My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Otw Tambah Personil


__ADS_3

Setelah menidurkan Maura dan si Gemoy Millie dan Wisnu pamitan kepada Ibu dan Bapak untuk keluar berdua.


Ibu dan Bapak tentu saja mengijinkan. Wisnu dan Millie memang perlu memiliki waktu berdua setelah setiap hari disibukkan dengan mengurus Maura dan Milea.


"Pakai celana panjang dan jaket " titah Wisnu ketika mereka tengah bersiap-siap.


"Pake punya Mas saja " Wisnu memberikan jaket miliknya yang ia ambil dari lemari karena Millie tidak membawa jaket.


"Mmh..wangi kamu " Millie menciumi jaket dari tangan Wisnu.


Tanpa Millie duga ternyata Wisnu mengajak Millie jalan-jalan dengan menggunakan motor.


"Ini motor Bapak yang belikan sebagai hadiah waktu Mas menang lomba Olimpiade Sains Nasional waktu SMA " ujar Wisnu bangga sambil mulai menyalakan mesin motor matiknya.


"Serius Mas ? ternyata suami aku ini keren banget " puji Millie sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Wisnu ketika motor itu mulai melaju meninggalkan rumah.


"Kita mau kemana Mas ?" tanya Millie sambil merapatkan tubuhnya ke punggung Wisnu.


"Puter-puter kota Bandung, terus kita nongkrong " jawab Wisnu.


"Dulu waktu pacaran sama mbak Meta juga begini ?" tanya Millie penasaran.


"Tidak..dia tidak suka naik motor soalnya pernah jatuh waktu dibonceng ayahnya " jawab Wisnu.


"Oogh.. aku malah seneng banget kamu ajak naik motor karena aku jarang naik motor..paling sekali-kali nyolong naik motor sama Marvin " jawab Millie.


"Anak sultan mana boleh naik motor, kalau jatuh bisa lecet-lecet " sindir Wisnu.


"Apaan sih " Millie mencubit perut Wisnu.


"Tapi enak juga ya naik motor..bisa peluk-peluk kamu " Millie memeluk erat punggung Wisnu.


"Kalau kamu suka Mas akan sering ajak kamu naik motor " Wisnu menggenggam tangan Millie dengan tangan kirinya.


Setelah berputar-putar menyusuri jalanan kota Bandung, Wisnu mengajak Millie untuk mampir di warung sekoteng.


Millie yang sedikit kedinginan tampak sangat menikmati kuliner yang menghangatkan tubuhnya itu.


"Mas pernah ajak mbak Meta kesini ?" tanya Millie.


"Pernah..waktu Maura umur 5 tahun kalau tidak salah " jawab Wisnu.


"Berarti belum ada Mile ya " ujar Millie. Wisnu mengangguk.


"Kamu dari tadi nanyain masa lalu Mas sama Meta terus..sekarang giliran kamu dong cerita tentang pacar kamu " Wisnu menoleh kearah Millie.


"Ga mau ah males " jawab Millie.


"Kamu curang Sayang " ujar Wisnu.


"Ayolah cerita sedikit saja..Mas jadi penasaran " bujuk Wisnu.


Millie terdiam sejenak, ia sebetulnya malas mengingat masa lalunya dengan pacarnya yang sudah mengkhianati nya, namun ketika melihat Wisnu sangat penasaran Millie pun akhirnya membuka suara.

__ADS_1


"Aku pacaran sama Ryan sejak SMA.. sebenarnya aku sama dia hampir mau tunangan, tapi ternyata diam-diam dia selingkuh di belakang aku..sudah " cerita Millie.


"Sudah cuma begitu saja ?" tanya Wisnu melongo. Millie mengangguk.


"Datar sekali " gumam Wisnu.


"Terus kalian putus ?" tanya Wisnu


"Pada saat kecelakaan itu aku sedang bertengkar dan waktu itu aku minta putus " jawab Millie sambil menunduk.


"Apakah setelah kecelakaan itu kamu patah hati ?" tanya Wisnu. Ia tampak penasaran dengan kisah cinta Millie dengan pacarnya.


"Tidak..aku kan langsung masuk rumah Mas Wisnu jadi baby sitter.. dengan mengurus anak-anak bikin aku terhibur " jawab Millie.


"Aku tidak menyangka malah berjodoh sama Bapaknya anak-anak " ujar Millie sambil menyandarkan kepalanya di bahu Wisnu.


Setelah keluar dari warung sekoteng mereka kembali berputar-putar kota Bandung. Udara malam yang dingin membuat Millie memeluk punggung Wisnu rapat-rapat.


"Mas hujan " ujar Millie ketika merasakan tetesan air hujan turun dan membasahi jaketnya.


"Iya " jawab Wisnu sambil menepikan motornya dan mencari jas hujan dibawah jok.


"Tidak ada jas hujan " Wisnu menepuk keningnya. "Mau berteduh atau lanjut ?"


"Mumpung hujannya tidak besar lebih baik lanjut saja " jawab Millie.


"Baiklah " jawab Wisnu sambil kembali menyalakan mesin motornya.


