
Adam menatap kagum kepada Mikha yang hari ini tampak cantik mengenakan setelan kebaya berwarna hijau. Kain batik yang Mikha kenakan senada dengan kemeja yang dipakai oleh Adam.
"Kamu cantik Sayang " Adam meraih pinggang Mikha dan mendekap erat ketubuhnya.
"Abaang..nanti makeup aku rusak " Mikha mendorong tubuh Adam agar menjauh darinya.
"Tidak apa-apa " jawab Adam
"Enak saja bilang tidak apa-apa..orang MUA makeup in aku dari sejak pagi Abang, emang tidak pegel " sungut Mikha.
"Nanti suruh mereka rapihin lagi " Adam semakin mengeratkan pelukannya.
"Abang kalau mesum itu harus tau situasi dan kondisi dong " Mikha mencubit perut Adam agar mau melepaskan nya.
"Auww..sakit Sayang " Adam meringis sambil menepiskan tangan Mikha yang mencubit perutnya.
Adam pun terpaksa melepaskan Mikha setelah memaksa mencium bibir Mikha sejenak. Beruntung lipstik yang Mikha pakai tidak mudah luntur sehingga tidak meninggalkan noda di bibir Adam.
Mikha kembali merapikan penampilannya sebelum keluar dari kamar karena mereka akan segera pergi ke gedung tempat diadakannya acara akad nikah pernikahan Arin dan Seno.
Beberapa hari sebelumnya Arin telah melakukan serangkaian upacara adat Sunda. Hari ini adalah acara puncaknya yaitu acara akad nikah dan dilanjutkan dengan acara resepsi pada malamnya.
Jam 8 pagi rombongan pun mulai berangkat meninggalkan rumah. Arin berada satu mobil dengan Mama dan Papa. Sedangkan Adam dan Mikha satu mobil dengan Millie dan pengasuhnya.
Adam melirik Millie yang terus berceloteh dikursi belakang bersama pengasuhnya.
"Millie mau kemana Sayang " tanya Adam sambil tersenyum melihat putri kecilnya yang tidak kalah cantiknya dengan ibunya.
Millie terlihat sangat menggemaskan memakai baju dengan warna senada seperti yang dipakai Adam dan Mikha.
Millie yang sibuk mengunyah cemilannya mengabaikan pertanyaan dari Papihnya.
"Dia sedang sibuk sendiri..Papihnya dicuekin " ujar Mikha sambil tertawa.Adam pun ikut tertawa.
Jam 10 pagi acara akad nikah pun berlangsung
Arin terlihat sangat cantik dengan kebaya berwarna putih tulang yang ia pesan dari butik milik Mikha.Begitu juga dengan Seno yang terlihat gagah mengenakan setelan jas yang senada dengan kebaya yang Arin kenakan.
Seno yang terlihat gugup terpaksa harus mengulang beberapa kali pada saat melakukan ijab kabul.
"Dulu Abang cuma sekali langsung Sah..tidak diulang-ulang seperti Seno " bisik Mikha ditelinga Adam sambil terkikik melihat Seno yang tampak gugup dan berkeringat.
"Ya dong " jawab Adam bangga.
Setelah diulang beberapa kali akhirnya Seno pun dapat mengucapkan ijab kabul dengan benar. Seno tampak lega ketika para saksi serentak mengucapkan kata SAH.
Setelah selesai ijab kabul acara dilanjutkan dengan penandatanganan berkas pernikahan dan beberapa serangkaian acara lainnya.
Acara yang hanya dihadiri oleh kerabat terdekat kedua belah pihak itupun berjalan sangat tertib. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian acara inti, sepasang pengantin baru itupun dibawa ke kamar hotel untuk beristirahat karena nanti malam masih ada acara resepsi yang akan dilaksanakan ditempat yang sama.
Adam sempat kewalahan karena Millie menangis ingin ikut dengan Arin dan Seno.
"Aiiin..ikut " Millie terus menangis dalam gendongan Adam.
"Aunty nya mau ganti baju dulu ya " Mikha berusaha membujuk Millie agar berhenti menangis.
__ADS_1
Meskipun menangis Adam membawa paksa Millie pulang. Karena lelah menangis akhirnya Millie tertidur dalam pangkuan Mikha.
"Millie seperti Mas Adam waktu kecil..nangisnya susah berhenti kalau ingin ikut Bapak " ucap mbak Wiwi.
"Ooh..pantas Millie begini, taunya mirip bapaknya " gumam Mikha sambil merapikan anak rambut Millie.
"Ya iyalah mirip Abang..Millie kan anak Abang " jawab Adam bangga.
Adam dan Mikha pulang ke rumah Mama untuk beristirahat karena malamnya mereka masih harus menghadiri acara resepsi.
"Berhenti juga nangisnya " ujar Mama ketika Adam menggendong Millie yang tertidur turun dari mobil.
'Lama berhenti nangisnya Mah " jawab Mikha.
Begitu sampai dikamar hotel Arin langsung menghubungi Mikha untuk menanyakan Millie yang tadi menangis ingin ikut dengannya.
"Selama di mobil nangis ga brenti.. sekarang tidur mungkin kelelahan " jawab Mikha.
"Kalau masih nangis anterin saja kesini " ucap Arin.Ia tidak tega melihat keponakan kesayangannya menangis ingin ikut dengannya.
"Tidak usah.. sekarang anaknya juga tidur " jawab Mikha.
Setelah mengakhiri sambungan telepon dengan Mikha, Arin pun mulai membuka semua hiasan sanggulnya dengan dibantu Seno.
"Apakah Millie masih menangis ?" tanya Seno
"Tidak.. Sekarang sedang tidur " jawab Arin.
