
Adam dan Mikha yang baru menyelesaikan permainan nya diatas sofa buru-buru bangun ketika si Gemoy merengek mencari mpengnya.
"Ssstt..ini mpengnya..dedek bobo lagi ya " Mikha memasukan mpeng ke mulut si Gemoy sambil mengusap-usap punggungnya lembut. Tidak lama kemudian si Gemoy pun kembali tertidur dengan mpeng di mulutnya.
"Gemoy sudah tidur lagi Yang ?" tanya Adam.
"Sudah Bang " jawab Mikha.
"Ke sofa lagi yuk !" Adam kembali menarik tangan Mikha
"Tadi kan sudah Abang " Mikha protes
"Belum dua kali Yang " jawab Adam.
Mikha pun tidak berani protes lagi karena memang Adam tidak pernah puas hanya satu kali bermain. Akhirnya Mikha pun kembali menyerah terkapar diatas sofa dibawah tubuh Adam.
Keesokannya sepulang dari kantor Wisnu menjemput Milea karena Maura terus merengek menanyakan adiknya.
Awalnya Mikha melarang Wisnu membawa si Gemoy namun karena kasian kepada Maura yang terus menanyakan adiknya akhirnya Mikha pun dengan terpaksa mengijinkan Wisnu membawa pulang si Gemoy.
Setelah Wisnu membawa pulang si Gemoy tidak lama kemudian Adam pulang dari kantor bersama Millie.
Di rumah Adam ngomel-ngomel kepada Mikha karena mengijinkan Wisnu membawa pulang si Gemoy.
"Papih kamu itu aneh..masa Mamih melarang si Gemoy dibawa pulang sama ayahnya" Mikha menggerutu.
*
Weekend ini Adam menyuruh Wisnu mengantarkan Maura dan Milea ke rumah karena Adam akan membawa kedua bocah itu ke Bandung untuk mengunjungi rumah Arin.
Disaat yang bersamaan Wisnu pun akan mengantarkan Bapak dan Ibunya pulang ke Bandung. Akhirnya mereka pun pergi ke Bandung bersama dengan menggunakan dua mobil.
"Kakak..dedek mau ikut mobil Daddy atau ikut mobil Papih ?" tanya Millie sebelum berangkat.
"Kakak ikut mobil Papih " Maura menunjuk kepada mobil Adam.
Milea sudah tidak ditanya lagi bocah itu sudah nemplok dalam gendongan Adam.
"Tapi kakak Millie ikut mobil Daddy tidak apa-apa ?" tanya Wisnu.
"Tidak apa-apa " jawab Maura.
Mobil Wisnu dan Mobil Adam pun melaju meninggalkan kota Jakarta menuju kota Bandung.
__ADS_1
Setibanya di Bandung Adam mampir dulu ke rumah besan mereka sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah Arin.
Adam beristirahat sebentar sambil duduk santai bersama Wisnu dan ayahnya di teras rumah yang sejuk dan asri.
Setelah mengobrol panjang lebar akhirnya Adam baru tahu jika calon besannya ternyata memiliki usaha mebel yang cukup besar di Bandung.
Setelah beberapa jam beristirahat di rumah calon besannya, Adam pun melanjutkan perjalanan ke rumah Arin.
Kali ini Millie ikut dengan mobil Adam bersama Maura dan Milea. Sementara Wisnu akan menyusul ke rumah Arin nanti malam.
Setibanya di rumah Arin, Adam langsung ditodong pertanyaan.
"Abang ini anak-anak siapa ?" tanya Arin.
"Jangan bilang ini anak selingkuhan Abang " tuduh Arin.
"Sembarangan kalau ngomong " Adam menekan kening Arin dengan telunjuknya.
"Lalu ini anak-anak siapa? lucu banget " Arin hendak mencubit pipi si Gemoy namun si Gemoy buru-buru menyembunyikan wajahnya di leher Adam.
"Ini calon anak-anak aku Aunty " jawab Millie.
"Jadi kakak masih lanjut sama duda itu ?" tanya Arin. Millie mengangguk
"Aunty kira sejak malam.itu kamu sudah putus sama dia " oceh Arin.
"Malam...waktu kakak memutuskan tidak jadi baby sitter lagi " jawab Arin berbohong.
Untung otak Arin dapat bekerja cepat ketika melihat Millie memberi isyarat dengan matanya agar tidak menceritakan kejadian malam itu dimana Wisnu meninggalkan Millie sendirian di coffee shop.
