memeluk kedua putri mereka.Ini untuk pertama kalinya mereka tidur berempat setelah resmi menjadi sebuah keluarga.


Keesokannya Millie terbangun karena merasa ada yang menindih tubuhnya. Begitu matanya terbuka sempurna ternyata yang berulah adalah si Gemoy yang sedang nemplok diatas perutnya, sementara Maura duduk disebelah nya sambil mencolek-colek pipi Millie.


"Kakak..dedek..mommy masih ngantuk " keluh Millie.

__ADS_1


"Aku disuruh Daddy gangguin Mommy " Maura menunjuk kearah Wisnu yang berbaring disebelahnya.


"Selamat pagi Mommy nya anak-anak " sapa Wisnu sambil tersenyum.


"Ngapain suruh anak-anak gangguin aku ?" tanya Millie sambil mencubit perut Wisnu.


"Tadi anak-anak bilang ingin jalan-jalan makanya Mas suruh bangunin kamu " jawab Wisnu.


"Kakak dedek mau jalan-jalan ?" Millie bertanya kepada Maura dan Milea.


"Mau " jawab Maura nyaring sementara si Gemoy hanya mengangguk karena ada mpeng di mulutnya.


"Baiklah..sambil pulang kita jalan-jalan dulu " ujar Millie membuat kedua bocah itu bersorak senang.


"Anak-anak terus yang dimanjain.. giliran Daddy nya kapan ?" keluh Wisnu.


"Sama anak sendiri iri " cibir Millie sambil kembali mencubit perut Wisnu.


"Lagian Mas heran biasanya anak-anak lengket banget sama Papih dan Mamih, kenapa sekarang malah tidak mau.. sepertinya anak-anak sengaja sedang ngerjain Mommy dan Daddynya biar tidak bisa deket-deket " bisik Wisnu.


"Bukan seperti itu Mas..dua Minggu ini mereka kan tidak bertemu sama aku, jadi wajar kalau mereka kangen sama aku "


"Betul juga.. seharusnya yang tidak ketemu sama kamu itu Mas saja, anak-anak tidak usah ikutan tidak ketemu..berabe kan jadinya " keluh Wisnu. Millie pun tertawa.


"Jangan mengeluh terus..katanya mau ajak anak-anak jalan " Millie bangun sambil mendekap si Gemoy yang neplok di dadanya.


"Kakak ayo mandi.. katanya mau jalan-jalan " ajak Millie kepada Maura.


"Iya Mom " Maura pun turun dari atas kasur dan mengikuti Millie ke kamar mandi.


Wisnu tersenyum mendengar suara Millie dan kedua putrinya yang sedang mandi sambil tertawa-tawa.


Karena mereka mandi terlalu lama, Wisnu pun sampai harus mengetuk pintu kamar mandi agar mereka bertiga menyelesaikan mandinya.


"Daddy itu cerewet sekali " Maura keluar sambil ngomel-ngomel, begitu juga Millie.


Hanya Milea saja yang tampak santai dan tidak mengomel pada Daddy nya karena belum mengerti.


Keluar dari area parkir hotel Wisnu membawa anak dan istrinya jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan.


Maura dan Milea langsung meminta ke tempat permainan. Wisnu pun menurut. Disana seperti biasa Wisnu dan Millie berpisah. Wisnu menemani Maura bermain sementara Millie menemani Milea bermain di area yang khusus untuk anak seusia Milea.


Mereka bertemu lagi beberapa jam kemudian untuk makan siang.


"Daddy aku mau ayam goreng nya dua " Maura mengangkat dua jarinya kepada Wisnu yang sedang mengantri memesan makanan.


"Oke " jawab Wisnu sambil mengangkat ibu jarinya.


Setelah mendapatkan pesanan mereka Wisnu pun datang sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman pesanan mereka.


Maura yang sudah lelah bermain tampak makan dengan lahap. Begitu juga Milea yang makan dengan disuapi oleh Millie.


Sambil makan Wisnu sesekali menyuapi Millie makan karena istrinya itu malah sibuk menyuapi Milea dan melupakan mengisi perutnya sendiri.


Selesai makan mereka pun langsung pulang. Millie dan Wisnu masih pulang ke rumah Adam karena Wisnu belum minta ijin kepada Adam dan Mikha untuk memboyong Millie ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Adam, Millie dan Wisnu mendapati Adam dan Mikha juga Marvin akan berangkat ke Bandung. Mereka akan ke Bandung untuk mengunjungi butik Mikha yang dikelola oleh Arin.


"Kakak sama dedek mau ikut Papih ke Bandung tidak ?" tanya Adam kepada Maura dan Milea.


"Daddy aku mau ikut ke Bandung sama Papih " Maura menarik-narik tangan Wisnu.


"Bilang sama Mommy " jawab Wisnu.


"Mommy..aku ingin ikut Papih ke Bandung " kini Maura menarik-narik tangan Millie.


"Iya boleh Sayang " jawab Millie.


"Papih.. mauuuu.." Milea merentangkan tangannya kepada Adam.

