
Mengandung konten dewasa, harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏🙏
Selesai acara resepsi Arin dan Seno langsung kembali ke kamar mereka.Begitu sampai Seno kembali membantu melepaskan semua hiasan dikepala Arin dengan mata terkantuk-kantuk.
"Banyak banget sih jepitannya " keluh Seno sambil terus melepaskan satu persatu benda kecil itu dari kepala istrinya.
"Sudah selesai " ucap Seno setelah melepaskan jepit terakhir dari rambut Arin.
"Terimakasih Sayang " ucap Arin sambil berusaha melepaskan sendiri gaun pengantinnya.
"Bisa tidak ?" tanya Seno ketika melihat Arin yang kesulitan meraih resliting di punggungnya.
"Susah " jawab Arin.
Seno pun membantu meloloskan gaun pengantin itu dari tubuh ramping Arin. Setelah berhasil membuka gaun pengantinnya Arin pun memakai lingerie yang menggantung di lemari.
"Ini kerjaan Mikha nih aku disuruh pake yang beginian " sungut Arin.
"Ya sudah pakai saja..daripada tidur pake gaun pengantin " ujar Seno sambil terkekeh.
Arin mengambil piyama dan menyodorkan kepada Seno.Tanpa sungkan Seno pun memakainya dihadapan Arin.
"Sudah malam kita tidur yuk " ajak Seno.sambil menuntun Arin menuju ranjang pengantinnya.
Karena sudah sangat lelah Arin dan Seno memilih tidur dan melewatkan malam pertama mereka.
Keesokannya pagi-pagi Arin menolak sarapan di hotel. Ia memaksa Seno untuk pulang dan sarapan di rumah.
"Kita mau cekout sekarang ?" tanya Seno.
"Tidak usah sayang tau masih dua hari lagi..kita sarapan di rumah sudah gitu balik lagi ke sini " jawab Arin.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi sekarang " Seno memasukan dompet dan ponselnya kedalam tas Arin.Hanya kunci mobilnya saja yang ada ditangannya.Pagi itu Arin dan Seno pun meluncur ke rumah Mama.
Semua yang sedang sarapan langsung bengong ketika melihat kedatangan Seno dan Arin.
"Ngapain kalian kesini..bukannya seharusnya kalian masih di hotel nyampe besok ?" tanya Adam.
"Kita mau numpang sarapan Bang " jawab Arin sambil bergabung di meja makan.
"Ngapain numpang sarapan disini..bukannya sarapan di hotel ?" tanya Adam.
"Aku maunya sarapan masakan rumah " jawab Arin.
Arin mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauknya untuk Seno.Suasana di ruang makan menjadi lebih ramai dengan kehadiran sepasang pengantin baru itu.
"Gimana..sudah unboxing ?" Mikha berbisik ditelinga Arin.
"Boro-boro..semalam kita lelah banget makanya langsung tidur " jawab Arin.
"Yaaah..ga seru dong " gumam Mikha.
__ADS_1
"Kan masih ada besok-besok..ya kan Sayang " Arin melirik kearah Seno..Seno menjawab dengan anggukan.
"Kalian itu ngobrol apaan sih.. ga jelas " sungut Adam.
"Ih Abang kepo " ledek Arin.
"Aiiin puyaaang " Millie yang baru selesai disuapi makan oleh mbak Wiwi di teras belakang langsung berlari memeluk Arin.
"Millie..aunty kangen " Arin langsung mengangkat Millie dan mendudukkan di pangkuannya.
"Kemarin nangisnya lama tidak waktu ingin ikut aku ?" tanya Arin kepada Mikha sambil mengusap kepala keponakan kesayangannya.
'Lumayan lama..sampai tidur di mobil karena cape menangis " jawab Mikha.
"Kaciaan ponakan Aunty " Arin menciumi pipi Millie.
Setelah selesai sarapan Arin dan Seno kembali ke hotel. Adam dan Mikha sengaja membawa Millie ke kamar agar Millie tidak melihat pada saat Arin dan Seno pergi.
Dikamar Adam dan Mikha menemani Millie main.Demi menyenangkan putrinya Adam rela menjadi kerbau dengan Millie duduk manis diatas punggungnya.
"Papih canaaa " Millie meminta Adam berputar-putar di kamar. Adam pun menurut.
Penderitaan Adam semakin sempurna ketika Millie meminta Mikha untuk naik ke punggung Adam bersamanya.
"Mamiih ayo naik emoh " Millie menepuk punggung Adam.
Mikha yang sedari tadi hanya menjadi penonton dengan senang hati langsung ikut naik ke punggung Adam.
