My Baby Sitter

My Baby Sitter
Salah Paham


__ADS_3

Hari menegangkan bagi Martha pun tiba. Malam itu Martha sudah menggunakan gaun panjang berwarna hitam.Meskipun tidak menggunakan hijab namun penampilan Martha malam ini sangat sopan.


Mikha sudah dari sore berada di apartemen Martha untuk membantu mendandani Martha. Sedangkan Adam masih berada di apartemen nya.


"Kakak sudah cantik " puji Mikha setelah selesai membantu menata rambut Martha.


"Yang bener Kha ?" Martha tampak tidak percaya diri.


"Beneran Kha " jawab Mikha meyakinkan.


"Dulu bagaimana perasaan kamu waktu pertama kali bertemu dengan orangtua Adam ?" tanya Martha.


"Biasa-biasa saja " jawab Mikha.


"Masa sih..bisa biasa-biasa saja ?" tanya Martha penasaran.


"Ya iya kak..aku kan dari kecil sudah sama Mamanya Abang " jawab Mikha sambil terkikik.


"Oh iya " Martha pun ikut tertawa.


"Makanya aku tidak mengalami acara seperti ini..langsung nikah saja " tambah Mikha.


"Aku sebetulnya minder Kha ketemu sama keluarga Mas Aris..dia itu berasal dari keluarga yang sangat religius sedangkan aku..kamu tau sendiri gimana kelakuan aku dulu " ujar Martha lirih.


"Tapi kakak kan sekarang sudah berubah..aku yakin Mas Aris bisa membimbing kakak menjadi lebih baik lagi " jawab Mikha.


"Amiin..makasih ya Kha " Martha menarik tubuh Mikha kedalam pelukannya.


"Aku tuh serasa punya Adik..kamu itu masih muda tapi bisa berpikir dewasa..walaupun kadang suka kekanak-kanakan juga sih...tapi hebatnya cuma kamu yang bisa memporak-porandakan hati Adam " ujar Martha sambil mencubit pipi Mikha.


"Masa sih Kak ?" tanya Mikha.


"Aku ingat dulu gimana sedihnya Adam waktu mendengar kamu sudah punya pacar.Dia itu belum nembak sudah patah hati duluan " ujar Martha sambil tertawa.


"Cemen banget ya Kak " gumam Mikha.


"Iya " jawab Martha.


"Siapa yang Cemen ?" tanya Adam yang tiba-tiba sudah datang.


"Abang " jawab Mikha sambil nyengir.


"Pasti kalian sedang ngomongin aku ya ? " tanya Adam.


"Siapa lagi yang sedang ngomongin kamu. Aku tuh sedang ngomongin suaminya dia " jawab Martha sambil menunjuk pada Mikha.


"Suaminya dia kan aku.Kamu jangan ngomong yang engga-engga ya sama Mikha..Aku tuh sudah capek jauh terus sama dia " ujar Adam


"Siapa yang ngomong yang engga-engga..aku cuma ngobrol biasa sama Mikha..iya kan Kha ?"


Martha melirik kearah Mikha.


"Bukan begitu Kha..aku takut saja dia jadi berpikiran jelek terus sama aku dan ujung-ujungnya minta pisah " jawab Adam.


Adam memiliki ketakutan yang sangat besar sekali jika Mikha akan mengorek masa lalunya dengan Martha yang ingin ia kubur dalam-dalam.


"Kenapa kalian jadi bertengkar ?" Mikha tampak bingung melihat Adam dan Martha yang sedang adu mulut.


"Tau tuh suami kamu sensi banget..semalam tidak dapat jatah ya ?" sindir Mikha.


"Dapat kok...dua kali malah..malam sama subuh..iya kan Bang? " jawab Mikha.


Adam tidak tau harus menjawab apa, namun wajahnya langsung memerah ketika melihat Martha langsung tertawa.


Mendekati waktu pertemuan dengan keluarga Aris dari Surabaya, Adam pun membawa Mikha dan Martha ke hotel tempat mereka akan bertemu.

__ADS_1


"Sayaaang kenapa aku yang gugup ya.." Mikha mencengkram lengan Adam kencang.


Adam menggenggam tangan Mikha yang dingin dan berkeringat. Sementara Martha tampak sudah bisa mengendalikan dirinya dan terlihat tenang.


