
Mile yang terbangun tidak mendapati Adam dan Mikha dikamarnya langsung menangis.
Pengasuh langsung menggendong bocah berpipi bulat itu dan berusaha meredakan tangisnya.
Maura yang juga sudah terbangun terlihat heran karena Papih Mamih juga Mommy dan Daddy nya tidak ada di rumah sepagi ini.
"Mereka di rumah sakit Kak..adik kalian sudah lahir " Marvin memberitahu Maura dan Mile.
Tangis Milea langsung berhenti ketika mendengar adik mereka sudah lahir.
"Om..aku ingin ke rumahsakit melihat Mommy dan adik bayi " Maura merengek sambil menarik-narik tangan Marvin.
"Nanti ya..tunggu kabar dari Mamih dan Papih dulu " Marvin mengusap kepala Maura dan Milea penuh kasih sayang.
"Iya Om " jawab Maura.
"Papih aku mau liat Mommy sama dedek " rengek Maura dan Milea ketika tidak lama kemudian Adam dan Mikha pulang.
Kedua orangtua Wisnu menyuruh Adam dan Mikha istirahat dan giliran mereka yang menunggui Millie di rumah sakit.
"Nanti sore kita kesana melihat Mommy dan adik kalian " jawab Adam sambil menggendong si Gemoy.
"Apakah dedeknya mirip aku ?" tanya Maura sambil menngelendot manja kepada Adam.
"Dedeknya tampan..seperti Papih " jawab Adam sambil tertawa. Maura dan Milea pun melongo.
"Adik kalian tampan..mata dan hidungnya mirip kalian tapi bibirnya mirip Mommy " Mikha menjelaskan gambaran cucu laki-laki nya.
"Mamih..mau lihat dedek " si Gemoy mulai merengek.
"Iya nanti sore ya.. sekarang Papih dan Mamihnya mau istirahat dulu " jawab Mikha.Maura dan Milea pun mengangguk setuju.
Sebelum Adam dan Mikha istirahat mereka menyuruh Marvin mengantarkan baju ganti untuk Wisnu dan makanan untuk Millie, Wisnu dan besannya.
Pada saat Marvin akan pergi ia dicegat oleh Maura. " Om aku ingin ikut " Maura menarik-narik kemeja Marvin.
"Jangan..kakak kan mau pergi ke rumah sakitnya nanti sore sama Papih dan Mamih " Marvin melarang.
"Aku ingin ikut Om " Maura memeluk tangan Marvin dengan erat.
Karena Maura tidak mau melepaskan tangan Marvin akhirnya Adam dan Mikha mengijinkan Marvin membawa Maura ke rumah sakit.
Marvin yang awalnya akan pergi dengan mengendarai motornya akhirnya pergi dengan menggunakan mobil karena Adam melarang Marvin membawa Maura dengan motor.
"Gara-gara bawa tuan putri nih Om jadi tidak boleh pake motor " Marvin mencolek pipi Maura yang sudah duduk manis di sebelah kursi pengemudi.
"Padahal aku juga senang naik motor sama Om Marvin " jawab Maura.
"Senang pergi sama Om karena suka minta jajan ya " tebak Marvin.
"Iya " jawab Maura sambil tersenyum lucu.
"Dasar kamu " Marvin tersenyum sambil mulai melajukan mobilnya menuju rumah bersalin tempat Millie menjalani perawatan pasca melahirkan.
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Marvin menuntun Maura menuju kamar VVIP tempat Millie dirawat.
"Mommy.." Maura langsung berlari menghambur kearah Millie begitu mereka sampai.
__ADS_1
"Kakak..sama siapa kesini ?" tanya Millie sambil menciumi seluruh wajah Maura.
"Sama Om Marvin " jawab Millie.
"Mommy kangen banget sama kakak dan dedek " Millie terus menciumi pipi Maura dengan mata berlinang.
Baru satu hari tidak melihat kedua putrinya itu membuat Millie sangat rindu.
"Baru satu hari jauh dari anak-anak sudah nangis " Wisnu menjawil dagu Millie menggoda.
"Mas sudah biasa ninggalin anak-anak keluar kota, kalau aku tidak biasa jauh dari mereka " jawab Millie.
Melihat disitu ada kedua orang tua Wisnu Marvin pun menyalami mereka dengan sopan. Maura pun ikut mencium tangan kakek dan neneknya.
"Kakak mau lihat dedeknya tidak ?" tanya ibu.
"Mau Oma " jawab Maura
"Ayok kita lihat di kamar bayi " Ibu menuntun Maura menuju kamar khusus bayi yang berada tidak jauh dari ruang perawatan Millie.
Marvin yang juga penasaran ingin melihat keponakan barunya mengikuti Ibu dan Maura dari belakang.
"Itu adik bayi nya " Ibu menunjuk pada bayi tampan yang sedang tertidur pulas di dalam box khusus bayi.
"Dedek bayi nya tampan " Maura menatap adiknya dari dinding kaca dengan penuh kekaguman.
"Tampan seperti Om Marvin ya " bisik Marvin ditelinga Maura.
