
Kedua orangtua Wisnu terpekur ketika sampai keesokannya Wisnu tidak dapat menemukan Millie.
"Aku sudah berusaha mencari namun tidak ketemu " ujar Wisnu lirih.
"Seharusnya kamu tidak meninggalkan Nina disana, kamu harus hargai usahanya untuk menebus semua kesalahannya yang tidak disengaja itu dengan mengurus Maura dan Milea " nasehat ibu.
"Bapak mengerti bagaimana sakitnya hati kamu karena kehilangan Meta, tapi kamu juga harus ingat jika maut adalah rahasia Tuhan.Tuhan telah mentakdirkan Meta meninggal dengan cara itu dan kita harus ikhlas " nasehat Bapak.
"Coba kamu hubungi Nina lagi " saran Ibu
"Hapenya tidak aktif " jawab Wisnu lirih.
"Ya sudah kita tunggu saja..siapa tau dia pulang kesini, bukankah barang-barangnya masih ada disini ?" tanya Ibu. Wisnu mengangguk.
Karena setelah dua hari Millie tidak kunjung pulang ke rumah orangtua Wisnu akhirnya Wisnu pun memutuskan pulang ke Jakarta.
Bapak dan Ibu ikut dengan Wisnu ke Jakarta. Mereka khawatir Millie tidak akan kembali lagi ke rumah Wisnu untuk menjaga kedua cucu mereka..Dan kekhawatiran mereka pun terbukti. Millie tidak pernah datang lagi ke rumah Wisnu.
Setelah Millie tidak ada setiap hari rumah Wisnu dipenuhi oleh drama. Maura setiap hari menanyakan kemana Millie pergi dan kapan Millie pulang. Belum lagi Milea yang selalu menangis mencari keberadaan Millie.Bahkan Milea sempat mengalami demam karena tidak mau makan.
Wisnu tidak menyangka jika kepergian Millie akan berpengaruh besar pada anak-anak. Pada saat Meta meninggal pun kedua putrinya tidak sekacau seperti ini, terutama Milea yang sampai harus menjalani rawat inap karena daya tahan tubuhnya yang menurun semenjak tidak ada Millie disisinya.
Wisnu menatap tubuh mungil putrinya yang terbaring lemah dengan jarum infus menancap dipergelangan tangannya. Dalam tidurnya Wisnu mendengar sayup-sayup Milea memanggil Mama..panggilan yang biasa ketika memanggil Millie.
"Dari semalam Milea mencari Nina terus, apa tidak sebaiknya kamu hubungi dia lagi..kasian anak kamu " saran Ibu.
"Nomor Nina tidak bisa dihubungi.. sepertinya dia sudah memblokir nomer aku " jawab Wisnu lirih.
Sejak malam dimana Wisnu meninggalkan Millie di coffee shop keesokannya Millie langsung memblokir nomer ponsel Wisnu.
"Saran ibu sebaiknya kamu memaafkan Nina. Kamu tidak boleh terus menyalahkan Nina atas kecelakaan itu..sudah takdir Meta meninggal dengan cara seperti itu..kamu harus iklas " nasehat ibu sambil mengusap punggung Wisnu.
"Yang harus kamu pikirkan adalah anak-anak.. mereka sangat membutuhkan Nina. kamu lihat sendiri Mile sampai sakit begini sejak Nina tidak ada "
Wisnu terpekur, ia mencoba mencerna apa yang diucapkan oleh ibunya. Tidak bisa dipungkiri jika anak-anak begitu kehilangan sosok pengasuh cantiknya yang diam-diam sudah mencuri hatinya juga.
Beberapa hari kemudian Wisnu membawa pulang Milea karena kondisi tubuhnya yang mulai membaik.Meskipun masih sering menangis mencari-cari Millie namun Milea sudah mau makan.
Setelah berminggu-minggu berlalu Wisnu baru sadar jika di kamar Milea masih banyak barang-barang milik Millie.
Bahkan Wisnu sampai tertegun ketika didalam laci nakas Ia menemukan banyak amplop coklat berisi uang gaji Millie yang belum dibuka sama sekali juga sebuah kartu ATM pemberian nya.
Wisnu tidak habis pikir.. darimana Nina bisa mencukupi semua kebutuhannya jika uang gajinya saja tidak dipakai sama sekali.