Setelah selesai membongkar sanggul dikepalanya Arin beranjak ke kamar mandi untuk mengganti bajunya sementara Seno merebahkan diri diatas kasur.
"Sini tidur " Seno mengajak Arin tidur bersamanya.
Tanpa banyak protes Arin pun naik keatas ranjang dan berbaring disebelah Seno.Begitu Arin berbaring disebelahnya Seno langsung menarik tubuh Arin agar merapat ketubuhnya.
"Sekarang kita sudah halal..jadi bebas mau ngapain juga " Seno melahap bibir Arin dengan rakus.Arin pun membalasnya.
Karena sama-sama lelah akhirnya sepasang pengantin baru itu pun tertidur dengan saling berpelukan tanpa melakukan kegiatan yang akan membuat mereka semakin lelah.
Setelah beberapa jam mereka tertidur , Arin dan Seno terbangun pada sore harinya karena tim MUA akan bersiap merias mereka kembali untuk acara nanti malam.
Adam dan Mikha berangkat menuju hotel tempat resepsi bersama Mama dan Papa. Mereka sengaja tidak membawa Millie karena bocah cantik itu sudah tidur bersama pengasuhnya.
"Setelah Arin menikah sebaiknya kalian pindah ke rumah kita saja..Arin sudah pasti ikut Seno ke Bandung..Mama kesepian Bang " ucap Mama lirih.
Ada kesedihan dalam ucapan wanita lembut itu saat ditinggalkan semua anak-anak nya yang sudah menikah.
"Bagaimana Sayang ?" bukan menjawab Adam malah bertanya kepada Mikha.
"Aku terserah Abang saja " jawab Mikha.
"Kalau kalian tinggal sama kita Mama dan Papa kan bisa bantuin jagain Millie " tambah Papa.
"Bagaimana Sayang ?" tanya Adam lagi.
"Aku sih senang tinggal sama Mama lagi karena aku sudah terbiasa tinggal sama Mama dari kecil " jawab Mikha.
__ADS_1
"Tuh kan..Mikha sudah mau pindah ke rumah kita " ujar Mama.
"Iya nsnti kita pindah ke rumah Mama kalau Arin sudah pindah ke Bandung " jawab Adam
"Kenapa harus nunggu Arin pindah dulu ?" tanya Papa.
"Tidak apa-apa " jawab Adam.
Adam tidak ingin ada yang tau jika ia masih cemburu kepada mantan pacar istrinya yang sekarang sudah menjadi adik iparnya.
Acara resepsi pernikahan Arin dan Seno didominasi oleh tamu dari rekan bisnis dua keluarga.
Diantara para tamu undangan hadir Martha bersama Aries yang sengaja datang dari Canada dan Surabaya.
"Sayang..ada Martha " Adam menarik pinggang Mikha memberitahu kedatangan Martha.
"Sama siapa ?" tanya Mikha sambil celingukan mencari sosok Martha diantara para tamu.
"Sedang ngobrol sama Papa " tunjuk Adam kearah meja tempat Papa dan Mamanya duduk
Adam menuntun Mikha menghampiri Martha untuk menyapanya.
"Mikha..cantik banget " puji Martha sambil merentangkan tangannya kemudian memeluk Mikha.
"Kakak juga cantik " Mikha balas memuji penampilan Martha yang mengenakan gaun panjang berwarna hitam yang cukup sopan.
Sepertinya Martha sedang berusaha memantaskan diri karena sedang bersama Aris.
Mikha dan Adam membawa Martha dan Aris untuk menikmati hidangan.
"Millie kemana Kha ?" tanya Martha . Sejak ia dan Aris datang sosok bocah mungil itu tidak terlihat batang hidungnya.
"Di rumah ka..pas kita pergi dia sudah tidur " jawab Mikha.
"Kalian kapan ada rencana menikah ?" tanya Adam.
"Saya sih sudah siap..tinggal menunggu lampu hijau dari Martha " jawab Aris.
"Kakak..ayo dong kasih lampu hijau mas Aris nya " bujuk Mikha.
"Dasar bocah kalau ngomong seenaknya saja " gumam Martha.
"Walaupun bocah tapi aku sudah bisa bikin bocah kak " jawab Mikha sambil tertawa. Martha dan Aris tertawa mendengar candaan dari Mikha.
Acara resepsi pernikahan Arin dan Seno selesai ketika waktu menunjukkan jam 11 malam. Mama yang mulai terlihat lelah dan mengantuk meminta pulang. Begitu juga dengan Arin.
Setelah sudah tidak ada tamu lagi mereka pun pulang. Mama dan Mikha menyempatkan mengantarkan Arin ke kamar hotel karena mereka masih akan menginap disana selama dua hari.Setelah mengantarkan Arin mereka pun pulang.
Sesampainya di rumah Mikha langsung masuk ke kamarnya dan tidur. Ia mengabaikan Adam yang masih sempat mengobrol dengan Papa.
Setelah selesai mengobrol Adam dan Papa kembali ke kamar masing-masing. Begitu masuk ke kamar Adam dibuat geleng-geleng kepala melihat Mikha yang tertidur nyenyak tanpa sempat mengganti gaunnya, bahkan highills nya pun masih melekat dikakiya.
Sepertinya Mikha sudah benar-benar mengantuk sehingga tidak sempat melepasnya.
Dengan telaten Adam melepaskan highills dari kaki Mikha dan menyimpannya diatas rak sepatu. Karena rasa ngantuk mulai datang Adam pun naik keatas ranjangnya dan berbaring disebelah Mikha bersiap untuk tidur.
__ADS_1