
Adam yang sedang tertidur sambil memeluk Mikha terbangun ketika tiba-tiba Millie sudah berada diatas tubuhnya dan sedang mencolek-colek pipinya.
"Papiih..bangun "
"Selamat pagi Sayang " Begitu membuka matanya Adam langsung menciumi pipi Millie dengan gemas.
Millie terkikik kegelian ketika bulu-bulu halus didagu Adam bersentuhan dengan pipi bulat nya.
"Papiih..gelii "
"Kita bangunin Mamih de.." Adam mengarahkan tangan Millie untuk mencolek-colek pipi Mikha.
"Mamih bangun " panggil Millie dan Adam.
"Abaaang..aku masih ngantuk " Mikha menutupi wajahnya dengan selimut.
Adam dan Millie menarik selimut yang menutupi wajah Mikha, mereka menciumi seluruh wajah Mikha bersamaan sehingga membuat Mikha gelagapan.
"Abaaaang... Millie.." mata Mikha akhirnya terbuka. Meski tidurnya terganggu namun tak urung senyum pun langsung terbit di bibirnya.
"Selamat pagi " sapa Mikha kepada orang-orang tersayang nya.
"Selamat pagi.." jawab Adam sambil mencium bibir Mikha. Millie pun mengikuti Adam mencium pipi Mikha
Jika biasanya setiap bangun pagi Adam akan langsung mandi dan siap-siap ke kantor kini Ia malah tetap berbaring sambil bercanda dengan anak dan istrinya.Suasana pagi yang jarang sekali terjadi di apartemen nya.
"Millie sama Papih dulu ya..Mamih siapkan sarapan dulu " Mikha beranjak ke dapur meninggalkan Adam yang masih bercanda dengan Millie.
Beruntung semalam Mikha sempat masak sehingga pagi ini ia tinggal menghangatkannya didalam microwave.
"Kapan masaknya Yang ?" tanya Adam yang tiba-tiba muncul didapur sambil menggendong Millie.
"Semalam aku masak tapi Abang nya malah pulang tengah malam " jawab Mikha dengan wajah masam.
"Maaf Yang..Abang tidak tau kalau kamu dan Millie datang..lagian kenapa tidak bilang kalau kalian kesini..Abang pasti pulang lebih cepat "
"Niatnya mau kasih surprise buat Abang " jawab Mikha sambil menyiapkan peralatan makan di meja.
"Papih mandi dulu..Millie sama Mamih ya " Adam memberikan Millie kepada Mikha.
Selagi Adam mandi, Mikha menyiapkan baju untuk Adam.
"Papiih wangi " Millie menghambur kearah Adam yang baru keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk di pinggangnya.
"Papih nya pake baju dulu ya " Mikha buru-buru mengambil Millie.
Setelah Adam berpakaian lengkap Millie kembali menghambur kepada Adam.
"Papiih ikut " Millie merengek melihat Adam sudah berpakaian rapi.
"Jangan sayang..papih kan mau kerja " Mikha melarang.Millie langsung menangis kencang ingin ikut dengan Adam.
Karena tidak tega akhirnya Adam memutuskan untuk membawa Millie ke kantor.
"Millie mandi dulu gih..papih tunggu disini " ujar Adam sambil sarapan di meja makan.
"Beneran mau dibawa ? Emang Abang bisa megang Millie ?" tanya Mikha ragu.
"Ya kamu juga ikut dong Sayang " jawab Adam.
"Ga apa-apa gitu aku dan Millie ikut ?" tanya Mikha.
"Ya tidak apa-apa..kamu kan istri Abang..lagian kamu dan Millie biar tau tempat kerja Abang " jawab Adam.
Millie tampak senang ketika akhirnya Adam mengajaknya.Ia berjalan riang dengan dituntun oleh Adam menuju mobil.Sedangkan Mikha mengikuti dibelakang sambil membawa tas berisi susu dan makan untuk Millie.Tidak lupa boneka jerapah kesayangannya yang tidak pernah ketinggalan.
