
Mendengar Cintya kini tinggal di Apartment Adam membuat luka dihati Mikha semakin dalam. Ketika Adam pulang ke Bandung Mikha sempat mengutarakan niatnya untuk berpisah dari Adam.
"Jangan ngaco kamu..sampai kapanpun Abang tidak akan menceraikan kamu " ucap Adam tegas.
"Abang egois..Aku sudah tidak sanggup lagi hidup sama Abang..Aku tidak bahagia hidup sama Abang " ucap Mikha .
Adam termangu mendengar ucapan Mikha. Ia tidak menyangka jika Mikha mengaku tidak bahagia hidup dengannya.
"Kamu tidak bahagia hidup bersama Abang ?" tanya Adam sendu. Mikha mengangguk.
"Meskipun nanti kita pisah..aku janji tidak akan menghalangi Abang ketemu Millie karena aku akan tetap tinggal di rumah Papih dan Mamih.. jadi Kita tetap bisa membesarkan Millie sama-sama dan Millie tetap mendapatkan kasih sayang dari Papih dan Mamih nya " bujuk Mikha sambil menggenggam tangan Adam.
"Berhenti bicara perpisahan " bentak Adam sambil menepiskan genggam tangan Mikha.
Mikha langsung terdiam.Adam yang tidak ingin meladeni ucapan Mikha pun akhirnya memilih pergi keluar untuk menenangkan diri sambil menghisap rokoknya di halaman belakang.
"Sabar..jangan terbawa emosi " Papa menepuk bahu putranya. Papa tidak sengaja mendengar perdebatan antara Adam dan Mikha barusan.
"Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Mikha Pah " ujar Adam sendu.
"Papa juga tidak setuju jika kalian sampai bercerai "
"Tapi setiap aku pulang dia selalu membahas itu " keluh Adam.
"Menurut Papa itu hal yang wajar sebagai bentuk kekecewaan nya kepada kamu, yang penting kamu tetap teguh dengan pendirian kamu untuk tetap mempertahankan pernikahan kalian " nasehat Papa.
"Iya Pah " jawab Adam sambil kembali menyesap rokoknya.
Setelah mendapatkan dukungan dari Papanya Adam semakin yakin untuk tetap mempertahankan pernikahan nya dengan Mikha meskipun Mikha selalu menolaknya dan memutuskan untuk tidak tinggal satu kamar lagi dengan Adam.
Adam tidak keberatan ketika Mikha memutuskan untuk pindah ke kamar lamanya di rumah sebelah, asal Mikha tidak pergi meninggalkannya.
Meskipun sedang diguncang prahara rumah tangga, namun Mikha tetap semangat untuk segera menyelesaikan kuliahnya.
__ADS_1
Baginya Millie.. kuliah dan butik adalah prioritas utama Mikha saat ini. Selain itu Mikha tidak mau ambil pusing termasuk masalah rumahtangganya dengan Adam yang terus mengambang.
Meski rumah tangganya dengan Mikha sedang diujung tanduk namun Adam masih setia mengunjungi Mikha dan Millie setiap weekend. Sedangkan Cintya masih tetap bertahan di apartemen bersama Arin.
Meskipun Adam tidak pernah mau bertemu dengan Cintya, namun Adam tetap memenuhi semua kebutuhan Cintya selama tinggal di apartment bersama Arin.
*
Weekend ini Arin tidak pulang ke Bandung seperti biasanya. Ia memilih tetap di Jakarta karena Seno yang datang ke Jakarta.
Seharian Seno menemani Arin di apartemen. Disana Arin dan Seno membicarakan tentang keluarga Seno yang ingin mempercepat rencana acara pernikahan mereka.
"Kalian sebentar lagi akan menikah ?" Cintya ikut nimbrung obrolan Arin dan Seno.
"Ya " Arin menjawab dengan malas.
"Kalau kamu butuh konsep pernikahan yang bagus aku bisa bantu " Cintya mencoba menawarkan diri.
"Tidak perlu..kita sudah memiliki konsep yang kita inginkan..iya kan Sayang ?" Arin melirik kearah Seno.
