
Selepas subuh Adam bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta bersama Arin dan Seno. Sebelum pergi Adam memeluk Millie yang masih tertidur dan menciumi seluruh wajahnya.
"Papih pergi dulu ya dek..jangan nakal disini sama mamih " Adam membisikan pesan ditelinga Millie.
Mikha hanya menatap penuh haru pada Adam yang terlihat enggan berpisah dengan putrinya.Setelah puas menciumi Millie kini Adam beralih pada Mikha.
"Cepetan beresin skripsi nya biar bisa cepat nyusul ke Jakarta " ucap Adam sambil memeluk pinggang Mikha.
"Iya " jawab Mikha.
"Minggu depan Abang yang pulang kesini " bisik Adam sebelum menyatukan bibir mereka.
Setelah berciuman cukup lama, mereka pun saling melepaskan diri karena Seno dan Arin sudah menunggu Adam di dalam mobil.
"Abang pergi dulu ya " Adam menggendong tas ranselnya nya kemudian beranjak keluar kamar.
"Hati-hati Bang " pesan Mikha sebelum Adam keluar dari kamar.
"Iya " jawab Adam.
Setelah mencium tangan Mama dan Papa Adam pun masuk kedalam mobil.Tidak lama kemudian mobil Adam yang dikendarai oleh Seno pun meluncur meninggalkan kota Bandung.
Beberapa jam kemudian disaat Mikha sedang bersiap akan pergi ke kampus, tiba-tiba Millie terbangun dan langsung menangis mencari Papihnya.
"Abaang ana Mih ?" tanya Millie diantara tangisnya.
"Papih kerja sayang.. cari uang yang banyak buat Millie..biar bisa beli ice cream " Mikha membujuk Millie agar berhenti menangis.
Mendengar Mikha menyebut ice cream tangis Millie pun perlahan mereda.
Sebelum pergi ke kampus Mikha menyempatkan diri untuk memandikan Millie dulu. Setelah mandi biasanya Mama lah yang menyuapi Millie makan setelah Mikha pergi.
Mikha yang sibuk menyelesaikan skripsinya dan Adam yang sibuk dengan pekerjaannya membuat mereka tidak bertemu selama beberapa minggu.
Meskipun mereka tidak bertemu namun Adam dan Mikha selalu berkomunikasi melalui sambungan telepon. Bahkan hampir tiap hari Adam melakukan sambungan video dengan Millie.
Weekend ini rencananya Mikha akan pergi ke Jakarta karena Millie selalu merengek ingin bertemu dengan Papihnya. Namun Mikha mengurungkan niatnya karena Adam mengatakan jika ia akan pergi ke Surabaya.
"Papiiih puyaaang " Millie merengek ketika wajah Adam muncul dilayar ponsel Mikha.
" Iya nanti Papih pulang...nanti Papih beliin mainan untuk Millie "
Adam berusaha membujuk agar Millie tidak terus merengek.Adam terus melakukan sambungan video dan menunggui sampai Mikha dan Millie tertidur. Adam merasa trenyuh ketika melihat mata Millie yang basah menyisakan air mata.
Setelah memastikan anak dan istrinya tidur, Adam pun mencoba untuk memejamkan matanya. Sebelum tidur ia membuka galeri di ponselnya dimana ada puluhan photo-photo Millie dan Mikha disana.
Adam menatap photo-photo Mikha dan Millie dengan harapan kantuk akan segera datang. Tapi ternyata ia salah. Rasa rindu kepada dua wanita itu semakin membuatnya tidak bisa memejamkan matanya.
Adam akhirnya menyerah, ia pun bangun dan mengambil kunci mobilnya. Tidak lupa ia membaw tas berisi baju-baju yang awalnya akan ia bawa Surabaya.
Adam menyimpan tasnya di kursi depan kemudian mobil pun meluncur membelah jalanan menuju kota Bandung.
__ADS_1
Ketika rasa kantuk datang Adam sempat berhenti di rest Area untuk minum kopi dan menyesap beberapa batang rokoknya.
Secangkir kopi dan beberapa batang rokok cukup membuat rasa kantuknya hilang, Adam kembali melanjutkan perjalanan untuk menemui orang-orang tersayangnya.
Dua jam kemudian mobil Adam pun sampai di rumah. Arin terlihat terkantuk-kantuk membuka pintu pagar .
"Kamu sama siapa pulang ?" tanya Adam begitu keluar dari mobil
"Dijemput Seno " jawab Arin sambil menunjuk mobil Seno yang terparkir di garasi dengan dagunya.
"Dia nginep disini ?" Adam langsung melotot
"Iya..dia tidur dikamar Abang..Papa dan Mama yang nyuruh " jawab Arin sambil masuk ke dalam rumah.
Setelah mengunci pintu Adam pun beranjak menuju kamar Mikha melalui pintu penghubung yang ada di ruang tengah.
Ketika hendak masuk ke kamarnya, Adam dibuat kecewa karena Mikha mengunci pintu kamarnya dari dalam.
Adam merasa tidak tega jika harus membangunkan Mikha. Karena merasa sangat mengantuk Adam pun akhirnya memilih tidur di sofa ruang keluarga rumah Mikha.
Selepas subuh Mikha memutuskan untuk kembali tidur. Ia baru bangun ketika mendengar suara rengekan Millie yang baru terbangun dan matahari sudah mulai tinggi.
