My Baby Sitter

My Baby Sitter
Semoga Ada Hidayah


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Mama dan Papa datang ke Jakarta. Selain rindu dengan anak dan cucunya mereka juga mengantarkan seorang pengasuh untuk Millie.


Pengasuh Millie dulunya adalah pengasuh Adam dan Arin sewaktu mereka masih kecil .


Setelah Papa dan Mama bercerai ia masih tetap bekerja di rumah Papa sebagai pelayan.


Jadi Papa dan Mama cukup mengenal dengan baik wanita yang akan mengasuh cucu kesayangannya itu.


Baru beberapa jam bertemu, rupanya Millie mulai cocok dengan pengasuh barunya. Ia sudah mau digendong dan disuapi makan.


Namun Millie masih tidak mau jika Oma dan Opanya pulang.


Dihari kedua Papa dan Mama membawa Mikha ke rumah lama Papa yang jarang ditempati karena Papa tinggal di Bandung.


Rumah itu meskipun tidak ditempati namun cukup terawat karena Papa membayar orang untuk mengurusnya.


Bahkan setelah Papa menikah lagi ia tidak pernah sekalipun membawa istri barunya tinggal di rumah itu.


Baginya rumah itu menyimpan kenangan yang dalam akan sosok istri dan anak-anaknya.


Sorenya sepulang dari kantor Adam dan Arin langsung menyusul kesana.


"Papa dan Mama kenapa tidak pindah lagi kesini saja biar dekat dengan kita " saran Adam


"Iya Pah..Arin juga sebenarnya kesepian tinggal di apartment sendirian.Kalau tinggal disini kan aku ada yang ngurusin selain itu Millie juga dekat dengan Oma dan Opa..iya ga Millie? " Arin mendukung saran dari Adam.


Meski kurang mengerti dengan apa yang dibicarakan para orang dewasa itu namun Millie mengangguk.


"Kalian bujuk Mama sana " jawab Papa.


"Nanti kita pikirkan dulu " jawab Mama.


"Apa yang anak-anak bilang bener Mah..kalau disini kita bisa ikut ngawasin Millie..


kemarin-kemarin waktu Mikha telepon Millie nangis ingin pulang itu kan Mama sedang merengek terus kangen sama Millie " tambah Papa.


"Ooh pantas Millie jadi rewel " ujar Mikha.


"Papa kenapa pake bilang segala sih ?" Mama terlihat kesal kepada Papa.


"Millie dapat merasakan kalau Mama sedang kangen, makanya Millie jadi rewel " ujar Papa


Setelah semua membujuk akhirnya Mama pun menyerah, Mama bersedia pindah ke Jakarta. Dan urusan butik akan dipercayakan kepada asisten Mikha.


Malam.itu semua menginap di sana, hanya Adam dan Mikha yang pulang ke apartemen karena Mikha tidak membawa baju Adam. Mikha tidak tau jika mereka akan menginap disana.


"Jadi mbak Wiwi itu bekas pengasuh Abang sama Arin waktu kecil ?" tanya Mikha ketika mereka dalam perjalanan pulang ke apartemen.


"Iya " jawab Adam


"Aku jadi penasaran bagaimana Abang dulu waktu kecil..nanti mau tanya mbak Wiwi ah "


"Kenapa tidak tanya langsung saja pada Abang ?" tanya Adam sambil tertawa


"Kalau tanya langsung ke Abang tidak akurat " jawab Mikha


"Justru lebih akurat kalau ditanya langsung ke orangnya " ujar Adam sambil tertawa.


"Memangnya kamu mau tanya apa sih tentang Abang ?" tanya Adam

__ADS_1


"Banyak..salah satunya apakah waktu kecil Abang itu nakal atau tidak " jawab Mikha.


"Sedikit " jawab Adam


"Sedikit ?..berarti dari kecil Abang sudah nakal walaupun sedikit " Mikha menjewer telinga Adam.


"Sakit Sayang " Adam meringis memegang telinga kirinya yang baru dijewer oleh Mikha.


"Pasti dulu mbak Wiwi pusing banget ngurusin Abang "


"Tidak..dia orangnya sabar banget " jawab Adam.


"Semoga saja Millie cocok sama mbak Wiwi " ujar Mikha.


"Dulu waktu Papa dan Mama cerai mbak Wiwi sempat ingin ikut dengan Mama tapi tidak jadi, Saat itu jangankan untuk membayar pengasuh untuk makan pun kita susah " Adam bercerita tentang masa kecilnya yang pahit.


"Untung ada Papih dan Mamih kamu yang banyak bantu keluarga Abang " Adam mengusap kepala Mikha.


Mikha mengangguk, meskipun masih kecil namun Mikha masih ingat bagaimana kehidupan keluarga Adam ketika pertama kali datang ke Bandung.


"Sekarang saatnya Abang balas kebaikan Papih dan Mamih kamu dengan cara membuat putri kesayangan mereka bahagia " ujar Adam sambil kembali mengusap kepala Mikha dengan tangan kirinya.


*


"Kita mau ambil baju terus menginap disana atau tidak ?" tanya Mikha setelah mereka sampai di apartemen.


"Tidur disini saja..Abang lelah kalau harus balik lagi kesana " jawab Adam.


"Ya sudah kalau begitu aku mau bikin makanan dulu " Mikha beranjak menuju dapur meninggalkan Adam yang bersiap-siap untuk mandi.


