
Meskipun Mikha merasa Arin sedang menyembunyikan sesuatu darinya namun Mikha tidak bisa memaksa Arin untuk bercerita. Mikha menghargai privasi adik ipar sekaligus sahabat kecilnya itu.
"Kha..aku ingin bikin kebaya model ini " Arin tiba-tiba masuk ke kamarnya dengan membawa sebuah majalah.
Arin menunjukkan satu gambar kebaya yang sangat cantik kepada Mikha.
"Cantik banget..tumben kamu bikin kebaya..mau ada yang melamar ?" pancing Mikha.
"Apaan sih kamu..ini buat acara wisuda..bulan depan kan aku diwisuda " jawab Arin bangga.
"Oh iya " Mikha menepuk jidatnya.
"Tapi untuk acara lamaran juga cocok loh " pancing Mikha lagi.
"Kamu itu yang diomongin lamaran terus " keluh Arin.
"Iya sini gambarnya nanti aku kasih ke mbak Wiwik..mbak Wiwik punya kan ukuran kamu ?" tanya Mikha.
"Iya punya " jawab Arin.
"Oke..tapi tidak gratis ya.."
"Mikhaaa..pelit banget sih kamu..aku bilangin Abang loh " ancam Arin.
"Huh..bisanya ngancam " cibir Mikha.
Mendengar Arin yang akan diwisuda tidak lama lagi Mikha pun turut merasa bahagia.Namun disisi lain ia merasa sedikit bersedih karena ia masih harus mengejar ketinggalannya karena sempat mengambil cuti kuliah.
Pada saat Arin di wisuda Adam tidak sempat pulang karena ia sedang sibuk dengan urusan pekerjaan.
Meskipun Adam sedang sibuk dan tidak bisa pulang tapi Mikha dan Millie tidak pergi ke Jakarta seperti pesan Adam.
Mikha memilih membantu Mama yang sedang mengadakan acara syukuran di rumah dengan mengundang tetangga untuk acara pengajian.
"Tahun depan giliran kamu ya " Papa menepuk pundak Mikha.
"Aamiin " jawab Mikha sambil membantu Mama menyusun kue di atas meja.
Papa dan Mama pun sangat berharap Mikha akan segera menyusul Arin menjadi Sarjana. Mama seperti mempunyai utang kepada mendiang orangtua Mikha karena belum berhasil mengantarkan Mikha menjadi Sarjana seperti harapan mereka.
Arin tidak tampak membantu Mama di dapur.Ia lebih memilih menjaga Millie di kamarnya.Arin sengaja menutup pintu kamarnya rapat-rapat dan membiarkan Millie mengacak-acak kosmetik nya agar bocah yang sedang belajar berjalan itu mau diam.
Sambil mengawasi Millie, Arin melakukan sambungan video dengan seorang pria.
"Malam Minggu nanti aku sudah boleh ke rumah ya ?"
"Jangan..aku belum siap " jawab Arin.
"Aku cuma mau bertamu saja..tidak usah persiapan..kalau aku datangnya sama orang tua baru kamu boleh persiapan "
"Pokoknya aku tidak mau kamu datang ke rumah sebelum aku ijinkan.Kalau kamu memaksa kita putus " ancam Arin.
"Apa sih Rin yang bikin kamu tidak siap ?apa karena Mikha..kamu tau sendiri kalau kita sudah tidak ada apa-apa..dan Mikha sudah bahagia sama Abang kamu dan keponakan kamu yang cantik itu "
"Pokoknya aku belum siap untuk ngenalin kamu sama keluarga aku "
"Tanpa kamu kenalin juga aku sudah kenal semua keluarga kamu "
"Kalau kamu keras kepala kita putus " ancam Arin lagi sambil memutuskan sambungan telepon dan melemparkannya keatas kasur.
"Aiiin..papih.." Millie beringsut mendekat kepada Arin.
"Bukan Sayang..itu om " jawab Arin sambil menyusut pipi Millie yang belepotan oleh lipstik sebelum ketauan Mikha dan Mama.
