My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Maju


__ADS_3

Millie dan Wisnu tampak tersipu ketika keesokannya mereka kembali bertemu di meja makan pada saat pagi-pagi Millie menyiapkan kotak bekal Maura.


"Kepala kamu masih sakit ?" tanya Wisnu dengan suara pelan nyaris tidak terdengar.


"Sedikit " jawab Millie.


"Kepala kakak Nina kenapa ?" telinga Maura cukup tajam untuk mendengar pertanyaan Daddy nya kepada Millie barusan.


"Kepala kak Nina kejedot Sayang " jawab Millie.


"Kejedot apa ?" tanya Maura penasaran.


"Kejedot pintu " jawab Millie berbohong.


Wisnu tersenyum tipis mengingat kejadian semalam yang menurutnya sangat konyol.


Setelah selesai sarapan Maura pergi ke sekolah dengan diantarkan oleh Wisnu seperti biasanya. Sebelum pergi Maura berpesan ingin dijemput oleh Millie..bukan dijemput oleh sopir Daddynya.


"Kenapa kakak selalu ingin di jemput sama kak Nina ?" tanya Wisnu ketika sedang dalam perjalanan mengantarkan Maura ke sekolah.


"Dijemput sama kak Nina itu asik Dad..


pulangnya bisa jalan-jalan dulu..main dulu..beli ice cream dulu.." jawab Maura


"Apakah kak Nina baik orangnya ?" Wisnu terus mengorek. Ia ingin tau bagaimana Nina dimata putrinya.


"Iya Dad..walaupun cerewet tapi dia baik " jawab Maura.


Semakin hari Maura dan Milea semakin dekat saja. Menurut pandangan Wisnu Millie tidak terlihat seperti seorang pengasuh kedua putrinya..Millie terlihat tulus menyayangi Maura dan Milea seperti ibu kandungnya.


Memasuki usia hampir menginjak satu tahun Wisnu dibuat kaget ketika ia pulang dari kantor tiba-tiba Milea menyambutnya dengan berjalan tertatih kearahnya.


"Dedek sudah bisa jalan " Wisnu langsung menangkap tubuh mungil Milea sebelum tersungkur diatas karpet.


Milea tertawa ketika tubuh mungilnya Wisnu angkat tinggi-tinggi saking senangnya melihat putri kecilnya kini sudah bisa berjalan.


"Daddy..aku juga mau di gendong " Maura iri melihat adiknya yang berada didalam gendongan Daddy nya.


"Kakak kebagian di belakang ya " Wisnu memberikan punggungnya kepada Maura.


"Aduuh kakak berat banget ini " keluh Millie ketika membantu Maura untuk naik keatas punggung Wisnu.


Millie tersenyum melihat Wisnu yang kerepotan menggendong kedua putrinya, Millie jadi ingat dulu waktu kecil Papihnya pun selalu menggendong ia dan Marvin seperti itu.


"Kakak Nina..aku mau turun..kasian Daddy nya berat " suara Maura membuyarkan lamunan Millie akan masa kecilnya.


Millie buru-buru menurunkan Maura dari punggung Wisnu. Tinggal Milea saja yang bertahan dalam gendongan pria tampan itu.


"Dedek Mile..sudah dulu ya digendongnya.. Daddy nya mau istirahat dulu " Millie mengambil Milea dari gendongan Wisnu.


Pada saat Millie mengambil Milea dari gendongannya Wisnu diam-diam menghirup dalam-dalam aroma tubuh Millie yang lembut ketika jarak mereka begitu dekat. Wisnu yakin jika parfum yang Millie pakai bukanlah parfum murahan.


Sebetulnya Wisnu sedikit penasaran akan sosok baby sitter nya itu. Secara fisik Millie terlalu cantik untuk menjadi seorang pengasuh bayi. Kulitnya yang putih mulus ditambah postur tubuh yang tinggi semampai membuat Millie lebih cocok menjadi seorang model daripada baby sitter.


"Setelah anak-anak tidur saya tunggu kamu di ruang kerja saya " ucap Wisnu sebelum beranjak ke kamarnya dilantai atas.


"Baik pak " jawab Millie.


Setelah Maura dan Milea tidur Millie pun beranjak menuju ruang kerja Wisnu.

