
Melihat hubungan Adam dan Mikha yang masih belum membaik membuat Papa dan Mama berpikir keras mencari solusi untuk menyatukan mereka kembali.
"Bagaimana mereka bisa cepat akur kalau ketemu saja jarang.. sudah ketemunya jarang pas ada kesempatan Abang pulang malah dipake berantem " keluh mama
"Mereka berdua sama-sama keras..kasihan Millie yang jadi korban " lanjut Mama.
"Papa tidak ada niat untuk suruh Abang pulang ke Indonesia gitu ?" Mama merebut ponsel yang daritadi papa pegang.
"Diajak ngobrol malah asik main game " omel Mama.
"Iya..Papa juga ada niat kesana..tapi harus dibicarakan dulu sama Abang " jawab Papa sambil mengambil kembali ponselnya dari tangan mama.
"Pindahin dulu Abang dari Canada..baru ponselnya mama kasih " Mama langsung ngeloyor pergi.
"Dasar si Mama..memangnya gampang mindahin Adam ke Indonesia..lebih gampang beli ponsel lagi yang baru " gumam Papa.
Sebetulnya niat untuk memindahkan Adam ke Jakarta sudah ada dikepala Papa. Tapi Papa harus menyiapkan segala sesuatunya dengan matang.Termasuk mencari orang terbaik di perusahaan yang akan menggantikan posisi putranya disana.
Papa juga berencana ingin mempekerjakan kembali Martha di Canada jika Adam pindah ke Jakarta.Meski sempat marah karena Martha adalah salah satu penyebab retaknya rumah tangga Adam dan Mikha namun Papa juga tidak bisa melupakan jasa Martha yang sudah membantu mengusut kasus kebocoran dana Perusahaan yang dilakukan oleh mantan istri keduanya.
Selain itu Martha juga telah mau menampung Mikha dan Millie pada saat kabur dari Canada sehingga cucu dan menantunya tidak hidup terlunta-lunta.
*
Setelah Adam kembali ke Canada, hampir setiap hari Adam menghubungi Mikha untuk menanyakan kabar Millie.
Sejauh ini Mikha mau berkomunikasi dengan Adam hanya sebatas melalui pesan.Jika Adam melakukan panggilan Video pun Mikha langsung mengarah kan kamera ponselnya kepada Millie.
"Millie..ini Papih Sayang " Mikha langsung mengarahkan kamera ponselnya kepada Millie ketika Adam melakukan panggilan video.
"Papa..pap.." Millie yang sedang duduk sambil memeluk boneka jerapah nya langsung meraih ponsel dari tangan Mikha ketika melihat Papihnya ada disana.
"Millie sama Mamih sedang apa Sayang ?" tanya Adam. Tentu saja tidak ada jawaban dari bibir Millie karena bayi itu belum bisa bicara.
"Millie habis mandi Pih.. sekarang sedang makan " Jawab Mikha mewakili Millie.
Adam hanya mendengar suaranya saja karena kamera ponselnya tetap mengarah kepada Millie.
"Kamu itu seperti hantu saja..tidak terlihat hanya terdengar suaranya saja " ujar Adam sambil tertawa.
"Rugi banget ya dilihat sama suami sendiri ?"
"Kamu ngatain aku hantu ?" Diluar dugaan Mikha langsung sewot.
Adam yang tadinya ingin becanda akhirnya hanya melongo tidak menyangka jika Mikha akan tersinggung.
"Maksud Abang..kalau ngomong arahkan kamera nya ke kamu..Abang juga kan ingin lihat wajah istri Abang yang cantik " jawab Adam sedikit menggombal.
"Tidak perlu..aku nya juga males lihat muka kamu " jawab Mikha ketus sambil memutuskan panggilan secara sepihak.
"Selalu salah.." Keluh Adam sambil menyimpan ponsel nya didalam saku celananya.
Namun tidak lama kemudian Adam kembali mengambil ponselnya dari saku celananya karena ada panggilan masuk.
