My Baby Sitter

My Baby Sitter
Kita Cari Papih


__ADS_3

Kedatangan Martha dari Canada membuat Adam memiliki teman untuk mencurahkan isi hatinya.


"Ini beberapa pria yang sempat dekat dengan Cintya dalam waktu dekat ini " Martha memberikan amplop berisi beberapa photo Cintya bersama beberapa pria.


Dari semua photo didalam amplop itu semuanya pria bule, tidak ada satu pun pria Asia.


"Cuma kamu pria Asia yang pernah berkencan dengan dia " ujar Martha.


"Aku tidak pernah berkencan dengan dia " kilah Adam


"Ya..tidak berkencan..hanya tidur " sindir Martha.


"Kamu ikut-ikutan tidak percaya sama aku seperti semua orang disini " hardik Adam.


"Tidak...aku percaya sama kamu " jawab Martha.


Martha memang berusaha mempercayai Adam karena itu yang sedang Adam butuhkan saat ini.


"Aku sudah menyuruh orang untuk mencari rekaman video cctv namun sepertinya Cintya sudah mengambilnya..dia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang sebelum menyusul kamu kesini "


Adam mengepalkan tangannya. Ia sangat geram dan menyesali kebodohannya karena telah masuk kedalam perangkap Cintya.


"Dasar wanita ****** " ucap Adam geram.


"Jalan satu-satunya nya tes DNA ..Kalau kamu mau tes DNA bisa kamu lakukan tanpa harus menunggu bayi dalam kandungan Cintya lahir " saran Martha.


"Tapi aku tidak yakin jika Cintya akan bersedia melakukannya karena dia itu pintar ..dan kamu bego " tambah Martha sambil tertawa meledek.


Adam melempar gulungan kertas kearah Martha dengan kesal. Sudah terlalu sering Martha mengatai dirinya bego.


"Aku heran saja sama Mikha..dia itu cantik, masih muda tapi kenapa mau sama laki-laki bego seperti kamu " Martha terus mengejek Adam.


Kali ini satu bundel tisu yang melayang kearah Martha. Melihat Adam yang tampak kesal Martha pun tertawa puas.

__ADS_1


Meskipun Martha terus mengejeknya namun tidak bisa dipungkiri jika kehadiran Martha membuat Adam tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah rumah tangganya yang selalu datang silih berganti.


Setelah Martha kembali ke Canada, Adam mencoba untuk mengikuti saran dari Martha. Sepulang dari kantor Adam mampir ke apartemennya yang sekarang ditempati oleh Arin dan Cintya.


Adam sengaja datang menemui Cintya untuk membujuk agar Cintya mau melakukan tes DNA agar Adam yakin jika bayi dalam kandungan Cintya adalah benar-benar darah dagingnya. Namun sepertinya yang sudah Marta perkirakan..Cintya menolak mentah-mentah untuk melakukan tes DNA.


Adam terlihat sangat kesal ketika Cintya menolak sambil menangis meraung-raung. Adam pun memilih pergi ke dapur dan tidak ingin melihat Cintya yang terus menangis.


Pada saat Adam berada di dapur, ia tidak menyadari jika Cintya diam-diam mengambil photo Adam dan mengirimkan nya kepada Mikha. Cintya sengaja mengirimkan photo Adam agar Mikha beranggapan jika mereka sekarang tinggal bersama di apartemen.


Mikha menatap nanar photo yang dikirimkan Cintya. Mikha pun segera memblokir nomer Adam dan nomer Cintya saat itu juga.


Karena ulah Cintya Mikha menjadi semakin menjauhi Adam. Bahkan jika Adam pulang pun mereka menjadi sering bertengkar karena Mikha selalu meminta agar Adam menceraikan nya.


Tidak tahan karena terus ditekan oleh Mikha agar menceraikan nya ditambah kehamilan Cintya yang semakin mendekati waktu melahirkan membuat Adam nekad memilih jalan yang sangat tidak gentle. Adam tiba-tiba menghilang entah kemana.