Kedatangan mereka di kantor langsung menjadi pusat perhatian. Terutama Millie yang berjalan centil dengan dituntun oleh Adam.
Karena terlalu banyak yang memperhatikannya Millie pun akhirnya merengek ingin digendong oleh Adam.Rupanya balita itu tidak nyaman menjadi pusat perhatian.Bahkan ketika di dalam lift Millie terus memeluk erat leher Adam.
__ADS_1
Millie baru mau turun dari gendongan Adam ketika mereka sudah masuk ke ruang kerja Adam.
Disana Millie mulai anteng ketika Adam memberi kertas dan alat tulis.Millie sibuk mencoret-coret kertas sambil disuapi oleh Mikha.Sementara Adam pun mulai sibuk di meja kerjanya.
Diantara kesibukannya sesekali Adam memperhatikan Mikha yang kerepotan harus menyuapi Millie yang sudah mulai tidak bisa diam.
"Millie..makan dulu Sayang " Adam menghentikan sejenak pekerjaannya dan menatap Millie yang sedang loncat-loncat diatas sofa.
Millie menurut, ia pun duduk dan kembali membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Mikha.
Tidak lama kemudian Arin yang mendengar jika Adam membawa Mikha dan Millie ke kantor datang ke ruangan Adam.
"Aiiiin.." Millie langsung merentangkan tangannya begitu melihat kedatangan Arin.
"Tumben kalian ikut ke kantor ?" tanya Arin sambil menggendong Millie.
"Tadi waktu Abang mau pergi Millie nangis pengen ikut " jawab Mikha.
"Aiiin mau ec cim " Millie meminta sesuatu kepada Arin.
"Kita beli tapi cium dulu " Arin menunjuk pipinya.Millie pun menurut mencium kedua pipi Arin.Arin akhirnya keluar dari ruangan kerja Adam dengan membawa Millie dalam gendongannya.
"Millie sudah tidak bisa diam ya " ujar Adam sambil memeluk bahu Mikha dengan tangan kanannya.
"Iya..untung di rumah ada Mama dan Papa yang bantuin jaga. Kalau tidak aku pasti keteteran " jawab Mikha sambil tertawa.
"Nanti kita cari baby sitter buat bantu jagain Millie biar kamu tidak repot " ujar Adam.
"Abang jangan lupa Minggu depan aku wisuda, Abang harus datang ya !"
"Ya pasti dong Sayang..Abang pasti datang kan sekalian jemput kamu dan Millie " jawab Adam.
"Abang kerja lagi sana..aku nunggu disini " Mikha menyuruh Adam untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Tunggu ya..sebentar lagi juga selesai " Adam kembali ke meja kerjanya.
"Yang..ruangan Arin disebelah mana ?" tanya Mikha.
"Lantai 7 " jawab Adam tetap fokus pada layar komputernya.
"Memangnya kenapa ?" tanya Adam sambil menatap Mikha.
"Aku takut dia nangis " jawab Mikha khawatir.
"Kalau nangis pasti Arin antarkan kesini " Adam menenangkan Mikha.
"Aku jemput Millie ya ke ruangan Arin " Mikha hendak beranjak keluar dari ruangan kerja Adam namun Adam melarangnya.
"Tidak usah..temani Abang saja disini " Adam melarang Mikha pergi.
Mikha pun mengurungkan niatnya untuk menyusul Millie ke ruangan Arin di lantai 7.
"Duduk sini temani Abang " Adam menyuruh Mikha duduk dipangkuannya. Mikha pun menurut.Adam melanjutkan pekerjaannya dengan Mikha dalam pangkuannya.
"Aku lihat staf Abang kebanyakan laki-laki ya..
bahkan asisten dan sekertaris Abang pun laki-laki " ujar Mikha.
"Iya..Papa yang ngatur semuanya " jawab Adam
Mikha tertawa, Papa mertuanya pasti sudah mempersiapkan segalanya agar putranya itu tidak lagi suka main perempuan.