Adam nyaris terlonjak ketika melihat panggilan video yang masuk ternyata dari Mikha.
"Ada apa Sayang ?" tanya Adam sambil berusaha menahan senyumnya.
"Sayang.. sayang..Millie nih nangis masih pengen liat kamu " ujar Mikha ketus dengan kamera tetap tidak mengarah padanya.
"Makanya jangan main putus...mana Millie nya ?" tanya Adam.
Dari layar ponsel tampak Millie yang sedang menangis karena wajah Papih nya tiba-tiba menghilang dari layar ponsel Mikha.
__ADS_1
"Millie..ini papih Sayang...jangan nangis lagi ya...Papih ada disini liatin Millie "
Melihat Adam kembali ada dilayar ponselnya tangis Millie pun mereda.
"Papaaapapaaap " celoteh nya
"Millie tidak boleh nakal ya..Minggu depan Papih pulang nengok Millie sama Mamih " Adam mengajak ngobrol putrinya.
Adam terus mengajak ngobrol Millie sampai balita itu tertidur.
"Kha..." Panggil Adam
"Mikhaaa Sayaaang " panggil Adam lagi.
"Apaan sih pake panggil Sayang-sayang segala ga lucu tau " jawab Mikha.
"Nanti kalau Abang pulang mau dibeliin apa dari sini ?" tanya Adam.
"Tidak perlu " jawab Mikha sambil memutus sambungan video.
Adam menghela napas panjang sambil mengusap dadanya... sabar...sabar.....
*
Seminggu kemudian Adam benar-benar pulang.
Mikha terpaksa ikut menjemput ke bandara karena pada saat Papa akan pergi Millie menangis ingin ikut dengan Papa.
"Sepertinya Millie tau kalau papihnya akan pulang sekarang " ujar Mama yang akhirnya ikut menjemput ke bandara.
"Iya mah " jawab Mikha.
"Millie..itu Papih " Mama menunjuk kearah Adam yang berjalan kearahnya dengan ransel dipunggungnya.Wajah Mama langsung terlihat masam begitu menyadari jika Adam tidak pulang sendirian namun bersama teman SMA nya yang kebetulan juga mama kenal.. Cintya.
"Apa kabar Tante..Om.." sapa Cintya
"Baik " jawab Mama singkat.
"Bagaimana kalian bisa bersama ?" tanya Mama terlihat tidak senang.
"Cintya tinggal di Canada mah..kami sengaja pulang bareng karena kami akan menghadiri acara reuni " Adam berusaha menjelaskan alasannya pulang bareng dengan Cintya.
Adam melirik kearah Mikha takut istrinya itu salah paham.Namun Mikha tampak terlihat tidak peduli.
Papa yang menangkap gelagat kurang enak akhirnya buru-buru mengajak pulang.Mereka meninggalkan Cintya yang sedang menunggu dijemput oleh sepupunya.
"Mama duduk di depan ya Bang..kalau di belakang suka pusing " Mama tiba-tiba ingin duduk didepan disamping Papa.
"Iya mah " jawab Adam yang akhirnya duduk di kursi penumpang bersama Mikha dan Millie.
Sebetulnya Mama sengaja minta duduk di depan dengan tujuan memberi kesempatan kepada Adam dan Mikha agar lebih dekat.
"Millie naik berapa kilo..perasaan tambah berat ?" tanya Adam kepada Mikha.
"Dua kilo " jawab Mikha singkat.
"Pantas..ini pipi seperti bakpau " Adam menciumi pipi Millie yang semakin bulat berisi.
Diam-diam Papa dan Mama mengintip interaksi antara Adam dan Mikha melalui kaca spion.
"Tapi kamu kurusan Sayang " Adam menatap kearah Mikha.Yang ditatap diam tidak bergeming.
"Mungkin lelah..maklum Millie kan sedang aktif-aktifnya " Mama yang menjawab.
__ADS_1
"Kalau begitu kita cari baby sitter saja biar kamu tidak terlalu lelah " ujar Adam.