Papa mengerahkan orang-orang kepercayaannya untuk mencari Adam namun sejauh ini Adam masih belum ditemukan.


Papa sangat murka karena Adam lari dari tanggungjawab nya terhadap keluarga dan perusahaan.


*


Waktu melahirkan Cintya yang semakin dekat, Mama terpaksa membawa Cintya pulang ke Bandung. Walaupun tidak menyukai Cintya namun Mama tidak tega jika membiarkan Cintya hanya tinggal berdua dengan Arin.


Sebelum Mama membawa Cintya ke Bandung, Mama dan Papa terlebih dahulu meminta ijin kepada Mikha.


Tidak ada alasan untuk Mikha melarang Papa dan Mama membawa Cintya ke Bandung Karena walau bagaimanapun Cintya adalah menantu Papa dan Mama.


Papa dan Mama terpaksa memutuskan membawa Cintya karena Adam tidak bertanggung jawab kepada anak dan istri nya dan malah memilih kabur.


Mikha mengurung diri dikamarnya dengan tubuh gemetaran ketika suatu malam Papa dan Mama panik karena Cintya mulai kontraksi. Malam itu Papa dan Mama langsung membawa Cintya ke rumah sakit bersalin.


Diam-diam Mikha memasukan baju-baju nya dan baju-baju Millie kedalam koper. Mikha yang merasa tidak sanggup tinggal satu rumah bersama Cintya akhirnya memutuskan akan tinggal di Australia bersama om dan tantenya.

__ADS_1


Disaat Mikha sedang sibuk paking tiba-tiba Mama masuk dan memergoki apa yang sedang Mikha lakukan.


"Kha..kamu mau kemana ?" Mama menatap koper yang teronggok di sudut kamar.


"Kamu mau kabur seperti Abang ?" Mama melotot menatap berkas milik Mikha dan Millie yang belum sempat Mikha masukan kedalam tas.


"Maaf Mah...Mama pasti mengerti perasaan aku " ucap Mama lirih.


"Mama mengerti perasaan kamu Sayang " Mama memeluk Mikha sambil menangis.


"Maafkan anak Mama ya Sayang " Mama menangis sambil memeluk Mikha.


"Iya Mah " jawab Mikha terisak.


"Apakah bayinya sudah lahir ?" tanya Mikha


"Sudah..bayinya laki-laki " jawab Mama


"Pasti mirip Abang " ucap Mikha sendu.


Mama menatap wajah Mikha lembut.Perlahan diusapnya airmata yang membasahi wajah Mikha.


"Begitu bayi nya lahir Papa dan Mama langsung pulang..biar saja nanti dia dijemput oleh orangtuanya " ujar Mama.


"Kenapa Mah ?" tanya Mikha.


" Bayi Cintya berkulit bule dan berambut pirang . Tidak mungkin itu anak Abang.. Sepertinya kita telah salah karena tidak percaya pada Abang " jawab Mama.


"Besok Papa akan memanggil Martha ..Papa dan Mama curiga jika Martha yang membantu Abang kabur " ucap Mama.


Mikha terdiam ini semua seperti mimpi baginya. Beberapa kali Mikha mencubit lengannya sendiri untuk memastikan jika ini bukanlah mimpi.


"Sekarang bereskan lagi baju-baju kalian. Jangan bikin Mama dan Papa tambah pusing " ujar Mama sebelum keluar dari kamar Mikha.

__ADS_1


Mikha pun membongkar kopernya dan mengembalikan baju-bajunya dan baju-baju Millie kedalam lemari, juga berkas-berkas yang belum sempat Mikha masukan kedalam tas.


"Sayang..kita tidak jadi kaburnya..lebih baik kita bantu Opa dan Oma cari Papih " bisik Mikha sambil menciumi pipi Millie.


__ADS_2