"Tidak..Om Marvin jelek " cibir Maura tanpa menoleh sedikitpun kepada Marvin.
"Awas loh kamu..kalau mau ikut-ikut lagi Om tidak akan ajak " ancam Marvin.
"Bilang ganteng karena takut tidak diajak " cibir Marvin. Maura tertawa tanpa melepaskan pelukannya dari pinggang Marvin.
Ibu diam-diam tersenyum sambil menatap interaksi antara Maura dan Marvin.
Hati wanita paruh baya itu lega karena keluarga Millie begitu menyayangi kedua cucunya meskipun Maura dan Milea hanya berstatus sebagai putri sambung Millie.
Setelah puas melihat bayi Millie, mereka pun kembali ke kamar perawatan.
Disana Wisnu tampak baru selesai mandi dan sudah mengganti bajunya dengan baju yang dibawa oleh Marvin.
Sementara Bapak tampak sedang makan makanan yang tadi disiapkan oleh Mikha dari rumah.
"Ibu lebih baik makan dulu " Millie menyuruh mertuanya untuk makan
sementara dirinya pun akhirnya makan dengan disuapi oleh Wisnu.
"Sudah lihat adik bayi nya ?" tanya Millie kepada Maura.
"Sudah Mommy..adik aku tampan dan lucu " jawab Maura sambil memeluk perut Millie.
"Keponakan aku mirip banget Mas Wisnu " bisik Marvin ditelinga Wisnu.
"Ya iya dong Vin..kan Mas Wisnu Bapaknya " jawab Wisnu sambil tertawa.
"Daddy..kapan Mommy dan adik bayi boleh pulang ?" tanya Maura.
__ADS_1
"Kata dokter besok boleh pulang " jawab Wisnu.
"Apakah nanti aku boleh menggendong adik bayi ?" tanya Maura.
"Boleh Sayang " jawab Millie.
Setelah cukup lama berada di kamar perawatan Millie, Marvin pun pamit membawa Maura pulang.
"Mommy aku pulang dulu ya " Sebelum pulang Maura mencium pipi Millie.
"Iya Sayang " jawab Millie.
"Hati-hati ya Sayang " pesan Ibu ketika Maura dan Marvin pamit sambil mencium tangan Ibu dan Bapak.
"Marvin itu sudah ganteng sopan lagi " puji Ibu setelah Marvin dan Maura pulang.
"Iya.. keliatan sayang banget sama Maura " tambah Bapak.
"Maura itu sudah seperti bayangan Marvin saja..kemanapun Marvin pergi Maura selalu ingin ikut " ujar Wisnu sambil tertawa.
"Bahkan kalau malam Minggu pun Maura selalu ikut ke rumah pacar Marvin " tambah Millie.
"Ya ampuun..jangan dibiarin ikut atuh kalau malam minggu, kasian nanti acara malam minggunya terganggu " ujar Ibu.
"Iya kasian Marvin nya " sambung ibu.
*
Setelah dua hari mendapat perawatan pasca melahirkan, dihari ketiga Millie dan bayinya sudah diperbolehkan pulang.
Mereka pulang ke rumah Adam agar Adam dan Mikha bisa membantu mengurus Maura dan Milea agar Millie bisa fokus dengan bayinya yang baru lahir.
Sejak memiliki adik, Milea menjadi lebih manja dan cengeng. Jika pada saat Millie hamil Wisnu dilarang dekat-dekat dengan Millie, setelah adiknya lahir hampir setiap pagi Milea selalu menangis jika Adam akan berangkat ke kantor.
"Aku ingin ikut Papih " si Gemoy yang masih mengenakan piyamanya menangis ketika melihat Adam hendak pergi ke kantor.
"Kakak Mile kan belum mandi Sayang " Millie menggendong si Gemoy dan membujuk agar berhenti menangis.
"Aku ingin ikut papiiih " tangis Mile semakin kencang.
Adam yang hari ini ada meeting penting terlihat bingung. Namun ia tidak tega melihat si Gemoy yang terus menangis ingin ikut dengannya.
"Ya sudah dedek boleh ikut sama Papih..tapi mandi dulu " ujar Adam.
"I..iya.." jawab si Gemoy sambil terisak.
Akhirnya Mikha pun terpaksa ikut ke kantor Adam untuk menemani si Gemoy pada saat Adam meeting.
"Ini anak lengket banget sama Abang, dulu Millie sama Marvin juga tidak begini " ujar Mikha sambil mengelus rambut si Gemoy penuh kasih sayang.
"Bukan Abang Mamih..tapi Papih " celetuk si Gemoy.
"Oh iya Mamih lupa " ujar Mikha sambil tertawa.
"Papih Yang..bukan Abang " ulang Adam sambil tertawa.
"Iya..Papih " jawab Mikha.
__ADS_1
"Tapi ada untungnya si Gemoy ikut ke kantor..jadi kamu juga kan ikut menemani di kantor " Adam mengelus paha Mikha
"Ada anak kecil " Mikha memukul tangan Adam yang singgah di pahanya. Adam hanya terkekeh.