My Baby Sitter

My Baby Sitter
Tidak Bisa Jauh


__ADS_3

Setelah membersihkan dirinya dari sisa percintaannya semalam, Mikha keluar dari kamar dengan rambut basah habis keramas.


Melihat Mikha datang Arin langsung mencibir kearah Kakak iparnya yang tidak punya ahlak itu.


"Kamu ngapain sih ngeliatnya seperti yang benci sama aku " Mikha menarik kuncir rambut Arin.


"Memang " jawab Arin ketus.


"Emang salah aku apa ?" tanya Mikha.


"Sebel saja liat kakak ipar tidak punya malu.. di depan aku berani telanjang " jawab Arin


"Oh tadi..bukannya kita sudah biasa mandi bareng..kenapa sekarang jadi marah liat aku telanjang ?" tanya Mikha tanpa dosa.


"Tapi yang ini beda bego...kamu kan abis enak-enak sama Abang..iya kan ?!"


"Kok kamu tau sih..kamu ngintip ya !" tuduh Mikha.


"Enak saja..ngapain aku ngintip kalian mesum.. kurang kerjaan amat " jawab Arin.


"Jangan salah Rin..Abang sama Mikha bukan mesum..tapi kita sedang melakukan kewajiban sebagai suami istri dan ada pahalanya loh " Adam yang sedari tadi sibuk menyuapi Millie ikut nimbrung.


Mendengar ucapan Adam,Arin pun terdiam. Ucapan Adam memang ada benarnya juga.


"Abaang cudaaah " Millie menolak suapan terakhir dari Adam.


"Loh kok Abang lagi... panggilnya Papih dong " Mikha mengingatkan Millie.


"Ya Millie kan ngikutin kalian..makanya kamu jangan panggil Abang lagi..biar Millie tidak bingung " ujar Adam kepada Mikha.


Mikha menggaruk pelipisnya, pasti sangat susah jika tiba-tiba ia harus memanggil Adam bukan dengan sebutan Abang.Mikha sudah terbiasa memanggil suaminya dengan sebutan Abang dari sejak kecil.


Siangnya Seno kembali datang ke apartemen Adam. Ia meminta ijin untuk mengajak Arin keluar. Adam pun mengijinkan.


Namun pada saat akan pergi Arin dan Seno dibuat bingung karena Millie menangis ingin ikut.


"Aiiin..ikuuut " Millie menangis kencang dalam gendongan Adam.


Adam dan Mikha membawa Millie ke kamar, namun tangis Millie tidak mau berhenti juga.


"Mau ikut Aiiin.. Abaaang " Millie terus menangis.


Karena tidak tega akhirnya Arin dan Seno memutuskan mengajak Millie.Tangis Millie langsung berhenti dalam gendongan Seno.


Sebelum pergi Arin menengadahkan tangannya kepada Adam.


"Minta sana sama Mikha " ujar Adam. Mikha pun memberikan kartunya kepada Arin. Arin pergi bersama Seno dan Millie dengan hati yang senang karena memegang kartu sakti milik kakak iparnya.

__ADS_1


"Kasian mereka Bang..kencannya harus direpotin oleh Millie " Mikha merasa tidak enak hati kepada Arin dan Seno


"Biarin..anggap saja mereka sedang belajar mengurus anak " jawab Adam santai.


Selama Millie tidak ada Mikha merapikan baju-baju Adam di dalam lemari, juga menyusun sepatu dan dasi-dasi Adam agar mudah mencarinya.


Adam berbaring diatas kasur nya sambil memperhatikan Mikha yang sedang sibuk sendiri didepan lemari baju Adam.


"Kalau begini Abang baru merasa benar-benar punya istri..ada yang ngurusin " ujar Adam


"Kalau kuliah aku sudah beres aku pasti ikut Abang disini..biar bisa ngawasin Abang setiap hari " jawab Mikha sambil berkacak pinggang menatap lemari baju Adam yang sudah tertata rapi.


Adam terkekeh ketika Mikha mengatakan akan mengawasi Adam setiap hari. Mikha memang masih sering menyindir dirinya.Namun Adam sudah mulai terbiasa mendapat sindiran pedas dari Mikha.


"Sayang disini sehari lagi ya !" pinta Adam.


Rencananya sore nanti Adam akan mengantarkan Millie pulang ke Bandung.


"Tidak bisa Bang..besok aku harus ke kampus " jawab Mikha.


"Tapi Abang masih kangen " Adam memeluk Mikha dari belakang.


Mikha terdiam, ia mengusap tangan Adam yang melingkar diperut nya. Sesungguhnya ia juga masih enggan berpisah dari suaminya.


