
Meski melihat Mikha bersama mantan pacarnya namun Adam memilih pura-pura tidak tau.Adam takut jika ia bertanya justru akan membuat Mikha marah dan salah paham.
Adam sedang mencari celah untuk bisa memperbaiki rumah tangga mereka.Oleh karena itu Adam memilih mengalah dan mengikuti semua apa maunya Mikha untuk menghindari pertengkaran.
Selama seminggu di Canada,dua kali Seno bertemu Mikha.Yang pertama pada saat makan di restoran Asia,dan kemudian mereka bertemu kembali menjelang kepulangan Seno ke Indonesia..Dan Adam pun mengetahuinya karena Adam sering diam-diam mengikuti kemana Mikha pergi.
Keesokannya pada saat sarapan Adam beberapa kali menyindir Mikha mengenai pertemuan nya dengan mantan kekasihnya.
Mikha yang cukup peka akhirnya bisa menyimpulkan jika Adam mengetahui pertemuan nya dengan Seno.
"Aku cuma bertemu tidak sengaja....tidak seperti kamu yang celup sana celup sini sampai hamil " balas Mikha pedas.
"Walaupun brengsek tapi Abang tidak pernah selingkuh..itu hanya masa lalu sebelum Abang nikah sama kamu " bela Adam.
"Tidak pernah selingkuh tapi punya simpanan"
sindir Mikha sinis.
"Kamu sendiri masih berstatus istri saja sudah berani jalan sama laki-laki lain " tuduh Adam emosi.
"Aku tidak peduli kamu mau ngomong apa..toh sebentar lagi juga kita cerai " jawab Mikha sambil pergi meninggalkan Adam sendirian di meja makan.
Adam yang tampak emosi langsung memukul meja dengan kepalan tangannya membuat beberapa gelas terguling bahkan sebagian ada yang pecah,bahkan makanan pun berserakan dimana-mana.
Setelah membuat meja makan berantakan Adam masuk ke ruang kerjanya dengan wajah frustasi dan mengurung diri disana.
Di ruang kerjanya Adam kembali melampiaskan amarahnya dengan memecahkan beberapa barang termasuk satu buah komputernya yang ada di meja kerjanya.
Adam tidak mempedulikan tangannya yang berdarah terkena serpihan komputernya yang hancur diatas meja.
Sebenarnya Adam ingin berusaha merengkuh kembali hati Mikha,namun usahanya selalu gagal karena Mikha selalu berhasil memancing emosinya.
Adam ingat ucapan Mikha kecil yang ingin selalu bersama-sama dengan Mama,Arin dan dirinya..tapi kini justru Mikha lah yang bersikeras ingin pergi darinya.Tanpa sadar satu butir airmata lolos dari mata kelamnya.
Melihat Adam pergi ke ruang kerjanya,Mikha pun keluar dari kamar dan membereskan meja yang berantakan karena ulah Adam.
Mikha membuang pecahan gelas yang berserakan di meja dan lantai ke tempat sampah yang ada di sudut dapur.Setelah semuanya rapi ia pun kembali ke kamarnya.
Hari demi hari mereka lewati dengan bertengkar. Setiap kali Adam mencoba mengajak Mikha berbicara selalu berujung ribut.
Akhirnya Adam memilih untuk tidak banyak bicara untuk menghindari pertengkaran yang akan lebih memperburuk hubungan mereka.
Meskipun membatasi komunikasi dengan Mikha namun setiap pagi sebelum pergi ke kantor Adam selalu menyempatkan membuat sarapan untuk Mikha.
__ADS_1
Dan setiap pulang dari kantor Adam tidak pernah pulang dengan tangan kosong.Ia selalu menyempatkan diri membeli makanan untuk Mikha.
Meskipun hubungan mereka tidak baik,namun Adam ingin Mikha dan calon bayi mereka keadaannya baik-baik saja.
*
Adam melajukan mobilnya meninggalkan kantor setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Seharusnya Adam sudah pulang satu jam yang lalu jika saja sekretaris pribadi barunya bisa sepintar Martha.
Dijalan Adam menyempatkan membeli makanan untuk Mikha karena ia sering memergoki Mikha malam-malam mencari makanan di dapur.
Setelah selesai membeli dua kotak pizza untuk Mikha , Adam pun melanjutkan perjalanan.
Ditengah perjalanan Adam tiba-tiba menepikan mobilnya ketika ia melihat Mikha baru keluar dari sebuah klinik. Adam ingat jika hari ini adalah jadwal Mikha periksa kandungan.
Adam turun dari mobil kemudian menghampiri Mikha yang sedang mencari taksi.