__ADS_1


"Masuk " ucap Wisnu ketika Millie muncul dibalik pintu.


"Duduk.. !" titah Wisnu. Millie pun menurut duduk di depan meja kerja Wisnu.


"Ada apa Bapak memanggil saya ?" tanya Millie.


"Saya mau memberikan uang gaji kamu bulan ini " Wisnu memberikan sebuah amplop coklat dari laci mejanya.


"Terimakasih pak " ucap Millie sambil memasukkan amplop itu ke dalam saku bajunya.


"Tidak kamu hitung dulu ?" tanya Wisnu.


"Tidak perlu..saya percaya sama Bapak " jawab Millie.


Sebetulnya Millie tidak masalah digaji berapa pun, bahkan tidak digaji pun Millie rela karena niatnya masuk ke keluarga Wisnu adalah untuk menebus rasa bersalahnya atas kecelakaan yang merenggut nyawa istri Wisnu.


"Sebetulnya saya sudah menambahkan bonus untuk kamu bulan ini " Wisnu memberitahu.


"Hah..bonus ?" Millie melongo.


"Ya..karena saya lihat kerja kamu sangat baik.. dan anak-anak nyaman sama kamu..saya harap kamu betah bekerja di rumah saya " ujar Wisnu.


"Terimakasih Pak " jawab Millie senang.


"Ya sudah kamu boleh keluar " usir Wisnu.


Millie yang hendak keluar dari ruang kerja Wisnu menghentikan langkahnya ketika Wisnu kembali memanggilnya.


"Ada apa pak ?" tanya Millie sambil kembali duduk karena Wisnu menyuruhnya kembali duduk.


"Sebentar lagi Milea ulang tahun, apakah kamu punya ide untuk merayakan ulang tahun pertama Mile ?" tanya Wisnu.


Millie sejenak termenung..setiap hari ulangtahunnya Mamih dan Papihnya tidak pernah membuat pesta yang mewah namun mereka selalu merayakan ulangtahun Millie dan Marvin dengan memberikan santunan kepada yayasan yatim piatu.


Wisnu sejenak berpikir sebelum akhirnya pria tampan itu mengangguk tanda setuju.


"Saran kamu bagus juga..baiklah kita akan rayakan ulangtahun Mile di panti asuhan.. Kamu bantu persiapkan segala sesuatunya "


"Baik pak " jawab Millie.


"Oh iya satu lagi..mulai besok kamu tidak perlu memakai seragam baby sitter lagi " ujar Wisnu.


"Ba..baik pak " jawab Millie senang.


Keesokannya Millie mulai menanggalkan seragam baby sitter nya.Ia mengenakan pakaian yang nyaman dan cukup sopan sebagai pengganti seragam baby sitter nya.


"Kakak Nina cantik pake baju ini " puji Maura.


Sebetulnya Wisnu pun berpendapat yang sama, hanya saja ia tidak berani mengatakannya secara langsung seperti Maura.


Mendekati hari ulangtahun Milea, Millie mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tanpa sepengetahuan Wisnu ada campur tangan Mikha dan Marvin dalam mempersiapkan acara ulangtahun Milea yang pertama.


"Sibuk banget sih kalian nyiapin ulangtahun si gemoy " ucap Adam ketika melihat kesibukan Mikha dan Marvin mengisi bingkisan untuk dibagikan kepada anak-anak yatim.


"Biar kakak tidak kerepotan sendiri Bang..kebayang coba kalau kakak nyiapin sendiri sambil ngurus si gemoy yang sudah mulai tidak mau diam " jawab Mikha.


Adam dan Mikha memang punya panggilan kesayangan sendiri untuk Milea yaitu si Gemoy.


"Kalau kakak sudah tidak jadi baby sitter lagi bagaimana kalau si Gemoy kita minta saja Mih " ucap Marvin.

__ADS_1


"Hust ..ngaco kamu..memangnya si Gemoy anak ayam diminta " omel Mikha


"Habis lucu banget si Mih " jawab Marvin sambil tertawa.


"Lucu juga si Gemoy itu anak orang..kata kakak bapaknya juga galak " timpal Adam.


*


Hari ulangtahun Milea pun tiba, bocah Gemoy itu sudah cantik dalam balutan gaun ulangtahun berwarna putih begitu juga Maura. Wisnu pun mengenakan kemeja dengan warna senada.