Mikha pun langsung mengajak Millie mandi bersama. Mereka berendam didalam bathtub dengan air hangat.
Millie yang mulai aktif memasukan hampir satu botol sabun cair kedalam bathtub sehingga membuat gelembung yang cukup banyak disana.
Selesai mandi Mikha membalut tubuh mungil Millie dengan handuk. Setelah berpakaian mereka pun keluar dari kamar dengan tubuh segar dan wangi.
Mikha dan Millie yang baru keluar dari kamar melongo ketika melihat Adam yang tengah tertidur di sofa. Mereka pun langsung memburu Adam yang tengah meringkuk disana.
"Apiih..bangun " Millie mencolek-colek pipi Adam.
"Papih masih ngantuk sayang " Adam akhirnya membuka matanya.Melihat Adam membuka matanya Millie pun kembali menciumi wajah Adam.
"Abang kenapa tidur di sofa ?" tanya Mikha sambil duduk di sofa yang sama tempat Adam tidur.
"Bagaimana Abang bisa masuk ke kamar kalau kamarnya kamu kunci dari dalam " jawab Adam dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku kan tidak tau kalau Abang akan pulang.. soalnya semalam Abang bilang mau ke Surabaya "
"Ke Surabayanya di cancel " jawab Adam sambil gantian menciumi wajah Millie.
"Anak Papih wangi " Adam terus menciumi wajah Millie membuat bocah yang hampir berusia dua tahun itu terkikik kegelian.
"Millie..mau ikut Aunty jalan-jalan tidak ?" suara cempreng Arin membuat Millie buru-buru turun dari tubuh Adam.
"Aiiiin..itut.." Millie mengangkat tangannya minta digendong begitu Arin muncul bersama Seno.
"Mau kemana ?" tanya Mikha
"Jalan-jalan " jawab Arin.
__ADS_1
"Ya sudah ..hati-hati " ucap Adam masih dalam posisi berbaring di sofa.
"Semalam ga dikasih pintu ya Bang ?" ledek Arin sambil berlalu dengan Millie dalam gendongnya. Adam hanya tersenyum kecut.
"Pindah yuk tidurnya ke kamar " Mikha menarik tangan Adam. Namun bukan tubuh Adam yang tertarik malah Mikha yang terjerembab diatas tubuh Adam.
"Abang kangen " Adam langsung mengunci tubuh Mikha yang berada tepat diatas tubuhnya.Mikha tidak menolak ketika Adam langsung menerkam bibirnya.
"Hmmm..istri Abang wangi banget " Adam mengendus leher Mikha.
"Abang bau..mandi gih " ujar Mikha
"Nanti sekalian mandi junub " jawab Adam sambil kembali melahap bibir Mikha.
Tidak ingin Adam menelanjanginya disana, Mikha pun berusaha melepaskan diri dari pelukan Adam.
"Kenapa..kamu tidak kangen sama Abang ?" tanya Adam protes
"Takut ada Mama atau Papa kesini " jawab Mikha.
"Kalau begitu kita pindah ke kamar " Adam bangkit kemudian menuntun Mikha masuk ke kamar mereka.
Begitu pintu tertutup Adam langsung menyergap Mikha dan mendorongnya ke dinding. Ia kembali menyerang bibir Mikha dan melahapnya dengan rakus.
Perlahan Adam menggiring Mikha menuju ranjang mereka dan menjatuhkan Mikha disana.
Secepat kilat Adam melucuti semua baju Mikha yang belum satu jam melekat di tubuhnya. Setelah berhasil membuat Mikha telanjang Adam pun menanggalkan semua kain yang melekat di tubuhnya.
"Sudah lama Abang tidak nyangkul Neng " bisik Adam dengan suara yang mulai memburu.
"Ya..cangkul yang dalam Baaang " jawab Mikha sambil terkikik.
Setelah melakukan kewajibannya memberi nafkah batin kepada istrinya Adam pun melanjutkan tidurnya.
Mikha perlahan melepaskan diri dari pelukan Adam.Ditariknya selimut hingga menutupi tubuh polos Adam sebelum ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket padahal baru tadi pagi ia mandi bersama Millie.
Selesai mandi dan memakai baju ia keluar untuk bergabung di rumah Mama. Ada perasaan tidak enak hati ketika ia melihat di meja makan sudah tersedia beraneka masakan sementara Mikha sendiri baru keluar dari kamar.
"Maaf Mah aku tidak bantuin Mama masak " ucap Mikha malu.
"Tidak apa-apa Kha..melayani suami juga penting, apalagi kalian jarang bertemu " jawab mama membuat Mikha tambah merasa malu.
"Kok mama tau sih ?" Mikha melongo
"Gimana mama tidak tau kalau leher kamu belang-belang begitu " jawab Mama sambil menunjuk kearah leher Mikha.
Mendengar jawaban Mama Mikha buru-buru menutupi bagian lehernya dengan rambutnya.
"Tidak usah malu..itu adalah hal yang wajar pada pasangan suami istri " Mama mengusap bahu Mikha.
"Sekarang buruan makan.. takutnya Abang minta nambah " ledek Mama
__ADS_1
"Mama ih.." Mikha pun tersipu malu dengan wajah yang merah.
Mama tertawa sambil berlalu dari dapur karena Papa memanggilnya dari teras belakang.