"Awas saja..kalau aunty ketemu dia aunty akan marahin " bisik Arin ditelinga Millie.
"Aunty tidak rela dia memperlakukan keponakan kesayangan aunty seperti itu " sambung Arin.
"Jangan dong Aunty..kalau sampai Papih tau bisa panjang urusannya. lagian wajar dia marah sama aku karena kakak sudah mengakibatkan istrinya meninggal..dan kedua anaknya kehilangan ibu mereka " ucap Millie lirih.
Arin termangu mendengar ucapan Millie. Jika ia ada di posisi Wisnu mungkin ia pun akan bersikap seperti Wisnu.
"Baiklah aunty mengerti " jawab Arin lirih.
"Tolong bilang juga sama om Seno " pinta Millie.
"Iya..nanti Aunty bilang om supaya tidak memarahi Wisnu " jawab Arin.
__ADS_1
Meskipun Arin kesal kepada Wisnu yang sudah tega meninggalkan Millie sendirian di coffee shop, namun ketika melihat kelucuan Maura dan Milea rasa kesal Arin kepada Wisnu langsung menguap.
Apalagi kedua putri Arin yang duduk di bangku SMA dan SMP juga terlihat menyukai kedua bocah perempuan itu.
Maura yang sudah mulai besar tampak lebih mudah akrab dengan kedua putri Arin. Mereka langsung anteng bermain di kamar mencoba berbagai macam alat kosmetik kedua gadis remaja itu.
Sedangkan Milea lebih banyak menggelendot kepada Adam dan Mikha juga Millie.
Bocah Gemoy itu belum berhasil Arin gendong meskipun Arin berusaha membujuknya.
Namun ketika Arin mengajak membeli ice cream, Milea tampak mulai tertarik dan mau digendong oleh Arin.
"Akhirnya mau juga aku gendong " Arin tampak senang dan buru-buru mengajak Seno untuk membeli ice cream di minimarket dekat rumahnya.
Tidak lebih dari satu jam Arin dan Seno pun sudah kembali dengan membawa banyak ice cream dan jajanan.
Melihat banyak ice cream dan jajanan kedua anak Arin dan Maura pun keluar dari kamar, tidak lama kemudian Marvin pun ikut meminta jatah ice cream nya.
Tidak bisa dipungkiri kehadiran Maura dan Milea menambah hangat suasana di rumah Arin. Sejak anak-anak mereka besar rumah terasa sepi karena anak-anak memiliki aktivitas masing-masing.
Setelah magrib Wisnu pun datang ke rumah Arin untuk menjemput Maura dan Milea sekalian berkenalan dengan Om dan Tante Millie.
Arin memberi kode kepada Seno agar tidak membahas masalah Wisnu yang sudah meninggalkan Millie di coffee shop...menurut Arin cukup mereka saja yang tau tentang kejadian itu.
Meskipun Wisnu datang, Milea tampak tidak mau lepas dari Adam. Begitu juga Maura yang semakin anteng dengan kedua putri Arin.
"Anak-anak sekarang jadi lebih dekat sama keluarga kamu, apalagi Mile
dia makin lengket saja sama Papih kamu " keluh Wisnu.
"Ya tidak apa-apa Mas..kan sebentar lagi keluarga aku juga jadi keluarga anak-anak..keluarga kamu juga " jawab Millie.
"Kamu benar Sayang " jawab Wisnu.
"Waktu Mas meninggalkan kamu di coffee shop, kamu pulang kesini ?" tanya Wisnu.
"Iya..aku dijemput sama sama mereka kesini " jawab Millie.
Niat kedatangan Wisnu ke rumah Arin untuk menjemput anak-anak akhirnya tidak berhasil karena anak-anak tidak mau pulang, selain itu Adam dan Mikha tidak mengijinkan Wisnu membawa anak-anak pulang. Akhirnya Wisnu pun pulang sendiri ke rumah orangtuanya.
"Anak-anak tidak ikut pulang ?" tanya Ibu ketika melihat Wisnu pulang sendiri tanpa anak-anak.
"Papihnya Millie melarang anak-anak dibawa pulang..Maura sama Milea pun tidak mau pulang " jawab Wisnu.
__ADS_1
"Ibu bersyukur anak-anak banyak yang menyayangi disana. Ingat nak dibalik musibah ada hikmah yang Tuhan berikan. Anak-anak kehilangan ibu mereka..tapi Tuhan menggantinya dengan lebih banyak orang yang menyayangi mereka " Ibu menepuk pundak Wisnu.
"Iya Bu " jawab Wisnu.