
Sejak Maura dan si Gemoy mengetahui jika diperut Mommy nya ada bayinya malam harinya mereka ingin tidur dengan Mommy dan Daddy nya.
Sebelum tidur kedua bocah itu mengusap-usap perut Millie yang sudah mulai terlihat sedikit menonjol.
Wisnu tersenyum melihat kedua buah hatinya yang tampaknya sudah mau menerima kehadiran calon adik mereka.
"Mommy..apakah aku boleh cium dedek di perut Mommy ?" tanya Maura.
"Boleh dong " jawab Millie, dibiarkannya bibir mungil Maura dan Milea menciumi perutnya.
"Daddy juga mau cium dong " Wisnu tidak mau kalah, ia pun ikut mencium perut Millie seperti yang dilakukan oleh Maura dan Milea.
"Sudah malam sekarang Kakak Maura dan Kakak Mile tidur " Millie menarik selimut menutupi tubuh kedua buah hatinya hingga ke dada.
Tanpa banyak membantah Maura dan Milea pun berusaha memejamkan matanya. Tidak butuh waktu lama keduanya tertidur dalam dekapan Mommy dan Daddy nya.
Keesokannya Maura pergi ke sekolah kembali ingin diantarkan oleh Marvin. Namun pada saat Millie dan Wisnu akan pergi ke kantor mereka dibuat sedikit repot karena si Gemoy menangis ingin ikut dengan Millie.
Karena terus menangis akhirnya Millie pun terpaksa membawa si Gemoy ke kantor.
Sebelum pergi Mikha menyiapkan bekal makan dan cemilan juga susu si Gemoy di dalam tas nya.
"Nanti siang Mamih jemput ke kantor " bisik Mikha kepada Millie.
"Iya Mih " jawab Millie sambil mengambil tas di Gemoy dan dimasukkan kedalam mobil.
"Dadah Mamih " sigemoy melambaikan tangannya dengan centilnya ketika Wisnu menggendongnya kedalam mobil.
"Jangan nakal ya " pesan Mikha
"Iya Mamih " jawab si Gemoy sambil memberikan cium jauhnya.
Sebelum pergi ke kantornya Wisnu terlebih dahulu mengantarkan Millie dan Milea ke kantor Millie.
Wisnu mengantarkan istri dan putrinya sampai mereka masuk ke ruangan kerja Millie.
Pada saat berjalan menuju kantor Millie, si Gemoy tampak sedikit tidak nyaman karena banyak karyawan yang menyapa bahkan mereka terlihat sangat gemas melihat bocah montok itu.
Setelah menurunkan si Gemoy berikut tas bawaannya Wisnu pun pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju kantornya.
Selama berada di kantor Millie, si Gemoy tampak anteng mencoret-coret kertas diatas meja.
Jika bosan si Gemoy naik keatas pangkuan Millie dan memperhatikan Millie yang sedang memakai komputernya.
"Dedek mau mimik ?" tanya Millie.
"Mau " jawab si Gemoy.
"Baiklah Mommy buatkan dulu " Millie menurunkan si Gemoy kemudian ia membuat susu botol untuk putri cantiknya.
Setelah selesai Millie pun memberikan susu itu kepada si Gemoy.
Setelah mendapatkan susunya si Gemoy pun anteng menyedot susu botolnya dalam pangkuan Millie.
Si Gemoy baru turun dari pangkuan Millie ketika Adam muncul di pintu.
"Dedek mau ikut sama Papih tidak ?" tanya Adam ketika sudah berada di ruangan kerja putrinya yang berantakan.
"Mau " jawab si Gemoy sambil turun dari pangkuan Millie kemudian merentangkan tangannya kearah Adam.
Dalam sekejap tubuh montok itu langsung berada dalam gendongan Adam.
"Kak si Gemoy Papih bawa ke ruangan Papih ya " ucap Adam kepada Millie.
__ADS_1
"Iya Pih " jawab Millie.
"Dadah Mommy " Milea melambaikan tangannya kepada Millie.
