
Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏
Adam yang baru terbangun kaget ketika tidak mendapati anak dan istrinya di kamar. Perlahan ia bangun untuk mencari keduanya di rumah Mama.
Di teras Adam menemukan Mama yang sedang menyuapi Millie. Papa sampai harus turun tangan menangkap Millie karena bocah itu terus berlari kesana kemari.
"Mikha mana mah ?" tanya Adam.
"Sudah pergi kuliah..dia sedang sibuk-sibuknya nyusun skripsi " jawab Mama.
Melihat Adam datang Millie berjalan menghampiri Adam dan merentangkan tangannya minta digendong.
Adam pun mengangkat tubuh mungil itu kedalam gendongannya.
"Papih ec cim " Millie menunjukkan kearah jalan dimana Papa sering membawanya kesana.
"Makan dulu..baru nanti beli ice cream " bujuk Mama sambil menyodorkan satu sendok nasi dan sayur ke mulut Millie.Tanpa protes Millie pun menerima suapan dari Mama.
"Anak Papih pinter " puji Adam sambil mencium pipi Millie yang semakin bulat saja.
Sambil menunggu Mikha kuliah Adam sibuk memindahkan baju-baju dan beberapa barang miliknya ke kamar Mikha.Tidak lupa photo pernikahan mereka dan beberapa photo Mikha yang dulu pernah ia curi dari kamar Arin.
"Kenapa dipindahin Bang ?" tanya Papa
"Kita tidak akan tidur disana lagi Pah..Mikha tidak mau tidur dikamar Abang lagi..jadi terpaksa Abang yang pindah ke kamar Mikha " jawab Adam.
"Ya sudah tidak apa-apa ..ikuti saja keinginan istri kamu " jawab papa sambil menepuk bahu Adam.
Setelah selesai memindahkan baju-baju nya ke kamar Mikha, Adam tampak berkacak pinggang menatap kamar Mikha yang kini akan jadi kamar mereka.
Mata Adam terpaku pada sudut kamar yang menyisakan tempat yang cukup luas. Sepertinya jika ia membeli ranjang untuk Millie dan meletakkannya disana masih cukup.
Siang itu juga Adam pergi untuk mencari ranjang yang cukup untuk Millie. Setelah seberapa toko furniture Adam datangi akhirnya Adam menemukan sebuah ranjang yang sesuai dengan keinginan nya untuk Millie. Adam memilih ranjang yang ukurannya cukup untuk mengisi sisa ruang disudut kamar Mikha.
Setelah membeli ranjang untuk Millie Adam pun langsung pulang. Ia harus segera memasang ranjang itu sebelum Mikha pulang.
Millie tampak sangat senang dengan ranjang barunya.Bocah lucu itu langsung naik dan mencoba berbaring sambil memeluk boneka jerapahnya.
Adam pun tidak kalah senangnya dari Millie, karena nanti malam ia akan mencangkul diatas ranjang mereka bukan lagi di atas sofa yang sempit.
Pulang dari kampus Mikha tidak langsung ke butik seperti biasanya.Ia sengaja langsung pulang karena ada Adam di rumah. Sebetulnya pada saat pergi ke kampus pun Mikha merasa tidak enak karena ia pergi disaat Adam masih tidur.
Kedatangan Mikha disambut Millie yang berada dalam gendongan Adam. Mikha pun langsung mencium pipi Millie yang wangi.
"Hmmm...wangi banget anak Mamih..baru mandi ya ?" tanya Mikha. Millie mengangguk.
"Abang yang mandiin Millie ?" tanya Mikha ketika diwajah Adam terlihat sedikit belepotan oleh bedak Millie.
"Iya..Millie nya tidak bisa diam, jadi bedaknya tumpah..tapi sudah Abang bersihkan " jawab Adam.Mikha tertawa sambil membersihkan wajah Adam.
"Bilang makasih dong sama Papih " ucap Mikha kepada Millie.
"Makacih Papih " ucap Millie sambil mencium pipi Adam.
__ADS_1
"Cuma Millie saja..kamu tidak ?" tanya Adam sambil menunjuk bibirnya.
"Millie juga dipipi " Mikha mendekatkan wajahnya kemudian mencium pipi Adam.
Adam tersenyum senang meski hanya mendapatkan ciuman di pipi.Millie melongo melihat Papihnya mendapatkan ciuman dari mamihnya.
"Mandi sana gih biar seger..biar Millie Abang yang pegang " titah Adam ketika melihat wajah Mikha yang terlihat lelah.
"Mamih mandi dulu ya " Mikha mencium pipi Millie sebelum beranjak menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar Mikha melongo ketika mendapati ada sebuah ranjang kecil yang cantik disudut kamarnya.
"Pasti kerjaan Abang " gumam Mikha sambil tersenyum.
Setelah seharian beraktivitas di kampus yang lumayan melelahkan, tubuh Mikha terasa lebih segar setelah hampir setengah jam berendam didalam bathtub dengan air hangat.
Mikha baru menyelesaikan mandinya ketika terdengar suara ketukan dipintu kamar mandi
"Mamiiih cudaaah cepetan " Millie memanggil Mikha sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.
"Iya ini sudah " Mikha membalut tubuhnya dengan handuk kemudian buru-buru keluar dari kamar mandi.
Didepan pintu kamar mandi Adam tengah berdiri sambil menggendong Millie.
"Lama banget sih kamu mandinya, Abang pikir kamu tidur dikamar mandi " ujar Adam
"Ya engga lah " jawab Mikha sambil buru-buru mengambil bajunya.
Selagi Mikha memakai baju, Adam menurunkan Millie diatas ranjang barunya. Millie anteng disana sambil memainkan boneka-bonekanya. Sementara Adam diam-diam mengawasi Mikha yang sedang memakai baju.