Wisnu menurut saja ketika Millie menyuruh Wisnu mengenakan kemeja dengan warna yang sama dengan baju yang anak-anak pakai.


"Kamu tidak pakai baju putih juga ?" tanya Wisnu.


"Tidak pak..cukup keluarga saja " jawab Millie.


Millie cukup tau diri apa posisinya sekarang. Meskipun tidak lagi mengenakan seragam baby sitter namun ia tetaplah seorang baby sitter yang bertugas mengasuh Maura dan Milea.


Kedua orangtua Wisnu dari Bandung datang untuk merayakan ulangtahun pertama Milea, namun orangtua Meta tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota.


Melihat banyaknya anak-anak dan balon berwarna-warni membuat Milea terlonjak-lonjak dalam gendongan Millie.


Bocah cantik nan menggemaskan itu baru terlihat anteng setelah Wisnu memberikan balon kepadanya dan anak-anak mulai menyanyikan lagu selamat ulangtahun.


Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulangtahun dan pembagian bingkisan dan santunan.


Pada saat acara pemberian santunan Milea tiba-tiba nangis karena balonnya pecah. Millie pun berusaha meredakan tangisnya dengan penuh kasih sayang. Diakhir acara Milea yang lelah menangis akhirnya tertidur dalam gendongan Millie.


Ibu Wisnu mencoba mengambil Milea dari gendongan Millie namun Milea malah terbangun dan menangis. Sepertinya Milea sudah sangat nyaman bersama Millie.


Sepulang dari panti asuhan orangtua Wisnu tidak langsung pulang ke Bandung. Mereka menginap semalam di rumah Wisnu karena masih rindu dengan kedua cucu mereka.


Selama kedua orantua Wisnu menginap Millie tidak menyadari jika semua yang ia lakukan tidak luput dari pantauan mereka.


Ketika Millie sudah masuk ke kamar bersama Maura dan Milea, kedua orangtua Wisnu mendatangi putranya di kamarnya di lantai atas


Wisnu yang malam itu kebetulan belum tidur tentu saja heran dengan kedatangan kedua orangtuanya di kamarnya.


"Ibu lihat anak-anak semakin hari semakin lengket saja dengan Nina..bahkan Milea sudah tidak bisa lepas dari gadis itu...apakah kamu juga melihat seperti itu ?"


"Iya Bu..semakin hari mereka memang semakin lengket saja sama Nina " Wisnu membenarkan ucapan ibunya.


"Sepertinya Nina juga sangat menyayangi Maura dan Milea " tambah Ayah.Wisnu mengangguk.


"Apa tidak ada kepikiran dalam hati kamu untuk menjadikan Nina ibu untuk Maura dan Milea ? menurut ibu dia cocok menjadi ibu sambung mereka..selain penyayang anaknya juga cantik " ujar Ibu.


"Aku belum kepikiran kesana Bu " jawab Wisnu.


"Ibu mengerti..pasti tidak mudah melupakan Meta..tapi kamu harus pikirkan nasib anak-anak. Mereka masih sangat kecil dan membutuhkan sosok seorang ibu " pungkas Ibu.


"Kamu bisa saja mencari sendiri ibu sambung untuk Maura dan Milea..namun belum tentu mereka itu bisa menyayangi Maura dan Milea dengan sepenuh hati " nasehat ibu.


"Sejak pertama kali kamu membawa Nina ke Bandung sebenarnya Bapak dan Ibu sudah cocok sama anak itu.. tiba-tiba saja Ibu yakin kalau gadis itu adalah wanita yang dikirimkan Tuhan untuk menjaga Maura dan Milea " ucap ibu lirih.


"Nina nya juga belum tentu mau nikah sama duda beranak dua seperti aku " Wisnu tampak tidak percaya diri.


"Belum usaha kok sudah pesimis begitu " omel Bapak.


"Kalau kamu tidak berani biar Ibu sama Bapak yang maju " tantang Bapak.

__ADS_1


"Jangan Pak..jika menurut kalian Nina akan jadi ibu sambung yang baik untuk anak-anak biar saya yang akan maju " ujar Wisnu akhirnya.


"Nah..harus begitu " Bapak menepuk pundak Wisnu.


__ADS_2