
Pagi ini Wisnu dan Millie mengantarkan Maura ke sekolah. Mereka terpaksa tidak membawa si Gemoy karena masih tidur dan tidak tega jika harus dibangunkan.
Maura tampak riang pergi sekolah diantarkan oleh Mommy dan Daddynya.
"Aku pulangnya ingin dijemput Mommy dan Daddy lagi " pinta Maura sebelum turun dari mobil setelah mereka sampai di depan gerbang sekolah Maura.
"Baiklah putri Mommy yang cantik " Millie menciumi kedua pipi Maura sebelum gadis itu berlari masuk ke sekolah melalui gerbang utama.
Setelah Maura masuk mobil Wisnu pun perlahan melaju meninggalkan sekolah putrinya dan pulang ke rumah takut si Gemoy keburu bangun dan mencari mereka.
Setibanya di rumah, Millie langsung beranjak menuju kamar anak-anak dimana Milea masih tertidur didalam ranjangnya.
"Nyenyak banget putri Mommy tidurnya " Millie mengusap pipi bulat Milea dengan lembut.
"Jangan diganggu Mom..biarkan dia nyenyak tidur " Wisnu tiba-tiba memeluk Millie dari belakang.
"Bukan ganggu Mas..aku cuma cium saja habis gemas banget " Millie hendak mencium Mile kembali namun Wisnu menahan pinggangnya.
"Jangan ganggu..lebih baik cium Daddy nya saja " Wisnu membalikan tubuh Millie agar menghadap kearahnya.
"Kalau Daddy nya dari semalam sudah nyosor terus " jawab Millie sambil mengalungkan tangannya dileher Wisnu.
"Salah siapa cantik " Wisnu mendekat kan wajahnya dan langsung melahap bibir Millie dengan rakus. Millie membalasnya dan mereka berciuman sambil berdiri di dekat ranjang Milea.
Pengasuh mereka yang hendak masuk buru-buru kembali ke dapur dan pura-pura tidak melihat apa yang sedang pasangan pengantin baru itu lakukan di kamar anak-anak.
Millie dan Wisnu baru saling melepaskan diri ketika terdengar suara Mile yang baru bangun tidur memanggilnya sambil bengong menatap Mommy dan Daddy nya yang sedang berpelukan.
"Cantiknya Mommy sudah bangun " Millie buru-buru menepiskan tangan Wisnu yang sedang singgah dibalik bajunya dan mengambil Milea dari ranjangnya.
Milea yang tidak mengerti apa yang sedang Mommy dan Daddynya lakukan langsung memeluk Millie manja.
"Dedek sekarang mandi sudah itu makan lalu..kita jemput kakak Maura " Millie membawa Mile ke kamar mandi untuk dimandikan.
Wisnu duduk di ranjang Maura sambil memperhatikan Millie yang sibuk memandikan Mile sambil sesekali terdengar tawa cekikikan dari kamar mandi.
Tidak lama kemudian Millie keluar sambil menggendong Mile yang berbalut handuk putih.
"Sama Daddy dulu ya.. Mommy mau siapin bajunya dulu " Millie mendudukkan Mile dipangkuan Wisnu.
Mile tertawa cekikikan ketika Wisnu menciumi seluruh wajahnya dengan gemas.
Setelah menyiapkan bajunya, Millie mengambil Mile untuk ia pakaian baju dan juga diapers. Tidak butuh waktu lama Milea pun sudah cantik dan wangi.
Meskipun memiliki pengasuh namun jika ada di rumah Millie selalu menyempatkan diri mengurus kedua putrinya.
Millie baru menyerahkan anak-anak kepada pengasuh jika Millie dan Wisnu sedang bekerja.
Selesai mandi pengasuh membawa Milea ke halaman .Millie dan Wisnu mengawasi Milea yang berlari kesana kemari sambil disuapi oleh pengasuh nya.
"Dedek sudah mulai nakal " Wisnu tersenyum sambil menggenggam tangan Millie.
"Bukan nakal Mas..tapi sudah semakin pintar dan aktif " ralat Millie.
__ADS_1
"Sepertinya sudah pantas buat punya adik lagi " Wisnu memeluk Millie dari belakang dan mengusap perut datar Millie.
"Semoga Mas punya anak laki-laki dari kamu..biar keluarga kita semakin sempurna " ujar Wisnu.
Millie terdiam..ia belum berpikir untuk punya anak dalam waktu dekat ini, mengingat usia Milea yang belum genap dua tahun dan sedang membutuhkan perhatian darinya.
Mendekati waktu Maura pulang sekolah Millie dan Wisnu pun pergi menjemput Maura ke sekolah dengan membawa si Gemoy.
"Daddy aku pulangnya ingin ke rumah Papih " pinta Maura yang baru masuk ke dalam mobil.
"Papihnya kan sekarang di kantor " jawab Wisnu.
"Tidak apa-apa..kan ada Mamih " Maura bersikeras ingin ke rumah orangtua Millie.
"Baiklah " jawab Wisnu.
Jika sudah ada maunya Maura memang sulit untuk dilarang. Lagian tidak ada salahnya jika mereka sering mengunjungi rumah Adam dan Mikha karena mereka sekarang adalah mertua Wisnu.
Ketika datang rumah Adam dan Mikha dalam keadaan sepi. Begitu masuk Maura langsung berteriak-teriak memanggil Mikha.