__ADS_1


"Iya dedek juga ikut " Adam mengambil si Gemoy dari gendongan Millie.


Setelah Millie menyiapkan keperluan Maura dan Milea kedua bocah itu pun ikut pergi ke Bandung bersama Adam dan Mikha juga Marvin.


"Akhirnya kita bisa berduaan juga " Wisnu memeluk Millie dan menggiringnya ke kamar.


"Papih sama Mamih pengertian sekali pada kita " ujar Wisnu sambil menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.


"Ngapain harus dikunci segala ?" tanya Millie.


"Biar tidak ada yang ganggu kita " Wisnu tersenyum licik sambil menggiring Millie menuju ranjang.


Sekali dorong tubuh Millie pun terjatuh diatas kasur empuknya dengan posisi telentang. Dengan secepat kilat Wisnu pun menjatuhkan dirinya diatas tubuh Millie.


Millie tidak sempat protes apalagi ngomel karena bibir kenyal Wisnu langsung melahap bibir Millie dengan rakus.


Wisnu yang sudah terbakar gairah mulai melucuti pakaian Millie dan pakaiannya dengan cepat.


Millie yang merasa malu berusaha menutupi dada dan bagian intimnya dengan tangannya.


"Jangan dilihat " ujar Millie ketika melihat Wisnu tampak terpana menatap tubuh polosnya.


"Masa lihat tubuh istri sendiri tidak boleh " jawab Wisnu sambil tersenyum kemudian duduk diatas tubuh Millie.


Perlahan Wisnu menciumi perut Millie membuat Millie menggelinjang geli.


"Mas jangan kesitu " Millie merapatkan kedua pahanya agar bibir Wisnu tidak semakin merambat kesana.


"Buka Sayang " pinta Wisnu sambil berusaha membuka paha Millie yang merapat.


"Tidak mau " Millie bersikeras menutup rapat-rapat bagian intim nya.


"Sayang dosa loh menolak perintah suami " ancam Wisnu.


Mendengar kata dosa Millie pun akhirnya dengan malu-malu membuka sedikit pahanya.


Mendapat celah terbuka sedikit Wisnu pun buru-buru menyusupkan bibirnya disana.


Permainan bibir dan lidah Wisnu yang sudah sangat ahli membuat Millie tidak sadar semakin membuka lebar-lebar kedua pahanya.Tidak ada lagi penolakan apalagi aksi protes yang keluar dari bibir Millie adalah suara ******* tertahan karena lidah Wisnu yang terus menari-nari dibawah sana.


Tidak kuat menahan rasa nikmat yang semakin membuncah Millie menarik kepala Wisnu.


"Maas..sudah aku hmm.." Millie merengek meminta untuk segera dimasuki. Wisnu yang mengerti akan keinginan istrinya itu mengangkat kepalanya dari jepitan paha Millie dan menggantikannya dengan pinggulnya.


Satu hentakan kuat menerobos benteng pertahanan Millie membuat Millie menjerit tertahan. Ia tidak menyangka rasanya akan begitu sakit. Rasa perih dari luka robekan membuat Millie menjatuhkan airmata disudut matanya.


Untuk sedikit meredakan rasa sakit yang Millie rasakan Wisnu kembali melahap bibir Millie tanpa melepaskan penyatuan mereka.


Millie mulai melupakan rasa sakitnya ketika bibir Wisnu melahap dia bukit kembar Millie dan memainkan puncaknya dengan lidahnya.


Ketika Millie mulai merasa rileks Wisnu pun mulai melakukan penyerangan yang sesungguhnya.


Tubuh Millie berguncang hebat seiring pergerakan tubuh Wisnu diatas tubuhnya.


Suara napas mereka yang memburu terdengar jelas di kamar Millie yang cukup luas itu.Semakin lama suara Millie yang meracau mulai terdengar berisik membuat Wisnu berusaha menahan senyumnya.


Wisnu semakin mempercepat menggenjot tubuh Millie ketika gelombang kenikmatan mulai menggulung raga mereka. Tidak lama kemudian tubuh Wisnu pun ambruk diatas tubuh Millie saat keduanya mendapatkan pelepasan bersama.


"Terimakasih Sayang " Wisnu menciumi wajah Millie yang basah oleh keringat.


"Capek ?" tanya Wisnu sambil mengusap keringat di kening Millie dengan tangannya. Millie mengangguk sambil berusaha mengatur napasnya.


"Bagaimana rasanya..enak ?" tanya Wisnu menggoda.


Millie menjawab dengan satu cubitan di perut Wisnu. Wisnu tertawa melihat wajah Millie yang merah merona.


"Mas..turun berat tau " Millie mendorong tubuh Wisnu dari atas tubuhnya dan penyatuan mereka pun terlepas.


Wisnu berbaring telentang dengan tubuh polosnya membuat wajah Millie semakin merah merona karena malu mengingat apa yang baru saja mereka lakukan.

__ADS_1


Millie menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka..dan tidak lama kemudian keduanya pun tertidur saling berpelukan.


__ADS_2