My Baby Sitter

My Baby Sitter
Jinak-jinak Merpati


__ADS_3

Adam menidurkan Millie dikamarnya setelah putri kecilnya yang tidak mau lepas dari gendongannya itu tertidur di bahunya


"Millie kangen banget ya sama Papih " Adam menciumi pipi Millie yang semakin bulat berisi dengan gemas.


Meski mendapat ciuman bertubi-tubi dari Papihnya namun tidak membuat Millie terjaga dari tidurnya.


Bocah sembilan bulan yang sudah mulai belajar berjalan itu tetap tertidur pulas sambil memeluk boneka jerapah nya.


Satu jam berlalu sejak Adam menidurkan Millie dikamarnya, Mikha masih belum masuk ke kamar.Terakhir Adam melihat Mikha dan Arin masih nonton drama Turki kesukaan nya.


Waktu hampir jam 11 malam,namun Mikha masih belum ke kamar Adam.Akhirnya Adam pun keluar untuk menyuruh Mikha tidur.


Di ruang keluarga tempat Mikha dan Arin menonton ternyata sudah sepi,lampu pun sudah dimatikan.


Adam mencari Mikha di kamar Arin namun istrinya itu tidak ada disana. Akhirnya Adam menemukan Mikha tengah tertidur lelap dikamarnya di rumah sebelah.


Adam mengambil tisu kemudian menggelitik hidung Mikha yang sedang tertidur lelap. Mikha akhirnya membuka matanya karena ada yang mengganggu tidurnya.


"Apaan sih Abang aku ngantuk " Mikha terlihat kesal kemudian menarik selimut menutupi sekujur tubuhnya.


"Jadi maksud kamu menyuruh Abang pulang itu untuk apa ?" tanya Adam kesal. Adam pikir Mikha sudah mau baikan lagi dengannya.


"Ya pulang saja..memang kamu tidak kangen sama Millie " jawab Mikha dari dalam selimut.


"Itu sudah tidak usah ditanya lagi..Abang kangen sama Millie..sama kamu juga "


"Sekarang kamu pindah tidurnya ke kamar Abang " Adam menarik paksa selimut yang menutupi sekujur tubuh Mikha.


"Aku tidur disini saja " Mikha menolak


"Mau pindah sendiri atau Abang pindahin ?" ancam Adam.Tangannya terulur hendak membopong Mikha.


"Tidak..tidak..aku bisa jalan sendiri " Mikha menolak digendong Adam.


"Bagus " jawab Adam sambil berkacak pinggang.


"Abang jalan duluan sana " Mikha bangkit sambil memeluk bantal yang akan ia bawa ke kamar Adam.


Adam berjalan lebih dulu sementara Mikha mengikuti dari belakang.Namun setelah Adam melewati pintu kamar tiba-tiba Mikha menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.


"Mikhaaa..buka pintunya..awas kamu ya berani ngerjain suami " Adam menggedor pintu kamar Mikha dengan kesal.


Didalam kamar Mikha menutupi kepalanya dengan bantal kemudian melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh ulah Adam.


Keesokannya Adam terlihat masih kesal dengan kelakuan Mikha semalam.Adam menolak ketika Mikha menawarkan kopi untuknya.


"Papah saja yang mau Kha " ujar Papa.


"Baik Pah " jawab Mikha sambil beranjak ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Papa.


"Jangan kepancing Bang.." Papa menepuk bahu putranya untuk memberi semangat.


"Karena kesalahan ada di tangan Abang jadi harus sabar..kalau Abang mudah tersulut emosi yang ada Mikha akan semakin menjauh " bisik Papa. Semalam Papa dan Mama sempat mendengar Adam menggedor pintu kamar Mikha.


"Mendekati Mikha harus pake strategi dan ini " Papa menunjuk kepalanya.


"Kamu lulusan sekolah luar negri harusnya lebih pintar dari Papa ..Papa saja bisa ngajak Mama rujuk masa kamu tidak " Papa terus menyemangati putranya.

__ADS_1


Obrolan Adam dan Papa terhenti ketika Mikha datang dengan satu cangkir kopi ditangannya.


"Abang juga mau dong kopinya " Ucap Adam ketika wangi kopi milik papa menguar di Indra penciumannya.


"Tadi katanya tidak mau " Mikha menggerutu sambil beranjak kembali ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Adam.


"Pepet terus..jangan sampai kendor " Papa menepuk bahu Adam sambil berlalu membawa cangkir kopi miliknya.Adam mengangguk.


"Loh Papa nya kemana ?" Mikha yang baru datang dengan membawa kopi untuk Adam tidak mendapati mertuanya bersama Adam.


"Ke kamar " jawab Adam.


"Ooh " jawab Mikha sambil berlalu dari hadapan Adam.


"Heh mau kemana..sini duduk temani Abang disini " Adam menangkap tangan Mikha.


"Mau kasih makan Millie " jawab Mikha


"Millie sudah makan disuapi Mama " jawab Adam.


"Kalau begitu aku mau ambil minum " Mikha mencari alasan.


"Ini minum punya Abang " Adam menyerahkan botol air mineral kepada Mikha. Mikha terdiam


"kenapa..bingung ya mencari alasan untuk menghindari Abang ?" sindir Adam.


"Tidak " jawab Mikha lirih.


"Kalau begitu duduk...temani Abang minum kopi " Adam menarik tangan Mikha hingga Mikha duduk dipangkuan Adam.


Akhirnya Adam membiarkan Mikha turun dari pangkuannya.Sejenak Adam menatap Mikha dalam membuat Mikha langsung menunduk.


