
Hari ini Millie dan Wisnu mulai masuk ke kantor setelah seminggu lebih menikmati bulan madu.
Di hari pertama kerja Millie harus direpotkan dengan drama di pagi hari karena Milea menangis tidak mau ditinggal Mommy nya kerja.
Milea baru berhenti menangis setelah Wisnu dan Millie mengantarkannya ke rumah Mikha.
Setelah Mile berada di rumah Mamihnya Wisnu dan Millie pun pergi dengan tenang.
Sebelum pergi ke kantornya Wisnu terlebih dahulu mengantarkan Millie ke kantor mertuanya.
Hari pertama masuk mereka langsung disibukkan dengan setumpuk pekerjaan.
Wisnu memeriksa beberapa pekerjaan yang ia tinggalkan selama seminggu lebih.
Karena hari ini Wisnu sangat sibuk, ia tidak sempat mengajak Millie makan siang.Akhirnya Millie pun makan siang bersama Papihnya.
Sebelum makan siang Millie menyempatkan diri menelpon sopirnya untuk memastikan apakah Maura sudah dijemput atau belum.
Millie terlihat lega ketika sopir nya mengabari jika Maura sudah pulang diantarkan ke rumah Mamihnya sesuai permintaan Maura.
Millie hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum mendengar Maura dengan sesuka hatinya meminta sopir mengantarnya pulang ke rumah atau ke rumah orangtua Millie.
"Anak-anak dimana kak ?" tanya Adam ketika mereka sedang makan siang di resto yang berada tidak jauh dari kantornya.
"Tadi pagi aku anterin Mile ke rumah, Maura juga pulang diantar sopir ke rumah.. sekarang sedang bersama Mamih..nanti sore aku sama Mas Wisnu jemput " jawab Millie
"Bagus..lebih baik anak-anak sama Mamih saja..biar Mamih ada temannya di rumah " ujar Adam sambil terkekeh.
"Iya Pih " jawab Millie.
"Bagaimana kalau anak-anak tinggal sama Papih dan Mamih saja kak..biar mereka kita yang urus " saran Adam
"Jangan dong Pih..nanti aku kesepian di rumah " Millie langsung menolak.
"Kakak sayang banget ya sama mereka " Adam pengusap kepala putrinya.
"Ya iya dong Pih..mereka kan anak-anak aku " jawab Milli. Adam mengangguk sambil tersenyum.
Wajar Millie begitu menyayangi Maura dan Milea karena Millie sudah lama mengasuh kedua bocah lucu itu..Adam dan Mikha saja yang baru dekat dengan Maura dan Milea akhir-akhir ini begitu menyayangi kedua bocah itu.
Setelah selesai makan siang Adam dan Millie pun kembali ke kantor. Millie pun kembali tenggelam dengan pekerjaannya.
Sorenya Adam mengajak Millie untuk pulang bersama namun Millie menolak karena sedang tanggung menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.
"Ya sudah Papih pulang duluan ya Kak " Adam akhirnya meninggalkan Millie yang masih berada di ruangannya.
Tidak lama berselang setelah Adam meninggalkan ruangan Millie, Wisnu datang untuk menjemputnya.
"Kamu masih sibuk Sayang ?" tanya Wisnu.
"Sebentar lagi..mas tunggu saja sebentar lagi juga selesai " jawab Millie sambil menyuruh Wisnu duduk di sofa yang ada di ruangan kerjanya.
Bukannya duduk di sofa Wisnu malah beranjak ke belakang kursi Millie dan memeluk Millie dari belakang.
__ADS_1
"Mas mau liatin kamu kerja saja " bisik Wisnu ditelinga Millie.
"Maassh " Millie menangkap tangan Wisnu yang mulai menyusup dibelahan dada baju Millie.
"Maaass..ini di kantor " Millie mengingatkan Wisnu yang masih belum mau mengeluarkan tangannya dari balik baju Millie.
"Iya Mas tau ini di kantor..kalau di luar mas juga tidak berani " jawab Wisnu sambil meremas dua bukit kembar Millie.
"Mas nanti ada yang melihat " Millie mencubit tangan Wisnu yang bergerak semakin nakal dibalik bajunya.
"Mas sudah kunci pintunya " jawab Wisnu santai.
Karena Wisnu terus mengganggu akhirnya Millie pun mematikan laptopnya.
"Tidak akan bener kerja juga ada pengganggu " Millie menggerutu. Wisnu yang berada dibelakang Millie tersenyum penuh kemenangan.
Setelah Millie membereskan meja kerjanya, Wisnu menuntun Millie untuk duduk di meja kerjanya.
Millie yang tidak punya pilihan lain akhirnya menurut dan hanya pasrah ketika Wisnu langsung melahap bibirnya dengan rakus.
Namun tiba-tiba Wisnu melepaskan tautan bibir mereka ketika ponsel Millie berbunyi. Satu panggilan video dari Adam masuk.
Millie buru-buru merapikan bajunya dan menyuruh Wisnu menjauh sebelum ia menerima panggilan video dari Papihnya.
"Mommy..cepetan pulang! Papih sudah pulang kenapa Mommy belum pulang ?" wajah Maura langsung muncul di layar ponsel Millie.
