
Minggu ini seharusnya Wisnu ada pekerjaan ke Kalimantan. Namun mengingat waktu melahirkan Millie yang semakin dekat akhirnya Wisnu menugaskan beberapa orang stafnya yang pergi kesana.
Meskipun tidak pergi namun Wisnu memantau semuanya dari rumah.
Setelah semua pekerjaannya berjalan sesuai dengan harapannya Wisnu pun masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
Di kamarnya ternyata ada Maura dan Mile yang sedang mengelus-elus perut buncit Millie diatas ranjang.
"Dedek di perut Mommy pasti senang sekali disayang sama kakak Maura dan Kakak Mile " ujar Wisnu sambil bergabung bersama istri dan kedua putrinya.
"Daddy..tadi waktu aku pegang perut Mommy tiba-tiba dedeknya nendang " ucap Maura dengan mata berbinar.
"Oh ya..coba kalau Daddy pegang nendang tidak ?" Wisnu hendak mengelus perut Millie namun dilarang oleh Mile.
"Daddy jangan pegang pelut Mommy " ujar Mile galak.
"Loh kenapa Daddy tidak boleh pegang ?" tanya Wisnu sambil menahan senyum.
"Ini dedek aku " jawab Mile Posesif.
"Baiklah Daddy tidak akan pegang " Wisnu mengalah.
Akhirnya Wisnu hanya menjadi penonton kedua gadis kecil itu mengelus dan menciumi perut Millie.
Mile baru keluar dari kamar Millie setelah mendengar suara Adam memanggilnya untuk tidur.
"Mommy..aku mau bobo sama Papih " Mile buru-buru turun dari ranjang dan berlari menuju kamar Adam.
Setelah Mile pergi Maura pun pamit untuk tidur di kamarnya.
"Selamat tidur Sayang " Millie mencium kening Maura sebelum gadis kecil itu keluar dari kamarnya.
Setelah Maura dan Mile pergi barulah Wisnu mempunyai kesempatan untuk mendekati Millie.
"Akhirnya Daddy bisa elus dan cium kamu " Wisnu mengelus dan mencium permukaan perut Millie yang sudah sangat besar.
"Sayang..apakah Mas boleh bertanya ?" tanya Wisnu sambil terus mengelus perut Millie.
"Bertanya apa ?" Millie balik bertanya sambil mengelus kepala Wisnu.
"Apakah kamu bahagia dengan kehamilan kamu ?" tanya Wisnu menatap lembut manik mata Millie.
"Ya tentu dong Mas..apalagi melihat anak-anak yang senang akan punya adik " jawab Millie.
"Tapi dulu kamu sempat minum pil penunda kehamilan tanpa sepengetahuan Mas " gumam Wisnu.
"Jadi Mas Wisnu tau ?" Millie terlihat
kaget.
"Iya..Mas tau " jawab Wisnu.
__ADS_1
"Waktu itu aku memang belum siap untuk hamil karena anak-anak masih kecil. Aku ingin puas mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada mereka..apalagi waktu itu Maura kekeh tidak mau punya adik..tapi rupanya Tuhan berkehendak lain.. akhirnya aku kebobolan juga " Millie tertawa sambil mengusap perutnya yang buncit.
"Sayang..Mas mau membuat sebuah pengakuan..tapi Mas minta kamu jangan marah " Wisnu menatap Millie lembut.
"Sebuah pengakuan ?" dahi Millie mengernyit. Wisnu mengangguk.
"Sebetulnya Mas yang selalu mencuri pil penunda kehamilan kamu " ucap Wisnu lirih.
"Jadi Mas yang suka mencurinya.. pantas saja selalu hilang..bikin jadwal minumnya berantakan " Millie melotot kearah Wisnu.
"Terus pil nya Mas Wisnu kemanakan ?" tanya Millie.
"Mas buang..masa Mas minum " jawab Wisnu sambil terkekeh.
"Dasar ya..kamu curang tau " Millie mencubit perut Wisnu hingga pria tampan itu meringis kesakitan.
"Mas terpaksa melakukannya karena Mas sangat ingin punya anak dari kamu " ujar Wisnu.
"Sebentar lagi kan keinginan Mas Wisnu Kan terkabul..apakah Mas Wisnu bahagia ?" tanya Millie.
"Tentu saja Sayang..apalagi begitu tau bayi dalam perut kamu ini laki-laki..mas merasa hidup mas menjadi sangat sempurna " jawab Wisnu.
"Aku juga bahagia bisa membuat Mas dan anak-anak bahagia " Millie terus mengusap kepala Wisnu penuh kasih sayang.
"Jadi kamu tidak marah ?" tanya Wisnu.
"Tidak..justru aku yang takut Mas marah karena sudah minum pil penunda kehamilan tanpa ijin " jawab Millie.
"Akhirnya kamu yang menang..kamu sudah berhasil bikin aku tekdung begini dengan cara yang curang " Millie tertawa sambil menunjuk pada perutnya yang buncit. Wisnu ikut tertawa sambil menciumi perut Millie.