"Mamiiih..kakak sama dedek datang " suara cempreng Maura mengejutkan Adam dan Mikha yang sedang saling tindih diatas ranjang di kamar mereka.
"Anak-anak datang Bang " bisik Mikha dari bawah tubuh Adam.
"Sebentar lagi tanggung Sayang " Adam mempercepat gerakan memompanya sehingga membuat tubuh Mikha terguncang hebat.
"Mamiih..kakak sama dedek datang " Suara cempreng Maura kembali terdengar bersamaan dengan Adam yang ambruk diatas tubuh Mikha.
"Papiih..Mamiih " Maura dan Milea berlari memburu Adam dan Mikha yang baru keluar dari kamar.
"Pantas lama keluar dari kamarnya.. taunya ada Papih " sindir Millie
"Apaan sih kak " Mikha mencubit tangan putrinya dengan wajah yang sedikit merah.
"kakak Maura baru pulang sekolah ?" tanya Mikha sambil menuntun anak judes itu dan mendudukan di pangkuannya.
"Iya Mih " jawab Maura manja.
Adam mengikuti duduk disebelah Mikha sambil menggendong si Gemoy.
"Dua hari tidak ketemu makin bulat saja ini pipi " Adam menciumi pipi Milea.
"Kakak ganti baju dulu yuk " Millie mengajak Maura ke kamarnya untuk ganti baju.
Meskipun tidak membawa baju anak-anak namun di rumah Adam dan Mikha Millie menyimpan baju anak-anak agar tidak repot jika menginap.
Maura menurut mengikuti Millie ke kamar untuk mengganti baju sekolahnya dengan baju rumah.
"Mommy..aku mau menginap disini, karena besok libur semua gurunya akan rapat " ujar Maura setelah mengganti baju sekolahnya.
"Baiklah " jawab Millie.
Setelah mengganti baju Maura mereka pun keluar dari kamar Millie dan kembali bergabung dengan Adam dan Mikha di ruang keluarga.
__ADS_1
"NU..ke ruangan Papih sekarang " ajak Adam kepada Wisnu.
"Baik Pih " jawab Wisnu.
Adam yang masih menggendong si Gemoy pergi ke ruang kerjanya dengan diikuti oleh Wisnu dibelakangnya.
Adam dan Wisnu hampir dua jam berada di ruangan kerja Adam. Mereka membicarakan masalah proyek yang sedang dikerjakan oleh Wisnu.
Untuk kedepannya sudah bisa dipastikan jika Wisnu akan banyak mengerjakan semua proyek perusahaan Adam karena status Wisnu sekarang yang sudah menjadi menantunya.
Selama mereka mengobrol, si Gemoy tampak anteng dan tidak rewel sama sekali dalam pangkuan Adam. Lama-lama Mile pun tertidur.
Setelah pembicaraan masalah pekerjaan selesai mereka keluar. Adam membawa si Gemoy yang tertidur dalam gendongannya ke kamar.
Sementara Maura anteng menonton film kartun di ruangan keluarga.
"Anak judes kapan datang ?" Marvin yang baru pulang sekolah iseng menjembel pipi Maura.
"Kakak Marvin sakit " Maura memukul tangan Marvin sambil cemberut.
"Si Gemoy mana kak ?" tanya Marvin sambil duduk disebelah Millie.
"Tidur di kamar Papih " jawab Millie.
"Ini anak judes kenapa tidak tidur siang ?" Marvin kembali iseng menjembel pipi Maura.
"Mamiiih..kakak Marvin nya nakal " Maura mengadu pada Mikha.
"Nontonnya pindah yuk dikamar Mamih saja " Mikha menuntun Maura ke kamarnya menjauhkan dari Marvin yang suka iseng menggoda Maura.
Sambil pergi Maura menoleh sambil menjulurkan lidahnya kepada Marvin.
Millie,Wisnu dan Marvin hanya tertawa melihat ulah Maura yang menurut mereka sangat lucu.
"Mas main PlayStation yuk " ajak Marvin kepada Wisnu
"Ayok " jawab Wisnu.
"Sekarang Mas mau main sama Marvin dulu..main sama kamu nya nanti malam " bisik Wisnu sebelum beranjak ke kamar Marvin untuk bermain PlayStation.
Sampai malam Wisnu dan Marvin anteng bermain PlayStation. Millie akhirnya tidur sendiri karena Maura dan Milea tidur di kamar Adam.
Hampir jam sepuluh malam Wisnu baru kembali ke kamar dan mendapati Millie sudah tidur dengan nyenyak.
"Sayang kenapa tidur duluan ?" Wisnu mencolek-colek pipi Millie dengan telunjuknya membuat Millie membuka matanya karena terganggu.
"Main saja sana sama Marvin sampai pagi " Millie mendorong Wisnu dari ranjangnya.
"Maaf Mas keasikan main sampai lupa waktu, dia jago mainnya " Wisnu memeluk Millie erat.
"Sekarang saatnya Mas main sama kamu " bisik Wisnu ditelinga Millie.
"Ngantuk ah " jawab Millie sambil menutupi tubuhnya dengan selimut namun Wisnu buru-buru menyingkirkan selimut itu dan menggantikan dengan tubuhnya.
__ADS_1