
Millie mengacak-acak tas nya mencari sesuatu ketika malam itu Wisnu mengajaknya naik ke atas ranjang mereka.
"Sebentar Mas " jawab Millie.
Wajah cantik Millie terlihat berkerut bingung. Ini entah sudah keberapa kali ia kehilangan pil KB nya.
Setiap beli yang baru selalu raib entah kemana tanpa sempat Millie minum. Padahal dokter menyarankan agar ia rutin meminumnya, membuat Millie kebingungan sendiri apalagi Wisnu yang besar maunya hampir setiap malam meminta jatah.
"Kamu itu cari apa sih kelihatan bingung begitu ?" tanya Wisnu sambil menarik tangan Millie dan membawanya ke ranjang.
"Bukan apa-apa " jawab Millie.
Wisnu berusaha menyembunyikan tawanya Karena ia tau apa yang sedang istri nakalnya itu cari.
Millie yang masih memikirkan nasib pil penunda kehamilan miliknya kaget ketika tiba-tiba Wisnu mendorongnya hingga terjerembab diatas kasur empuknya dan dengan cepat mengurungnya dibawah tubuh kekarnya.
"Mumpung anak-anak tidur dengan Ibu " bisik Wisnu sambil mencumbu Millie.
Jika sudah begitu Millie pun tidak bisa menolak karena tubuh Millie pun selalu merespon setiap sentuhan Wisnu di tubuhnya.
Meski masih berpakaian lengkap namun Millie bisa merasakan jika ada sesuatu yang sudah terbangun dibawah sana dan mulai merangseg menimbulkan resa nikmat apalagi pada saat Wisnu bergerak semakin menekan kearahnya.
Millie dan Wisnu yang sedang larut dalam ciuman panjang yang memabukkan buru-buru saling melepaskan diri ketika terdengar suara ketukan di pintu kamar.
"Mommy..Daddy..huwaa..huwaa " terdengar suara tangis Milea dari luar.
"Mile nangis Mas " Millie buru-buru mendorong tubuh Wisnu dari atas tubuhnya.
Beruntung mereka masih mengenakan pakaian lengkap sehingga Millie dengan cepat langsung membukakan pintu kamar.
"Milea nangis nyariin kamu " Ibu memberikan Milea yang tengah menangis kepada Millie.
"Ya sudah bobo sama Mommy ya " Millie mengusap kepala Mile hingga tangis bocah itu pun berhenti.
Setelah ibu kembali ke kamarnya Millie pun menurunkan si Gemoy diatas ranjang.
"Dedek tidak pengertian sekali sama Daddy " keluh Wisnu sambil berbaring kemudian memeluk punggung Milea karena bocah itu langsung memeluk tubuh Millie.
"Bukan dedek yang harus pengertian sama Daddy..tapi Daddy yang harus pengertian sama dedek " omel Millie sambil balas memeluk si Gemoy yang mulai menyusupkan kepalanya di dadanya.
"Iya..iya..Mommy " jawab Wisnu lesu.
Udara malam di Bandung yang dingin membuat Wisnu begitu tersiksa karena Millie langsung tertidur tanpa sempat ia cegah sambil memeluk si pengganggu cilik yang tampak nyaman bergelung dalam pelukan hangat Mommy nya.
Keesokannya pagi-pagi sekali Maura dan Milea yang sudah cantik dan wangi membangunkan Daddy nya dengan cara naik keatas perutnya.
"Daddy..ayo bangun !" kedua bocah itu tertawa cekikikan sambil menarik-narik telinga Wisnu.
"Kakak..dedek..Daddy masih ngantuk " keluh Wisnu.
Semalam Wisnu tidur hampir dini hari berharap Millie akan terbangun namun harapan nya sia-sia karena Millie tidur sangat pulas sampai pagi.
"Mas..anak-anak ingin jalan-jalan " Millie membantu kedua putrinya untuk membangunkan Wisnu.
__ADS_1
"Nanti sore saja ya jalan-jalan nya " jawab Wisnu dengan mata masih terpejam.
"Aku mau sekarang Daddy !" Maura mulai merengek begitu juga dengan si Gemoy.
"Mas..anak-anak maunya sekarang " Millie ikutan merajuk.
"Baiklah..kalau begitu kalian keluar dulu, Daddy mau mandi dulu ?" ucap Wisnu akhirnya.
"Horeee..kita jalan-jalan " Maura dan Milea turun dari atas perut Wisnu dan berlarian keluar dari kamar diikuti oleh Millie dibelakangnya.
"Mommyyy..mau kemana ?" tanya Wisnu ketika Millie sudah sampai di pintu kamar.
"Tadi bukannya kamu yang suruh kita keluar " jawab Millie bingung.
"Kecuali kamu..sini kita selesaikan urusan kita yang semalam belum selesai !" jawab Wisnu.
"Kirain sudah lupa " Millie menggerutu sambil menutup pintu kemudian menguncinya.
Millie khawatir anak-anak akan kembali ke kamar dan melihat apa yang akan Daddy nya lakukan padanya.
Hampir satu jam Wisnu membuat Millie menggelepar-gelepar dibawah tubuhnya dengan peluh yang membasahi sekujur tubuh mereka.
Setelah sampai pada puncak kenikmatan bersama-sama, Mereka pun buru-buru pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mengikuti keinginan anak-anak untuk pergi jalan-jalan.
"Mommy sama Daddy kenapa lama sekali " Maura menyilangkan tangannya di dada dengan wajah cembertut.
Si Gemoy mengikuti menyilangkan tangan di dada seperti kakaknya namun wajahnya malah terlihat menggemaskan.