"Iya kak ini Mommy sedang siap-siap mau pulang " jawab Millie
"Tapi pulangnya belikan Mc D ayam sama burger nya " pinta Maura
"Kamu dengar sendiri kan Mas..anak-anak menyuruh kita pulang jadi jangan ngajak mesum di kantor " Millie memperingatkan suaminya yang duduk di sudut sofa dengan wajah masamnya.
"Iya..iya " jawab Wisnu sambil menyambar kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja kerja Millie.
"Awas saja..nanti malam kamu tidak akan selamat " Gumam Wisnu dengan nada mengancam.
Sebelum menjemput anak-anak di rumah orangtua Millie, mereka mampir dulu ke sebuah gerai ayam goreng untuk membeli pesanan Maura.Wisnu dan Millie juga memesan paket combo untuk Marvin. Mereka tidak mau Maura menangis Karena Marvin selalu menggoda Maura dengan cara mencuri makanannya.
Maura dan si Gemoy langsung berlari menyambut kedatangan Millie dan Wisnu.
"Mommy pesanan aku mana ?" tanya Maura.
"Ini punya kakak, ini punya dedek dan ini punya kak Marvin " Millie memberikan tiga kantung ayam goreng dan burger kepada Maura.
"Ini buat kak Marvin..jadi jangan suka mencuri makanan aku " Maura memberikan kantung makanan bagian Marvin.
"Terimakasih cantik " Marvin iseng mencolek dagu Maura membuat Maura langsung mendelik judes.
"Marvin..jangan suka iseng " Adam langsung melotot kearah putra bungsunya.
"Tau tuh iseng banget sih kamu " Millie menjitak kepala Marvin.
Maura yang sedang asik memakan burgernya langsung marah ketika Marvin mencomot ayam goreng miliknya.
__ADS_1
"Kakaak itu punya aku " Maura langsung marah dan hendak memukul Marvin tapi Marvin dengan cepat langsung kabur.
Akhirnya Maura pun menangis dan mengadu kepada Adam.
"Nanti kakak Marvin nya papih pukul " Adam mengusap kepala Maura untuk meredakan tangisnya.Sementara Milea tampak bengong dalam pangkuan Wisnu.
Setelah anak-anak menghabiskan makanannya, Wisnu dan Millie pun pamit pulang.
"Maura tidak salim sama kak Marvin?" tanya Marvin.
"Tidak..kak Marvin nakal " jawab Maura judes.
Melihat Maura yang tampak masih kesal kepadanya remaja berusia belasan tahun itu tertawa terbahak-bahak.
Marvin baru berhenti tertawa ketika Mikha melotot sambil mencubit tangannya.
Meskipun Marvin kerap kali menggoda Maura sampai menangis namun Wisnu tidak pernah marah karena candaan Marvin masih dalam ukuran wajar. Malah Millie yang sering terlihat kesal kepada adiknya itu.Maura sendiri meskipun sering dijahili oleh Marvin tapi setiap pulang sekolah ia selalu minta diantarkan pulang ke rumah Adam dan Mikha.
Setelah sampai ke rumah, Maura dan Milea langsung tertidur di kamarnya. Setelah anak-anak tidur barulah Millie dapat beristirahat.
Millie duduk di ranjangnya dengan bersandar pada kepala ranjang sambil menonton film Turki kesukaannya.
Jika Maura dan Milea belum tidur mereka pasti mengganti film nya dengan film kartun.
Kedua bocah itu selalu ingin menonton tv dikamar Mommy dan Daddynya, padahal di kamar mereka juga tersedia tv dengan ukuran yang sama.
Millie yang sedang asik nonton langsung protes ketika Wisnu merampas remote dan mematikan tv seenaknya.
"Maas..kenapa dimatikan..aku lagi nonton " Millie berusaha mengambil remot dari tangan Wisnu namun tidak berhasil.
"Sudah nontonnya sekarang waktunya tidur " titah Wisnu.
"Aku belum ngantuk " Millie langsung cemberut.
"Kalau belum ngantuk bagaimana kalau temani Mas main " ajak Wisnu.
"Main apa ?" tanya Millie mengernyit.
"Main kuda-kudaan " jawab Wisnu sambil menaik turunkan alisnya
"Dasar modus..bilang saja minta jatah " Millie memukuli Wisnu dengan bantal.
Wisnu tertawa dan berusaha melindungi wajahnya dari pukulan bantal Millie.
Millie baru berhenti memukuli Wisnu setelah pria tampan itu menangkap pinggangnya dan mengurung tubuhnya dibawah tubuh kekarnya.
"Masih mau pukul ?" tanya Wisnu
Millie menggeleng karena Wisnu mengunci kedua tangan Millie diatas kepalanya.
Karena kedua tangan Millie terkunci, akhirnya wanita cantik itu hanya pasrah ketika bibir Wisnu menerkam bibirnya dan ********** .
Bahkan Millie hanya bisa mendesah sambil memejamkan matanya saat bibir kenyal suaminya itu semakin merambat turun dan melahap dadanya dengan rakus.
__ADS_1
Hisapan dan gigitan-gigitan kecil membuat ******* demi ******* lolos dari bibir Millie.
Akhirnya Millie pun menyerah dalam kuasa tubuh kekar Wisnu.