Bahkan Wisnu semakin tertegun ketika mengecek saldo ATM yang sempat ia berikan kepada Nina ternyata masih utuh dan tidak berkurang sedikit pun, padahal Nina kerap kali membawa anak-anak bermain dan membelikan apapun keinginan anak-anak.
Setelah hampir satu Minggu berada di rumah Arin Millie pun pulang ke rumah orangtuanya.
Adam dan Mikha tentu saja senang karena bisa berkumpul kembali dengan putri cantiknya.
Sampai sejauh ini Adam dan Mikha tidak mengetahui jika putri cantiknya itu sedang patah hati karena hubungannya dengan Wisnu yang telah kandas dan meninggalkan luka yang mendalam.
Hari-hari berikutnya Millie mulai melanjutkan kuliahnya yang tinggal menunggu sidang akhir dan mulai berusaha menata kembali hatinya.
__ADS_1
…………………
Beberapa bulan kemudian
"Daddy aku harus beli cat air untuk dibawa ke sekolah besok " ucap Maura ketika Wisnu menjemput nya di sekolah.
"Ya sudah kita beli sekarang saja " jawab Wisnu sambil melajukan mobilnya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan.
Sesampainya disana Wisnu dan Maura pun masuk ke sebuah toko buku dan alat tulis.Wisnu mencarikan cat air dan kuasnya untuk Maura.
Selain membeli cat air untuk Maura, Wisnu juga membeli beberapa buku cerita untuk penghantar tidur kedua putrinya. Sejak tidak ada Millie Wisnu selalu membacakan buku cerita agar Maura dan Milea cepat tidur.
Sampai saat ini Milea masih sering menangis mencari Millie. Sepertinya anak-anak masih merindukan pengasuh cantiknya itu.
Setelah selesai membeli perlengkapan sekolah Maura, Wisnu membawa Maura makan di sebuah gerai ayam goreng.
"Daddy..kenapa kakak Nina tidak kembali lagi.. apakah Daddy memecat kakak Nina ?" Wisnu tertegun ketika Maura menanyakan Nina dengan wajah yang sedih.
"Padahal kakak Nina itu baik...walaupun cerewet " sambung Maura.
"Kakak Nina tidak bekerja lagi sama kita karena kan sudah ada Oma yang jagain kakak sama dedek " jawab Wisnu.
"Tapi Oma tidak bisa mengantarkan aku kemanapun aku mau seperti kakak Nina " jawab Maura sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kan ada Daddy yang mengantarkan kemanapun kakak mau " jawab Wisnu.
"Iya..tapi tidak setiap hari karena Daddy selalu sibuk kerja " jawab Maura.
"Daddy itu kakak Nina.." Maura yang sedang makan menggoyang-goyangkan tangan Wisnu sambil menunjuk pada seorang wanita yang kebetulan lewat di depan gerai ayam goreng tempat Wisnu dan Maura makan..ternyata benar wanita itu adalah Nina. Wisnu yang masih terpaku tidak sempat mencegah Maura yang langsung berlari kearah Millie.
Millie kaget ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.Millie lebih kaget lagi ketika mengetahui jika yang memeluknya adalah Maura.
"Kakak Maura sedang apa disini...sama siapa?" tanya Millie.
"Aku sedang makan sama Daddy..kakak Nina kenapa tidak datang lagi, aku kangen " Maura memeluk pinggang Millie dan menyembunyikan wajahnya disana.. menangis
"Aku akan bilang sama Daddy agar tidak jadi memecat kakak " ucap Maura diantara Isak tangisnya.
Wisnu yang masih berada di mejanya hanya terpaku menatap Maura dan Millie yang sedang berbicara sambil berpelukan. Selama berbicara dengan Maura tidak sekalipun Millie menatap kearahnya.
"Kakak sekarang sudah mendapatkan pekerjaan baru..tapi kakak janji jika ada waktu luang kakak akan mengunjungi kalian " Millie mengusap wajah Maura yang banjir oleh air mata.
"Janji ya..kalau kakak ingkar janji nanti Tuhan marah " ucap Maura.
"Iya kakak janji " Millie menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Maura.
"Sekarang kakak Maura kembali lagi sama Daddy ya " Millie menyuruh Maura kembali ke mejanya dimana Wisnu sedang mematung menatapnya nanar.
