
Hari ini Mikha meminta ijin kepada Mama untuk menengok teman kuliahnya yang kecelakaan di Jakarta.
Mikha pergi selepas subuh agar siangnya bisa capat kembali ke Bandung.Jadi Mikha tidak terlalu lama meninggalkan Millie.
"Hati-hati Kha bawa mobilnya..jangan ngebut " pesan Papa sebelum menantunya itu pergi. Mikha mengacungkan jempolnya.
Beruntung Mikha pergi pada saat hari masih gelap jadi sebelum jam 9 Mikha sudah sampai di rumah sakit tempat Ica teman kuliahnya dirawat.
Disana Mikha dibuat kecewa karena ternyata Ica sudah pulang dari rumah sakit kemarin. Ica memberikan alamat tempat tinggalnya kepada Mikha.
Setelah hampir satu jam akhirnya Mikha pun sampai di sebuah apartemen tempat Ica tinggal bersama kakaknya.
"Maaf kemarin aku tidak sempat kasih kabar kalau aku sudah pulang dari rumahsakit " Ica merasa tidak enak kepada Mikha.
"Tidak apa-apa " jawab Mikha
"Itu di tas isinya apa ? " Ica melirik paperbag ditangan Mikha.
"Oleh-oleh..kamu pasti kangen dong sama makanan khas Bandung " Mikha memberikan beberapa kotak kue kepada Ica.
"Tau banget kamu " jawab Ica
"Bisa tidak makannya ?" tanya Mikha
"Bisa dong..cuma kaki saja yang sakit kalau tangan dua-duanya masih normal "jawab Ica sambil mencomot kue pemberian dari Mikha.
"Makanya kalau bawa motor jangan suka ngebut..gini kan jadinya " nasehat Mikha.
Ica adalah teman kuliahnya yang paling tomboy. Disaat hampir semua teman kuliahnya pergi ke kampus menggunakan mobil, Ica malah lebih senang pergi dengan motor besarnya.
"Kalau ga ngebut ga asik Kha " jawab Ica.
"Patah kaki juga asik ya ?" sindir Mikha.Ica hanya tertawa dengan mulut penuh dengan makanan.
Mikha tidak lama berada di apartemen Ica. Setelah puas mengobrol Mikha pun pamit pulang.Mikha sengaja pulang untuk memburu waktu agar sore ia sudah kembali ke Bandung.
Pada saat keluar dari apartemen kakak Ica, Mikha tiba-tiba melihat seorang pria yang baru keluar dari lift kemudian masuk ke sebuah apartemen yang berada tidak jauh dari apartemen kakak Ica.
"Abang " gumam Mikha.
Meskipun wajahnya tertutup topi namun Mikha yakin jika pria yang baru saja keluar dari lift itu adalah Adam suaminya.
Sepanjang langkahnya menuju parkiran di basement pikiran Mikha selalu tertuju pada pria tadi yang menurut sangat mirip dengan Adam.
Meskipun Mikha yakin jika itu adalah Adam namun Mikha tidak habis mengeri bagaimana Adam bisa ada di Jakarta..Apakah sedang ada pekerjaan atau...Adam mempunyai simpanan di Jakarta.
Dada Mikha bergemuruh kencang ketika akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke lantai atas.Ia ingin memastikan apakah itu Adam atau hanya sekedar mirip..Mikha masih ingat nomer apartemen yang pria itu masuki.
Mikha menarik napas dalam-dalam sebelum jari lentiknya menekan bel yang ada di pintu.Tidak lama kemudian pintu pun terbuka.
"ABAAANG ..!!" Mikha langsung melotot begitu melihat pria bertelanjang dada yang baru saja membuka pintu.
"Mikha " Adam tampak melongo melihat wanita yang selama ini sangat ia rindukan kini berdiri didepannya.
Adam yang masih shock hanya bisa diam mematung ketika Mikha mendorong tubuhnya kemudian menerobos masuk.
__ADS_1
"Apartemen siapa ini..pasti apartemen simpanan kamu ya ?" hardik Mikha.
"Jadi selama kamu tidak pulang ke Bandung kamu pulangnya kesini ?"
"Bagus sekali..kamu bilang tidak akan pulang sebelum aku yang minta..tapi nyatanya kamu malah enak-enakan disini lebih bebas " Mikha tidak berhenti mengoceh sambil memeriksa seluruh ruangan seperti mencari sesuatu.
"Kamu mencari apa ?" Adam yang sudah bisa mengendalikan diri bertanya pada Mikha yang sedang celingukan ke kolong ranjang dan lemari baju.
"Kamu pasti menyembunyikan wanita di sini " tuduh Mikha.
"Tidak ada wanita disini Sayang " jawab Adam sambil berusaha menahan tawanya.
Adam duduk di sofa sambil memperhatikan Mikha yang tampak belum puas mengobrak abrik apartemen nya.
Karena tidak menemukan apa yang dicarinya akhirnya Mikha pun menghentikan aksinya dengan peluh mulai membasahi wajahnya.
"Sudah selesai ?" tanya Adam sambil memberikan sebotol air mineral kepada Mikha.
Mikha mengambil air pemberian dari Adam dan menenggaknya hingga tersisa setengah.
"Darimana kamu tau kalau Abang tinggal disini?" tanya Adam setelah melihat Mikha mulai rileks.