Ketika mereka sampai ternyata Aris dan orangtuanya sudah datang lebih dulu dan sedang menunggu mereka.


Sambil makan malam orangtua Aris mulai melakukan sesi tanya jawab kepada Martha.


Martha terlihat santai menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh orangtua Aris.


"Sayang..aku mau ke toilet dulu " bisik Mikha ditelinga Adam.


"Aku antar " jawab Adam.


Adam dan Mikha pun berpamitan untuk pergi ke toilet.


"Abang kenapa malah ikut ?" tanya Mikha ketika Adam malah ikut berpamitan ingin ke toilet juga.


"Takut kamu tersesat di toilet dan ga bisa balik lagi " jawab Adam santai.


"Becandanya ga mutu " cibir Mikha sambil meninggalkan Adam masuk ke toilet khusus wanita.


Ketika Mikha keluar dari toilet ternyata Adam masih menunggunya. Mereka pun kembali ke meja tempat Martha sedang diintrogasi oleh orangtua Aris.


Adam dan Mikha tampaknya telah melewatkan point' penting obrolan antara Martha dan orangtua Aris ketika mereka sedang pergi ke toilet.


Diujung pembicaraan kedua orangtua Aris mengatakan ingin segera bertemu dengan orangtua Martha.


Setelah Aris dan kedua orangtuanya kembali ke hotel tempat mereka menginap, Martha terlihat lega. Semua ketakutannya sebelum bertemu dengan keluarga Aris sirna seketika.


"Sudah lega Ka ?" tanya Mikha ketika mereka sudah berada didalam mobil Adam menuju apartemen Martha.


"Ya..tinggal mengatur pertemuan dengan Mamih dan Papih " jawab Martha.


"Syukurlah Ka..aku ikut senang akhirnya kakak dapat jodoh sebaik Mas Aris, sudah ganteng punya pesantren lagi..aku yakin Mas Aris akan menjadi imam yang baik buat kakak " ujar Mikha.


"Aku langsung pulang ya Kak " Mikha melambaikan tangannya setelah mereka menurunkan Martha di apartemennya.


Setelah mengantarkan Martha, Mikha dan Adam pun melanjutkan perjalanan pulang menuju apartemen mereka.


Sepanjang perjalanan Adam tidak banyak bicara.Hanya Mikha saja yang lebih banyak mengoceh.


"Abang kenapa ? daritadi aku terus yang mengoceh " akhirnya Mikha menyadari jika Adam daritadi lebih banyak diam.


"Kalau ngantuk sini aku yang nyetir " Mikha menawarkan diri.


Adam tidak menjawab, Mikha pun akhirnya memilih diam dan menutup mulutnya rapat-rapat.


Setelah sampai di apartemen mereka, Adam langsung masuk ke kamarnya dan naik ke ranjangnya. Sedangkan Mikha menyempatkan diri melihat Millie yang sudah tidur bersama pengasuhnya.


Mikha kembali ke kamar kemudian mengganti bajunya dan membersihkan wajahnya. Sesekali ia melirik Adam yang tengah berbaring sambil memainkan ponselnya.


"Abang ganti baju dulu " ucap Mikha diantara kesibukannya membersihkan wajahnya.


Adam tidak menjawab, ia tetap anteng memainkan ponselnya.


Setelah selesai membersihkan wajahnya dan memakai krim malamnya, Mikha pun beranjak mengambil piyama untuk Adam.


"Abang ganti baju dulu " Mikha memberikan piyama ditangannya kepada Adam, Mikha terlihat kesal ketika Adam terlihat cuek.


"Ya sudah kalau tidak mau..aku juga tidak akan maksa..emangnya nyaman gitu tidur pake baju resmi gitu " Mikha menggerutu sambil naik keatas kasur dan menarik selimutnya sampai ke dada.


Adam melirik sekilas kearah Mikha yang tidur membelakanginya. Akhirnya Adam menyimpan ponselnya kemudian memakai piyama yang sudah Mikha siapkan tadi.


Setelah memakai piyamanya Adam kembali berbaring disebelah Mikha. Melihat Mikha yang terus memunggunginya tiba-tiba membuat Adam merasa bersalah.Perlahan dipeluknya tubuh Mikha dari belakang.

