My Baby Sitter

My Baby Sitter
Takut Dosa


__ADS_3

Setelah selesai menyusui Millie,Mikha pun keluar dari kamar Adam,disusul oleh Adam dibelakangnya sambil menggendong Millie.


"Ciee..yang abis ngamar " ledek Arin.


"Apaan sih..orang aku habis ngasih ASI Millie " elak Mikha dengan wajah cemberut.


"Sama bapaknya juga gapapa "


"Ni otak harus di rendem detergen biar bersih " Adam menyentil kening Arin.


"Abaang.. sakit tau " Arin meringis sambil memegang keningnya. Millie tampak melongo dalam gendongan Adam.


"Millie sama Oma dulu ya..Papihnya suruh makan dulu " Mama yang baru selesai menyiapkan makanan di meja mengambil Millie dari tangan Adam.


Mama membawa Millie ke kamar untuk membangunkan Papa meninggalkan Adam dan Mikha berdua di meja makan.


Karena hanya tinggal berdua disana dengan terpaksa Mikha pun menemani Adam makan.


"Besok kamu ikut ya ke acara reuni teman SMA Abang " Ajak Adam


"malas " jawab Mikha ketus.


"Ayolah Kha..sekali saja kamu temani Abang.. kita tidak usah lama disana...yang penting datang saja " bujuk Adam.


"Kamu kan datang sama pacar kamu dari Canada buat datang ke acara reuni..ya pergi saja sama dia " jawab Mikha.


"Cintya bukan pacar Abang " pungkas Adam


"Bukan pacar tapi sering ketemuan,jalan bareng..makan bareng .. jangan-jangan sudah tidur bareng juga " sindir Mikha.


Adam menghentikan makannya, tiba-tiba selera makannya langsung hilang. Adam yang merasa tersinggung dengan ucapan Mikha menatap tajam kearah Mikha kemudian pergi dan tidak melanjutkan makannya.


Mikha hanya melirik sekilas kearah Adam yang menghilang dibalik pintu kamarnya.Ia tau jika Adam marah karena ucapannya barusan.


"Loh sudah selesai makannya ?" tanya Mama dan Papa yang baru keluar dari kamar.


"Sudah mah " jawab Mikha


Melihat Adam yang sudah tidak ada di meja makan sedangkan piringnya masih penuh membuat Mama dan Papa yakin jika Adam dan Mikha habis bertengkar lagi.


Mama menatap bingung kearah Mikha yang sedang membawa piring Adam ke belakang.


"Susah banget bikin mereka akur " keluh mama


"Sabar mah..Papa yakin lama-lama juga mereka akur " jawab Papa.


"Iya tapi kapan..justru mama khawatir jika sering berantem begini hubungan mereka malah tambah parah " ucap Mama lirih.

__ADS_1


"Huss jangan ngomong begitu..mendingan kita doakan saja yang terbaik buat mereka "


"Iya pah " jawab Mama.


Karena Mikha menolak untuk ikut ke acara reuni, Akhirnya Adam memutuskan pergi sendiri tanpa mengajak Mikha.


Melihat Papihnya sudah berpakaian rapi Millie tidak mau lepas dari Adam. Bocah mungil itu memeluk leher Adam erat seolah melarang Adam untuk pergi.


"Millie kita bobo sama Mamih ya " Mikha mengambil Millie dari gendongan Adam kemudian membawanya ke rumahnya.


Sementara Adam yang tidak tega mengecewakan teman-temannya akhirnya terpaksa pergi meski dengan hati yang kacau karena melihat Millie yang menangis tidak mau ia tinggal.


Ditengah meriahnya acara Adam selalu teringat putri kecilnya yang terus menangis saat ia tinggalkan.


"Kamu itu tidak usah khawatir..Millie kan ada ibunya yang jaga " Cintya berusaha menenangkan Adam.


"Mending kita turun yuk " Cintya mengajak Adam untuk bergabung bersama teman-temannya yang sedang menikmati dentuman musik sambil berjoget.


"Kamu turun saja sendiri..aku mau pulang " Adam bangkit untuk pamit kepada teman-temannya meninggalkan Cintya yang tampak kesal karena ditinggalkan oleh Adam.


Setibanya di rumah,Adam langsung pergi menuju kamar Mikha di rumah sebelah.Disana tampak Mikha baru selesai menidurkan Millie.


"Ngapain kesini..sana pergi saja senang-senang sama pacar dan teman-teman sekolah kamu " hardik Mikha.


"Abang cuma sebentar disana..ga enak kalau tidak datang " jawab Adam sambil mengusap mata Millie yang masih menyisakan air mata.


"Kha..sudah Abang bilang Cintya itu bukan pacar Abang..kamu itu kenapa sih selalu nantang ribut ?" Adam menatap tajam pada Mikha.


