
Minggu pagi Wisnu, Millie, Ibu dan anak-anak kembali ke Jakarta. Bapak tidak ikut ke Jakarta karena ada pekerjaan yang harus diurus di Bandung.
Sebelum pergi Millie sempat menolak duduk di depan bersama Wisnu. Namun karena Ibu memaksa akhirnya Millie pun terpaksa mau duduk di depan bersama Milea dalam pangkuannya.
Wisnu terlihat senang karena akhirnya Millie mau duduk disampingnya meskipun dengan wajah yang cemberut.
Selama dalam perjalanan Millie tidak pernah sekalipun berbicara pada Wisnu. Millie hanya mau berbicara kepada Ibu dan anak-anak saja.
Milea yang berada dalam pangkuan Millie tiba-tiba mempermainkan liontin di kalung Millie.
"Nama kamu Nina..kenapa liontinnya pake inisial M ?" tanya Wisnu.
Sebetulnya pertanyaan itu sudah ada dikepala Wisnu sejak Millie masih menjadi baby sitter Maura dan Milea.
"Pasti nama pacar kamu kan ?" tebak Wisnu ketika ia ingat dulu Maura sering menyebut nama Marvin. Bukannya menjawab Millie malah membuang muka. Ibu yang duduk dibelakang bersama Maura hanya menatap keduanya dengan tatapan bingung.
"Daddy..M itu artinya Maura sama Milea..iya kan kak Nina " tebak Maura.
"Iya Sayang " jawab Millie sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Millie Wisnu pun tersenyum lebar. Ternyata liontin M itu adalah inisial kedua putrinya.
Di jalan Wisnu terpaksa berhenti di rest area ketika Maura mengeluh ingin pipis.
Millie mengantar Maura ke toilet sementara ibu menunggu di mobil bersama Milea.Tanpa sepengetahuan Millie ternyata Wisnu mengikuti mereka.
"Ngapain sih mesti ngikut segala " Millie menggerutu ketika melihat Wisnu berjalan dibelakangnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
Setelah selesai menemani Maura ke toilet, tiba-tiba Millie pun merasa ingin buang air kecil juga.
"Kakak kembali ke mobilnya sama Daddy saja..kakak mau kembali lagi ke toilet ingin pipis " bisik Millie ke telinga Maura.
"Iya kak " Maura mengangguk.
Setelah memastikan Maura bersama Wisnu Millie pun buru-buru kembali lagi ke toilet.
Setelah selesai Millie pun keluar dari toilet dengan wajah yang lega. Begitu keluar Millie kaget karena Wisnu dan Maura masih ada di dekat pintu masuk toilet.
"Loh kakak ngapain disini, mau pipis lagi ?" tanya Millie.
"Aku sama Daddy menunggu kakak Nina " jawab Maura.
"Padahal kakak tidak usah ditunggu, kakak bisa pulang sendiri " ujar Millie sambil memeluk bahu Maura dan berjalan kembali ke mobil.
"Kata Daddy takut kakak Nina nya kabur..jadi harus ditunggu " ujar Maura.
Mendengar ucapan Maura, Millie mendelik sebal kearah Wisnu yang berjalan disebelah Maura.
__ADS_1
Sesampainya di mobil Millie mendapati Milea sedang menangis, rupanya Milea terbangun dari tidurnya dan mencari Millie.
Tangis Milea berhenti setelah bocah berpipi bulat itu berada dalam gendongan Millie.
Setelah Milea tenang dalam pangkuan Millie, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.
Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di rumah Wisnu. Millie menurunkan Milea masih tertidur diatas ranjangnya, begitu juga Maura.
Melihat Maura dan Milea tidur dimanfaatkan oleh Millie untuk pulang. Jika sampai menunggu mereka terbangun akan susah untuk Millie keluar dari rumah Wisnu.
"Sebaiknya istirahat dulu, jangan langsung pulang " ibu melarang ketika Millie berpamitan.
"Nanti takut anak-anak keburu bangun Bu " jawab Millie.
"Ya sudah hati-hati " Ibu akhirnya terpaksa mengijinkan Millie pulang.
"Mas antar ya " Wisnu buru-buru menyambar kunci mobilnya.
"Tidak usah..saya sudah pesan taksi online " jawab Millie sambil berjalan menuju teras depan dan menunggu jemputannya disana.
Wisnu buru-buru ke kamar anak-anak untuk mengambil sesuatu. Tidak lama kemudian ia memberikan setumpuk amplop coklat berisi uang gaji Millie.
"Mas menemukan ini di laci kamar "
Millie menatap amplop-amplop itu kemudian mengambilnya dari tangan Wisnu dan dimasukkan kedalam tasnya.
