
Seminggu setelah menikah Arin pun diboyong pindah oleh Seno ke Bandung.Besoknya Mikha dan Adam pun mulai tinggal menetap di rumah Mama.
Millie yang mulai semakin aktif membutuhkan perhatian ekstra dan tidak bisa hanya mengandalkan pengasuh nya saja.
Arin yang kini tinggal di Bandung kini mulai serius membantu mengelola butik milik Mikha. Adam dan Mikha satu bulan sekali datang ke Bandung untuk memantau perkembangan butik peninggalan orangtua Mikha itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam namun Adam tidak biasanya belum pulang dari kantor. Mikha mulai terlihat gelisah apalagi ponsel Adam tiba-tiba tidak bisa dihubungi.
Karena memiliki riwayat yang kelam membuat Mikha langsung berpikiran buruk terhadap suaminya. Segala prasangka buruk pun langsung merasuki pikirannya.
Semalaman Mikha mencari tau keberadaan Adam pada beberapa orang staf nya yang kebetulan Mikha kenal. Menurut keterangan salah seorang stafnya Adam pulang ke apartemennya.
Mendengar Adam pulang ke apartemen bukan ke rumah membuat Mikha semakin berpikiran buruk kepada Adam.
Keesokannya pagi-pagi sekali Mikha langsung pergi ke apartemen tempat dulu mereka tinggal dengan perasaan yang tiba-tiba kacau.
Setibanya di apartemen Mikha langsung masuk dan mencari Adam di kamarnya. Disana ia mendapati Adam sedang tertidur pulas masih dengan pakaian kerjanya.Hanya jasnya saja yang teronggok di atas sofa.
"Abaaang..kenapa pulang kesini" tanya Mikha sambil mengguncang-guncang tubuh Adam.
"Sayaaang ?" Adam membuka matanya. Ia tampak kaget begitu membuka mata.sudah ada istrinya di depan matanya.
"Abang semalam bawa perempuan ya kesini ?" Mikha mengendus baju Adam mencari apakah ada aroma wanita lain di baju Adam.
"Enak saja " Adam menyentil kening Mikha.
"Lalu kenapa semalam tidak pulang? malah tidur disini " tanya Mikha.
"Semalam Abang nemenin relasi bisnis ke club pulang jam satu..kalau pulang ke rumah takutnya sudah pada tidur " jawab Adam dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku tidak percaya..Abang pasti bohong " ujar Mikha.
"Beneran Sayaaang " jawab Adam.
"Lalu kenapa hp nya mati ?" tanya Mikha lagi
"Hp Abang lowbat..lupa dicas " jawab Adam
"Kamu itu tidak percayaan banget sama suami " keluh Adam.
"Semua istri juga pasti curiga kalau suaminya tidak pulang " jawab Mikha.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu kasian nanti Millie nyariin aku " Mikha mengambil tas nya dan hendak beranjak dari kamar.
"Heeeh..sudah ganggu Abang tidur sekarang enak saja mau pergi " Adam buru-buru menangkap tangan Mikha dan menariknya hingga Mikha terjerembab menindih tubuh Adam.
"Aku takut nanti Millie nangis kalau bangun aku tidak ada " Mikha berusaha turun dari atas tubuh Adam tapi tidak berhasil karena Adam mengunci pinggangnya dengan kedua tangannya yang kokoh.
__ADS_1
"Millie kan ada pengasuh..ada Mama juga " Adam kekeh tidak mau melepaskan Mikha, ia malah menyusupkan tangannya kedalam rok Mikha dan meremas bokongnya.
"Abaaang ih bangun tidur sudah mesum " Mikha berusaha menepiskan tangan Adam dari dalam roknya namun gagal, justru Adam malah menggulingkan tubuh Mikha dan mengurungnya dibawah tubuhnya.
Mikha sangat paham apa yang sedang suaminya itu inginkan karena Mikha sudah dapat merasakan celana Adam yang penuh dan menekan bagian bawah tubuhnya.
"Semalam Abang minum ya ?" tanya Mikha ketika mencium bau alkohol dari mulut Adam.
"Ya sedikit " jawab Adam jujur sambil mengendus leher Mikha.
"Abang masih belum kapok juga " Mikha menjewer telinga Adam hingga membuat Adam meringis.
"Cuma sedikit sayang..Abang juga sekarang lebih hati-hati " jawab Adam sambil berusaha melepaskan cengkraman kedua tangan Mikha dari telinganya.
"Awas saja kalau..mmpptthh "
Mikha tidak dapat melanjutkan ucapannya karena bibir Adam langsung menyumpal mulutnya.