Acara pengajian sore itu berjalan lancar meskipun hanya dihadiri oleh tetangga terdekat saja.
Adam yang tidak bisa hadir karena kesibukannya meminta maaf kepada Mama dan Arin melalui sambungan telepon.
Setelah selesai berbincang dengan Mama dan Arin,Adam pun menghubungi Mikha.
__ADS_1
"Papiii..." Millie terlonjak-lonjak kegirangan begitu melihat wajah Adam dilayar ponsel Mikha.
" Millie sama Mamih cantik pake hijab " puji Adam begitu melihat Mikha dan Millie yang kompak memakai kerudung karena baru selesai acara pengajian.
"Abang masih sibuk ya ?..tidak kangen sama aku dan Millie ?" tanya Mikha.
"Tidak " jawab Adam.
"Abaaang.." Mikha langsung cemberut.
"Abaaang " Millie mengikuti ucapan Mikha.
"Maksud Abang tidak mungkin tidak kangen .. Abang kangen banget sama kalian " jawab Adam sambil menatap anak dan istrinya.
"Papih nakal ya dek " bisik Mikha ditelinga Millie.
Adam tertawa ketika melihat Millie yang manggut-manggut seperti yang dapat mengerti ucapan Mikha.
"Kalau kerjaan Abang sudah beres Abang akan pulang secepatnya....Sudah kangen sama kalian ..sekalian mau jemput Arin "
"Mau jemput Arin ?" tanya Mikha
"Papa nyuruh Arin belajar di Perusahaan.
Kemungkinan Arin akan tinggal sama Abang di Jakarta "
"Baguslah Arin tinggal sama Abang..biar ada yang ngawasin Abang..takut kambuh penyakitnya " sindir Mikha.
"Sayaang..kok ngomongnya begitu ? masih tidak percaya juga sama Abang ?" tanya Adam
"Bukan tidak percaya..hanya waspada saja " jawab Mikha.
"Makanya cepet selesaikan kuliahnya..biar kita bisa tinggal bareng..supaya kamu tidak selalu curiga sama suami " ujar Adam.
"Bagaimana kalau aku cuti lagi ?" tanya Mikha
"Tidak boleh... pokoknya tahun depan kamu harus jadi Sarjana " Adam langsung melotot.
"Biar Abang yang mengalah setiap weekend pulang ke Bandung..yang penting kamu fokus sama kuliah kamu " omel Adam.
"Iya..iya.." jawab Mikha.
"Iya..iya.." Millie kembali mengikuti ucapan Mikha membuat Adam terkekeh menatap putrinya dengan gemas.
*
Karena kesibukannya sudah dua Minggu Adam tidak pulang.Selama itu pula Mikha tidak menyusul ke Jakarta.Ia pun mulai disibukan dengan kuliahnya dan butik.
Setiap pulang kuliah Mikha langsung ke butik. Ia semakin serius menekuni bisnis peninggalan mendiang orangtua nya. Mikha bertekad ingin membuat butiknya semakin maju.
Mikha yang baru saja bersiap untuk pulang akhirnya kembali ke ruang kerjanya ketika ia kedatangan seorang tamu.
"Seno..tumben mampir kesini ?" sapa Mikha ketika Seno tiba-tiba datang ke butiknya.
"Bukan mampir..tapi memang sengaja kesini " jawab Seno.
"Kamu tidak sedang kabur kan ?" tanya Mikha
"Tidak " jawab Seno sambil tertawa.
Mikha memberikan satu kaleng minuman soda yang baru saja ia ambil dari lemari es portabel nya.
"Kamu datang kesini tidak mungkin tanpa tujuan " ujar Mikha
"Iya.." jawab Seno.
Mikha menatap Seno, menunggu pria yang pernah singgah dihatinya itu berbicara.
"Aku datang kesini ingin mengatakan sebuah pengakuan "
__ADS_1
"Pengakuan ?" tanya Mikha tidak mengerti.
"Aku..dan Arin..pacaran " ucap Seno lirih.