"Tidak usah pake taksi..kamu pulang sama Abang " ajak Adam.
"Tidak..aku mau pake taksi saja " Mikha menolak.
"Sama Abang atau pake taksi apa bedanya..ayo pulang !" Adam menarik paksa tangan Mikha dan memasukan kedalam mobil.
Mikha tidak menjawab,ia membuang pandangannya keluar tidak ingin melihat sedikit pun kearah Adam.Lama keduanya saling diam.
"Apakah bayi kita sehat ?" Adam membuka percakapan.Mikha tidak menjawab..lebih tepat nya tidak mau menjawab pertanyaan Adam.
"Kha..Abang itu suami kamu,ayah bayi dalam perut kamu jadi Abang berhak tau keadaan dia " ucap Adam selembut mungkin.Namun Mikha tetap tidak bergeming.
Adam menarik napas panjang berusaha untuk bersabar menghadapi sikap Mikha.
Sekilas Adam melirik pada perut Mikha yang sudah semakin besar karena sudah menginjak 7 bulan.
Jika bisa Ingin sekali Adam mengelus perut buncit itu dan merasakan pergerakan calon buah hatinya disana,namun itu hanya sebatas mimpi yang tidak pernah terwujud.
"Kita makan dulu ya..!" Adam menepikan mobilnya disebuah restoran Asia.Tidak ada penolakan dari Mikha karena ia memang sedang merasa lapar.
Selama makan keduanya saling diam.Adam pun sepertinya lelah terus mengajak Mikha berbicara tapi tidak pernah mendapatkan respon dari Mikha.
Meskipun begitu..melihat Mikha makan dengan lahap saja sudah membuat hati Adam sangat bahagia.
"Mau tambah ?" tanya Adam ketika melihat piring Mikha telah kosong.Mikha mengangguk.
__ADS_1
Adam buru-buru memesan kembali makanan yang Mikha inginkan.
Adam dengan sabar menunggui sampai Mikha menghabiskan makanannya.Setelah selesai makan mereka pun pulang.
Mikha yang kekenyangan akhirnya tertidur di mobil.Sesampainya di apartemen mereka,
Adam menggendong Mikha ke apartemen nya dan menidurkan Mikha dikamar.
Sebelum keluar dari kamar perlahan Adam mengusap perut buncit Mikha dan menciumnya lembut.
Adam terkesima ketika merasakan adanya pergerakan di permukaan perut Mikha saat ia menciumnya.
"Ya Tuhaaan..ini papih Sayang " bisik Adam lirih diperut Mikha.
Mata Adam tampak berkaca-kaca.Sepertinya bayinya dapat merasakan jika Papihnya kini sedang menyentuhnya.
"Baik-baik ya diperut mamih..jangan menyulitkan mamih..papih janji akan selalu jagain dedek " bisik Adam lagi dengan suara bergetar menahan tangis.
Setelah puas menciumi perut Mikha , Adam pun kembali ke kamarnya.Ia tertidur sambil tersenyum karena untuk yang pertama kalinya dapat merasakan pergerakan calon buah hatinya meskipun harus sembunyi sembunyi dari Mikha.
*
Mikha sedang nonton tv sambil menikmati pizza yang Adam beli semalam.Tidak terasa ia sudah menghabiskan empat potong pizza dalam waktu setengah jam.Ketika akan mengambil potongan kelima tiba-tiba ada panggilan masuk di ponselnya.. ternyata dari mama.
"Assalamualaikum ma..gimana kabarnya ?" sapa Mikha.
"Waalaikum salam..mama baik sayang. Mama lagi kangen sama kamu dan Abang..makanya sekarang mama telepon kamu " jawab mama
"Mama belum tidur ?" Mikha melirik jam dinding.Di Indonesia sekarang masih dini hari.
"Justru itu..mama tidak bisa tidur lagi kepikiran kalian terus..kalian baik-baik saja kan ? " tanya Mama.
"Iya ma..kita baik-baik saja.. sekarang Abang masih di kantor " jawab Mikha
"Syukurlah kalau kalian baik-baik saja..Mama akan ke Kanada kalau waktu kamu melahirkan sudah dekat "
"Iya ma " jawab Mikha
Mama tidak mengatakan kepada Mikha jika sebenarnya ia terbangun karena mendapat mimpi buruk.
Mama bermimpi melihat kapal yang membawa Adam dan Mikha tenggelam karena dihantam badai yang maha dahsyat.
Mama tidak tau jika pada kenyataannya rumah tangga mereka memang seperti kapal yang karam karena diterjang badai.
__ADS_1