__ADS_1


"Jangan peluk-peluk " Mikha menepiskan tangan Adam dengan galak.


"Kenapa ?" tanya Adam tanpa merasa bersalah.


"Ngapain peluk-peluk aku kalau hati kamu masih kepada oranglain " jawab Mikha.


"Maksud kamu apa ?" tanya Adam tidak mengerti.


"Pikir saja sendiri..kamu pikir aku ini bodoh tidak bisa membaca perubahan wajah kamu sejak sepulang dari makan malam tadi " jawab Mikha.


Adam bangun kemudian duduk menghadap kearah Mikha.


"Abang yang kesal kenapa kamu yang marah ?" tanya Adam.


"Ya wajar aku marah..keliatan banget kamu itu belum move on dari kak Martha..kamu tidak iklas kan melihat kak Martha mau menikah dengan Mas Aris..pake sok-sok an bantuin segala padahal hati kamu ga iklas..itu namanya munafik tau " oceh Mikha.


Adam yang beberapa jam ini kesal kepada Mikha langsung tertawa begitu mendengar ocehan Mikha barusan. Ternyata Mikha malah salah paham dan tidak menyadari kesalahannya yang terus-menerus memuji Aris.


"Stress tuh mau ditinggal maantannya nikah.. dasar laki-,laki gagal move on " sindir Mikha sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Adam yang masih tertawa langsung mengurung tubuh Mikha yang masih berada dibawah selimut.


"Lepas ih..aku tidak mau dipeluk sama kamu " Mikha memberontak namun Adam tidak mau melepaskan Mikha.


"Kamu itu salah paham Sayang " Adam menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Mikha.


"Abang itu kesal sama kamu..sejak pulang mengantar Martha kamu itu tidak berhenti mengoceh muji-muji Aris terus..pake bilang Aris itu ganteng, baik, punya pesantren..dan bisa membimbing Martha menjadi lebih baik.. Aris itu dimata kamu begitu sempurna tidak seperti Abang yang brengsek ini "


"Aku tidak bermaksud begitu sama kamu " ucap Mikha lirih.


"Dari tadi kamu itu ngomong sama suami kamu..kamu terus " omel Adam.


"Abisnya dari pulang makan malam kamu cemberut terus..jadi akunya sebel " jawab Mikha.


"Tuh kan kamu lagi "


"Maaf.. Abaaang. Aku pikir Abang belum bisa move on dari kak Martha makanya Abang cemberut terus " ujar Mikha


"Dasar bodoh..masih bisa-bisanya kamu berpikir seperti itu " Adam menyentil kening Mikha.


"Ya maaf " jawab Mikha sambil menyembunyikan wajahnya dibalik selimut, namun dengan cepat Adam menarik kembali selimutnya.


"Apakah kamu masih tidak percaya sama Abang ?" Adam menatap dalam manik mata Mikha.


"Iya percaya " jawab Mikha lirih.


"Dan Abang tidak suka jika kamu memuji-muji pria lain didepan Abang " Adam meletakan telunjuknya di hidung Mikha penuh peringatan.


"Iya Bang " jawab Mikha takut.


"Bagus " ujar Adam senang.


"Tapi itu juga berlaku buat Abang " ujar Mikha


"Maksudnya apa ?" tanya Adam tidak mengerti.


"Maksudnya Abang juga tidak boleh memuji ataupun dekat dengan wanita lain selain aku. Kalau sampai terjadi aku tidak akan mengampuni Abang " ancam Mikha galak.


"Iya tidak akan..Abang janji " jawab Adam.


"Bagus... sekarang Abang turun dari badan aku dan cepat tidur " Mikha mendorong tubuh Adam dari atas tubuhnya.


"Sayaaang..Abang mau.." Adam tidak dapat meneruskan ucapannya karena Mikha mendorong tubuh Adam kuat-kuat agar turun dari atas tubuhnya.


Setelah berhasil membuat tubuh Adam menyingkir dari tubuhnya, kini giliran Mikha yang naik keatas tubuh Adam.

__ADS_1


"Sayaaang " Adam pun menyambut tubuh Mikha yang menindih tubuhnya dengan sukacita.


__ADS_2