"Jangan nakal ya Sayang " Millie balas melambaikan tangan kepada Milea.
Setelah Milea dibawa oleh Adam ke ruangannya, Millie membereskan semua kertas dan alat tulis bekas si Gemoy yang berserakan di meja kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
Menjelang jam makan siang Mikha dan Maura yang baru pulang sekolah datang ke kantor.
Mereka langsung menuju ruangan kerja putrinya untuk menjemput si Gemoy.
"Kakak Maura pulang sekolah dijemput siapa ?" tanya Millie sambil mencium puncak kepala Maura.
"Dijemput sama Mamih " jawab Maura.
"Si Gemoy mana kak ?" tanya Mikha ketika tidak mendapati bocah montok itu di ruangan kerja Millie.
"Mile ikut sama Papih " jawab Millie.
"Ya sudah kalau begitu Mamih dan Maura langsung ke ruangan Papih saja..ini makan siang buat kakak " Mikha memberikan satu kotak makan siang untuk Millie sebelum beranjak menuju ruang kerja Adam.
Begitu masuk ke ruangan kerja Adam Mikha langsung terlihat shock ketika mendapati si Gemoy tengah duduk di atas meja kerja Adam.
Mikha nyaris tertawa ketika melihat tangan Adam yang penuh coretan spidol hasil karya si Gemoy.
"Abang diapain sama si Gemoy " Mikha tertawa melihat Adam yang tampak pasrah ditangan bocah montok yang sedang duduk diatas meja kerjanya.
"Masih untung cuma tangan Yang, tadi si Gemoy mau bikin kumis pake spidol " keluh Adam.
"Mamih cini.." Milea meminta tangan Mikha untuk ia corat-coret.
"Nulisnya di kertas saja ya " Mikha buru-buru memberikan kertas kepada Milea.
"Mamih lagiii !" si Gemoy mulai tertarik menggambar diatas kertas dan melupakan tangan Adam.
"Ternyata sama kamu gampang menurut ya " puji Adam.
"Menulisnya dibawah yuk takut jatuh " ajak Mikha namun si Gemoy menolak.
"Sudah biarkan saja Yang daripada menangis " ujar Adam.
Karena sudah mulai masuk waktu makan siang Mikha mengeluarkan barang bawaannya.
"Makan dulu Abang " Mikha memberikan satu kotak makan berisi nasi dengan lauk kepada Adam.
Setelah memberikan kotak makan kepada Adam,kini Mikha pun mulai menyuapi si Gemoy dan Maura makan.
"Mamiih..Abaang makan " ucap Mile dengan mulut penuh makanan.
"Heeeh..Papih Sayang " ralat Mikha sambil tertawa begitu juga dengan Adam.
"Si Gemoy seperti kakak Millie waktu kecil suka ikutan panggil Abang " Adam tertawa.
"Mommy juga dulu suka panggil Papih Abang ?" tanya Maura penasaran.
"Iya kak.. Mommy kamu suka ikutan panggil Papih Abang " jawab Mikha.
"Kakak sering dengar Mommy panggil Mas sama Daddy..tapi kakak tidak pernah ikutan " ujar Maura.
"Memang sebaiknya begitu " jawab Mikha.
Sambil menyuapi Maura dan si Gemoy makan, Mikha sedikit-sedikit membereskan ruangan kerja Adam yang berantakan.
__ADS_1
Sebetulnya Adam berniat menyuruh Ob namun dilarang oleh Mikha. Mikha tidak mau si Gemoy merasa terganggu keasikannya dengan kedatangan ob yang akan membersihkan ruangan kerja Adam.
Sepeninggalan Mikha dan Maura ke ruangan kerja Adam tidak lama kemudian Wisnu datang dengan membawa makanan yang ia beli di jalan sekalian ia akan ada rapat intern dengan Adam setelah makan siang.
"Mile kemana Sayang ?" tanya Wisnu sambil memeluk tubuh Millie dan mencium bibirnya sekilas.