Adam membalikkan tubuh Mikha agar menghadap kearahnya.Setelah mereka berhadapan perlahan Adam mencium bibir Mikha lembut.


Mereka berpelukan cukup lama dengan bibir saling bertautan. Terlihat sekali jika Adam masih menginginkan Mikha tinggal bersamanya lebih lama lagi.


Arin tampak kerepotan dengan membawa barang belanjaan yang cukup banyak, sementara Seno menngendong Millie yang tertidur dibahunya.


"Adam buru-buru mengambil Millie dari gendongan Seno dan membawanya ke kamar untuk ditidurkan. Sedangkan Mikha memeriksa semua belanjaan Arin.


"Kamu habis ngerampok ya.. belanjaannya banyak banget !" tuduh Mikha


"Mumpung ada yang kasih pinjam kartunya " jawab Arin santai.


"Ya ampun Abaaang lihat deh adik Abang ini udah ngerampok uang aku " Mikha mengadu kepada Adam Yang baru keluar dari kamar setelah menidurkan Millie.


"Habis berapa ?" tanya Mikha sambil melotot


Arin menunjukkan kesepuluh jarinya kehadapan muka Mikha.


"Sepuluh juta ?" Mikha tambah melotot. Arin mengangguk sambil cengar-cengir.


"Ariiin..kamu ngabisin uang aku tau " Mikha memiting kepala Arin.


Seno dan Adam buru-buru melepaskan Arin dari pitingan Mikha.

__ADS_1


"Dasar pelit " cibir Arin.


"Sudah nanti uangnya Abang ganti " Adam mengunci pinggang Mikha agar tidak kembali memiting kepala Arin.


Sorenya Adam bersiap untuk mengantarkan Mikha kembali ke Bandung. Arin dan Seno akhirnya ikut ke Bandung menemani Adam.


Sepanjang perjalanan ke Bandung Adam dan Mikha tertidur bersama Millie di kursi belakang karena Seno yang mengemudikan mobil Adam.


Mereka sempat berhenti sejenak di rest area untuk makan dan mengisi bahan bakar. Mikha menyempatkan mengganti diapers Millie yang sudah mulai penuh.


Adam menggendong Millie yang sedikit rewel karena tidurnya yang terganggu. Setelah mendapatkan susu botolnya Millie pun mulai terlihat tenang.Ia kembali tertidur dalam gendongan Adam.


"Mau gantian ga nyetir nya ?" tanya Adam kepada Seno


"Tidak usah Bang.. kasian Millie masih lengket sama Abang " jawab Seno.


"Ya sudah " jawab Adam sambil masuk ke kursi belakang.


Adam merengkuh kepala Mikha agar bersandar di bahunya ketika melihat Mikha mulai terlihat mengantuk sementara Millie sudah kembali tertidur pulas dipangkuannya.Mikha pun akhirnya tertidur dengan bersandar dibahu Adam.


Seno diam-diam menatap kagum pada Adam yang begitu menjaga anak dan istrinya. Jika melihat Adam yang begitu melindungi anak dan istrinya Seno merasa tidak percaya jika Adam adalah seorang Casanova.


Satu jam kemudian mobil yang dikendarai Seno mulai memasuki halaman rumah. Mama langsung mengambil Millie yang tertidur dalam gendongan Adam.


"Disana Millie rewel tidak Bang ?" tanya Papa


"Tidak Pah " jawab Adam sambil meluruskan pinggangnya yang terasa pegal karena menahan tubuh Mikha yang tertidur dibahunya.


"Mau kopi tidak ?" tanya Arin kepada Seno.


"Boleh " jawab Seno


"Abang juga mau Rin " ucap Adam


"Oke...Papa mau juga ?"


"Tidak usah..tadi Papa sudah ngopi " jawab Papa.


Akhirnya Arin beranjak ke dapur untuk membuat kopi pesanan Adam dan Seno.


Karena sudah terlihat lelah, Mama dan Papa menyuruh Seno menginap karena besok pagi ia harus kembali ke Jakarta bersama Adam dan Arin. Seno pun tidur di kamar Adam yang sudah tidak ditempati karena Adam sudah pindah ke kamar Mikha.


"Besok Abang balik ke Jakarta jam berapa ?" tanya Mikha.


"Subuh " jawab Adam


"Kalau begitu Abang tidur sekarang, biar besok tidak ngantuk di jalan " saran Mikha.

__ADS_1


"Iya nanti Abang tidur " Adam menarik tubuh Mikha dan mendekapnya erat.


"Kalau sudah begini Abang suka males pulang " keluh Adam.Mikha tersenyum dalam pelukan Adam. Sesungguhnya ia pun enggan selalu jauh dari Adam.


__ADS_2