Millie tidak menjawab, ia buru-buru pergi karena taksi online pesanannya sudah datang. Wisnu hanya bisa menatap nanar kepergian Millie dari hadapannya.
Setelah ini Wisnu berharap semoga masih ada keajaiban yang akan mempertemukan ia kembali dengan gadis yang diam-diam sudah mencuri hatinya dan anak-anak.
Keesokannya Wisnu dibuat panik ketika Maura dan Milea menangis bersamaan ketika mereka tidak mendapati Millie di rumah.
"Kenapa kak Nina pulang tidak bilang-bilang.. harusnya Daddy bangunkan aku waktu kak Nina mau pulang..Aku itu sudah capek-capek ngejar kakak Nina sampai dapat " Maura terus mengoceh diantara tangisnya.
"Kakak berdoa saja semoga kita bisa bertemu lagi dengan kak Nina " Wisnu berusaha menghibur Maura.
"Coba dulu Daddy tidak pecat kakak Nina, pasti masih ada disini sama aku dan dedek " Maura mulai menyalahkan Wisnu.
"Iya Daddy yang salah..maafkan Daddy ya Sayang " pinta Wisnu penuh rasa penyesalan.
"Nanti kita tangkap lagi kakak Nina nya biar tidak bisa kabur lagi " ujar Wisnu diselingi candaan, namun Maura malah cemberut.
"Garing " ucap Maura sambil mendelik judes
*
Setelah mendapatkan gelar sarjananya, Adam dan Mikha dibuat gusar ketika Millie mengemukakan keinginannya untuk bekerja di perusahaan yang di Kanada.
__ADS_1
"Papih tidak ijinkan " Adam langsung menolak dengan keras keinginan putrinya itu.
Adam tidak mau putri kesayangannya sampai salah jalan seperti dirinya dulu jika jauh dari pantauan nya.
Reaksi serupa Millie terima dari Mamihnya.
"Kenapa tidak masuk disini saja kak.. Mamih tidak mau jauh dari kamu " ucap Mikha dengan mata berembun.
"Kakak ingin cari sesuatu yang baru Mih..lagian disana kan ada Tante Martha dan Om Aris yang akan jaga kakak " bujuk Millie.
Adam tetap tidak mengijinkan Millie tinggal di Kanada meskipun ia yakin Martha dan Aris akan menjaga putrinya dengan baik disana.
"Papih tetap tidak ijinkan " ucap Adam tegas. Meskipun tidak membantah namun Millie terlihat kecewa dengan keputusan Papihnya.
"Sayang apakah alasan kakak ingin pergi ke Kanada karena Papih dan Mamih tidak merestui hubungan kamu dengan Wisnu ? " tanya Mikha ketika Millie bersiap untuk tidur.
"Bukan Mih " jawab Millie.
"Lagian hubungan aku sama pak Wisnu putus juga bukan karena itu, ternyata kita memang tidak cocok " sambung Millie.
Meskipun Millie mengatakan alasan mereka putus karena tidak cocok tapi Mikha tidak mempercayainya.
Mikha masih sering mendapati Millie menyembunyikan kaos kaki si Gemoy dibawah bantalnya.
"Kamu masih belum bisa melupakan anak-anak Wisnu ?" tanya Mikha.
"Kadang-kadang masih suka ingat Mih..tapi kakak yakin nanti juga lupa dengan sendirinya" jawab Millie.
"Iya Sayang " ucap Mikha lembut.
Jangankan Millie, Mikha dan Adam saja masih sering merindukan bocah Gemoy itu.Mikha berada di kamar Millie sampai putrinya itu tertidur.
Setelah Millie benar-benar tertidur Mikha beranjak menuju kamar Marvin. Putra tampannya itu pun sudah tertidur.
Setelah memastikan kedua buah hatinya tertidur, Mikha kembali ke kamarnya dan menghampiri Adam yang sedang menonton acara pertandingan bola.
"Anak-anak sudah tidur ?" tanya Adam
"Sudah " jawab Mikha sambil menyandarkan kepalanya di bahu Adam.
"Kamu ngobrol apa saja sama kakak?" tanya Adam.
"Aku tanya soal hubungannya dengan Wisnu, kakak bilang sudah tidak berhubungan lagi dengan Wisnu " jawab Mikha.
Adam terdiam, beberapa kali ia bertemu dengan Wisnu Adam mendapatkan kesan yang sangat baik.Sepertinya selama ini Adam telah salah menilai pria tampan beranak dua itu.
"Sekarang Abang tidak akan melarang kakak berhubungan dengan Wisnu " ujar Adam membuat Mikha langsung melongo.
__ADS_1
"Telat Abang..mereka sudah putus " jawab Mikha.