"Ikut ke ruangan Papih.. Mamih dan Maura juga ada disana. Mereka baru datang nganterin makan siang " jawab Millie.
Akhirnya Millie dan Wisnu makan siang bersama di ruangan kerja Millie.Wisnu dengan telaten menyuapi Millie makan. Sejak hamil wanita muda itu menjadi lebih manja kepada Wisnu.
"Nanti sekali-kali kamu makan siang di kantor Mas dong..jangan Mas terus yang kesini " pinta Wisnu sambil menyuapi Millie makan.
Millie memang jarang datang ke kantor Wisnu, lebih banyak Wisnu yang datang ke kantornya.
"Iya nanti aku kesana " jawab Millie.
Selesai makan siang Wisnu bersiap untuk pergi ke ruangan kerja mertuanya.
"Mas ke ruangan Papih dulu ya mau bahas masalah projek di Kalimantan " Wisnu pamit kepada Millie.
"Iya Mas " jawab Millie.
Wisnu keluar dari ruangan kerja Millie kemudian beranjak menuju ruangan kerja mertuanya.
Setelah mengetuk pintu Wisnu tertegun ketika mendapati ruangan kerja Adam yang biasanya rapi kini menjadi berantakan. Bahkan Wisnu merasa tidak enak hati ketika mendapati Milea sedang anteng duduk diatas meja kerja Adam.
"Dedek..duduknya jangan disitu Sayang " Wisnu berusaha membujuk Milea agar turun dari meja Adam.
"Sudah biarkan saja daripada dia nangis " Adam melarang.
Sebetulnya Adam berniat membicarakan proyek Kalimantan dengan Wisnu di ruang kerjanya. Namun karena ruang kerja Adam sedang dikuasai oleh Maura dan Milea akhirnya Adam memilih meeting room sebagai tempat untuk berbicara dengan menantunya.
Adam dan Wisnu tampak serius membicarakan masalah pekerjaan. Sesekali Wisnu melirik ke tangan Adam yang dihiasi banyak coretan spidol yang sudah bisa dipastikan itu adalah pekerjaan Milea, karena Maura yang sudah besar tidak mungkin berani melakukannya.
Adam dan Wisnu keluar dari meeting room setelah hampir satu jam berada di sana. Mereka kembali ke ruangan kerja Adam.
Ketika masuk ruangan kerja Adam sudah kembali rapi karena Mikha sudah menyuruh Ob untuk merapikan
"Anak-anak kemana Yang ?" tanya Adam ketika hanya melihat ada Mikha disana.
"Anak-anak tidur " jawab Mikha sambil menunjuk ke sebuah ruangan tempat Adam istirahat.
Karena kedua putrinya sedang tidur Wisnu pun pamit kembali ke ruangan kerja Millie.
Setibanya disana Millie langsung menanyakan Maura dan Milea.
"Mereka sedang tidur di ruangan kerja Papih " jawab Wisnu.
"Ooh..kamar Papih walaupun tidak besar tapi sangat nyaman..anak-anak pasti merasa nyaman tidur disana. Aku juga sama Marvin waktu kecil suka tidur disana " ujar Millie.
"Iya " jawab Wisnu sambil duduk di sofa kemudian menyandarkan kepalanya disandaran yang empuk.
"Tadi pasti bahas proyek Kalimantan " tebak Millie sambil mendekat kearah Wisnu kemudian duduk di sebelah Wisnu.
"Iya..Minggu depan kita berangkat kesana " jawab Wisnu.
"Berarti kalian harus Mas tinggal lagi " gumam Wisnu.
"Tidak apa-apa..kalau untuk urusan pekerjaan aku akan selalu dukung kamu Mas " jawab Millie sambil menyandarkan kepalanya di bahu Wisnu.
"Terimakasih Sayang " bisik Wisnu sebelum menyatukan bibir mereka.
Diatas sofa mereka saling berpelukan dan saling melu mat bibir. Wisnu enggan kembali ke kantornya dan memilih mencumbu istrinya diatas sofa.
__ADS_1