"Abang tidak bilang-bilang mau beli ranjang baru untuk Millie " ujar Mikha sambil duduk disebelah Adam.
"Ya ampuun Abaang..niat banget nyangkul " Mikha memiting kepala Adam sambil tertawa.
"Tidak enak selalu main di sofa...tidak leluasa " jawab Adam dalam pitingan Mikha.
"Dasar otak mesum " cibir Mikha. Adam tertawa dalam pitingan Mikha.
Millie tertawa cekikikan sambil bertepuk tangan ketika melihat Papihnya berada dalam pitingan mamihnya.
"Dasar perempuan tidak berperasaan..senang sekali melihat Abang menderita....awas saja nanti malam tunggu pembalasan Abang setelah Millie tidur " umpat Adam setelah Mikha melepaskan piringannya.
Setelah makan malam Mikha masih harus mengerjakan tugas kuliahnya. Melihat istrinya yang sedang sibuk Adam pun berinisiatif membantu menidurkan Millie dengan mengusap-usap punggungnya.Meski dengan bersusah payah akhirnya Adam pun berhasil menidurkan Millie.
Adam duduk disamping Mikha yang tengah anteng dengan laptopnya.Ia mulai mencari perhatian dengan memeluk pinggang Mikha.
"Sibuk banget Neng ?" tanya Adam.
"Sedikit lagi " jawab Mikha tanpa menoleh sedikitpun kepada Adam. Matanya tetap tertuju pada layar laptopnya.
"Neng..dua hari lagi Abang balik ke Jakarta " Adam mencolek-colek pinggang Mikha memberi kode.
"Dua hari lagi ?" tanya Mikha menatap sejenak kearah Adam.
"Iya " jawab Adam.
__ADS_1
Mikha mematikan laptop dan membereskan buku-bukunya.Adam hanya memperhatikan apa yang sedang Mikha lakukan.
"Sudah selesai ?" tanya Adam
"Sudah " jawab Mikha berbohong.
Mendengar Mikha sudah menyelesaikan tugas kuliahnya Adam pun senang. Ia pun langsung membopong Mikha keatas ranjang mereka.
"Tugas kuliah sudah selesai.. sekarang giliran tugas seorang istri yaitu melayani suami " Adam menurunkan Mikha diranjang dan mengurungnya dibawah tubuhnya.
"Beneran Millie sudah tidur ?" tanya Mikha
"Iya sayang..sudah tidur " jawab Adam.
Tanpa pikir panjang Adam langung menyatukan bibir mereka berdua. Tidak ada penolakan dari Mikha, ia begitu ikut menikmatinya. Bahkan ketika tangan Adam mulai menyusup dibalik bajunya Mikha pun tidak protes apalagi berniat menendangnya dari atas ranjang.
"Abang kangen banget sama kamu " suara Adam terdengar memburu menyapu kulit lehernya.Satu gigitan disana membuat Mikha menjerit tertahan.
"Abang sakit tau " Mikha menjauhkan kepala Adam dari lehernya.
"Abang gemes banget sama kamu " gumam Adam tanpa merasa bersalah.
"Gemes tapi sakit..sini coba aku balas " kini giliran Mikha yang menggigit leher Adam.
Setelah saling menggigit leher merekapun kini saling mengunyah bibir. Suara decapan bibir mereka terdengar di seantero kamar mereka. Namun tidak membuat Millie sampai terbangun.
Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Adam dan Mikha buru-buru saling melepaskan baju yang mereka kenakan hingga tidak ada satu helai benangpun menempel ditubuh mereka.
Adam yang sudah benar-benar terbakar gairah sudah tidak dapat menahan diri lagi.Perlahan Adam memposisikan tubuhnya diantara kedua paha Mikha bersiap untuk mencangkul sawahnya.
Dengan bibir saling bertautan tubuh Adam terus bergerak lembut diatas tubuh Mikha membuat ******* demi ******* lolos dari bibirnya.
Mikha menggigit bibir bawahnya ketika mulut Adam mulai merambat turun menuju leher dan berakhir di sepasang benda bulat di dadanya. Bagai seorang musafir yang kehausan Adam terlihat lahap mengunyah kedua benda itu secara bergantian.
"Apakah Millie masih mimik ?" Adam menghentikan sejenak aktifitasnya.
"Sudah tidak " jawab Mikha
"Berarti sekarang ini cuma punya Abang " Adam kembali melahap dua benda bulat itu bergantian.
"Iya sekarang cuma punya Abang " jawab Mikha sambil memejamkan matanya ketika pinggul Adam bergerak semakin cepat dan dalam diantara kedua pahanya.
Tubuh Mikha terus terguncang seiring pergerakan yang Adam lakukan. Kedua raga yang saling merindukan satu sama lain itupun akhirnya melebur bersama dalam satu hentakan kuat ketika keduanya mendapatkan pelepasan bersama-sama.
Adam akhirnya ambruk diatas tubuh Mikha. Keduanya saling berpelukan sambil kembali menyatukan bibir.
"Akhirnya Abang buka puasa " gumam Adam sambil menciumi wajah Mikha yang lembab oleh keringat.
"Maafin aku ya Bang karena sudah tidak percaya sama Abang " Kini giliran Mikha yang menciumi wajah Adam.
"Mulai sekarang kamu harus percaya ya sama suami kamu ini " Adam menggigit ujung hidung Mikha.
"Iya " jawab Mikha sambil meringis.
Adam yang masih enggan turun dari tubuh Mikha perlahan kembali bersiap untuk melakukan serangan kedua.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya readers.. karena kemurahan hati para readers sangat berarti buat Author agar semakin semangat nulisnya
Happy reading 😘😘😘😘