"Aku habis nengok teman..pas mau pulang lihat Abang keluar dari lift " jawab Mikha.
"Oh..tadi Abang habis beli makan " jawab Adam santai.
"Sejak kapan Abang tinggal disini ?" tanya Mikha.
"Dua bulan..sejak Papa pindahin Abang ke Jakarta " jawab Adam
"Bukannya kamu tidak peduli sama Abang ?" Adam malah balik bertanya.
"Papa juga kenapa tidak kasih tau aku " Mikha ikut kesal kepada papa mertuanya.
"Abang yang minta supaya jangan kasih tau kamu " jawab Adam.
"Kenapa..takut kamu tidak bebas ya kalau aku tau kamu disini ?" tuduh Mikha.
"Kha.. bisa tidak jangan selalu berpikir buruk tentang Abang " ucap Adam lirih.
"Bagaimana aku tidak berpikiran buruk sama Abang..Abang pindah tidak bilang-bilang sama aku " jawab Mikha.
"Biasanya juga kamu tidak peduli " gumam Adam.Mikha hanya mendelik mendengar ucapan Adam.
Setelah hampir satu jam berada di apartemen Adam, Mikha bangkit sambil mengambil tasnya yang tergeletak diatas meja.
"Mau kemana ?" Adam menangkap tangan Mikha.
"Pulang " jawab Mikha sambil melepaskan tangan Adam dari tangannya.
Adam sebetulnya ingin menahan Mikha tinggal lebih lama namun ia tidak berani, Mikha pasti akan menolaknya mentah-mentah.
"Hati-hati " ucap Adam lirih sambil menatap punggung Mikha yang menghilang di balik pintu.
Setelah Mikha pergi, Adam membereskan apartemen nya yang berantakan karena ulah istrinya.
__ADS_1
Adam menghentikan sejenak pekerjaan nya ketika ada satu pesan masuk dari Mikha di ponselnya.
Abang pulang sekarang ..aku tunggu di basement !
Adam melongo menatap pesan dari istrinya... akhirnya Mikha menyuruhnya pulang. Tanpa sempat mandi Adam langsung mengambil kaos dan memakainya.
Adam hanya membawa dompet dan ponselnya kemudian buru-buru menyusul Mikha ke basement khawatir wanita itu keburu berubah pikiran.
"Abang saja yang nyetir " ucap Adam setelah sampai di basement tempat Mikha menunggunya.
Mikha memberikan kunci mobilnya dan membiarkan Adam yang mengemudikan mobilnya pulang ke Bandung.
Sepanjang perjalanan sebetulnya Adam ingin mengajak Mikha ngobrol.Namun sepanjang perjalanan Mikha terus tertidur sangat pulas. Saking pulasnya Mikha tidak menyadari jika beberapa kali Adam mengelus tangan Mikha. Bahkan ketika jalanan macet Adam sempat mencuri satu ciuman di bibir Mikha.
*
Mama dan Arin melongo ketika mobil Mikha yang dikendarai oleh Adam memasuki halaman rumah.
"Kok bisa barengan ?" tanya Mama.
"Aku nemuin dia di Jakarta mah..ternyata Abang sudah dua bulan pindah ke Jakarta " Mikha mengadu.
"ABAAANG..tega sekali kamu pindah tidak bilang-bilang " Mama memukul tangan Adam.
"Maaf mah " jawab Adam sambil mengambil Millie yang terlonjak-lonjak dalam gendongan Mama.
Papa yang baru keluar dari kamar juga tampak kaget dengan kedatangan putranya.
"Mikha berhasil menemukan Abang pah " bisik Adam.
"Ajaib anak itu.. bagaimana caranya dia bisa menemukan kamu ?" papa geleng-geleng kepala.
"Insting seorang istri " jawab Mikha sambil cemberut kearah Papa.
"Papa harus jelaskan semuanya sama Mama !" Mama menggusur Papa ke kamar.
Pada saat makan malam semua wanita di rumah itu tidak ada yang mau berbicara pada Papa.Hanya Millie saja yang terus berceloteh
"Pa..pap..pa.." oceh Millie dengan mulut penuh biscuit.
"Papa ngaku salah..sudah dong kalian jangan marah terus sama papa " Papa memohon.
"Gara-gara Papa belain kamu Papa jadi dimusuhin semua " Ujung-ujungnya Papa menyalahkan Adam.
"Maaf Pah " ujar Adam.
Selesai makan malam Mama, Mikha dan Arin langsung pergi dari meja makan. Mereka tidak ada yang membersihkan bekas makan mereka seperti biasanya.
"Ini kode Bang " ucap Papa sambil membereskan meja bekas makan malam..Sedangkan Adam membawa semua piring kotor untuk ia cuci di belakang.
"Anggap saja ini hukuman " ujar Adam sambil tertawa.
"Dihukum cuma segini mah cetek..asal jangan tidak dikasih jatah saja " Papa tertawa
Adam menelan ludah getir..dirinya malah sudah satu tahun lebih tidak mendapat jatah dari istrinya.Bahkan ia hampir lupa rasanya berhubungan intim dengan Mikha saking lamanya mereka tidak melakukannya.
__ADS_1
Mereka mereguk indahnya pernikahan hanya sampai diawal kehamilan Mikha saja. Badai rumah tangga yang lumayan dahsyat membuat sang Casanova benar-benar pensiun.