
Hari ini Adam sengaja menyuruh Millie datang ke kantornya berpura-pura mengantarkan berkas yang tertinggal di rumah. Kebetulan hari ini Wisnu pun akan datang ke kantor Adam untuk membahas masalah pekerjaan. Adam sengaja mengatur agar Wisnu dan Millie dapat bertemu.
Namun rencana Adam harus gagal karena sampai ia selesai bertemu dengan Wisnu Millie tidak kunjung datang juga karena terjebak macet.
Adam akhirnya tidak bisa menahan Wisnu di kantornya terlalu lama karena Wisnu harus segera kembali ke kantornya.
Setelah membicarakan masalah proyek baru yang akan Wisnu kerjakan ia pun keluar dari ruangan kerja Adam hendak kembali ke kantornya.
Sesampainya di lobi Wisnu tertegun ketika ia melihat Millie masuk ke dalam lift. Wisnu tidak menyangka jika ia akan melihat Millie di kantor Adam.
Wisnu mengurungkan niatnya untuk langsung kembali ke kantornya.Ia memutuskan untuk menunggu Millie di lobi. Wisnu yakin cepat atau lambat Millie akan kembali melewati lobi.
Setengah jam kemudian akhirnya yang ditunggu pun muncul. Millie terlihat keluar dari lift dan berjalan keluar melewati lobi.
Millie tidak menyadari jika Wisnu mengikuti di belakangnya.Ketika sampai parkiran Millie terpekik ketika tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dan menariknya paksa masuk kedalam sebuah mobil yang tidak asing lagi bagi Millie yaitu mobil Wisnu.
"Pak Wisnu ?" Millie langsung melotot begitu melihat ternyata yang membekap mulutnya adalah Wisnu.
"Pak Wisnu apa-apaan sih..?" Millie hendak membuka pintu namun Wisnu menguncinya secara otomatis.
"Buka pintunya " Millie memukuli Wisnu dengan kedua tangannya.
Wisnu diam tidak bergeming meskipun Millie memukulinya. Setelah sekian lama akhirnya Millie berhenti memukuli Wisnu karena kelelahan.
"Sudah puas mukulnya ?" tanya Wisnu lembut.
"Buka pintunya pak..saya mau keluar " pinta Millie dengan nada memohon.
"Ya nanti..setelah kita selesai bicara " jawab Wisnu sambil menyalakan mesin mobilnya dan AC nya.
Millie yang sudah tidak mempunyai tenaga untuk berontak akhirnya hanya bisa diam menahan kesal.
"Nina..Mas mau minta maaf sama kamu atas perlakuan Mas yang tidak baik sama kamu.. Pertama Mas telah meninggalkan kamu di coffee shop sewaktu di Bandung..waktu itu Mas belum bisa menerima kenyataan tentang kecelakaan itu..Malam itu Mas kembali lagi ke coffee shop untuk mencari kamu namun kamu sudah tidak ada disana " ujar Wisnu lirih. Millie diam tidak bergeming.
"Kesalan Mas yang kedua adalah Mas telah menampar kamu..Mas terlalu emosi melihat kamu membawa anak-anak tanpa seijin Mas..Mas lupa jika sekarang ini kamu adalah sumber kebahagiaan Maura dan Milea.." sambung Wisnu.
__ADS_1
"Sudah bicaranya ?..kalau sudah tolong buka pintunya, saya mau keluar " pinta Millie.
"Mas tidak akan buka pintunya sebelum kamu mau memaafkan Mas " jawab Wisnu.
Setelah diam cukup lama akhirnya Millie pun membuka mulutnya.
"Sebetulnya kesalahan terbesar ada pada saya..saya lah yang seharusnya memohon maaf kepada Pak Wisnu dan keluarga juga anak-anak karena saya yang tidak sengaja telah membuat Pak Wisnu kehilangan istri, dan anak-anak kehilangan ibu mereka " ucap Millie dengan suara terbata-bata.
"Ya..Mas sudah memaafkan kamu.