Maura mengangguk dan kembali ke mejanya.Setelah Maura kembali ke meja Wisnu Millie pun pergi.Millie tidak menghiraukan Wisnu yang terus menatap kepergiannya. Dalam tatapan dinginnya terpancar setitik kerinduan yang berusaha Wisnu sembunyikan rapat-rapat.
Beberapa hari kemudian Millie menepati janjinya untuk mengunjungi Maura. Millie sengaja datang disaat Maura pulang sekolah dan Wisnu sudah kembali ke kantornya.
Orangtua Wisnu sangat senang dengan kedatangan Millie. Mereka sama sekali tidak dendam kepada Millie meskipun Millie termasuk orang yang menyebabkan menantunya meninggal.
__ADS_1
"Mama..mama.." Milea berjalan tertatih menyambut kedatangan Millie.Tubuh mungil itu pun langsung berada dalam dekapan Millie.
"Milea kurusan ya Bu " ujar Millie ketika tubuh mungil Milea sudah berada dalam dekapannya.
"Iya..bulan kemarin sempat sakit sampai dirawat di rumah sakit " jawab Ibu Wisnu.
"Kasian kesayangan kakak Nina " Millie menciumi pipi Milea yang sedikit tirus.Milea pun terkikik kegelian.
"Sering-sering lah kesini Nak..Maura dan Milea sangat merindukan kamu "ucap ibu Wisnu.
"Iya Bu kalau ada waktu saya akan sering kesini..itupun jika ibu tidak keberatan " jawab Millie sambil tersenyum.
"Tentu saja tidak..ibu malah senang " jawab Ibu Wisnu.
"Waktu di Bandung ibu sangat khawatir karena kamu tidak pulang ke rumah..kamu pulang kemana nak ?" tanya Ibu Wisnu.
"Aku pulang di jemput Tante aku yang kebetulan tinggal di Bandung " jawab Millie.
"Kamu punya saudara di Bandung ?"
"Iya Bu..adiknya Papih " jawab Millie.
"Maaf ya nak..tidak seharusnya Wisnu meninggalkan kamu. Ibu jadi merasa malu sama kamu "
"Tidak apa-apa Bu..aku memang pantas mendapat kemarahan pak Wisnu. Tapi ibu jangan khawatir.. walaupun pak Wisnu membenci aku..aku akan tetap menyayangi Maura dan Milea..dan aku tidak akan melupakan mereka " Millie mengusap kepala Milea yang sedang berada dalam gendongan nya.
"Ibu percaya sama kamu..sayang sekali mata Wisnu terlalu buta untuk melihat ketulusan kamu " Ibu mengusap punggung Millie
Millie berada di rumah Wisnu sampai mendekati waktu Wisnu pulang dari kantor. Sebelum pulang Millie menidurkan Milea dulu agar bocah itu tidak menangis saat ditinggalkan pulang.
Sebelum pulang Millie meminta kepada Maura dan orangtua Wisnu untuk merahasiakan kedatangannya kepada Wisnu.
"Kakak janji tidak akan bilang Daddy..tapi kakak Nina kalau tidak sibuk harus kesini lagi " pinta Maura.
"Baiklah " jawab Millie.
Selanjutnya jika ada waktu luang Millie selalu menyempatkan diri mengunjungi Maura dan Milea. Meskipun hubungannya dengan Wisnu telah kandas namun Millie tidak dapat berhenti untuk mencintai Maura dan Milea.
*
Sejak Millie kembali ke rumah dan melanjutkan kuliahnya Adam dan Mikha melihat ada yang berubah pada diri putri cantiknya itu. Mikha melihat Millie menjadi lebih pendiam dibanding dengan dulu sebelum Millie menjadi baby sitter.Mikha sering mendapati kaus kaki kecil berada dibawah bantal Millie. Mikha yakin jika kaos kaki itu milik si Gemoy.
"Biar saja..Abang yakin lama-lama juga Millie lupa " ujar Adam ketika Mikha menceritakan temuannya.
"Satu tahun ini kakak kan deket banget sama dua bocah itu, jadi wajar kalau belum bisa move on dari mereka " tambah Adam.
"Iya sih..aku juga kadang masih suka kangen sama si Gemoy apalagi kakak " ujar Mikha.
"Abang juga " jawab Adam
"Abang juga kangen sama si Gemoy ?" tanya Mikha.
"Iya " jawab Adam.
__ADS_1