"Kha..sampai kapan kita seperti ini ?..apa kamu tidak ingin memberi Millie keluarga yang utuh.. dimana Papih Mamihnya tidak saling menjauhi seperti kita ?" tanya Adam.


"Abang itu cape jika harus berjauhan terus dengan kalian..Abang ingin setiap hari jika Abang pulang kerja ada kamu dan Millie yang menyambut Abang..Abang ingin Millie memiliki keluarga yang utuh tidak tercerai berai seperti kita sekarang " ujar Adam.


"Kha..kamu dengar tidak apa yang Abang ucapkan ?" tanya Adam.


"Iya dengar " jawab Mikha.


"Lalu tanggapan kamu apa ?" tanya Adam


"Hah..tanggapan aku ?" Mikha balik bertanya dengan bingung.Adam menggaruk pelipisnya.


"Abang mau kita baikan..kamu mau kan baikan sama Abang ?" tanya Adam menatap dalam kearah Mikha..Mikha mengangguk.


"kamu tau kan arti baikan ? " tanya Adam lagi. Lagi-lagi Mikha mengangguk.


"Artinya kita kembali menjadi suami istri yang seutuhnya..Kita sama-sama melakukan hak dan kewajiban kita sebagai suami istri..kamu tidur di kamar Abang..atau Abang tidur dikamar kamu " Adam menjelaskan arti baikan menurut versinya.


"Sebentar Bang..Millie menangis " dalam sekejap Mikha langsung kabur dari hadapan Adam ketika terdengar suara Millie yang menangis dari kamar Arin.Pembahasan mengenai arti baikan menurut versi Adam pun terpaksa usai.


Adam mengikuti Mikha menuju kamar Arin untuk melihat Millie yang sedang menangis.


Dikamar Arin tampak panik karena Millie yang baru bangun tidur menangis ketakutan melihat dirinya yang sedang memakai masker.


"Ya ampuun pantas saja Millie menangis " Mikha langsung mengambil Millie dari ranjang Arin.

__ADS_1


"Aku maskeran waktu Millie tidur..eh pas bangun langsung nangis " ujar Arin.


"Ya pasti nangis orang kamu seram begitu " Adam menyentil kening Arin.


"Biarin seram juga yang penting cantik " ujar Arin.


Millie berhenti menangis setelah Mikha dan Adam membawa Millie keluar dari kamar Arin.


"Sstt..jangan menangis lagi..ada Papih sama Mamih disini " Adam berusaha menenangkan Millie.


Tangis Millie pun mulai mereda.Millie terlihat nyaman bersama Mamih dan Papihnya.


"Pih..uuhh.." Millie menunjuk mainannya yang berada diatas karpet di ruang keluarga.


Mikha menurunkan Millie diatas karpet di dekat mainannya.Millie pun mulai anteng bersama mainannya.Mikha ikut duduk di karpet mengawasi putrinya.


Melihat Mikha dan Millie yang duduk di karpet Adam pun bergabung bersama anak dan istrinya disana.


Mikha menggeser duduknya ketika Adam duduk begitu rapat dengannya.Terlalu lama tidak berkomunikasi membuat Mikha merasa canggung dekat-dekat dengan Adam.


Sambil ikut menemani Millie bermain, Adam mencuri-curi kesempatan untuk mendekati Mikha.


Adam dengan sengaja melemparkan bola milik Millie kearah Mikha katika bola itu menggelinding kearahnya.


Melihat Mikha yang kaget mendapat lemparan bola dari Adam membuat Millie tertawa senang.


"Mamihnya kita lempar bola lagi " Adam kembali melempari Mikha dengan bola berwarna-warni milik Millie.


Millie tertawa senang ketika akhirnya Mikha dan Adam terlibat aksi saling melempar bola.


"Aduuh..kamu melemparnya pake emosi banget ke Abang " Adam meringis memegang matanya yang terkena lemparan bola yang cukup kencang dari Mikha.


"Maaf tidak sengaja " Mikha yang merasa bersalah memeriksa mata Adam yang tampak sedikit memerah.


"Mikha buru-buru menjauh dari Adam ketika Adam malah menatapnya dengan penuh kerinduan.


Mikha buru-buru mengumpulkan semua bola yang berceceran dan memasukannya kedalam keranjang.


"Kita main boneka saja ya " Mikha mengambil boneka-boneka Millie.


Adam menelan ludah kasar.. ternyata Mikha masih berusaha menghindari kontak fisik dengannya.Sepertinya istrinya itu belum benar-benar merasa nyaman berada dekat dengannya.


"Mmiiih...mimiii " Millie yang sudah bosan bermain mendekat kearah Mikha.


Mikha tertawa ketika tangan mungil Millie menarik-narik baju atas Mikha.


"Iya..kita mimik dulu " Mikha hendak membawa Millie ke kamarnya di rumah sebelah,namun Adam melarangnya.


"Dikamar Abang saja " titah Adam.


Dengan terpaksa Mikha membawa Millie ke kamar Adam untuk ia beri ASI.


Selagi Mikha dan Millie berada di kamarnya, diam-diam Adam pergi ke kamar Mikha di rumah sebelah.Disana Adam mengambil kunci kamar Mikha dan ia sembunyikan di saku celananya.Ia tidak mau nanti malam Mikha akan membodohinya lagi.


Hayooo pada nunggu Abang Adam buka puasa yaaa...Makanya kasih dukungan dulu dong buat author agar lebih semangat nulisnya.


Happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2