"Bukan aku yang minta Abang..tapi Millie " jawab Mikha santai.
"Abaaaang ayo jalan " Millie menarik kedua telinga Adam.
"Emohnya tidak mau jalan sebelum Millie panggil Papih " ujar Adam
"Papiiih jalaaan " Millie mengulangi perintahnya.
Adam kembali berputar-putar disekeliling kamar.Meskipun lelah tapi Adam sangat bahagia melihat Mikha dan Millie tertawa-tawa diatas punggungnya.
Mikha memutuskan turun ketika melihat baju Adam yang basah oleh keringat.
"Emohnya lelah..jadi kita harus turun dulu " Mikha menurunkan Millie dari atas punggung Adam.
Setelah kedua wanitanya turun Adam pun langsung ambruk diatas karpet. Mikha buru-buru mengambil air minum untuk Adam.
"Kalian itu tega sekali sama Papih " Adam pura-pura kesal sambil menenggak minuman yang Mikha berikan.
"Papih cape ?" Millie mendekati Adam kemudian mengusap wajah Adam yang basah oleh keringat.
"Tidak..Millie masih mau naik emoh lagi ?" tanya Adam.
"Emohnya cape takut mati " jawab Millie.
__ADS_1
*
Mikha dan Millie yang baru turun dari kerbaunya berbanding terbalik dengan Arin yang masih menunggangi kuda balapnya. Tubuh Arin tampak bergerak naik turun dengan lincahnya diatas tubuh Seno.
Kedua tangan Seno meraup dan meremas kedua dada Arin yang tampak berguncang seirama dengan pergerakan mereka.
Seno yang sudah tidak dapat mengendalikan dirinya secepat kilat merubah posisi. Kini Arin tampak hanya bisa pasrah ketika Seno menghimpitnya dibawah tubuhnya.
*******-demi ******* lolos dari bibir Arin ketika Seno melahap kedua dadanya dengan rakus tanpa menghentikan pergerakannya dibawah sana yang semakin cepat dan dalam.
Cakaran dan jambakan tangan Arin tidak membuat Seno berhenti bergerak.Ia semakin mempercepat gerakannya ketika gelombang kenikmatan yang baru ia rasakan mulai menggulung raganya dan menghempaskannya ke langit ketujuh.
Setelah mendapatkan pelepasan bersama Seno pun ambruk diatas tubuh Arin dengan peluh membasahi tubuh polos keduanya.
Seno kembali menautkan bibir mereka. Arin dan Seno tertawa sambil kembali menautkan bibir mereka.
"Ternyata begini ya rasanya malam pertama " bisik Seno dengan napas masih terengah.
"Bukan malam pertama..tapi siang pertama " ralat Arin.
Mereka memang melakukan tugas dan kewajiban sebagai suami istri untuk pertama kalinya disaat cuaca di Jakarta sedang panas-panasnya.Seno pun terkekeh.
"Sayang..boleh nambah ?" bisik Seno masih dari atas tubuh Arin.
"Kamu seperti sedang makan di warteg saja " Arin tertawa sambil mengusap punggung Seno yang lembab.
"Auw..kenapa punggung aku perih " Seno meringis.
"Maaf..tadi aku tidak sengaja mencakar punggung kamu " ucap Arin takut.
"Sini aku lihat kuku kamu " Seno turun dari tubuh Arin kemudian memeriksa kuku Arin yang panjang dan lancip.
Seno mengambil gunting kuku dari pouch milik Arin dan mulai memotong kuku Arin.
"Kamu tega banget sih kuku aku sedang cantik begini kamu potong " Arin tidak berkutik ketika Seno memotong kuku Arin yang indah.
"Kamu sendiri tega cakar punggung aku seperti kucing saja suka mencakar " jawab Seno.
Setelah selesai dengan urusan kuku Arin, Seno kembali naik keatas tubuh Arin namun Arin terlihat cemberut.
"Jangan cemberut " ujar Seno sambil menggigit kecil leher Arin membuat wanita yang baru saja kehilangan keperawanan nya itu tertawa kegelian.
"Senooo..geli tau " cicit Arin.
"Apa kamu bilang ?" tanya Seno.
"Seno..Seno.." jawab Arin meledek.
"Sama suami itu jangan panggil nama..panggil yang mesraan bisa ga !" Seno protes.
"Iya deh...Sayaaang " ralat Arin.
__ADS_1
"Nah itu lebih enak di dengar " jawab Seno sambil kembali menyusuri leher Arin dengan bibirnya.