Mas sadar jika itu adalah takdir dan Mas tidak seharusnya selalu menyalahkan kamu atas kejadian itu " jawab Wisnu.
"Terimakasih Pak..saya sudah lega sekarang. Semua beban dihati saya selama ini akhirnya berkurang " ucap Millie.
"Mas sudah memaafkan kamu atas kecelakaan itu..sekarang apakah kamu mau memaafkan kesalahan Mas atas perlakuan buruk Mas selama ini sama kamu ?" tanya Wisnu .
"Iya Pak..saya maafkan " jawab Millie.
"Kalau kamu sudah memaafkan Mas..tolong nomer hp Mas jangan di blokir lagi " pinta Wisnu.
"Tidak nanti..Mas inginnya sekarang " jawab Wisnu menatap dalam mata Millie.
"Iya sekarang " Millie pun mengambil ponselnya dan mengotak-atiknya sebentar.
"Sudah " ucap Millie.
Untuk memastikan Wisnu mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Millie. Setelah tersambung Wisnu pun tersenyum senang.
"Mas beberapa kali kesini baru tau kalau ternyata kamu kerja disini juga " ujar Wisnu sambil memasukan ponselnya kedalam jas nya.
"I..iya..eh..Pak Wisnu sering kesini ada urusan apa ?" tanya Millie kaget.
"Mas sedang mengerjakan proyek perusahaan ini. Yang pertama sudah selesai sekarang mau mengerjakan proyek yang kedua..rejeki anak-anak " jawab Wisnu sambil tersenyum.
"iya " jawab Millie.
__ADS_1
"Kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan saya mau kerja lagi pak " Millie menggunakan alasan kerja agar bisa keluar dari mobil Wisnu.
"Baiklah " jawab Wisnu. Akhirnya ia pun mau melepaskan Millie.
Meskipun baru sampai pada tahap saling memaafkan, untuk kedepannya Wisnu akan berusaha mendapatkan hati Millie lagi dan menjadikan mantan baby sitter nya itu istri dan ibu kedua buah hatinya.
Setelah Millie keluar dari mobilnya, Wisnu pun kembali ke kantornya dengan wajah yang bahagia karena sudah berhasil mendapatkan maaf dari Millie.
*
Sejak Millie tidak lagi memblokir nomer Wisnu, setiap hari Millie mulai sering mendapatkan teror.
Pagi-pagi sekali Millie terbangun karena ada panggilan video dari Maura.
"Kakak Ninaaaa..aku sudah bangun, semalam aku sama Mile tidur sama Daddy..tuh lihat dedek Mile nya masih bobo dipeluk Daddy "
Maura mengoceh sambil mengarahkan kamera ponselnya kearah Milea yang masih tertidur dalam pelukan Wisnu.
"Kakak tidak sekolah..itu Daddy juga tidak ke kantor ?" tanya Millie.
"Kakak..sekarang kan hari Sabtu " jawab Maura.
"Oh iya..kakak lupa " Millie tertawa.
Disaat Maura sedang mengoceh tiba-tiba Milea bangun dan mulai menangis.Millie terpaku ketika Maura berusaha meredakan tangis adiknya dengan memberikan ponsel ditangannya kepada Milea.
"Sstt..dedek jangan nangis.ini ada kakak Nina " Maura memberikan ponsel Daddy nya kepada adiknya.
"Ma..ma..Naaa.." tangis Milea langsung berhenti begitu melihat Millie dilayar ponsel.
Millie melambaikan tangannya kepada Milea. gadis yang baru menginjak usia 1,5 tahun itu langsung tersenyum.
Millie cukup lama mengobrol dengan kedua bocah lucu itu. Sementara Wisnu sendiri tampak tertidur sangat nyenyak.
Tidak lama kemudian layar ponsel Millie pun gelap,lalu terdengar suara Wisnu yang baru bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Kakak..dedek..jangan mainin hape Daddy " ucap Wisnu dan sambungan telepon pun terputus.