
"Ini rumah siapa Hyung??" tanya Taehyung penasaran. Saat ini mobil yang mereka kendarai berhenti di sebuah rumah sederhana namun tampak asri.
"Ayo turun! kau akan tau nanti," perintah Jimin sambil turun dari mobil. Walau masih bingung tapi Taehyung mengikuti langkah Jimin.
"Appa..." teriak seorang anak sambil berlari kearah mereka. Taehyung tentu saja terkejut, ia berfikir tak mungkin ia punya anak sementara ia tak pernah membuatnya. Dan kejadian selanjutnya membuatnya lebih terkejut lagi.
"Hey jagoan, kenapa berlari? Nanti kalau jatuh dan kembali terluka bagaimana?" tanya Jimin lembut sambil menggendong anak kecil itu.
"Hyuungg ... Siapa anak kecil ini?? " Taehyung tak dapat menahan rasa penasarannya.
"Aniii ... Jimnah bukan anak kecil ajhusi," bantah Jimnah menatap Taehyung dengan mempoutkan bibirnya lucu.
"Heiiii ... Aku belum setua itu untuk kau panggil ajhusi!" bentak Tae tak terima.
"Haiisss ... Tae bisa tidak untuk bersikap dewasa, masa anak sebesar ini kau ajak bertengkar," hardik Jimin kepada Taehyung, ia pusing mendengar perdebatan tak penting antara sahabat dan putranya.
Sementara Jimnah sudah memeletkan lidahnya untuk mengejek Taehyung yang kini semakin dongkol dengan melihat anak kecil itu.😤😤
"Chagia ... Kau dimana?" teriak Jimin saat sudah berada di rumah tersebut dan menurun sang putra.
"Yaakk ... Hyung kenapa kau berteriak sembarangan di rumah orang?" tanya Taehyung sambil menarik Jimin keluar dari rumah itu.
"Hei ajhusi, jangan menarik-narik appa, nanti appa kesakitan," hardik Jimnah sambil menepis tangan Taehyung yang tadi menarik tangan Jimin.
"Sudah sayang , appa tak apa. Sekarang mana eomma? bilang pada eomma, appa membawa teman appa." Jimin berucap sambil duduk di sofa, mendengar perkataan Jimin, Jimnah langsung masuk kedalam untuk mencari sang eomma.
"Sekarang katakan Hyung, yang sejujurnya." Saat ini Taehyung dalam mode serius. Sambil membawa Tae duduk, Jimin memulai ceritanya.
Skiipp ... Aja ceritanya .
"Jadi begitulah Tae ceritanya, Jimnah adalah putraku yang tidak aku tau keberadaannya karena Minah yang tak pernah memberi tahuku, dan dia menghilang selama 5 tahun ini," ungkap Jimin menyudahi ceritanya.
Sementara Taehyung sudah meneteskan airmatanya. Ia benar-benar terharu mendengar kisah perjalanan cinta sang sahabat. Beneran menangis di pelukan Jimin.
Membuat sepasang mata hitam itu menatap Taehyung tak suka.
"Eommaa ... Jimnah gak suka Appa di peluk ajhusi itu," rengek Jimnah kepada Minah. Sementara Minah hanya tersenyum, dan mengusap kepala sang putra lembut.
"Tak apa sayang, ajhusi sedang sedih, Jika ada yang bersedih, memang harus di peluk supaya merasa lebih baik, " ucap Minah memberikan pengertian kepada sang putra. Walau masih cemberut, namun Jimnah mengangguk mengerti.
__ADS_1
3 HARI KEMUDIAN.
Hari ini Jimin, membawa Minah dan Jimnah pulang ke Seol. Saat ini mereka sedang berada di bandara. Sementara Taehyung dan Jimnah sudah tak pernah berdebat lagi, malah mereka menjadi akrab.Namun, Jimnah tak lagi memanggil Taehyung dengan panggilan Ajhusi, tapi ia di panggil Hyung.
***
SEOL. AT KANTOR
Hari ini entah mengapa Jungkook merasa sangat tak bersemangat. Ia bener- bener seperti kehilangan tenaganya. Dan berniat untuk beristirahat saja di kamar yang berada diruangannya.
"Oppa kenapa?" Gyuri bertanya sambil memijit kedua bahu Jungkook.
"Entahlah chagi, rasanya sangat lelah dan tak bersemangat." Jungkook memejamkan matanya menikmati pijatan lembut dibahunya yang membuatnya merasa lebih baik.
"Apa oppa demam?" tanya Gyuri lagi sambil menempelkan telapak tangannya pada dahi Jungkook. "Oppa tidak demam," tambahnya.
"Oppa ingin istirahat saja di dalam," lirih Jungkook sambil bangkit dan berjalan menuju ruang istirahat dengan di papah oleh Gyuri.
"Jika oppa mau kita pulang saja yea," Gyuri terlihat sangat khawatir terhadap kekasihnya.
"Tidak usah, oppa hanya butuh tidur sebentar.
"Oppa tenang saja, sekarang tidurlah."