"Kalian Pacaran..sejak kapan ?" tanya Mikha
"Tidak lama setelah kita ketemu di Canada " jawab Seno.
"Sudah hampir satu tahun ?.. bisa-bisanya Arin menyembunyikan dari aku " gumam Mikha.
"Justru itu Kha..Arin seperti yang malu mengakui kalau kita pacaran.. terutama sama kamu " ujar Seno lirih.
"Kenapa mesti malu..justru aku senang denger kalian pacaran " jawab Mikha.
"Aku berniat ingin melamar Arin secepatnya, apalagi Arin akan ikut Abangnya ke Jakarta.. tapi Arin selalu melarang jika aku akan datang ke rumahnya " Seno mengadu.
"Dasar bodoh " gumam Mikha.
"Memang "
"Terus maksud kamu nemuin aku ngapain ?" tanya Mikha.
"Aku minta tolong bujuk Arin..kamu kan sahabatnya sekaligus kakak iparnya..dia pasti mau mendengarkan omongan kamu " jawab Seno.
"Maksudnya kamu mau serius?..terus orangtua kamu bagaimana?..jangan sampai nanti Arin yang kecewa jika orangtua kamu tidak setuju "
"Tidak akan.. Mama dan Papa sudah setuju. Bahkan mereka sudah ingin datang untuk melamar tapi Arin selalu bilang belum siap "
Mikha terdiam sejenak.Ia hapal Seno adalah type orang yang serius..Dulu pun Mikha tidak menyangka jika Seno akan benar-benar kabur dari perjodohan nya.
"Oke..aku akan bicara sama Arin " ucap Mikha akhirnya.
"Terimakasih Kha.." Seno tampak senang mendengar Mikha akan membantunya.
"Kalau sudah tidak ada yang akan dibicarakan lagi aku akan pulang " Mikha mengambil tas nya.
"Aku antar pulang ya..aku tidak lihat mobil kamu didepan " ujar Seno.
"Tidak usah..aku pesan ojek online biar cepat " Mikha menolak.
"Ayolah Kha..anggap ini sebagai ucapan terima kasih aku karena kamu mau menolong aku " bujuk Seno.
"Baiklah " Mikha akhirnya tidak bisa menolak tawaran Seno untuk mengantarkannya pulang.
Seno mengantarkan Mikha sampai gerbang depan komplek rumah. Mikha tidak mau sampai Arin cemburu jika melihat Seno mengantarkannya pulang.
Setelah Mikha turun dari mobilnya Seno pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya. Baru seratus meter meninggalkan gerbang komplek perumahan tempat tinggal Mikha tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghadang jalannya.
Seno turun dari mobil berniat memarahi pengendara mobil yang menghadang jalannya, namun tiba-tiba pengendara mobil itu langsung menghajar Seno.
Meski tidak sempat melawan namun Seno sangat mengenali siapa orang yang sedang menghajarnya dengan membabi buta itu.
"Sialan kamu berani-berani mendekati istri gua " hardik Adam sambil melayangkan pukulan demi pukulan kewajah Seno.
"Ampun Bang..Abang salah paham " Seno menutupi wajahnya dengan tangannya agar tangan kekar Adam tidak mengenai wajahnya.
"Salah paham kamu bilang ?..gua ikutin Lo dari butik istri gua.." Adam menghajar Seno.
"Gua ingat..lu juga beberapa kali janjian sama istri gua waktu di Canada "
"Aku bisa jelasin Bang "
"Mau jelasin apa lagi ? " tanya Adam.
Seno yang tidak diberi kesempatan menjelaskan akhirnya melawan dan membalas menghajar wajah Adam.Mereka pun akhirnya terlibat aksi baku hantam.
Aksi baku hantam keduanya berakhir setelah warga sekitar memisahkan mereka. Keduanya pun meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh lebam.
Jika suka tolong kasih dukungan ya..biar author semakin semangat nulisnya.Readers senang Author pun senang..
__ADS_1
Happy reading 😘😘😘