"Ya aku kan cuma ingin bantu " sungut Cintya dengan muka masam.
Cintya semakin kesal ketika Arin dan Seno pergi tanpa meninggalkan makanan apapun di apartemen.
Bahkan di kulkas pun tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak, hanya berisi beberapa botol air mineral saja.
Disaat Cintya sedang berusaha mencari perhatian Arin, Adam pun di Bandung sedang berusaha mencari perhatian Mikha.
Pagi-pagi sekali Adam berhasil menyelinap ke kamar Mikha pada saat Mikha dan Millie masih tidur.
Mikha yang sedang tertidur lelap tidak menyadari jika diam-diam Adam ikut berbaring di sebelahnya dan memeluk tubuhnya.
Mikha yang merasa nyaman dalam dekapan Adam tidak sadar malah semakin menyusupkan wajahnya didada Adam. Cukup lama Mikha tertidur dalam dekapan hangat suaminya.
__ADS_1
Ketika terjaga Mikha yang kaget karena mendapati Adam sedang memeluknya langsung menendang tubuh Adam hingga terjerembab kelantai.
"Ngapain kamu ada disini ?" hardik Mikha.
"Sayaaang..tega banget sih kamu tendang suami sendiri " Adam meringis sambil mengusap bokongnya.
"Siapa suruh masuk ke kamar aku..pake peluk-peluk segala..sana pergi " Mikha langsung mengusir Adam dari kamarnya.
"Khaaa...Abang kangen sama kamu " Adam berusaha bertahan namun Mikha dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Adam sampai keluar dari kamarnya.
"Kalau kangen pergi sana peluk saja istri muda kamu " semprot Mikha sambil membanting pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam. Akhirnya Adam pun kembali ke kamarnya dengan wajah kesalnya.
Papa yang lagi-lagi tidak sengaja memergoki Mikha yang sedang mengusir Adam hanya geleng-geleng kepala sambil diam-diam menatap pada putranya dengan tatapan iba.
Meski kesal karena Mikha mengusir nya, itu tidak menyurutkan langkah Adam untuk terus mendekati Mikha.
Ketika Mikha pamit kepada Mama untuk pergi ke butik, Adam dengan tidak tau malunya menyusul ke butik dengan membawa Millie. Dengan adanya Millie bersamanya Adam yakin jika Mikha tidak akan tega untuk mengusirnya.
Ruangan kerja Mikha terlihat sangat berantakan karena Millie yang tidak bisa diam. Bocah lucu itu mengacak-acak kertas di meja Mikha sambil menggenggam alat tulis.
" Tidak usah marah nanti Abang bantu bereskan " Adam menjawil dagu Mikha.
"Aku tidak marah sama Millie cuma karena ruangan aku berantakan..justru aku marah sama kamu..ngapain sih ngikutin aku seharian ..seperti tidak ada kerjaan lain saja " sungut Mikha.
"Ya kerjaan Abang adalah menemani anak dan istri " jawab Adam santai.
"Lalu istri yang disana tidak ingin kamu temani juga ?" tanya Mikha menohok.
"Abang tidak suka kamu bicara begitu " wajah Adam langsung terlihat masam.
"Abang heran sama kamu..setiap ketemu selalu mengajak ribut. Padahal Abang sudah berusaha membuat semua menjadi lebih baik " keluh Adam
"Salah sendiri..sudah punya anak masih belum insyaf juga..celup sana sini sampai dua wanita yang kamu hamili..Kamu sadar tidak kamu itu Sekarang punya anak perempuan " Mikha menunjuk kearah Millie yang sedang anteng mengacak-acak meja kerjanya.Bocah lucu itu sama sekali tidak terganggu dengan perdebatan Papih dan Mamihnya.
__ADS_1
Ucapan Mikha bagai sebuah tamparan untuk Adam. Akhirnya Adam hanya bisa diam menunduk tidak bisa menjawab sepatah katapun karena yang Mikha ucapkan adalah benar adanya.