Gyuri menatap wajah Jungkook yang sedikit pucat sambil melepaskan dasi dari leher Jungkook, dan membuka 3 kancing kemeja teratas yang melekat pada tubuh kekasihnya. Kemudian mengecup dahi pria tersayangnya sebelum ia beranjak meninggalkan Jungkook yang sudah terlelap. Saat ia kembali ke meja Presdir, ia terkejut saat melihat Taehyung sudah duduk didepan meja.
"Kapan kau kembali oppa?" tanya Gyuri setelah mengatasi rasa kagetnya.
"Baru saja, tapi aku harus segera memberikan laporan serta berkas-berkas ini kepada Presdir." Taehyung mengeluarkan berkas yang ia maksud.
"Jungkook sedang demam, besok saja oppa presentasikan kepadanya, sekarang ia sedang tidur." Gyuri menyimpan berkas tersebut di tumpukan berkas penting lainnya.
"Aahhhh... Baiklah jika begitu," ungkap Taehyung sambil merenggangkan tubuhnya, ia benar-benar lelah.
"Oppa pulang saja dan aku akan mengijinkan oppa libur 2 hari. Katakan pada Oppa Jimin juga. Kalian pasti lelah telah melakukan perjalan bisnis." Gyuri menuangkan minuman dingin untuk Taehyung.
"Baiklah, oppa pulang dulu. Dan sampaikan salam oppa untuk Jungkook," pamit Taehyung sambil beranjak setelah ia menghabiskan minuman yang disuguhkan oleh Gyuri.
"Ne, oppa," jawab Gyuri.
__ADS_1
Setelah kepergian Taehyung, Gyuri kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.
SATU_MINGGU_KEMUDIAN
Sebuah pesta besar di gelar di sebuah rumah mewah. Rumah tersebut milik keluarga park.
Rumah kedua orangtua Jimin. Hari ini setelah acara pemberkatan pernikahan yang di selenggarakan dengan mulus tanpa hambatan tadi pagi. Siangnya diadakan sebuah pesta resepsi tak kalah megah dengan pesta-pesta yang biasanya di gelar di hotel. Pestanya yang digelar dihalaman rumah, karena di tempat terbuka dari halaman depan berlanjut hingga daerah kolam renangpun kena imbasnya. Semua dihias sedemikian rupa hingga menampilkan kesan mewah dan glamoure.
Semua yang hadir dari kalangan atas. Jangan lupakan bahwa keluarga park bukan keluarga biasa. Ia merupakan salah satu keluarga chaebol terkaya setelah Jeon.Namun, entah kenapa Jimin malah bekerja di perusahaan Jungkook dari pada meneruskan usaha appanya sendiri. Sebelum acara ini berlangsung, Jimin dan Minah mendapatkan penolakan dari sang appa. Dengan alasan bahwa Jimin akan dijodohkan dengan putri dari partner bisnis. Namun, Jimin melakukan penawaran. Ia bersedia menggantikan sang appa di perusahaan dengan syarat, sang appa harus bisa menerima Minah menjadi istri nya. Tanpa Jimin tahu bahwa penolakan itu adalah siasat dari sang Appa agar Jimin bersedia meneruskan perusahaannya.
Dan terjadilah hari ini. Mereka menikah setelah satu Minggu ia melakukan perjanjian dengan sang appa. Lagi pula Minah dan Jimnah diterima dengan baik oleh seluruh keluarga besar Park. Karena Minah memiliki penerus untuk keluarga park kelak. Makanya ia dengan mudahnya diterima.
Kembali ke acara.
Tampak sepasang pengantin baru tengah bermesraan. Mereka bahka melupakan keberadaan putra mereka.
"Wah... Wah... Wah... Lihat pasangan baru kita," sindir Taehyung yang tiba di meja di mana Jimin dan Minah duduk.
Ucapan Taehyung tentunya membuat sang pengantin pria sangat kesal, pasalnya adalah.
Sang pengantin wanitamenyudahi aksi berciuman mereka dikarenakan kaget.
"Selamat yea oppa, eonni," ucap Gyuri memberi selamat kepada pengantin.
"Ne, terima kasih Gyu ah," ucap Minah sambil tersenyum.
"Kookie ah, kapan kalian menyusul mereka?" Namjon bertanya sambil menoel-noel dagu Jungkook dengan maksud menggoda pria tampan itu.
Melihat wajah kesal Jungkook karena ulah Namjon membuat mereka menertawainya.
"Aku tak melihat dongsaengku, kemana dia hyung?" tanya Taehyung setelah tawa mereda.
"Tadi eomma membawa Jimnah menemui para tamu. Biasalah membanggakan cucunya," kata Jimin asal.
Sementara Minah dan Gyuri sudah asyik dengan dunia mereka sendiri, dunia wanita.
"Aku ingin tau, apa kau tak berniat meresmikan hubunganmu bersama Gyuri?" tanya Kim Seok jin serius.
"Tentu saja hyung, Aku sangat mencintainya, dan pada waktu yang tepat nanti aku akan meresmikan hubungan kami," ucap Jungkook sambil menatap wajah kekasihnya yang saat ini tampak bahagia.
__ADS_1