"Kenapa ketawa ?" tanya Adam.
"Tidak " jawab Mikha.
"Kamu pasti mentertawakan Abang kan !" tuduh Adam
"Bukan mentertawakan Abang..Papa itu sengaja melakukan itu biar Abang tidak lagi suka main perempuan " jawab Mikha.
__ADS_1
"Iya Abang tau..Papa masih tidak percaya sama Abang..termasuk kamu juga "
"Iya " jawab Mikha jujur.
"Sayaaang " Adam langsung melotot kearah Mikha.
"Makanya jangan bandel..ga enak kan tidak mendapat kepercayaan itu " Mikha mencubit ujung hidung Adam.
"Terserah kamu lah " ujar Adam terlihat kesal.
Adam yang masih terlihat kesal mengabaikan beberapa panggilan masuk di ponselnya.
"Kenapa tidak diangkat " tanya Mikha curiga
"Males " jawab Adam dingin.
"Angkat Abang.. takutnya penting "
Karena Mikha terus mengoceh akhirnya Adam mengangkat teleponnya.Ternyata dari Martha.
Cukup lama Adam dan Martha berbicara.Mikha hanya mendengarkan sambil duduk manis diatas pangkuan Adam.
"Abang masih berhubungan dengan kak Martha ?" tanya Mikha setelah Adam mengakhiri sambungan telepon dengan Martha.
"Kan kamu yang suruh Abang angkat telepon " Adam terlihat serba salah.
Mikha diam tidak menjawab , namun wajahnya terlihat cemberut membuat Adam semakin merasa serba salah.
"Martha barusan cerita kalau dia sedang dekat dengan laki-laki..dia minta pendapat Abang karena Abang kebetulan kenal dengan laki-laki itu " Adam berusaha menjelaskan garis besar obrolan ia dengan Martha.
Mikha diam tidak bergeming, Adam berusaha meyakinkan Mikha dengan kembali menghubungi Martha melalui sambungan Video.
"Tha..kamu jelaskan sama Mikha tentang obrolan tadi biar dia percaya " ucap Adam ketika wajah Martha sudah muncul di layar laptopnya.
"Hai Mikha ..lagi pangku-pangkuan tapi mukanya cemberut gitu..sudah jangan dicurigai terus Adam nya kasian nanti kabur lagi susah nyarinya ...oh iya Millie sudah bisa apa?aku kangen banget sama anak itu "
"Millie ada diruangan Arin kak..tadi dia nangis ingin ikut Abang kerja " jawab Mikha
"Bagus..ikuti terus biar insaf "
"Kamu kali yang insaf..aku sih sudah " sambar Adam.
Meskipun awalnya cemberut namun akhirnya Mikha malah asik mengobrol dengan Martha. Adam hanya jadi pendengar setia kedua wanita itu heboh mengobrol.
Selama Mikha mengobrol dengan Martha, Adam beberapa kali iseng mengganggu dengan mengendus-endus leher Mikha.
Martha terus mengobrol dengan Mikha dan samasekali tidak terganggu ataupun risi dengan apa yang sedang Adam perbuat.
"Tadi saja cemburu..setelah ngobrol malah heboh berdua " sindir Adam setelah sambungan video mereka selesai.
"Siapa pria yang sekarang sedang dekat dengan kak Martha ?" tanya Mikha penasaran
"Rahasia " jawab Adam
"Ih Abaang..kasih tau dong "
"Pria itu..pemilik pesantren di Surabaya..tempat dulu Abang kabur " jawab Adam
"Serius Bang ?" Mikha langsung melotot
"Serius " jawab Adam.
"Apa mereka bisa cocok ?" tanya Mikha ragu.
"Entahlah " jawab Adam.
"Mereka itu ibarat air dan api..tapi Abang yakin kalau dia bisa membimbing Martha agar menjadi lebih baik " ujar Adam.
"Aamiin " jawab Mikha
__ADS_1