Baru limapuluh meter berlalu tiba-tiba hujan turun semakin deras. Wisnu hendak mencari tempat berteduh namun Millie menyuruh melanjutkan perjalanan karena baju mereka terlanjur sudah basah kuyup.


Setibanya di rumah Ibu sudah menyambut mereka dengan Omelan.


"Kamu itu bagaimana sih malah bawa istri kamu hujan-hujanan " omel Ibu sambil memberikan handuk kepada Wisnu dan Millie.


"Aku sudah ajak berteduh tapi Millie malah minta lanjut " jawab Wisnu.


"Tidak apa-apa sekali-kali hujan-hujanan..asik Bu " jawab Millie.


"Asik bagaimana..yang ada nanti malah sakit " omel ibu.


"Kalian mandi pake air hangat sana " titah Bapak. Wisnu dan Millie pun menurut.


Setelah mandi dengan air hangat mereka langsung tidur setelah sebelumnya menenggak air jahe hangat buatan ibu.


Keesokan nya rencananya mereka akan pulang ke Jakarta pagi-pagi. Namun Wisnu mengurungkan niatnya karena pagi itu Wisnu mendapati jika Millie terserang demam.


"Jangan ganggu Mommy ya..biarkan mommy istirahat biar cepat sembuh " Wisnu menggendong si Gemoy yang merengek mencari Millie.


Maura yang sudah lebih mengerti terlihat memijit kaki Millie.


"Badan Mommy panas Dad " ujar Maura.


"Iya kak " jawab Wisnu.

__ADS_1


"Mommy jangan sakit dong..aku tidak mau melihat Mommy sakit " Maura memeluk perut Millie sambil menangis, si Gemoy yang melihat kakaknya menangis ikutan menangis sambil memeluk perut Millie.


"Jangan menangis Sayang..mommy cuma masuk angin sebentar juga sembuh " Millie berusaha menenangkan Maura dan Milea yang menangis sambil memeluknya.


"Aku takut Mommy meninggal seperti Mommy Meta " ucap Maura dengan suara terbata-bata.


"Tidak Sayang " ujar Millie sambil memeluk kedua bocah itu.


Karena sampai keesokan nya demam Millie tidak sembuh juga akhirnya Wisnu pun membawa Millie ke dokter.


"Sayang maaf ya seharusnya Mas tidak bawa kamu jalan-jalan pake motor "


Wisnu terlihat menyesal karena telah membawa Millie jalan-jalan dengan motor sehingga mengakibatkan mereka kehujanan dan akhirnya Millie demam.


"Kenapa harus minta maaf segala kan aku yang minta melanjutkan perjalanan walaupun hujan " jawab Millie.


"Iya tapi kalau kita jalan-jalan nya pakai mobil kit tidak akan kehujanan " ujar Wisnu menyesal.


"Mas..tadi anak-anak lucu banget ya pada nangis bilang mommy jangan sakit " ujar Millie sambil tertawa.


"Mereka sayang banget sama Mommy nya " jawab Wisnu.


"Iya..aku bahagia banget mereka menganggap aku seperti ibu mereka sendiri "


Setibanya di tempat praktek dokter Millie pun langsung menjalani pemeriksaan.


Wisnu terlihat lega ketika dokter mengatakan jika demamnya hanya demam biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.


Namun Wisnu dibuat tercengang ketika dokter juga mengatakan jika demam yang menyerang Millie selain karena kehujanan bisa juga diakibatkan oleh kehamilan.


Menurut dokter saat ini Millie sedang mengandung dan sekarang usia kandungannya sudah akan menginjak enam minggu.


Millie tidak mengatakan kepada dokter jika ia sempat meminum pil penunda Kehamilan meski hanya beberapa kali karena pil-pil itu selalu hilang.


Millie takut jika suaminya itu akan marah jika mengetahui ia meminum pil KB tanpa seijinnya.


Sepulang dari dokter wajah Wisnu terlihat sumringah. Sepanjang perjalanan ia tidak henti mengucap syukur sambil mengelus perut Millie.


"Mas..sebaiknya Maura jangan dikasih tau dulu kalau aku hamil. Aku takut dia akan menangis..kamu tau sendiri kan kalau Maura belum mau punya adik " ucap Millie ketika mobil mereka sudah sampai ke rumah.


"Iya juga " Wisnu tampak tertegun.


"Sebaiknya kita rahasiakan dulu dari Maura sambil pelan-pelan kita kasih pengertian " ujar Millie.


"Iya Sayang " jawab Wisnu.


Sebelum mereka turun dari mobil Wisnu mencium perut Millie berulang-ulang sampai Millie tertawa kegelian.


"Sudah ah..nanti malah Maura curiga lagi " Millie menjauhkan kepala Wisnu dari perutnya kemudian turun dari mobil.


"Mommyyy pulang " Maura dan si Gemoy berlari menyambut kedatangan Millie.


Millie memeluk kedua bocah itu dan menggiringnya ke kamar sementara Wisnu menghampiri ibu dan memberitahu tentang kehamilan Millie dengan suara pelan.

__ADS_1


"Alhamdulillah " ucap Ibu dan senyum nya langsung terlihat diwajah lembutnya.


__ADS_2