Siang itu Wisnu membawa anak-anak ke tempat wisata berkuda karena Maura dan Milea ingin naik kuda. Jalanan yang padat dan macet membuat anak-anak sedikit rewel.
"Kenapa lama sekali sampainya?" Maura terlihat tidak sabar begitu juga dengan si Gemoy.
"Sabar dong Sayang " Millie berusaha membujuk kedua putrinya agar tidak rewel karena sejujurnya menghadapi jalanan macet seperti itu membuat kepalanya sedikit pusing namun tidak ia rasa.
"Daddy putar film kartun ya biar kalian tidak bosan " Wisnu memutar film di tv mobilnya. Maura dan Milea pun mulai anteng menonton film kartun kesukaan mereka.
Setelah sampai ditempat yang dituju mereka pun langsung mencari tempat penyewaan kuda tunggang.
Mereka menyewa dua ekor kuda. Millie naik satu kuda bersama Maura, sedangkan Wisnu bersama si Gemoy.
Mereka mengelilingi area perkebunan yang sejuk dan hijau.
Setelah puas mengelilingi perkebunan dengan kudanya mereka masuk ke tempat kelinci. Disana Maura dan Milea sibuk berlari kesana kemari mengejar kelinci dan memberi makan binatang berbulu itu dengan wortel.
"Kamu lelah Sayang ?" tanya Wisnu ketika melihat Millie yang tampak kelelahan mengikuti kedua putrinya yang tidak bisa diam.
"Sedikit " jawab Millie.
"Lebih baik kamu duduk disana, biar anak-anak Mas yang jaga " Wisnu menyuruh Millie duduk di kursi kayu yang ada tidak jauh dari sana.
"Iya " Millie pun memilih duduk sambil mengawasi Maura dan Milea yang sedang memberi makan kelinci dengan Wisnu.
Sesekali Wisnu menoleh kearah Millie sambil tersenyum, Maura dan Milea pun melambaikan tangannya kepada Millie dengan centilnya.Millie membalas lambaian tangan putrinya sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah puas memberi makan kelinci, mereka pun menghampiri Millie dan ikut duduk di kursi kayu. Millie memberikan mereka minum karena mereka terlihat kehausan.
"Setelah ini kalian mau kemana lagi ?" tanya Wisnu.
"Aku mau makan..aku lapar " jawab Maura.
"Dedek mau makan juga ?" tanya Wisnu kepada si Gemoy yang duduk dipangkuannya. Si Gemoy pun menjawab dengan anggukan.
Karena anak-anak sudah merasa lapar Wisnu pun mengajak anak dan istrinya untuk makan di restoran terdekat.
Maura dan Milea yang sudah lelah bermain makan dengan lahap disuapi oleh Millie karena mereka memilih menu ikan bakar.
Millie tidak membiarkan Maura dan Milea makan sendiri karena khawatir tersedak oleh duri ikan.
"Kamu masih muda tapi sangat keibuan Sayang " puji Wisnu ketika melihat Millie yang begitu telaten mengurus kedua buah hatinya.
"Ya aku kan seorang ibu..ada-ada saja kamu Mas " jawab Millie sambil tertawa.
"Iya..kamu memang seorang ibu " ralat Wisnu.
"Melihat kamu yang begitu telaten mengurus Maura dan Milea orang tidak akan menyangka jika kamu adalah ibu sambung anak-anak " ujar Wisnu.
"Bagus malah..aku memang lebih senang kalau orang-orang tidak tau jika aku ibu sambung anak-anak " jawab Millie.
"Karena aku tidak menganggap mereka anak sambung..aku menganggap Maura dan Milea ya anak-anak aku sejak aku menjadi pengasuh mereka " sambung Millie.
"Maura sama Mile itu anak-anak yang manis, aku jatuh cinta sama mereka sejak pandangan pertama..meskipun awalnya Maura judes banget sama aku " Millie terkekeh mengingat ketika pertama kali bertemu Maura.
"Sama Daddynya tidak jatuh cinta pada pandangan pertama ?" tanya Wisnu sambil memeluk pinggang Millie.
"Tidak.. karena Daddynya sangat menyebalkan " cibir Millie.
"Itu kan dulu Mom..sekarang kan Daddynya sangat menggairahkan " bisik Wisnu ditelinga Millie.
"Sana ah..kamu tuh tidak tau tempat.. dasar mesum " omel Millie sambil menjauh dari pelukan Wisnu ketika beberapa orang pengunjung restoran itu melirik kearah mereka.
Setelah selesai makan mereka memutuskan langsung pulang karena Milea terlihat mulai mengantuk begitu juga Maura. Si Gemoy langsung teler dipangkuan Millie sedangkan Maura tertidur di kursi belakang.
"Cepat banget mereka tidurnya " Wisnu yang sedang menyetir tersenyum melihat kedua buah hatinya yang tengah tertidur pulas.
"Mereka kan sudah lelah bermain terus makan banyak..ya pasti mengantuk " Millie ikut tertawa.
"Nanti malam kalau anak-anak sudah tidur kita jalan berdua ya " ajak Wisnu.
"Kemana ?" tanya Millie.
"Kemana saja..Mas ingin merasakan pacaran sama kamu " jawab Wisnu.
"Aku jadi penasaran bagaimana gaya pacaran kamu Mas " Millie tertawa sambil menyandarkan kepalanya di bahu kiri Wisnu.
Kira-kira bagaimana ya gaya pacaran Wisnu dan Millie..
Tetap dukung ya Readers.. happy reading 😘😘
__ADS_1