"Hmmm..wangi banget " Adam yang baru selesai mandi menghampiri Mikha yang baru selesai membuat nasi goreng untuk Adam.


Adam duduk di meja dan mulai menyantap nasi gorengnya.Mikha duduk di pangkuan Adam menunggu reaksi Adam dengan wajah harap-harap cemas.


"Enak..enak banget " puji Adam sambil manggut-manggut.


"Beneran Yang ?" tanya Mikha tidak percaya.


"Beneran Sayang ini enak banget " jawab Adam.


Mikha tersenyum lega melihat Adam makan dengan lahap.


"Kamu juga harus makan dong Sayang, biar ada tenaga buat melayani suami " Adam menyuapi Mikha makan.Adam menekankan kata melayani suami sambil tersenyum penuh arti.


"Dari dulu juga kan aku selalu melayani Abang " jawab Mikha


"Iya tapi dulu kan melayani Abangnya kalau weekend saja, itupun kalau Abang pulang. Nah sekarang melayani suaminya setiap hari " ujar Adam.


"Iya..iya " jawab Mikha sambil mengunyah makanannya.


Adam terus menyuapi Mikha makan sampai satu piring nasi goreng itu pun tandas tak bersisa.


"Biar Abang yang cuci piring " Adam membereskan meja dan mencuci piring bekas mereka makan.


Disaat Adam sedang mencuci piring,Mikha pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Mikha yang baru selesai mandi keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan segar. Disaat yang bersamaan Adam yang baru selesai mencuci piring pun masuk ke kamarnya.Begitu berpapasan Adam langsung menangkap pinggang Mikha.


"Abaaang sebentar aku mau pake baju dulu " Mikha berusaha melepaskan diri dari pelukan Adam.

__ADS_1


Mikha memang belum sempat memakai baju, ia masih mengenakan bathrobe nya begitu keluar dari kamar mandi.


"Tidak usah..nanti juga pasti Abang lepas " jawab Adam sambil tertawa.


Adam menggiring Mikha kearah tempat tidur kemudian menjatuhkan tubuh Mikha diatas kasur empuk mereka.


Dalam sekali tarik bathrobe Mikha pun langsung terbuka sehingga tubuh Mikha yang polos pun terpampang jelas didepan matanya.


Adam buru-buru membuka semua bajunya sementara Mikha menutupi dada dan bagian intimnya dengan kedua tangannya.


"Tidak usah ditutupin Abang udah sering lihat " ujar Adam terkekeh sambil naik keatas tubuh Mikha dan menepiskan kedua tangan Mikha yang menutupi bagian tubuh pavoritnya agar tangan dan mulutnya bisa bebas bereksplorasi disana.


Setelah lelah mendaki gunung dan menyusuri lembah akhirnya Adam tersungkur diatas tubuh Mikha.


Mikha mengelus kepala Adam yang masih berada diatas dadanya nyaris tertidur karena kelelahan.


"Abaaang..ponsel Abang bunyi terus " Mikha memberitahu Adam jika ponsel Adam yang berada didekat kepala Mikha terus berbunyi.


"Tidak usah diangkat " jawab Adam yang nyaris tertidur diatas tubuh Mikha.


"Abaaang..ponselnya bunyi terus..takut ada yang penting " Mikha mengusap-usap pipi Adam.


"Dari siapa ?" tanya Adam


"Kak Martha " jawab Mikha setelah melihat nama kontak yang barusan terus menghubungi Adam.


"Ya sudah kamu yang angkat saja..Abang ngantuk banget " Adam menyusupkan wajahnya didada Mikha.


Ketika ponsel Adam kembali berbunyi Mikha pun mengangkatnya. Wajah Martha dibelakang meja kerjanya pun muncul.


"Ada apa kak..Abangnya lagi tidur " sapa Mikha


"Ya ampuun itu suami kamu lagi ngempeng?" tanya Martha sambil terkikik melihat Adam yang tertidur diatas dada Mikha.


Mikha yang baru sadar akan posisi Adam buru-buru menarik selimut dan menutupi kepala Adam.


"Telat ..aku sudah lihat " ujar Martha


"Ada apa kak..ada yang bisa dibantu ?" tanya Mikha menyembunyikan malunya.


"Bilang sama Adam Minggu depan aku ke Jakarta..Kamu sama Adam temani aku ya ketemuan sama keluarga Mas Aris dari Surabaya " jawab Martha


"Kakak mau dilamar ?" mata Mikha langsung membola.


"Entahlah..pokoknya kamu dan Adam temani aku " ujar Martha


"Siap Kak.....aku sama Abang akan temani kakak " jawab Mikha.


"Millie mana ? bisa marah dia kalau nen nya diambil Papihnya " Martha menanyakan Millie


"Millie sedang nginep di rumah Mama " jawab Mikha


"Ya sudah kalau begitu aku mau kerja lagi ..bye" Martha pun mengakhiri panggilan video.


Mikha menyimpan ponselnya kemudian ia menyingkapkan selimut yang menutupi kepala Adam.


"Abaang turun dong..akunya berat " Mikha mengelus pipi Adam lembut.


"Iya " jawab Adam sambil beringsut turun dari atas tubuh Mikha dan kembali tidur setelah kembali menyusupkan wajahnya didada Mikha.

__ADS_1


__ADS_2