Canda dan tawa mereka malam itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah kepanikan ketika Millie mengeluh jika perutnya sakit.
"Sepertinya sudah waktunya melahirkan Sayang " Wisnu yang panik buru-buru mengetuk pintu kamar mertuanya.
"Ada apa ?" Mikha keluar dari kamar dengan baju dan rambut yang kusut.
"Maaf Mih.. sepertinya Millie mau melahirkan " ujar Wisnu.
"Abang jaga Mile dulu..aku mau lihat kakak " Mikha buru-buru beranjak menuju kamar Millie bersama Wisnu sambil berusaha merapikan rambutnya.
Dikamar Millie tengah meringis sambil memegang perutnya. Sementara dari dibetis mulusnya mengalir cairan bening.
"Ini air ketuban kak..sebaiknya kita harus segera ke rumah sakit " ujar Mikha.
"Iya Mih " jawab Wisnu.
Wisnu langsung membopong Millie ke mobil sementara Mikha membawa tas berisi perlengkapan bayi.
Adam yang sudah berpakaian lengkap akhirnya ikut mengantar Millie ke rumahsakit setelah menitipkan si Gemoy kepada pengasuhnya.Sebelum pergi mereka juga menitipkan Maura kepada Marvin.
Setibanya di rumah sakit Millie langsung mendapat penanganan dari dokter .Setelah pembukaan lengkap Millie pun dibawa ke ruang bersalin.
__ADS_1
Wisnu menemani Millie selama proses persalinan berlangsung.Pria tampan itu tidak menghiraukan ketika kuku tajam Millie menancap dilengannya ketika istrinya itu sedang mengalami kontraksi.
Berpengalaman menunggui ketika dulu Meta melahirkan Maura dan Milea membuat Wisnu tampak tenang dan tidak panik.
Millie mencengkram tangan Wisnu kuat-kuat ketika ia sedang mengejan kuat-kuat untuk mengeluarkan bayi dalam perutnya.
Setelah beberapa kali mengejan Millie masih belum berhasil mengeluarkan bayi itu dalam perutnya.
Dokter dan perawat terus memberi semangat kepada Millie begitu juga dengan Wisnu.
"Semangat Sayang bayi kita sudah ingin bertemu dengan kita dan kakak-kakaknya " bisik Wisnu sambil mengelus kepala Millie yang basah oleh keringat
"Iya Mas " jawab Millie sambil berusaha mengumpulkan segenap tenaganya.
Dokter kembali memberi instruksi kepada Millie dan Millie pun mulai mengikuti semua instruksi dari dokter.
Wisnu terlihat membacakan doa sambil mengusap kepala Millie yang basah berkeringat.
" Bismillah..semangat Sayang " bisik Wisnu.
Seolah mendapatkan tambahan tenaga Millie pun kembali mengejan dengan mengikuti arahan dari dokter.
Setelah beberapa kali mengejan akhirnya suara tangis bayi yang sangat kencang terdengar di ruangan itu.
"Alhamdulillah..bayi kita sudah lahir Sayang " Wisnu menciumi seluruh wajah Millie sambil menitikkan air mata.
"Abang cucu kita sudah lahir " Mikha dan Adam saling berpelukan penuh haru ketika terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan bersalin.
"Iya Sayang " jawab Adam.
Masih dari dalam pelukan Adam Mikha menghubungi orangtua Wisnu di Bandung untuk mengabari jika Millie sudah melahirkan.
Karena saat itu sudah larut malam orangtua Wisnu memutuskan untuk pergi ke Jakarta selepas subuh nanti.
Mikha dan Adam tentu saja setuju karena perjalanan malam sangat berisiko.
Setelah bayi tampan itu dibersihkan Wisnu mengadzani putranya disebelah Millie.
Lantunan suara Adzan dari bibir Wisnu yang lembut dan merdu membuat Millie meneteskan air matanya.
Setelah kondisi Millie sudah mulai stabil pasca proses persalinan Millie pun dipindahkan ke ruang perawatan, sementara bayi mereka ditempatkan di ruangan khusus untuk bayi.
"Papih dan Mamih istirahat saja biar Millie aku yang jaga " Wisnu menyuruh Adam dan Mikha untuk tidur di sebuah bad yang disiapkan untuk keluarga pasen istirahat.
Adam dan Mikha akhirnya tertidur sementara Wisnu duduk disisi ranjang Millie yang juga tertidur setelah kelelahan tenaganya terkuras pada saat proses persalinan beberapa jam yang lalu.
Keesokannya jam 7 pagi orangtua Wisnu sudah tiba di rumah sakit. Mereka tampak sangat bahagia dengan kelahiran cucu ketiga mereka.
Ibu terus menciumi wajah cantik manantunya yang masih terlihat pucat.
Bapak dan Adam terlihat sangat bahagia karena keinginan mereka untuk mempunyai cucu laki-laki akhirnya terkabul.
__ADS_1