My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # lamaran kedua


__ADS_3

Sore ini Millie mendatangi sebuah pusat perbelanjaan karena Wisnu berhasil memperalat Maura untuk memaksa Millie menyusul kesana.


Sesampainya disana Millie pun mendapati Wisnu dan anak-anak nya sedang bermain. Wisnu tampak kerepotan menemani Maura main sambil memegang Milea yang sudah tidak mau diam berlari kesana kemari.


"Akhirnya kamu datang juga " Wisnu terlihat lega dengan kedatangan Millie.


"Jadi yang menyuruh kakak Nina kesini siapa ?" tanya Millie kepada Maura sambil menggendong Milea.


"Aku yang nyuruh tapi disuruh Daddy " jawab Maura sambil menunjuk kearah Wisnu.


"Memperalat anak " Millie menggerutu.Wisnu pun hanya nyengir.


Karena Wisnu menemani Maura bermain, Millie pun memilih menemani Milea ke tempat permainan yang aman untuk usia Milea.


Millie menemani Milea bermain mandi bola kesukaannya. Sesekali Millie mengabadikannya dengan kamera ponselnya.


Disaat Maura dan Wisnu asik bermain tiba-tiba Maura berhenti bermain kemudian berlari kearah seorang pemuda tampan belasan tahun yang kebetulan lewat didekat tempat bermain.


Wisnu melihat pemuda tampan itu berbicara sambil sambil mengelus kepala Maura.Tidak lama kemudian ia pergi dan melambaikan tangannya kepada Maura.


"Kakak yang barusan itu siapa ?" tanya Wisnu.


"Itu kakak Marvin Daddy " jawab Maura sambil melanjutkan bermain.


"Kakak Marvin pacarnya kakak Nina ?" tanya Wisnu.


Sebetulnya Wisnu ragu jika Marvin itu pacar Nina melihat usianya yang dibawah Nina.


"Bukan pacar kakak Nina..kak Marvin itu adiknya kakak Nina " jawab Maura tanpa menoleh sedikitpun kepada Wisnu.


"Oh adiknya " Wisnu tersenyum dikulum. Ia jadi malu sendiri karena telah mengira jika Marvin itu pacar Nina.


Setelah Maura dan Wisnu selesai bermain mereka mencari Millie dan Milea yang masih berada di tempat permainan mandi bola.


"Kakak Nina tadi aku ketemu sama kak Marvin dan teman-temannya " lapor Maura.


"Oh ya..kakak cerita tidak sama kak Marvin kalau kak Nina ada disini ?" tanya Millie.


"Tidak " jawab Maura.


"Syukurlah " gumam Millie nyaris tidak terdengar.


Millie tidak mau sampai Marvin melihatnya bersama Wisnu dan mengadu kepada Mamih dan Papihnya.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah cerita kalau punya adik ?" tanya Wisnu.


"Pak Wisnu kan tidak pernah tanya " jawab Millie.


"Beruntung ya orangtua kamu punya anak yang ganteng dan cantik " puji Wisnu.


"Apa Bapak sedang memuji saya ?" tanya Millie sambil tertawa.


"Ya " jawab Wisnu dengan wajah yang terlihat serius.


Ketika hari semakin gelap Wisnu mengajak Maura dan Milea menyudahi bermain.


"Aku masih mau main Dad " Maura dan Milea merajuk.


"Kalau tidak menurut nanti kakak Nina tidak mau main lagi sama kakak dan dedek " ancam Millie.


"Iya deh " ujar Maura dengan wajah yang cemberut.


Wisnu menggendong Milea keluar dari area permainan, sedangkan Millie berjalan disampingnya sambil menuntun Maura.


Ketika akan pulang drama pun terjadi diantara mereka. Maura dan Milea merengek ingin ikut dengan mobil Millie.


"Kakak..dedek..rumah kakak Nina tidak satu arah dengan rumah kita " Wisnu mencoba memberi pengertian.


Meskipun belum bisa berbicara namun kedua tangan Milea memeluk erat-erat leher Millie tidak mau lepas barang sedikitpun.


"Ya sudah kalau begitu kakak Nina antarkan kalian pulang " Akhirnya Millie mengalah.


Wisnu membantu memasangkan seatbelt anak-anak memastikan keamanan kedua buah hatinya.


"Mobil kamu bagus " puji Wisnu.


"Mobil kantor pak " jawab Millie.


Wisnu percaya jika itu adalah mobil kantor karena perusahaan Adam adalah perusahaan yang sangat besar.


"Dadah Daddy.." Maura dan Milea melambaikan tangan mereka kepada Wisnu.


Ketika mobil Millie mulai melaju, mobil Wisnu pun mengikuti dari belakang dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


Sepanjang perjalanan Maura terus berceloteh menceritakan permainan yang tadi ia mainkan bersama Wisnu. Sementara Milea anteng menyedot susu botolnya sampai akhirnya tertidur.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai, disusul oleh mobil Wisnu dibelakangnya.

__ADS_1


Melihat putrinya tertidur didalam mobil Millie Wisnu pun segera memindahkan tubuh montok Milea ke kamarnya.


"Sudah sampai..sekarang kakak pulang dulu ya " Millie pamit pulang.


"Kenapa tidak menginap saja ?" tanya Maura.


"Tidak bisa Sayang..nanti orangtua kakak Nina khawatir " jawab Millie.


Mendengar jawaban Millie Maura pun langsung cemberut.


Wisnu yang juga keberatan jika Millie akan langsung pulang samasekali tidak ada usaha untuk membujuk Maura.


"Pak tolong dibujuk dong Maura nya " bisik Millie.


"Kalau ada maunya mana bisa Maura di bujuk " jawab Wisnu.


Karena Maura terus ngambek akhirnya Millie pun mengurungkan niatnya untuk langsung pulang.Millie mengalah menunggu Maura tidur dulu baru ia akan pulang.


Beberapa jam kemudian Maura pun terlihat mulai mengantuk. Millie menemani Maura di kamar Wisnu sampai gadis kecil itu tertidur.


Setelah Maura tertidur perlahan Millie pun turun dari ranjang Wisnu dan bersiap untuk pulang.


"Terimakasih ya sudah menemani anak-anak main " ucap Wisnu ketika mengantarkan Millie ke teras.


"Iya pak " jawab Millie


"Nina..bisa tidak jangan panggil Bapak..Mas itu bukan ayah kamu " pinta Wisnu sambil tersenyum.


"Panggil Mas lagi ya seperti dulu " pinta Wisnu.


Millie menatap sekilas kepada Wisnu dengan ragu, namun sejurus kemudian Millie pun mengangguk.


"Kalau Mas meminta kamu untuk jadi istri Mas dan ibu anak-anak apakah kamu mau ?" tanya Wisnu.


"Saya belum bisa jawab sekarang Mas "jawab Millie.


Millie masih ingat jika Papihnya tidak merestui ia menjalin hubungan dengan Wisnu.


"Tidak apa-apa..Mas akan tunggu jawaban dari kamu " ujar Wisnu.


Setelah mengantarkan Millie, Wisnu pun kembali ke kamarnya.


"Doain ya Sayang..Daddy sedang berusaha membuat kakak Nina menjadi Mommy kalian " Wisnu mencium kening Maura dan Milea bergantian.

__ADS_1


__ADS_2