
Milea memperlihatkan gigi barunya yang baru tumbuh kepada Millie. Ada empat gigi baru yang tumbuh secara bersamaan membuat Milea semakin menggemaskan saja jika sedang tertawa.
Sepulang sekolah Maura langsung tidur siang dikamar Millie bersama Milea. Disaat kedua anak itu tidur adalah waktu terbaik bagi Millie untuk sedikit bersantai.
Untuk mengisi kebosanan karena anak-anak sedang tidur siang Millie pun memilih menonton tv sambil menikmati salad buah yang baru saja ia buat.
"Santai banget.. anak-anak kemana ?"
Millie terlonjak kaget ketika Wisnu tiba-tiba muncul dan langsung duduk di sampingnya. Tidak biasanya Wisnu pulang sesiang ini.
"Maura dan Milea sedang tidur siang " jawab Millie seraya menggeser duduknya sedikit menjauh dari Wisnu.
"Salad siapa ini ?" tanya Wisnu sambil menunjuk mangkuk salad buah milik Millie yang berada diatas meja.
"Punya aku Mas " jawab Millie.
"Boleh coba ? sepertinya segar " ujar Wisnu
"Sebentar Mas aku buatin yang baru " Millie buru-buru bangkit untuk membuatkan salad buah untuk Wisnu.
"Tidak usah..ini saja " Wisnu langsung mengambil salad buah milik Millie dan menyantap nya.
Millie beranjak ke dapur membawakan minum untuk Wisnu. Setelah menghabiskan salad buah milik Millie Wisnu pun menenggak air yang barusan Millie bawakan.
"Tumben pulang cepat ?" tanya Millie sambil duduk di ujung sofa yang agak jauh dari Wisnu.
"Sedang ingin santai..mumpung tidak banyak pekerjaan " jawab Wisnu sambil melonggarkan dasi yang melilit di lehernya dan kemudian menggulung lengan bajunya sampai ke siku.
"Nanti sore kita ajak anak-anak jalan sekalian belanja bulanan " ajak Wisnu sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
"Iya Mas.. diapers Milea sama susu anak-anak sudah mau habis " jawab Millie.
Sejak Wisnu mengutarakan niatnya untuk menjadikan dirinya ibu untuk Maura dan Milea, Wisnu mulai memberikan perhatian lebih kepada Millie, dan itu memberikan kenyamanan tersendiri bagi Millie.Rasa yang tidak Millie dapatkan ketika masih berpacaran dengan Ryan.
Ketika Maura dan Milea sudah bangun, Millie dan Wisnu memandikan keduanya dan bersiap untuk pergi.
"Daddy kita mau kemana ?" tanya Maura ketika mereka masuk kedalam mobil.
"Jalan-jalan terus kita belanja " jawab Wisnu.
"Kakak Nina aku mau ke tempat permainan yang waktu itu sama kak Marvin " pinta Maura
"Iya..tapi nanti mainnya sama Daddy ya..kan kak Nina megang Mile " jawab Millie.
__ADS_1
"Iya kak " jawab Maura.
Millie yang fokus kepada Maura dan Milea tidak menyadari jika ada perubahan di wajah Wisnu ketika Maura selalu menyebut nama Marvin.
Ketika sampai di pusat perbelanjaan Wisnu tampak lebih banyak diam. Ia tampak malas ketika Maura menarik-narik tangannya ingin ke tempat permainan.
"Mas..kakak ingin ke tempat permainan " Millie mengingatkan Wisnu yang tampak tidak Fokus.
"Mana saya tau tempat permainan yang sering kamu dan Marvin kunjungi " jawab Wisnu dengan nada sedikit tinggi membuat Millie melongo.
"Disana Daddy " Maura menarik-narik tangan Wisnu.
Wisnu pun mengikuti langkah kaki Maura yang membawanya ke sebuah tempat permainan. Sambil bermain Maura terus berceloteh tentang semua permainan yang biasa ia mainkan dengan Marvin membuat wajah Wisnu semakin keruh.
"Kalau bapak sedang lelah atau sibuk lebih baik jangan memaksakan diri, daripada terlihat cemberut di depan anak-anak " ucap Millie pedas.Sebagai wujud protes nya Millie kembali menyebut Wisnu dengan sebutan bapak.
Mendengar ucapan Millie Wisnu pun menyadari akan kesalahannya yang tidak bisa mengontrol emosinya ketika Maura menyebut nama Marvin.
"Iya saya salah " Wisnu mengakui kesalahannya.
Setelah lelah bermain mereka pun makan di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari tempat bermain.Wisnu berusaha menebus kesalahannya dengan bersikap manis kepada Millie dan anak-anaknya.
"Kamu makan saja biar Mile Mas yang pegang " Wisnu mengambil Milea dari tangan Millie.
Milea yang mulai tidak bisa diam tampak tidak berkutik dalam pangkuan Wisnu.Millie pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyuapi Milea makan. Sementara Maura tampak anteng makan sendiri sambil sesekali berceloteh.
Adam dan Mikha menangkap jika hubungan Millie dan Wisnu bukan seperti hubungan majikan dan baby sitter..mereka lebih terlihat seperti sepasang suami istri yang berbahagia dengan dua orang putri.
Selesai makan Wisnu yang menggendong Milea menggenggam tangan Millie meninggalkan restoran. Sementara tangan Millie yang satu lagi menuntun tangan Maura. Mereka berjalan menuju supermarket.
