My Baby Sitter

My Baby Sitter
Hancur


__ADS_3

Misi....misiii.. author mau jualan bawang...


Kecurigaan Mikha jika Adam sedang tidak baik-baik saja semakin besar manakala Mikha mendapati tengah malam Adam tengah bersimpuh diatas sajadah sambil menangis.


"Abaang ada apa ?" tanya Mikha sambil mengusap punggung Adam lembut.


Diluar dugaan Adam langsung berbalik dan bersimpuh dipangkuan Mikha.


"Abang ada apa ?" Mikha mengusap punggung Adam yang terguncang dalam pangkuannya dengan bingung.


Adam tidak menjawab hanya bahunya yang terus berguncang menangis dalam pangkuan Mikha.


"Abang telah melakukan kesalahan " ucap Adam diantara tangisnya.


"Kesalahan apa ?" tanya Mikha dengan hati yang tiba-tiba kacau.


Mikha dapat menebak seberat apa kesalahan yang dibuat oleh suaminya sehingga ia terlihat begitu tertekan.


"Abang telah tidur dengan Cintya " jawab Adam lirih.


Mendengar jawaban Adam tangan Mikha langsung terkulai dari punggung Adam. Ia menatap Adam dengan tatapan terluka.


"Ampuni Abang Sayang..Abang tidak sadar melakukannya.. " Adam menceritakan kejadian malam itu sambil menangis.


Mikha diam tidak bergeming. Ia tidak mampu berkata apa-apa. Bahkan untuk menangis pun ia tidak mampu..hati Mikha sudah hancur sehancur hancurnya.


"Sayang ampuni Abang " Adam terus terisak dipangkuan Mikha .


"Sayang..bicaralah jangan diam saja..marahin Abang..kalau perlu pukul Abang "


"Aku harus bicara apa Bang..semua sudah terjadi " ucap Mikha sendu.


"Sayaaang..Abang tau Abang salah..tapi Abang mohon jangan tinggalin Abang ya " Adam memeluk kaki Mikha.

__ADS_1


Mikha melepaskan tangan Adam, kemudian ia beranjak menuju kasur dan berbaring dengan menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.


Dibawah selimut air mata Mikha pun luruh. Hatinya begitu sakit..ia tidak menyangka Adam akan kembali membuat kesalahan yang sama disaat ia mulai mau membuka hatinya kembali dan mau memaafkan kesalahan dimasa lalunya dengan Martha.


Dua bulan kemudian


Mikha yang baru pulang kuliah heran mendapati wajah Papa yang terlihat murka, sedangkan Mama tidak berhenti menangis di samping Papa.


"Ada apa Mah ?" Mikha menghampiri Mama.


Melihat Mikha datang tangis Mama semakin kencang dalam pelukan Mikha.


"Ada apa Mah..cerita sama Mikha kenapa Mama menangis ?" tanya Mikha sambil mengusap punggung Mama.


Mama tidak menjawab, wanita berwajah lembut itu terus menangis dalam pelukan Mikha. Setelah sekian lama menangis akhirnya Mama mulai terlihat tenang.


"Kha..Papa ingin bicara sama kamu..ini tentang suami kamu " ucap Papa lirih.


"Ada apa dengan Abang Pah ?" tanya Mikha


Mendengar nama Cintya Mikha sudah dapat menebak apa yang terjadi. Mikha menunduk menyembunyikan matanya yang tiba-tiba berembun.


"Dia.. dia mengaku sedang mengandung anak Adam " lanjut papa dengan suara sendu.


"Cintya datang kesini untuk meminta pertanggung jawaban Adam karena Adam tidak bisa dihubungi "


Mikha menunduk, air matanya akhirnya luruh tak tertahankan.


"Maafkan anak Mama yang bodoh itu ya Sayang " Mama memeluk Mikha.


"Besok Papa akan ke Jakarta...anak bodoh itu harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya " ujar Papa.Tubuh Mikha terguncang dalam pelukan Mama.


Keesokannya Papa pergi ke Jakarta. Mama menolak ikut karena ia sangat marah dan tidak ingin melihat wajah Adam. Mama memilih menemani Mikha yang tampak sangat terpukul atas kabar kehamilan Cintya.

__ADS_1


Adam yang baru pulang dari kantor bersama Arin langsung mendapat amukan dari Papa. Adam tampak pasrah ketika Papa menghajarnya sampai babak belur.


Arin yang tidak mengerti duduk permasalahannya mencoba melerai dan melindungi Adam dari amukan Papanya.


"Pah....sudah jangan pukul lagi..Abang bisa mati " Arin menghalangi Papanya yang hendak melayangkan kembali bogem mentah ya kepada wajah Adam.


"Dasar anak tidak tau diuntung..masih untung istri kamu mau memaafkan dan menerima kamu lagi..eh sekarang malah mengulangi kesalahan yang sama " umpat Papa.


"Maksud Papa apa ?" tanya Arin


"Abang kamu menghamili teman sekolahnya dulu " jawab Papa.


"ABAAANG " Arin langsung melotot, ia langsung menghambur kearah Adam dan memukul wajah Adam yang sudah dalam keadaan babak belur.


Papa hanya membiarkan saja ketika Arin melampiaskan kemarahannya kepada Adam.


Arin berhenti memukuli Abangnya ketika darah segar terlihat mengucur dari hidung Adam. Meski dalam keadaan marah namun melihat keadaan Adam yang terluka Arin pun menjadi tidak tega. Ia mengambil tisu dan membersihkan noda darah dari hidung Adam dengan mulut tidak berhenti mengeluarkan sumpah serapah.


Hari itu juga Papa membawa paksa Adam pulang ke Bandung. Papa harus membicarakan langkah apa yang harus ditempuh bersama Mikha dan Mama.


Setelah dibicarakan bersama Mikha akhirnya diputuskan jika Adam harus segera menikahi Cintya karena wanita itu sedang mengandung anak Adam.


Adam yang awalnya menolak karena merasa dijebak kembali harus menerima pukulan dari Papa diwajah nya.


Adam yang tidak bisa membela diri akhirnya hanya bisa pasrah ketika besoknya Papa memaksa untuk menikahi Cintya secara siri.


Setelah selesai acara akad nikah yang dilakukan di rumah Cintya, Adam langsung pergi meninggalkan Cintya dan memilih pulang untuk menemui Mikha dan Millie di rumah.


Sesampainya di rumah, Adam terpaku ketika tidak ada satupun barang Mikha dan Millie di kamarnya. Ternyata Mikha sudah memindahkan barang-barang nya ke kamar lamanya di rumah sebelah. Dan Mikha sudah menutup rapat-rapat rumahnya.


Mendapatkan penolakan dari istrinya akhirnya Adam memutuskan pulang ke Jakarta hari itu juga.


Selama berhari-hari Adam mengurung dirinya di kamar. Pria tampan itu sangat kacau. Ia tidak menyangka badai akan kembali datang menerpa rumah tangganya.

__ADS_1


Ditengah rasa bersalah kepada Mikha, Adam juga merasa kecewa karena semua orang menyudutkan dirinya. Semua tidak ada yang percaya jika semua bukan murni kesalahannya.....kecuali Martha.


__ADS_2