Mikha tidak punya pilihan lain selain membalas ciuman panas dari Adam. Suara decapan dari bibir mereka terdengar di kamar yang cukup luas itu.
Tanpa melepaskan pagutan bibir mereka Adam buru-buru melepas kemejanya dan juga meloloskan celananya. Sementara Mikha masih terlena oleh ciuman Adam yang memabukkan.
Adam melepaskan sejenak tautan bibir mereka untuk meloloskan semua pakaian Mikha. Tidak lama kemudian Adam pun berhasil membuat tubuh Mikha polos tanpa ada sehelai benangpun menempel disana.
Adam kembali mencumbu Mikha yang sudah tidak mampu untuk memberontak selain diam dan menikmati kegilaan Adam diatas tubuhnya.
"Ssstt..Mama " Mikha memberi kode kepada Adam agar jangan berisik karena ia akan menerima telepon dari Mama.
"Kha..kamu dimana pagi-pagi langsung menghilang ?" tanya Mama.
"Aku pergi ke pasar Mam..bahan makanan di kulkas sudah pada kosong " jawab Mikha berdusta.
Adam yang sedang melahap dua bukit kembar Mikha terkekeh mendengar kebohongan Mikha.
Mikha mendelik sambil mendorong kepala Adam dari dadanya namun Adam malah melahapnya dengan rakus membuat Mikha menggigit bibir bawahnya agar suara desahannya tidak terdengar oleh Mama.
"Mama titip lalapan dan ikan asin ya..Papa sedang ingin makan ikan asin " ujar Mama
"I..iya Mah.." jawab Mikha sambil mencubit tangan Adam yang mulai meluncur ke bawah.
"Abang..ga bisa diam banget sih aku sedang telponan sama Mama juga..kalau kedengeran Mama bagaimana ?" omel Mikha.
"Siapa suruh kamu bohong ..pake bilang mau ke pasar. Padahal tinggal bilang saja nyusul Abang ke apartemen mama juga pasti ngerti " jawab Adam.
"Aku malu..kesannya aku itu istri yang tidak percaya sama suami sampai harus nyusul ke apartemen "
"Emang iya kan ?!" jawab Adam
__ADS_1
"Abaang ih nyebelin " Mikha langsung cemberut.
Tidak lama kemudian wajah cemberut Mikha sirna karena Adam dengan sangat ahlinya menerbangkan Mikha kelangit ketujuh.
Hampir satu jam Adam dan Mikha bergelut diatas ranjang dan diakhir dengan acara mandi bersama.
Adam dan Mikha yang sudah berpakaian rapi bersiap untuk pulang ke rumah Mama dengan wajah yang berseri.
Mikha sengaja meninggalkan mobilnya di apartemen dan memilih pulang bersama Adam.
"Abang.. kita mampir ke pasar dulu ya " ajak Mikha ketika mobil Adam sudah keluar dari parkiran.
"Ngapain ?" tanya Adam
"Belanja..tadi aku terlanjur berbohong sama Mama, selain itu Mama juga nitip beli lalapan sama ikan asin " jawab Mikha.
"Kamu sih pake berbohong segala " Adam yang malas ikut ke pasar jadi menyalahkan Mikha.
"Ya maaf.." ucap Mikha lirih.
"Kamu sendiri saja yang ke pasar ya..Abang tunggu di mobil "
"Tidak..Abang juga harus ikut ke pasar " pungkas Mikha dengan galaknya.
"Iya Abang ikut..galak banget sih kamu " keluh Adam sambil memarkirkan mobilnya di depan pasar.
Adam dan Mikha turun dari mobil dan masuk ke pasar. Adam mengikuti Mikha kemanapun istrinya itu pergi sambil membantu membawakan kantung belanjaan.
"kenapa tidak belanja di supermarket saja Yang lebih bersih " bisik Adam.
"Disini lebih lengkap Abang.. dan lebih murah " jawab Mikha.
"Tapi bau Sayang..dan gerah " keluh Adam.
"Sudah tidak usah protes " Mikha menuntun Adam menuju lapak penjual ikan asin.
Meskipun mengenakan masker namun bau ikan asin tetap saja menusuk Indra penciuman Adam.
Setelah mendapatkan banyak sayuran dan daging juga semua pesanan Mama, mereka pun pulang.
Mikha tersenyum melihat wajah Adam yang cemberut setelah keluar dari pasar.
"Terimakasih ya suamiku sudah mau nganterin aku ke pasar " Ucap Mikha sambil mencium bibir Adam.
"Iya " jawab Adam.
Rasa kesalnya seketika hilang setelah mendapat ciuman dari Mikha.
__ADS_1