Millie mendorong troli sementara Maura sibuk berlari kesana kemari mencari makanan kesukaannya dan dimasukkan kedalam troli. Sementara Milea tampak anteng dalam gendongan Wisnu dengan mpeng di mulutnya.
Millie memasukan beberapa pak diapers dan susu untuk Maura dan Milea kedalam troli. Wisnu menambahkan banyak biskuit bayi dan jajanan untuk kedua buah hatinya.Dengan sedikit malu Millie memasukan satu pak pembalut kedalam troli.Wisnu terkekeh melihat benda keramat milik wanita itu ada di dalam troli.
"Jangan tertawa " Millie mencubit lengan Wisnu membuat pria tampan beranak dua itu meringis memegang lengannya yang menjadi korban cubitan Millie.
Selesai berbelanja mereka pun pulang. Wisnu kembali memberikan Milea yang tertidur kepada Millie karena ia harus menyetir. Tidak lama kemudian Maura pun menyusul adiknya tertidur di kursi belakang.
Sesampainya di rumah Wisnu dan Millie memindahkan Maura dan Milea ke kamar. Millie yang lelah akhirnya memutuskan langsung tidur. Ia abaikan Wisnu yang sibuk menurunkan semua barang belanjaan dari mobil.
*
Keesokannya setelah Wisnu dan Maura pergi Millie membawa Milea ke rumahnya. Dari semalam Mamihnya menyuruh Millie ke rumah karena ada hal penting yang harus dibicarakan dengan Mamih dan Papihnya.
__ADS_1
"Ada masalah apa Mih ?" tanya Millie penasaran ketika melihat wajah Adam dan Mikha yang terlihat serius.
"Mamih mau tanya sama kamu tapi harus dijawab yang jujur " ujar Mikha.
"Iya Mih " jawab Millie.
"Apa kamu dengan ayahnya si Gemoy pacaran? soalnya kemarin Mamih dan Papih tidak sengaja melihat kamu makan di restoran..dan menurut kami kalian itu terlihat mesra " Mikha menatap tajam kearah Millie, begitu juga dengan Adam.
"Mamih juga tidak melihat kamu pakai seragam baby sitter" tambah Mikha.
Ditatap seperti itu Millie tidak kuasa untuk berbohong.
"Apakah kamu dan ayah si Gemoy pacaran ?" kini Adam yang bertanya.
Dengan berat hati Millie pun mengangguk.
"Ya Tuhan kakak..Papih ijinkan kamu menjadi baby sitter itu untuk sementara..bukan untuk menjadi ibu kedua anak itu..Papih pikir satu tahun sudah cukup untuk menebus rasa bersalah kamu atas kecelakaan itu " ujar Adam dengan nada tinggi. Millie hanya menunduk.
"Papih tidak mau tau..kamu harus segera mengakhiri semuanya dan selesaikan kuliah kamu yang tinggal sebentar lagi " ucap Adam tegas.
"Iya Pih..tapi Millie minta waktu beberapa bulan lagi..Millie belum siap pisah dengan Maura dan Milea dalam waktu dekat ini " ujar Millie
"Iya Papih mengerti..Papih mengijinkan kamu hanya satu tahun berada disana..bukan seumur hidup kamu apalagi dengan mengorbankan diri menjadi ibu anak-anak itu " ucap Adam tegas.
Millie mengangguk sambil mengusap kepala Milea yang berjalan tertatih kearahnya sambil berceloteh "Ma..ma .ma.."
"Kakak harus bisa membedakan antara cinta dan kasihan " ucap Mikha lembut sambil mengambil Milea dan mendudukkan di pangkuannya.
Mendekati waktu Maura pulang sekolah Millie pun pamit pulang untuk menjemput Maura. Sepanjang perjalanan Millie dilanda kegamangan. Millie tidak menyangka akan mendapat reaksi seperti itu dari Papih dan Mamihnya ketika mengetahui hubungannya dengan Wisnu disaat Millie mulai terbiasa dan merasa nyaman bersama Wisnu. Millie merasa begitu bahagia ketika sedang bersama Wisnu dan anak-anak.
Lamunan Millie buyar seketika ketika Maura yang sudah pulang mengetuk-ngetuk kaca mobil dari luar karena pintu mobilnya terkunci.
"Maaf Sayang kakak lupa pintunya dikunci " ucap Millie ketika Maura sudah masuk kedalam mobil.
"Kakak Nina nya tadi malah melamun " ucap Maura kesal.
"Maafkan kakak ya Sayang " Millie menyentuh pipi Maura lembut, gadis kecil itu pun mengangguk sambil tersenyum manis.
Setelah kejadian itu Millie menjadi terlihat murung, Wisnu pun dapat merasakan perubahan yang terjadi pada wanita yang diam-diam mulai menguasai hatinya itu.
"Kamu kenapa sudah beberapa hari ini Mas lihat selalu murung ? apakah anak-anak merepotkan kamu? jika ia biar Mas cari pengasuh lagi biar kamu tidak kerepotan sendiri mengurus anak-anak " ucap Wisnu
"Tidak usah..mereka anak-anak yang baik, aku tidak merasa direpotkan " jawab Millie.
__ADS_1
"Mas tidak mau kamu menyembunyikan apapun dari Mas " Wisnu menatap tajam wajah Millie.
"Aku tidak menyembunyikan apapun..lihat tangan aku kosong " Millie berusaha mengalihkan kecurigaan Wisnu dengan mengajaknya bercanda dan Millie pun berhasil. Senyum Wisnu pun langsung mengembang di sudut bibirnya.