"Tidak....aku masih bisa mengurus Millie sendiri " Mikha dengan keras menolak.
"Baiklah " jawab Adam mengalah.
Sesampainya di rumah, Adam membawa Millie yang tertidur sejak di mobil ke kamarnya,bukan ke kamar Mikha ataupun kamar Arin. Adam yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya tertidur sambil memeluk Millie.
Mikha yang awalnya akan kembali ke kamarnya akhirnya mengurungkan niatnya ketika melihat Mama yang tampak sibuk memasak sendirian.
"Mikha bantu ya mah " Mikha menawarkan diri untuk membantu mertuanya.
"Kebetulan Mama memang sedang butuh bantuan..kamu tolong kupasin bawang merah ya terus iris yang halus "
"Yang lain dong mah..Mikha paling ga kuat pedih kalau ngiris bawang " tawar Mikha
"Kamu itu sudah jadi istri jadi tidak ada alasan tidak kuat ngiris bawang " Mama memberikan pisau kepada Mikha.
"Iya deh..tapi sebentar aku ambil kacamata dulu " Mikha pun beranjak menuju kamarnya untuk mengambil kacamata.
"Dasar anak itu " gumam Mama sambil tersenyum.
"Widiiih..keren amat neng didapur pake kacamata hitam " Arin yang baru pulang kuliah menjawil dagu Mikha.
"Lagi ngiris bawang..pedih " jawab Mikha.
"Cepet ganti baju sana..terus bantuin mama sama Mikha masak..takut Abang keburu bangun kasian pasti lapar " titah mama
"Abang pulang ?" tanya Arin
"Iya.. sekarang sedang tidur sama Millie dikamarnya " jawab Mama.
'Kirain tidur dikamar Mikha " Arin melirik kearah Mikha.Yang dilirik langsung cemberut.
"Doakan saja supaya mereka cepat baikan " jawab Mama sambil ikut melirik kearah Mikha
"Aamiin "
Hanya Arin dan Mama yang meng Aamiin kan.
Setelah tertidur hampir dua jam lebih, Millie terbangun dan merengek mencari ibunya.
"Kha..Millie nangis nih " terdengar suara Adam memanggil Mikha dari kamarnya.
Mikha yang sedang membantu Mama di dapur menunggu Adam keluar membawa Millie.Tapi Adam tidak keluar dari kamar,hanya terdengar suaranya saja memanggil-manggil Mikha.
"Sudah sana samperin dulu..ada Arin ini yang bantu mama " Mama menyuruh Mikha ke kamar Adam.
Setelah mencuci tangannya dengan enggan Mikha pun beranjak menuju kamar Adam.
"Kalau nangis ya bawa keluar..jangan malah teriak-teriak manggil aku " omel Mikha. Sebetulnya Mikha memang enggan masuk ke kamar Adam.
Adam tidak menjawab.. Adam memang sengaja tidak membawa Millie keluar kamar saat Millie menangis agar Mikha yang datang sendiri ke kamarnya.
Adam masih ingat terakhir mereka bersama di kamar itu adalah pada saat Mikha hamil sebelum Adam membawa Mikha ke Canada setahun yang lalu.
"Mimiknya di kamar Mamih yuk " Mikha hendak membawa Millie pindah kamar.
"Tidak usah pindah..disini saja...Biar Abang yang keluar " Adam akhirnya mengalah dan memilih keluar dari kamarnya.
Melihat Adam hendak keluar kamar,Millie kembali menangis tidak mau ditinggal kan oleh Papihnya namun ia juga tidak mau melepaskan sumber kehidupannya dari mulutnya.
Akhirnya Mikha terpaksa membiarkan Adam menunggui Millie yang sedang menyusu. Selama menyusu mata Millie tidak lepas menatap Adam takut Papihnya diam-diam pergi darinya.
__ADS_1
"Papih tidak kemana-mana Sayang..Papih tunggui Millie mimik " Adam mengusap pipi putrinya dengan penuh kasih.