"Abang akui kalau Abang itu manusia yang ga bener..tapi Abang sudah berusaha memperbaiki diri "


"Abang itu heran sama kamu..kenapa kamu bisa memaafkan Martha sedangkan memaafkan Abang tidak bisa ?"


Mendengar ucapan Adam Mikha hanya menunduk.Apa yang Adam ucapkan semuanya benar.Mikha juga tidak mengerti kenapa ia begitu sulit memaafkan Adam sedangkan hubungannya dengan Martha malah menjadi akrab.


"Jika kamu tidak menginginkan keberadaan Abang disini..besok Abang akan kembali ke Canada.Abang tidak akan ganggu kamu lagi..


Abang baru akan pulang jika kamu yang meminta....Abang titip Millie " Setelah mengatakan itu Adam keluar dari kamar Mikha.


Mikha melongo menatap kepergian Adam.Ia tidak menyangka jika Adam akan sangat marah dengan ucapannya.


Keesokannya Adam benar-benar kembali ke Canada.Namun kali ini Papa ikut bersama ke Canada karena ada hal yang penting yang harus di selesaikan disana.


Papa sengaja ke Canada untuk mempercepat proses kepindahan Adam ke Indonesia. Menurut Papa ini harus segera dilakukan mengingat hubungan Adam dan Mikha yang masih belum membaik.


Adam sengaja meminta Papa untuk merahasiakan kepindahannya ke Jakarta kepada Mikha.


Bahkan Mama dan Arin pun tidak tau jika Papa memindahkan Adam ke Indonesia dalam waktu dekat ini.

__ADS_1


Adam meminta ijin kepada Papa untuk tidak akan pulang dulu ke Bandung sampai Mikha benar-benar mau membuka hatinya kembali untuknya.Papa pun setuju.


"Papa dukung usaha kamu..demi kebaikan kalian ..dan demi cucu Papa " Papa menepuk bahu putranya memberi semangat.


*


Sejak kepulangan Adam yang terakhir, Mikha selalui dihantui rasa bersalah kepada Adam.


Ucapan Adam pada malam itu sangat membekas dihati Mikha. Mikha sadar jika selama ini ia telah salah karena selalu menyudutkan Adam padahal Adam telah berusaha memperbaiki diri dan meminta maaf kepadanya.


Mikha merasa tertohok dengan ucapan Adam yang mengatakan jika Mikha bisa memaafkan Martha namun kenapa tidak bisa memaafkan dirinya...


Sudah dua bulan ini Adam tidak pernah pulang. Bahkan menghubungi Mikha pun tidak pernah.


Jika rindu kepada Millie Adam selalu menghubungi no Arin dan melakukan panggilan Video menggunakan ponsel Arin.


Mikha menatap Arin dan Millie yang sedang melakukan panggilan video dengan Adam dari sudut ruangan.


Adam dan Arin terdengar tertawa ketika Millie mendekatkan ponsel Arin ke mulutnya.Mungkin maksud Millie ia ingin mencium Papihnya.


"Yaah..Papihnya dimakan " Arin terkikik melihat tingkah Millie yang menggemaskan.


Selama panggilan video berlangsung,Adam sempat menanyakan kabar Mama dan Papa. Namun tidak sekalipun Adam menanyakan Mikha.


Meskipun ada sedikit sakit hati karena merasa tidak dianggap namun Mikha masih bersyukur karena Millie tidak sedikitpun kehilangan kasih sayang dari Papihnya.


*


Setelah cukup lama cuti , tiba-tiba Mama menyuruh Mikha untuk melanjutkan kuliahnya. Mama ingin Mikha juga mendapat gelar sarjana seperti Arin yang sebentar lagi akan diwisuda.


Mama seperti punya utang kepada almarhum orangtua Mikha jika Mikha tidak menyelesaikan kuliahnya.


"Pokoknya kamu harus menyelesaikan kuliah kamu..urusan Millie serahkan pada mama "


"Kalau aku kuliah nanti mama repot ngurus Millie sama butik " Mikha tampak ragu.


"Cuma ngurus butik sama Millie mama masih sanggup Kha " ujar Mama.


"Ngurus butik sama Millie masih sanggup tapi Papa lupa tidak diurus " ujar Papa.


"Masa suami tidak diurus..ga mungkin dong pah..mama kan takut dosa kalau tidak mau mengurus papa " jawab Mama tanpa menyindir siapapun termasuk Mikha.


Mikha yang sedang menenggak minumnya langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan Mama barusan.


"Pelan-pelan Kha .." Mama menepuk-nepuk punggung Mikha.


"Makanya ditawarin Abangnya " sindir Arin.

__ADS_1


"Cuma minum doang " jawab Mikha.


__ADS_2